Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENJUALAN PADA USAHA KECIL MIE AYAM SOLO “RISKY” DI KELURAHAN MANYAR SABRANGAN KECAMATAN MULYOREJO KOTA SURABAYA Navik Kholili, Navik; Hindratmo, Astria; Siswadi, Siswadi; Badari, Yasir Muluk
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2000

Abstract

Mie ayam merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang berbahan daei mie gandum yang di bumbui dengan diberi tambahan olahan ayam kecap yang di potong halus. Salah satu usaha kecil Mie Ayam di Surabaya yaitu Mie Ayam Solo “Risky”. Namun dalam menjalankan usahanya terdapat dua aspek permasalahan yaitu aspek produksi dan manajemen, Aspek produksi meliputi proses pembuatan mie basah menggunakan mesin yang ukuran dengan kapasitas 1kg per kali produksi dengan waktu 1 jam produksi adahal produksi perhari 5kg. Selain itu pada kemasan yang digunakan yaitu masih menggunakan kantong plastik yang berpotensi terkontaminasi bahan kimia akibat panas dari mie ayam. Kemudian pada aspek manajemen yaitu manajemen pemasan masih belum memanfaatkan penjualan secara online, pengendalian kualitas karena mie yang dibuat sering tidak kenyal, dan mudah putus. Tujuan dari kegitan ini yaitu meningkatkan efisiensi waktu produksi mie, serta meningkatkan penjualan melalui perbaikan kemasan, pemasaran online melalui media sosial, serta menerapkan manajmen kualitas agar hasil produksi mie sesuai yang diinginkan. Hasil dari kegiatan yaitu mitra telah mampu memproduksi mie dengan waktu lebih cepat dari sebelumnya, memiliki label dan kemasan yang aman, sudah menerapkan pemasaran secara online lewat media sosial untuk meningkatkan penjualan, serta terjadinya peningkatan kualitas hasil produksi mie basah.
PENINGKATAN PENJUALAN DAN INOVASI PRODUK PADA USAHA KECIL KERUPUK PULI BERAS KELURAHAN SUTOREJO KECAMATAN MULYOREJO KOTA SURABAYA HINDRATMO, ASTRIA; Oktavia, Chendrasari Wahyu; Alfarizi, Ahmad
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2003

Abstract

Kerupuk adalah salah satu makanan khas Indonesia yang mana sangat diminati oleh banyak orang. Jenis kerupuk yang banyak dijumpai beberapa daerah dengan harga murah yaitu kerupuk puli. Salah satu usaha kecil yang memproduksi kerupuk puli berbahan utama nasi sebagai pengganti tepung yaitu usaha kecil kerupuk puli beras milik Ibu Nurul yang sudah di jalankan selama 3 tahun. Namun terdapat beberapa permasalahan yaitu pada aspek produksi dan manajemen. Pada permasalahan produksi yaitu proses pemipihan kerupuk yang cukup lama dan secara manual, proses pengemasan tidak menggunakan mesin, inovasi produk belum ada dan tidak ada lanbel pada kemasan, serta kemasan berbahan plastik tipis yang mudah sobek. Sedangkan pada permasalahan manajemen yaitu mitra belum mampu menerapkan manajemen penjadwalan produksi sebagai pertimbangan penentuan alokasi jumlah bahan baku yang akan di beli tiap minggunya. Mitra belum mampu merencanakan pengadaan bahan baku sehingga masih kesulitan dalam menentukan jumlah stock bahan baku Tujuan dari kegiatan ini ini yaitu meningkatkan efektifitas dalam produksi kerupuk puli, memperbaiki penggunaan bahan kemasan dan label kemasan, menghasilkan inovasi produk berdasarkan rasa yang bervariatif untuk meningkatkan penjualan, menerapkan manajemen penjadwalan produksi, dan manajemen pengadaan bahan baku. Hasil dari kegiatan yaitu meningkatkan efisiensi proses produksi, perbaikan kemasan produk, inovasi produk, penerapan manajemen penjadwalan produksi, dan manajemen pengadaan bahan baku.
PPM USAHA PERCETAKAN “JAYA LESTARI” DESA CERME LOR, KABUPATEN GRESIK Dewi, Suzana; Atmojo, Suryo; Hindratmo, Astria; Wulansari, Laily Alfina; Jannah, Roszi Syadillal
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2333

