Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Gambar Seri Berbasis Canva Pada Pembelajaran Bercerita Siswa Kelas III Noviandra Azzahra; Teguh Prasetyo; Muhammad Ichsan
JIPSD: Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar (August 2025)
Publisher : Published by Konsorsium Pengetahuan Innoscientia (KOPINNOS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengasah keterampilan bercerita siswa kelas III di SDN Caringin 01 dengan mengembangkan media pembelajaran berupa gambar berseri menggunakan aplikasi Canva. Model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate) digunakan dalam metode penelitian dan pengembangan (R&D). Metode pengumpulan data melibatkan wawancara dan observasi dengan guru wali kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan  dengan  observasi dan wawancara dengan guru wali kelas III. Dengan 28 siswa sebagai sampel, penelitian ini dilakukan di SDN Caringin 01 Kecamatan Caringin. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan menyusun cerita secara runtut dan percaya diri saat bercerita di depan kelas. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan media pembelajaran yang tidak menarik. Media yang dikembangkan divalidasi oleh tiga ahli: ahli materi (92,6%), ahli media (90,0%), dan praktisi (100%), dengan kelayakan rata-rata 94,2%. Metode ini diterapkan pada 28 siswa dan satu guru, dan hasilnya menunjukkan respons yang sangat baik dari guru (98,8%) dan siswa (88,6%). Hasilnya menunjukkan bahwa media gambar seri berbasis Canva layak digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran bercerita karena dapat meningkatkan minat dan kreativitas siswa serta kemampuan mereka untuk berkomunikasi.
Model Pembelajaran Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Pembelajaran Menyenangkan di SD Shofia Hanna Nisa; Teguh Prasetyo; Wilis Firmansyah
JIPSD: Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar (August 2025)
Publisher : Published by Konsorsium Pengetahuan Innoscientia (KOPINNOS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) di sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak sepuluh artikel terpilih yang diterbitkan pada periode 2019–2025 dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TPS secara konsisten meningkatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan bagi siswa. Penerapan TPS ditemukan pada berbagai mata pelajaran, seperti IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan keterampilan berbicara, dengan dukungan media inovatif berupa alat peraga kontekstual, permainan tradisional, maupun media digital interaktif. Inovasi tersebut memperkuat efektivitas TPS dalam mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi siswa. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan waktu, variasi tingkat literasi awal, serta kesiapan guru tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Temuan ini menegaskan relevansi TPS sebagai strategi pembelajaran kooperatif yang mendukung penguatan kompetensi abad ke-21 di sekolah dasar.
Efektivitas Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Temuan, Tantangan, dan Rekomendasi Septian Maulana; Teguh Prasetyo; Meriyati
JIPSD: Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar (August 2025)
Publisher : Published by Konsorsium Pengetahuan Innoscientia (KOPINNOS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka diperkenalkan dengan penekanan pada pembelajaran fleksibel yang dapat disesuaikan dengan karakteristik siswa dan konteks sekolah. Kurikulum ini berfokus pada materi pokok, kompetensi, dan penguatan karakter melalui Proyek Pemantapan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler wajib. Inovasi ini merupakan langkah strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Namun, implementasinya menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Penelitian ini mengkaji efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar dengan menggunakan metode Systematic Literatur Review (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka berdampak positif terhadap pembelajaran, tetapi evaluasi berkelanjutan masih diperlukan untuk mengatasi kendala yang muncul dan menyempurnakan implementasinya.
