Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Bentuk Membangun Penangkaran Budidaya Ikan Lele untuk Membantu Perekonomian Warga di Desa Titi Baro Kecamatan Idi Rayeuk Nadia Jaharuddin; Lu'luah Lu'luah; Ellida Novita Lydia
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2022): JAMSI - Januari 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.195

Abstract

Gampong Titi Baro adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Provinsi Aceh, Indonesia. Gampong Titi Baro merupakan salah satu gampong yang dipilih untuk melaksanakan kegiatan KKN Tematik Universitas Samudra, dengan judul KKN “Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bentuk Membangun Perekonomian Warga Di Desa Titi Baro Kecamatan Idi Rayeuk”. Kecamatan Idi Rayeuk memiliki potensi desa hasil laut, pertanian dan ikan air tawar. terdapat salah satu seorang pemuda menggemari bertenak ikan lele yang jadi masalahnya tempat kolam yang digunakan tidak efesiensi dan efektif. Oleh karena itu tim pengabdi mengembangkan budidaya ikan lele tersebut dengan kolam yang lebih efektif dan efisian. kegiatan ini merupakan program kerja utama dari kelompok KKN Tematik Gampong Titi Baro, dimana program ini merupakan salah satu kegiatan yang melibatkan masyarakat di desa tersebut. KKN Tematik ini bertujuan untuk meningkatkan potensi desa, salah satunya dengan memberikan cara budidaya ikan lele dengan tujuan dapat membantu perekonomian warga di Gampong Titi Baro. Adapun metode melaksanaan program kelompok KKN Tematik di Desa Titi Baro ini yaitu: Survey lokasi, pembersihan lahan, pembuatan rangka/bak/atap Kolam Ikan Lele, memasukkan Air dan Penebaran Benih Ikan Lele. Hasil pelaksanaan kelompok KKN Tematik 2021 di Desa Titi Baro, dapat ditarik kesimpulan yaitu telah melaksanakan program pembangunan infrastruktur kolam ikan lele. Dimana program tersebut dapat membantu upaya perekonomian Desa Titi Baro. Dan program tersebut juga mendapatkan respon positif dari perangkat desa dan masyarakat di Desa Titi Baro sehingga semua berjalan lancar.
Penerapan Konsep Rumah Tahan Gempa Pada Desa Afdilling II Bukit Aceh Timur Eka Mutia; Ellida Novita Lydia; Meilandy Purwandito
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 3 (2022): September 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v5i3.715

Abstract

Pada wilayah timur Aceh terdapat Sesar Langsa yang dapat memicu terjadinya gempa di wilayah Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur. Desa Afdelling II Bukit Aceh Timur berada diperbukitan dan rentan terhadap bencana gempa bumi. Masyarakat Desa Afdelling II Bukit membangun konstruksi rumah di tanah lempung yang labil. Konstruksi rumah yang dibangun berdasarkan pengalaman turun temurun tanpa memperhatikan kaidah-kaidah dan standar rumah tahan gempa. Hal ini disebabkan masyarakat tidak memiliki pengetahuan tentang standar dan tatacara membangun rumah tahan gempa. Tim PKM melakukan pelatihan kepada masyarakat Desa Afdelling II Bukit tentang konsep membangun rumah tahan gempa yang sesuai dengan Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Tahan Gempa tahun 2006. Modul Pelatihan dan penggunaan istilah ilmiah disesuaikan dengan latar belakang pendidikan, sosial, dan budaya setempat. Hal ini maksudkan agar masyarakat lebih mudah memahaminya. Pada akhir kegiatan juga dilakukan simulasi dan evaluasi mengenai tingkat pemahaman masyarakat terhadap konsep rumah sederhana tahan gempa. Kegiatan pelatihan dan sosialisasi ini mendapat respon yang sangat positif dari Kepala Desa dan masyarakat. Desa Afdelling II Bukit diharapkan dapat menjadi salah satu contoh desa yang tangguh bencana gempa melalui optimalisasi mitigasi bencana gempa dengan memiliki konstruksi bangunan yang tahan gempa.
Teknik Pengolahan Mandiri Limbah Cair Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik yang Ramah Lingkungan Desa Alue Pineung Timur Ellida Novita Lydia; Eka Mutia; Yusnawati Yusnawati; Alnanda Hafiez Lagalgarin
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2023): JAMSI - Januari 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.555

Abstract

Kelompok tani Ie Masam adalah suatu kelompok masyarakat yang bergerak dibidang pertanian. Kelompok ini berada digampong Alue Pineung Timur. Kelompok tani tersebut melakukan kegiatan bercocok tanam sayuran, cabai dan beberapa jenis tanaman yang dapat ditanam dirumah. Selama ini kelompok tani tersebut memberi pupuk tanaman nya dengan pupuk kimia yang ada dipasaran. Pupuk kimia memiliki harga relative mahal. Selain pupuk kimia, kelompok tani tersebut memberikan pupuk kandang dari kotoran hewan ternak yang ada di gampong tersebut. Tujuan daripada kegiatan ini yaitu warga diharapkan dapat mengolah secara mandiri pupuk organik dan dapat meringankan pengeluaran petani. Disamping itu, keluaran dari kegiatan edukasional ini juga dapat mengurangi limbah rumah tangga. Maka solusi yang tepat yaitu melalui program edukasional, meliputi: memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui sosialisasi tentang manfaat pupuk organik cair yang ramah lingkungan; memberi pelatihan kepada masyarakat cara pembuatan pupuk cair organic secara mandiri menggunakan limbah rumah tangga; memberikan cara memasarkan produk tersebut agar dapat meningkatkan perekonomian kelompok tani tersebut. Pembuatan pupuk organic cair ini memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan karena sudah banyak petani yang sudah mulai berpindah ke pertanian organic. Peluang usaha bertambah maju dengan adanya kebijakan pemerintah begitu diterapkan pertanian terpadu dan berkelanjutan.
Penerapan Teknologi Pembuatan Modified Cassava Flour (Mocaf) untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Makanan Olahan yang Bergizi Gampong Seulalah Kecamatan Langsa Lama Eka Mutia; Ellida Novita Lydia; Nazaruddin Nazaruddin; Fitri Zulistian
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2023): JAMSI - Januari 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.560