Abstract

Toko Mekar Jaya adalah usaha jajan kiloan yang dikelola oleh Eko Budi. Usaha ini berlokasi di Jl. Pandean RT 19 RW 03 Dusun Wersah, Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Toko Mekar Jaya tidak memproduksi jajanan sendiri, melainkan membeli produk dari berbagai supplier jajan kiloan di area Sidoarjo. Produk yang dijual sangat beragam, mulai dari keripik, kue kering, hingga permen dan cokelat. Dengan harga yang terjangkau dan pilihan yang beragam, Toko Mekar Jaya menjadi salah satu tempat favorit masyarakat sekitar untuk membeli jajanan kiloan, terutama saat ada event seperti hari raya atau liburan. Meskipun usaha ini cukup ramai saat event tertentu, Toko Mekar Jaya menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan usahanya, terutama untuk menjangkau pasar di luar Kecamatan Tulangan. Beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain, pengemasan ulang masih manual menggunakan plastik yang dipanaskan oleh lilin, lokasi usaha yang cukup jauh dari pusat keramaian seperti pasar sekitar 5 Km, Keterbatasan Akses Pasar, minimnya penggunaan teknologi digitaluntuk pemasaran dan promosi, kurangnya pengetahuan dalam pengelolaan inventaris dan managemen stok, ketergantungan pada Event Tertentu. Solusi yang diusulkan yaitu Pembuatan Website, penggunaan media sosial, pelatihan manajemen usaha, serta implementasi manajemen terpadu. Dengan langkah-langkah ini, Toko Mekar Jaya dapat mengatasi keterbatasan lokasi fisik dan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pemasaran dan penjualan secara signifikan.Walau saat ini, dunia memasuki era digitalisasi, dimana banyak materi bacaan atau dokumen sudah bisa dibaca dalam bentuk digital, namun materi bacaan yang perlu dicetak dalam bentuk fisik dokumen atau cetakan masih tetap diperlukan. Misalnya cetakan pamflet atau brosur brosur untuk promosi usaha tertentu. Melihat potensi bisnis percetakan yang tetap bagus walau dunia kini memasuki era digital, maka peluang untuk meraih laba masih sangat terbuka. Pak Sutrisno, sebagai salah satu pengusaha mikro di bisnis percetakan di daerah Cerme, Gresik, menjalankan usaha ini dengan tekun dan telaten. Hanya saja, sebagai usaha berskala UMKM (mikro), persaingan bisnis dengan usaha percetakan bermodal besar yang ada di daerah Cerme, Gresik, tidaklah mudah. Dengan memanfaatkan kekuatan dana yang dimiliki, usaha percetakan skala besar, rutin melakukan promo – promo melalui radio, iklan baliho, menyewa jasa konten di media sosial maupun di media cetak seperti surat kabar atau buletin – buletin komunitas. Manajemen pengelolaan usaha bapak Sutrisno dilakukan dengan cukup sederhana, dimana dikelola oleh pak Sutrisno dengan dibantu istrinya dan kegiatan pemasaran dilakukan secara tradisional dari mulut ke mulut dan menawarkan ke kenalan atau pelanggan yang sudah ada. Metode pencatatan transaksi juga dilakukan secara sederhana, melalui catatan singkat di buku atau kadang diingat saja di pemikiran pak Sutrisno dan tidak dicatat, sehingga kadangkala jika nilai kecil transaksinya, bisa saja kelupaan untuk menagih Metode yang akan dilaksanakan pada kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) kali ini adalah berupa teknik pendampingan dan pembinaan terhadap permasalahan yang tengah di hadapi mitra. Hasil yang diharapkan, yaitu mengajarkan pemasaran digital kepada mitra disesuaikan dengan kemampuan adaptasi teknologi yang dapat dilakukan mitra, selain itu juga diharapkan akan terwujud suatu tata kelola administrasi pencatatan keuangan dan transaksi yang bagus dan rapi secara digital, serta dapat melakukan kegiatan promosi yang efektif, khususnya secara online atau menggunakan media sosial (medsos). Pada hasil akhirnya, maka diharapkan terjadi pengembangan usaha bisnis modern pada usaha percetakan pak Sutrisno, sehingga mampu meningkatkan kemampuan pelaku usaha untuk optimalkan digital marketing dan konten marketing, tata kelola administrasi keuangan dan transaksi yang rapi dan baik, serta kegiatan promosi yang mampu menarik perhatian calon pelanggan
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PENJUALAN USAHA MINUMAN BUNGA TELANG PLUS JAHE DI KELURAHAN SUTOREJO KOTA SURABAYA Hindratmo, Astria; Purnamayudhia, Onny; Kholili, Navik; Alfarizi, Ahmad; Akmal, Muhammad Nazal Sayyidi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2335

