Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PASIEN MALARIA Plasmodium falciparum DI RUMAH SAKIT KASIH HERLINA TIMIKA PAPUA Sari, Mesi Puspita; Putri, Novita Eka; Solikah, Monika Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32998

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium yang menyerang sel eritrosit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah trombosit pasien berdasarkan jenis Plasmodium falciparum, karakteristik berdasarkan usia, dan jenis kelamin di Rumah Sakit Kasih Herlina Timika Papua. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimen dengan jenis deskriptif observasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah trombosit pada pasien malaria Plasmodium falciparum 59,1% orang trombositopenia (<150.000/mm3) sedangkan 40,9% orang lainnya masuk dalam kategori normal (150.000 - 450.000/mm3). Berdasarkan umur jumlah trombosit normal yaitu terbanyak pada rentang usia dewasa 19-59 tahun dengan jumlah 27 orang (30,7%). Sedangkan dengan jumlah trombosit < normal terbanyak pada rentang usia dewasa 19-59 tahun dengan jumlah 38 orang (43,2%). Berdasarkan jenis kelamin pada pasien laki-laki lebih tinggi yaitu sejumlah 54,5%, sedangkan pada Perempuan 45,5%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah jumlah trombosit pada pasien malaria Plasmodium falciparum terbanyak trombositopenia (<150.000/mm3). Umur jumlah terbanyak pada rentang usia dewasa 19-59 tahun. Jenis kelamin laki-laki terbanyak menderita Plasmodium falciparum 54,5% orang.
PERBANDINGAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA KUKU PETANI KECAMATAN GODEAN, MOYUDAN DAN SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN Endrisalma, Lathifa; Putri, Novita Eka; Rahmawati, Yeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38915

Abstract

Parasit cacing yang masuk kedalam tubuh manusia yang menyebabkan penyakit kecacingan, yang merupakan kondisi jangka panjang. Telur dan larva dapat ditemkan di tanah. Petani memiliki risiko tinggi terinfeksi Soil Transmitted Helminths karena mereka bekerja di lingkungan terbuka dan berkontak langsung dengan tanah, lebih dari 70% petani yang terinfeksi Soil Transmittes Helminths. Tanah merupakan lapisan paling atas bumi. Suhu lingkungan juga dapat mempengaruhi keberadaan Soil Transmittes Helminths pada tanah. Spesies Soil Transmittes Helminths khususnya pada tanah Grumosol, Regosol dan Mediteran saat ini masih sedikit informasi secara spesifik. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan informasi dasar yang dapat digunakan untuk merancang strategi intervensi kesehatan yang efektif guna megurangi pravalensi Soil Transmittes Helminths (STH) Pada kuku petani. Hasil penelitian Soil Transmittes Helminths (STH) cacing pada karakteristik tanah yang berbeda pada 3 kecamatan tersebut bahwa pada tanah tersebut tidak ditemukan adanya telur atau larva cacing Soil Transmittes Helminths (STH). Hanya terdapat kotoran pada kuku petani dikarenakan masih kurangnya perhatian tentang budaya hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari hari. Kesimpulan penelitian dengan menggunakan jumlah sampel sebanyak 35 sampel kuku petani di 3 kecamatan yang berbeda dan diambil secara acak di Kabupaten Sleman daat disimpulkan bahwa hasil negatif pada pemeriksaan kuku dalam penelitian ini juga dipengaruhi hal yaitu pengaruh PHBS yang baik.
Rhodamine B Sebagai Pewarna Alternatif Carbol Fuchsin Pada Perwarnaan Tahan Asam Ziehl Neelsen : Rhodamine B as an Alternative to Carbol Fuchsin in Acid-Fast Staining Using the Ziehl-Neelsen Method Fauziyah, Fitri Akbar; Novalina, Dhiah; Putri, Novita Eka
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7932

