Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Identifikasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminths (STH) Pada Pengrajin Genteng di Kelurahan Sidoluhur Godean Yogyakarta Saputra, Diki; Putri, Novita Eka; Nailufar, Yuyun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecacingan merupakan penyakit yang disebabkan karena masuknya parasit seperti telur atau cacing didalam tubuh manusia yang ditularkan dengan melalui makanan, minuman, dan infiltrasi kulit dengan tanah sebagai media penularannya. Jenis cacing yang sering ditemukan dan dapat menyebabkan infeksi yaitu jenis cacing golongan Soil Transmitted Helminthes (STH), yang penularan membutuhkan tanah sebagai tempat untuk mencapai stadium yang infektif. Salah satu pekerjaan yang sangat erat kaitannya dengan infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) pengraji genteng. Kebiasaan pengrajin genteng saat bekerja yang kadang tidak memperhatikan kelengkapan APD dan personal hygine sehingga dapat memberikan resiko terinfeksi cacing melalui penetrasi kulit dengan adanya kontak langsung dengan tanah liat. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi kontaminasi jenis cacing STH pada feses pengrajin genteng di Kelurahan Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode Penelitian ini yaitu merupakan penelitian eksperimen.
Literature Review Perbandingan Hasil Pemeriksaan HBsAg dan HIV Reaktif dan Non Reaktif Pada Pendonor di Unit Transfusi Darah Raihan, Muhamad; Shafriani, Nazula Rahma; Putri, Novita Eka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transfusi darah merupakan prosedur medis yang memiliki risiko berbahaya dan tidak bisa diabaikan. Tes skrining infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD) diwajibkan pada semua kantong darah yang dikumpulkan untuk HIV, virus hepatitis B, virus hepatitis C, dan sifilis, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hepatitis B ialah penyakit infeksi yang merusak hati dan dapat mengakibatkan kanker hati ataupun sirosis (pengerasan hati) yang sifatnya akut ataupun kronik. Berkisar 2 miliar orang di seluruh dunia terinfeksi virus Hepatitis B dan lebih dari 240 juta orang menderita hepatitis kronik. Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan masalah besar yang mengancam Indonesia dan banyak negara di dunia. Sampai sekarang belum ada negara yang bebas HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbandingan hasil pemeriksaan HBsAg dan HIV reaktif dan non-reaktif pada pendonor di unit transfusi darah. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Hasil penelitian dari 10 jurnal yang sudah diteliti terdapat perbandingan hasil pemeriksaan HBsAg dan HIV reaktif dan non reaktif pada pendonor di unit transfusi darah yaitu hasil pemeriksaan HBsAg reaktif dan non reaktif 37.659 dan 374.942 dan hasil pemeriksaan HIV reaktif dan non reaktif yaitu 4.973 dan 389.432. Simpulan terdapat perbandingan hasil HBsAg reaktif terhadap non reaktif yaitu 1:10, dan perbandingan hasil pemeriksaan HIV reaktif terhadap non reaktif yaitu 1:78.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN TELUR CACING STH (SOIL TRANSMITTED HELMINTH) MENGGUNAKAN RENDAMAN DAUN JATI (TECTONA GRANDIS LINN.F.) SEBAGAI PENGGANTI EOSIN 2% Rahmawaty Dako, Desy Natasya; Putri, Novita Eka; Rahmawati, Yeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32954