Abstract

Jahe merupakan jenis rempah memiliki kandungan antioksidan yakni oleoresin yang lebih dikenal sebagai gingerol. Bunga telang adalah bunga dari tumbuhan merambat yang biasa ditemukan di pekarangan rumah atau tepi hutan. Manfaat dari bunga telang ini sangat banyak terutama untuk kesehatan seperti meningkatkan stamina, anti oksidan, meningkatkan daya ingat, menyehatkan jantung, mengurangi peradangan. Salah satu usaha kecil atau usaha rumahan yang memproduksi minuman kesehatan bunga telang plus jahe milik ibu Sukaesih yang terletak di Kelurahan Sutorejo Kecamatan Mulyorejo Surabaya yang dirintis mulai tahun 2020. Namun usaha minuman tersebut memiliki beberapa permasalahan yaitu pada aspek produksi yaitu proses pemotongan jahe cukup lama dan tidak ada inovasi produk minuman tersebut. Sedangkan pada aspek manajemen yaitu pemasaran hanya mengantungkan pesan toko sekitar rumah, dan pada manajmen kualitas masih belum dimaksimalkan karena produk minuman tersebut tidak tahan lama. Solusi yang kami lakukan yaitu pada aspek produksi pemberian TTG mesin potong jahe, pelatihan inovasi variasi produk, penerapan bahan kemasan jenis gelas plastik. Pada aspek manajemen kualitas yaitu pelatihan pemilihan bahan kemasan agar produk mejadi awet serta teknis penyimpanan produk, kemudian pada aspek manajmen pemasaran yaitu pelatihan merancang sstrategi pemasaran dan membuat pemasaran melalui platform berbasis online. Hasil kegiatan menghasilkan peningkatan produktifitas, meningkatkan pengendalian produksi untuk mengurangi jumlah kerugian akibat produksi berlebihan, penjualan meningkat dari hasil ilkan online.
PKM PENINGKATAN KAPASITAS DAN KUALITAS PRODUKSI USAHA KERIPIK PISANG BERBASIS GREEN ECONOMY DI KELURAHAN PAKAL KECAMATAN PAKAL KOTA SURABAYA Aristyanto, Erwan; Abdillah, Khubbi; Hindratmo, Astria; Pratama, Adi Putra; Putra, Giovanni Firmansyah; Wawan, Yulianus
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2439