Inovasi Strategi Guru Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar Alia Febriani; Teguh Prasetyo; Megan Asri Humaira
JIPSD: Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar (December 2025)
Publisher : Published by Konsorsium Pengetahuan Innoscientia (KOPINNOS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat baca merupakan fondasi penting dalam proses pembelajaran, khususnya di jenjang Sekolah Dasar (SD). Namun, rendahnya minat baca siswa di Indonesia menjadi tantangan yang signifikan dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi-strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar, serta mengevaluasi efektivitas strategi tersebut berdasarkan kajian literatur ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA, yang melibatkan analisis terhadap 9 artikel terpilih dari rentang tahun 2020–2025. Hasil penelitian mengelompokkan strategi guru ke dalam empat kategori utama, yaitu: (1) penggunaan metode dan strategi pembelajaran langsung seperti reading aloud, PQ4R, dan diskusi kelompok; (2) pemanfaatan media dan sumber belajar inovatif seperti big book, video pembelajaran, dan game edukasi digital; (3) implementasi program literasi sekolah seperti pojok baca dan gerakan literasi sekolah; serta (4) pengembangan bahan ajar tematik berupa cerita bergambar. Keempat strategi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan minat baca siswa. Studi ini merekomendasikan penerapan strategi yang variatif dan kontekstual sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi sejak dini di lingkungan sekolah dasar.
Desain Game-Based Learning Berbasis Karakteristik Generasi Alpha untuk Mengatasi Kebosanan Belajar Siswa Sekolah Dasar Nafisah Deviyanti; Siti Fadhila Nursyahida; Reizah Choiriyatul fadlah; Teguh Prasetyo
JIPSD: Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar (December 2025)
Publisher : Published by Konsorsium Pengetahuan Innoscientia (KOPINNOS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya Generasi Alpha yang memiliki karakteristik belajar visual, interaktif, dan menyukai aktivitas bermain. Namun, pembelajaran di sekolah dasar masih banyak didominasi metode satu arah sehingga memicu kebosanan belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kebosanan belajar peserta didik Generasi Alpha serta merancang desain Game-Based Learning (GBL) sebagai solusi inovatif dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara guru dan analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebosanan belajar dipengaruhi oleh kurangnya variasi aktivitas, terbatasnya keterlibatan aktif peserta didik, serta ketidaksesuaian strategi pembelajaran dengan karakteristik Generasi Alpha. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang desain pembelajaran Game-Based Learning yang memuat aktivitas bermain terstruktur, penggunaan media interaktif, serta penugasan kolaboratif yang berorientasi pada keaktifan peserta didik. Desain Game-Based Learning yang dihasilkan berpotensi menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, bermakna, dan adaptif terhadap karakteristik Generasi Alpha sehingga mampu mengurangi kebosanan belajar peserta didik di sekolah dasar.
Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas III di SDN Langkob Pasca-Pandemi Rismatu Sa'diah; Teguh Prasetyo; Rosna Wati
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.25704

Abstract

Membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang penting dikuasai oleh siswa sekolah dasar sebagai landasan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Namun, setelah pandemi COVID-18, masih dijumpai siswa yang mengalami kesulitan membaca, salah satunya dipengaruhi oleh kurang efektifnya pelaksanaan pembelajaran secara daring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas III di SDN Langkob pasca-pandemi COVID-19 yang meliputi jenis kesulitan membaca permulaan, tingkat kesulitan membaca permulaan antar siswa, dan faktor-faktor penyebabnya. Pendekatan yang dugunakan pada penelitian ini adalah kualitatir dengan metode studi kasus guna memperoleh pemahaman mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Informan penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa kelas III yang menunjukkan kesulitan dalam membaca permulaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan siswa masih ditemukan pada berbagai aspek kemampuan membaca dasar, seperti kesulitan mengenal huruf tertentu, membaca terbata-bata, kesulitan menggabungkan suku kata menjadi kata, belum lancar membaca kata sederhana, dan rendahnya pemahaman terhadap bacaan sederhana. Tingkat kesulitan membaca siswa terbagi kedalam kategori ringan, sedang, dan berat. Kesulitan membaca permulaan juga dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi motivasi belajar siswa, minat membaca, konsentrasi, dan kemampuan belajar siswa, sedangkan faktor eksternal berupa dampak pembelajaran daring, lingkungan keluarga, pendampingan orang tua, dan keterbatasan sarana pembelajaran. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, sekolah dan guru melakukan berbagai upaya melalui program literasi, pembiasaan membaca, dan pendampingan membaca guna membantu perkembangan kemampuan membaca permulaan siswa secara bertahap juga meningkatkan kesiapan belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.