Abstract

Helminthiasis atau kecacingan adalah penyebab gangguan kesehatan pada kalangan masyarakat umum di seluruh dunia. Parasit yang menyebabkan kecacingan adalah nematode usus golongan STH (Soil Transmitted Helminth). Diagnosis pemeriksaan kecacingan dilakukan dengan metode natif (direct slide) dengan pewarnaan Eosin 2%. Namun, eosin memiliki kelemahan yang penggunaan eosin yang sifatnya karsinogenik jika dipakai dalam periode yang lama dan relatif mahal. Penggunnaan salah satu flora yang bisa dipakai menjadi bahan pewarna alami sebagai pengganti eosin yaitu menggunakan rendaman daun jati (Tectona grandis Lin.f). Daun Jati mengandung senyawa flavonoid berupa pigmen berwarna antosianin. Senyawa antosianin pada daun jati memberi warna merah. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif memakai jenis penelitian eksperimental dan desain penelitian Static Group Comparison dengan jumlah sampel 24 yang ditentukan menggunakan Rumus Federer. Hasil data dianalisis melalui uji statitistik Kruskal-Wallis serta Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya perbandingan rendaman daun jati (Tectona grandis Lin.f) dalam konsentrasi 80% memberi mutu pemberian warna preparat yang bagus untuk mewarnai telur cacing, hal ini dapat dilihat  bahwa telur cacing melakukan penyerapan warna serta bagian telur cacing tampak jelas. walaupun hasil yang didapatkan tidak sebanding dengan eosin 2% yang lebih kontras. Dengan demikian, rendaman daun jati bisa dipergunakan menjadi alternatif dalam memberi warna pada telur cacing STH (Soil Transmitted Helminth).
GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PASIEN MALARIA Plasmodium falciparum DI RUMAH SAKIT KASIH HERLINA TIMIKA PAPUA Sari, Mesi Puspita; Putri, Novita Eka; Solikah, Monika Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32998

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium yang menyerang sel eritrosit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah trombosit pasien berdasarkan jenis Plasmodium falciparum, karakteristik berdasarkan usia, dan jenis kelamin di Rumah Sakit Kasih Herlina Timika Papua. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimen dengan jenis deskriptif observasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah trombosit pada pasien malaria Plasmodium falciparum 59,1% orang trombositopenia (<150.000/mm3) sedangkan 40,9% orang lainnya masuk dalam kategori normal (150.000 - 450.000/mm3). Berdasarkan umur jumlah trombosit normal yaitu terbanyak pada rentang usia dewasa 19-59 tahun dengan jumlah 27 orang (30,7%). Sedangkan dengan jumlah trombosit < normal terbanyak pada rentang usia dewasa 19-59 tahun dengan jumlah 38 orang (43,2%). Berdasarkan jenis kelamin pada pasien laki-laki lebih tinggi yaitu sejumlah 54,5%, sedangkan pada Perempuan 45,5%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah jumlah trombosit pada pasien malaria Plasmodium falciparum terbanyak trombositopenia (<150.000/mm3). Umur jumlah terbanyak pada rentang usia dewasa 19-59 tahun. Jenis kelamin laki-laki terbanyak menderita Plasmodium falciparum 54,5% orang.
PERBANDINGAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA KUKU PETANI KECAMATAN GODEAN, MOYUDAN DAN SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN Endrisalma, Lathifa; Putri, Novita Eka; Rahmawati, Yeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38915

Abstract

Parasit cacing yang masuk kedalam tubuh manusia yang menyebabkan penyakit kecacingan, yang merupakan kondisi jangka panjang. Telur dan larva dapat ditemkan di tanah. Petani memiliki risiko tinggi terinfeksi Soil Transmitted Helminths karena mereka bekerja di lingkungan terbuka dan berkontak langsung dengan tanah, lebih dari 70% petani yang terinfeksi Soil Transmittes Helminths. Tanah merupakan lapisan paling atas bumi. Suhu lingkungan juga dapat mempengaruhi keberadaan Soil Transmittes Helminths pada tanah. Spesies Soil Transmittes Helminths khususnya pada tanah Grumosol, Regosol dan Mediteran saat ini masih sedikit informasi secara spesifik. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan informasi dasar yang dapat digunakan untuk merancang strategi intervensi kesehatan yang efektif guna megurangi pravalensi Soil Transmittes Helminths (STH) Pada kuku petani. Hasil penelitian Soil Transmittes Helminths (STH) cacing pada karakteristik tanah yang berbeda pada 3 kecamatan tersebut bahwa pada tanah tersebut tidak ditemukan adanya telur atau larva cacing Soil Transmittes Helminths (STH). Hanya terdapat kotoran pada kuku petani dikarenakan masih kurangnya perhatian tentang budaya hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari hari. Kesimpulan penelitian dengan menggunakan jumlah sampel sebanyak 35 sampel kuku petani di 3 kecamatan yang berbeda dan diambil secara acak di Kabupaten Sleman daat disimpulkan bahwa hasil negatif pada pemeriksaan kuku dalam penelitian ini juga dipengaruhi hal yaitu pengaruh PHBS yang baik.
Implementation of Moodle in Physics Learning: Systematic Literature Review Boma, Muslimin; Kuswanto, Heru; Mahmudah, Rida Siti Nur’aini; Chen, Diki; Putri, Novita Eka; Putri, Santri Adi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.5596