Abstract

Kegiatan PKM ini mendukung salah satu bidang fokus utama Pengabdian kepada Masyarakat 2024 yaitu bidang Green Economy pada penggunaan tabung komposter untuk mengolah limbah sampah pisang menjadi pupuk. Mitra dalam PKM ini adalah Bapak Sukri pemilik usaha keripik pisang JOYO, beralamat di Pakal Madya Jaya 5 no 11A RT 03 RW 02 Kelurahan Pakal Kecamatan Pakal Kota Surabaya yang berjarak 2,2 KM dari kampus UWP. Urgensi dari kegiatan ini kapasitas produksi yang rendah dan produk yang dihasilkan kurang baik sehingga memerlukan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi mitra dan meningkatkan omset mitra. Permasalahan prioritas, yaitu, bidang Produksi, peralatan produksi masih tradisional dan tidak ergonomis, boros bahan bakar, kurang sehat dan tidak ruang persediaan kotor dan banyak hewan pengerat, pekerja tidak memakai APD: bidang Pemasaran, penjualan tidak stabil, kemasan masih menggunakan plastik tipis, label dan merk kurang menarik, bidang Manajemen Usaha, belum ada pencatatan keuangan dan belum memahami kesehatan pangan. Solusi yang ditawarkan peningkatan kualitas dan kapasitas usaha melalui pengembangan TTG keripik pisang, peningkatan kemampuan usaha, perluasan pemasaran, perbaikan kemasan, label dan merk serta adanya pencatatan keuangan. Metode Pelaksanaan dengan pengembangan TTG Mesin keripik pisang, kemitraan, pelatihan dan pendampingan. Hasil pelaksanaan kegiatan dalam program ini, antara lain koordinasi pelaksanaan program bersama mitra, diseminasi TTG Mesin Keripik Pisang, pengadaan peralatan dan pelatihan produksi sehat, diseminasi TTG Tabung Komposter pengolah limbah, pelatihan dan pendampingan penjualan online dan offline, pelatihan dan pendampingan pembuatan label dan logo, pelatihan dan pendampingan pencatatan transaksi keuangan usaha. Dampak kegiatan ini adalah adanya peningkatan kapasitas dan kualitas produk mitra sebesar 30 %, peningkatan jumlah omzet mitra sebesar 30%, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra sebesar 50%
Improving The Quality Of Steel Plate Finishing Process Using Six Sigma, FMEA, And QFD Methods Novantoro, Irwan; Abdullah, M. Hasan; Riyanto, Ong Andre Wahyu; Purnamayudhia, Onny; Hindratmo, Astria; Suwondo, Ampar Jaya
Journal of System Engineering and Technological Innovation Vol 3 No 02 (2024): Oktober 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Wijaya Putra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/jisti.v3i02.110

Abstract

XYZ is a manufacturing company engaged in the hot rolled steel plate rolling mill industry. The results of the finishing production report show that the finishing line process has the highest proportion of defects compared to gas cutting plates ( flare cutting ). This study identifies the causes and solutions for repairing defects in the finishing line using the Six Sigma and FMEA-QFD methods. Based on the initial calculation results, it was obtained that the sigma level and DPMO value were 3.28 and 37,821. From the results of the Pareto diagram, there are five types of defects, namely chamber, BC (bad cutting), BE (bad edge), handling, and OOS (out of square) . The dominant type of defect is the chamber with a percentage of 31.9%. Factors causing defects include operator fatigue, lack of discipline, poor lighting, less than optimal maintenance, knife quality, worn sideguards , and materials. The results of the FMEA analysis show three priorities for proposed improvements, namely, improving operator supervision and SOPs, developing sideguard designs , and knife replacement standards. The development of the sideguard design uses the QFD method, which produces specifications in the form of integrated roll with a distance of 600mm, sideguard dimensions of 6096x200 millimeters with a thickness of 16mm, and made of ASTM A36 steel. The improvements made showed a more stable process with a decreasing number of chamber defects and increasing the Sigma Level value to 3.4 .
DARI PISANG MENJADI PELUANG: STRATEGI PENINGKATAN USAHA KERIPIK DI SURABAYA Aristyanto, Erwan; Abdillah, Khubbi; Hindratmo, Astria; Pratama, Adi Putra; Putra, Giovanni Firmansyah; Wawan, Yulianus
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i4.8450