Abstract

Bakteri merupakan mikroorganisme yang umumnya tidak memiliki warna dan sulit untuk melihat atau mengidentifikasi bentuk selnya di bawah mikroskop. Oleh karena itu, dilakukan pengecatan atau pewarnaan sel bakteri untuk memperjelas bentuknya dan memudahkan identifikasi sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi rhodamine B sebagai pewarna alternatif carbol fuchsin pada pewarna Bakteri Tahan Asam metode Ziehl neelsen. Metode yang digunakan ialah menggunakan metode Quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design yaitu dengan adanya kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer di Rumah Sakit Umum Daerah Wates. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa data skor kriteria pewarnaan pada 24 sediaan dengan 4 perlakuan dan 6 pengulangan adalah pada kontrol positif didapatkan jumlah skor 150, pada rhodamine B 4% pelarut aquades dan etanol didapatkan skor 90 dengan nilai presentase efektivitas didapatkan 60% dan untuk rhodamine B 3,98% pelarut aquades yang ditambahkan fenol didapatkan jumlah skor 150 dengan nilai persentase efektivitas 100%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan rhodamine B 4% pelarut aquades dan etanol tidak efektif digunakan sebagai alternatif pengganti carbol fuchsin sedangkan hasil penelitian rhodamine B 3,98% yang dilarutkan menggunakan aquades dan ditambahkan fenol efektif digunakan sebagai pewarna alternatif carbol fuchsin.
Kepadatan Tungau Debu Rumah Pada Debu Kasur dan Karpet di Salah Satu Pondok Pesantren Sleman Yogyakarta Arsusanti, Aprilia; Putri, Novita Eka; Shafriani, Nazula Rahma
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i1.2696

Abstract

House Dust Mites (HDM) are microscopic parasites often found in dust in the house,especially mattresses and carpets. This study was conducted with the aim of determiningthe density level of DPM in mattress and carpet dust at the One Satu Islamic Boarding School in Sleman, Yogyakarta, and to determine the relationship between HDM density and hygiene behavior. This research method uses observational with a cross-sectional design. HDM examination uses the flotation method with saturated NaCl. The results of this study showed that carpet and mattress dust samples were positive for HDM and had an average density that was relatively low. The density of HDM on carpets was higher at44.07/gr than mattress dust at 27.2/gr. The growth and development factors of HDM are supported by environmental factors such as temperature, humidity, and dense population. In addition, this study found a significant relationship with a p-value (0.005) between hygiene behavior, such as the habit of drying mattresses/carpets and washing sheets, with the density evel of HDM
Pengaruh Waktu Inkubasi Pada Sediaan Terhadap Jumlah Telur Cacing Soil Transmitted Helminths yang Terdeteksi dengan Metode Kato Katz Ibrahim, Indah Pratiwi; Putri, Novita Eka; Solikah, Monika Putri
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i2.2830

Abstract

Soil-transmitted helminth (STH) infections remain a public health concern in tropical regions with poor sanitation. The Kato-Katz method isrecommended by the World Health Organization (WHO) for detecting helminth eggs due to its efficiency and sensitivity in both field and laboratory settings. One of the technical factors that may influence egg morphology visibility on the slide is incubation time. This study aimed to determine the effect of incubation time variation (20, 30, and 40 minutes) in a refrigerator on the number of STH eggs detected using the Kato-Katz method. This research applied an experimental design with a quantitative approach. Positive STH fecal samples were incubated at three time intervals and examined microscopically. Observations were recorded in Eggs Per Gram (EPG) and analyzed using the Shapiro-Wilk test, One-Way ANOVA, and Bonferroni post-hoc test. The average EPG increased with longer incubation times: 140.00 (20 minutes), 162.22 (30 minutes), and 262.22 (40 minutes). ANOVA showed a significant difference between groups (p = 0.000), and the Bonferroni test confirmed significant differences involving the 40-minute group. These findings indicate that 40 minutes of incubation is the most optimal duration for maximizing STH egg detection using the Kato-Katz method.   Keywords: Feces, Kato-Katz, Soil-Transmitted Helminths, Helminth Eggs, Incubation Time.