Abstract

This systematic review study aims to determine Moodle e-learning in physics learning in terms of nationally published journals. This type of research is a systematic review study using the Prisma model. The dominant research methodology is quantitative research with descriptive statistical analysis. The findings in this study are that the author of many articles contains Research & Development (R&D) research on physics learning devices, the distribution of authors and institutions is uneven, and the data obtained is in the form of numbers. Data analysis was performed manually and using Vosviewer software. Data analysis that was done manually included: SINTA level, year, author, institution, use of Moodle, keywords, samples based on educational level, type of research, and data analysis in the research of each article. The results of the article review show that the use of Moodle e-learning is more widely used in the development of teaching materials than used in classroom learning experiments. So it can be concluded that the need for learning development by utilizing the Moodle platform so that learning is more meaningful and enjoyable is not only used only for physics learning training.
Rhodamine B Sebagai Pewarna Alternatif Carbol Fuchsin Pada Perwarnaan Tahan Asam Ziehl Neelsen : Rhodamine B as an Alternative to Carbol Fuchsin in Acid-Fast Staining Using the Ziehl-Neelsen Method Fauziyah, Fitri Akbar; Novalina, Dhiah; Putri, Novita Eka
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7932

Abstract

Bakteri merupakan mikroorganisme yang umumnya tidak memiliki warna dan sulit untuk melihat atau mengidentifikasi bentuk selnya di bawah mikroskop. Oleh karena itu, dilakukan pengecatan atau pewarnaan sel bakteri untuk memperjelas bentuknya dan memudahkan identifikasi sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi rhodamine B sebagai pewarna alternatif carbol fuchsin pada pewarna Bakteri Tahan Asam metode Ziehl neelsen. Metode yang digunakan ialah menggunakan metode Quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design yaitu dengan adanya kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer di Rumah Sakit Umum Daerah Wates. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa data skor kriteria pewarnaan pada 24 sediaan dengan 4 perlakuan dan 6 pengulangan adalah pada kontrol positif didapatkan jumlah skor 150, pada rhodamine B 4% pelarut aquades dan etanol didapatkan skor 90 dengan nilai presentase efektivitas didapatkan 60% dan untuk rhodamine B 3,98% pelarut aquades yang ditambahkan fenol didapatkan jumlah skor 150 dengan nilai persentase efektivitas 100%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan rhodamine B 4% pelarut aquades dan etanol tidak efektif digunakan sebagai alternatif pengganti carbol fuchsin sedangkan hasil penelitian rhodamine B 3,98% yang dilarutkan menggunakan aquades dan ditambahkan fenol efektif digunakan sebagai pewarna alternatif carbol fuchsin.
Kepadatan Tungau Debu Rumah Pada Debu Kasur dan Karpet di Salah Satu Pondok Pesantren Sleman Yogyakarta Arsusanti, Aprilia; Putri, Novita Eka; Shafriani, Nazula Rahma
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i1.2696

Abstract

House Dust Mites (HDM) are microscopic parasites often found in dust in the house,especially mattresses and carpets. This study was conducted with the aim of determiningthe density level of DPM in mattress and carpet dust at the One Satu Islamic Boarding School in Sleman, Yogyakarta, and to determine the relationship between HDM density and hygiene behavior. This research method uses observational with a cross-sectional design. HDM examination uses the flotation method with saturated NaCl. The results of this study showed that carpet and mattress dust samples were positive for HDM and had an average density that was relatively low. The density of HDM on carpets was higher at44.07/gr than mattress dust at 27.2/gr. The growth and development factors of HDM are supported by environmental factors such as temperature, humidity, and dense population. In addition, this study found a significant relationship with a p-value (0.005) between hygiene behavior, such as the habit of drying mattresses/carpets and washing sheets, with the density evel of HDM