Abstract

This PKM activity supports one of the main focus areas of Community Service 2024, namely the Green Economy sector in the use of composter tubes to process banana waste into fertilizer. The partner in this PKM is Mr. Sukri, owner of the JOYO banana chips business, located at Pakal Madya Jaya 5 no 11A RT 03 RW 02 Pakal Village, Pakal District, Surabaya City, which is 2.2 KM from the UWP campus. The urgency of this activity is low production capacity and the products produced are not good so it requires a touch of science and technology. The aim of this activity is to increase partner production capacity and quality and increase partner turnover. Priority problems, namely, in the Production sector, production equipment is still traditional and not ergonomic, wastes fuel, unhealthy and dirty inventory space and lots of rodents, workers do not wear PPE: Marketing sector, sales are unstable, packaging still uses thin plastic, labels and brands are less attractive, in the field of Business Management, there is no financial record keeping and there is no understanding of food health. The solution offered is to increase the quality and capacity of the business through developing banana chips TTG, increasing business capabilities, expanding marketing, improving packaging, labels and brands as well as financial records. Implementation method with TTG development of banana chips machine, partnership, training and mentoring. The results of the implementation of activities in this program include coordination of program implementation with partners, dissemination of TTG Banana Chips Machines, procurement of equipment and training on healthy production, dissemination of TTG Waste Processing Composter Tubes, online and offline sales training and assistance, training and assistance in making labels and logos , training and assistance in recording business financial transactions. The impact of this activity is an increase in the capacity and quality of partner products by 30%, an increase in partner turnover by 30%, an increase in partner knowledge and skills by 50%.
PENINGKATAN PENJUALAN UMKM BUBUK JAHE MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PERBAIKAN KEMASAN DAN PEMASARAN Ong Andre Wahyu Riyanto; Astria Hindratmo
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mitra pengabdian ini yaitu UMKM bubuk jahe milik bu Nining terletak di kelurahan Keputran Kecamatan Tegalsari Surabaya.Usaha yang didirikan sejak 3 tahun lalu awalnya hanya untuk mengisi waktu luang dan menambah pendapatan keluarga.Hingga saat ini penjualan bubuk jahe terus meningkat seiring kebutuhan jahe untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemiCovid 19.Dalam menjalankan usahannya, bu Nining memiliki beberapa permasalahan pada aspek produksi dan manajemen. Permasalahan aspek produksi yaitu produk belum memiliki label kemasan, bahan kemas mengunakan plastik dengan perekat pemanasan dengan api lilin, tidak ada variasi ukuran produk. Sedangkan pada aspek manajemen yaitu mitra hanya menjual produk berdasarkan jumlah pesanan, penerapan manajemen mutu belum maksimal, belum memiliki manajemen pengadaan bahanbaku. Tujuan dari kegiatan yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan peningkatan penjualan bubuk jahe melalui perbaikan aspek produksi dan manajemen terkait label kemasan, bahan kemasan, penggunaan alat press kemasan, pemasaran offlinemapun online, penerapan manajemen mutu, dan pengadaan bahan baku. Hasil dari kegiatan yaitu mitra telah memiliki desain label pada kemasan, memiliki kemasan yang baik yang sehingga layak untuk di jual di toko oleh-oleh, serta telah mampu menjual pruduk secara online, memiliki konsep pemasaran offline yang baik, jumlah produksi dan penjualan meningkat. Abstract This service partner is SMEs ginger powder owned by Mrs. Nining which is located in the Keputran Village, Tegalsari District, Surabaya. The business that was founded 3 years ago is only to fill spare time and increase family income. Until now, the sale of ginger powder continues to increase along with the need for ginger to increase body resistance during the Covid 19 pandemic. In running its business, Nining has several problems in production and management aspects. Problems in the production aspect are that the product does not have a packaging label, the packaging material uses plastic adhesive heating with a candle flame, there is no variation in product size. Meanwhile, in the management aspect, partners only sell products based on the number of orders, the implementation of quality management is not optimal, and they do not have raw material procurement management. The purpose of this activity is to provide training and assistance to increase sales of ginger powder through improving aspects of production and management related to packaging, packaging materials, use of packaging tools, offline and online marketing, implementation of quality management, and procurement of raw materials. The results of the activity are having a label design on the packaging, having good packaging so that it is suitable for sale in gift shops, and has been able to sell products online, has a good offline marketing concept, the number of production and sales increases.
PERANCANGAN KLASTER INDUSTRI DI KAWASAN UMKM AREA WISATA KENJERAN BERBASIS ECOLOGY INDUSTRIAL PARK DENGAN METODE VALUE CHAIN DAN AHP Hindratmo, Astria; Abdullah, Muhammad Hasan
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 6 No. 2 (2022): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v6i2.721

Abstract

Kenjeran adalah area wisata pantai di Surabaya. Pada area tersebut terdapat suatu sentra UMKM produk olahan hasil ikan laut dengan jumlah puluhan pedagang. Namun dalam binisnya beberapa UMKM memiliki beberapa masalah, dimana masalah tersebut berdampak pada terhambatnya pengembangan UMKM. Beberapa masalah yang ada yaitu sulitnya mendapatkan bantuan modal, antar pelaku UMKM tidak memiliki kerjasama bahkan cenderung bersaing satu sama lain, susahnya akses ke pemasok ikan karena pelaku UMKM saling bersaing mendapatkan bahan baku, kurangnya inovasi produk dan kemasan. Tujuan dari penelitian yaitu perancangan klaster industri pada UMKM area Kenjeran berbasis Ecology Industrial Park (EIP) dan value chain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini memasukkan unsur EIP pada analisis value chain dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dihasilkan dari wawancara serta kuesioner, sedangkan data sekunder didapatkan dari jurnal ilmiah hasil penelitian sebelumnya maupun beberapa artikel dari internet. Hasil penelitian yaitu sistem klaster industri berbasis EIP guna mengembangkan sentra UMKM area wisata pantai Kenjeran. Berdasarkan sistem klaster yang telah didapatkan, terdapat enam komponen prioritas yaitu komponen pelaku inti dengan bobot prioritas 31.4%, pada komponen pemasok 22.5%, pasar dan pemasaran 14.6%, lembaga dan asosiasi pendukung 12.9%, industri pendukung 11.3%, industri terkait 7.3%.
DESAIN PERANCANGAN MESIN PENGEPRES DAN PEMOTONG TAHU SEMI OTOMATIS GUNA MENINGKATKAN PERCEPATAN PROSES PRODUKSI Kholili, Navik; Siswadi; Hindratmo, Astria; Badari, Yasir Muluk; Athallah, Hilbran Maulana
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6946

Abstract

Tahu merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Namun berdasarkan hasil survey beberapa UKM tahu di Kediri, menunjukkan proses produksinya masih dilakukan dengan cara manual dengan peralatan sederhana. Salah satu proses produksi tahu yang masih manual yaitu proses pengepresan tahu dan proses pemotongan. Pada proses press tahu kebanyakan UKM melakukan dengan cara menindih tahu yang masih cair dengan papan kayu serta diberi batu diatasnya sampai beberapa selama 1 jam hingga tahu yang masih cair menjadi padat. Kemudian setelah tahu menjadi padat lalu proses pemotongan juga dilakukan dengan alat potong pisau dan penggaris kayu. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlunya penggunaan mesin press dan potong tahu guna meningkatkan proses produksi menjadi lebih efisien. Tujuan penelitian yaitu merancang desain mesin dengan dua fungsi yaitu pengepresan sekaligus memotong tahu untuk mempercepat proses produksi. Metode Stuart Pugh yang digunakan dalam penelitian ini untuk membantu dalam pengambilan keputusan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan data wawancara, kuesioner kepada pekerja dan pemilik UKM Tahu. Hasil penelitian yaitu mendapatkan desain mesin yang memiliki fungsi dan spesifikasi sesuai keinginan pengguna serta ergonomis, meningkatkan percepatan dan meningkatkan produksi tahu sebanyak 40% per harinya. Kesimpulan hasil penelitian yaitu menghasilkan mesin inovatif dengan dua fungsi yaitu untuk pengepresan dan pemotongan tahu yang sesuai keinginan pengguna.