Abstract

Piselll.id merupakan salah satu usaha kue kering yang ada di kota Langsa. Piselll.id terletak di Dusun Mawar 2 Gampong Seulalah Kota Langsa. Usaha kue kering ini merupakan industri rumah tangga yang sedang mengalami permasalahan dalam memproduksi makanan olahan karena semakin banyaknya usaha kue kering yang ada di kota Langsa. Bahan utama yang sering digunakan saat ini untuk pembuatan kue dan roti adalah tepung terigu. Mitra juga belum mampu memproduksi tepung sendiri untuk mengurangi harga penjualan agar dapat bersaing dengan usaha roti/kue lainnya. Hal tersebut membuat mitra mengalami penurunan omzet penjualan. Solusi yang diberikan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Memberikan pelatihan cara pembuatan Mocaf; Memberikan sosialisi tentang manfaat dan keunggulan dari Mocaf; Memperkenalkan dan menyerahkan alat penggiling tepung kepada mitra. Hasil dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tentang Penerapan Teknologi Pembuatan Cassava Flour (Mocaf) yaitu: Peralatan yang digunakan dalam pembuatan mocaf akan di hibahkan kepada masyarakat; Mitra akan mampu memproduksi tepung olahan dengan bahan baku yang murah dan mudah diperoleh dan tidak mengandung gluten yang dapat menurunkan imunitas tubuh. Peluang usaha akan semakin besar karena mitra akan mampu memproduksi tepung sendiri dengan olahan singkong/ubi dan dapat memproduksi aneka makanan olahan sehat dengan rasa yang lebih variatif.
PEMETAAN PENAMBANGAN GALIAN C MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KAWASAN HULU KABUPATEN ACEH TAMIANG August Rilky Lumambok Sihotang; Meilandy Purwandito; Ellida Novita Lydia
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Agregat Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi November
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/agregat.v2i2.744

Abstract

Bahan galian golongan C secara tidak langsung merupakan bahan tambang yang dekat dengan manusia. Karena keberadaannya yang ada dimana-mana dan dibutuhkan setiap hari. Pentingnya melakukan pemetaan penambangan galian golongan C adalah untuk mengetahui zonasi wilayah yang berpotensi dan lokasi sebagai tempat penambangan bahan galian golongan C di kawasan Hulu di Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah ada sejak dulu lamanya. Hanya saja pihak Instansi pemerintah tidak pernah melakukan pemetaan untuk zonasi wilayah penambangan galian C. Untuk melakukan pemetaan penambangan galian C, pada penelitian ini menggunakan sistem aplikasi pendukung yaitu ArcGIS. Penelitian ini juga memakai metode AHP (Analytic Hierarchy Process). Dari hasil penelitian, diperoleh 3 Kategori zonasi penambangan galian C. Kategori 1 yaitu, Tidak berpotensi yang meliputi, kecamatan Bandar Pusaka 9,3 % , Tenggulun 12,88 % , Tamiang Hulu 16,74 % , Sekerak 4,98 % , Kejuruan Muda 1,23 %.  Kategori 2 yaitu, Berpotensi yang meliputi, kecamatan Bandar Pusaka 46,1 % , Tenggulun 32,56 % , Tamiang Hulu 32,06 % , Sekerak 35,93 % , Kejuruan Muda 25,8 %. Dan kategori yang 3 yaitu, Sangat Berpotensi yaitu meliputi kecamatan Bandar Pusaka 44,6 % , Tenggulun 54,56 % , Tamiang Hulu 52,2 % , Sekerak 59,09 % , Kejuruan Muda 72,9 %. Jenis galian C yang didapat dari hasil penelitian antara lain seperti, Sirtu (Pasir Batu), Kerikil, Pasir, Tanah Lempung yang tersebar di beberapa titik di Kawasan Hulu Kabupaten Aceh Tamiang.
Analisis Sistem Jaringan Drainase di Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa Siti Juleha; Eka Mutia; Ellida Novita Lydia
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 2 (2024): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i2.9046

Abstract

Kecamatan Langsa Barat merupakan kawasan yang sering terjadi banjir genangan, pada musim penghujan. Hal ini disebabkan karena kondisi drainase eksisting tidak dapat menampung limpasan air hujan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arah aliran drainase, tinggi muka air banjir dan mengetahui kondisi eksisting jaringan drainase. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif, pembobotan dan cluster random sampling. Hasil identifikasi menunjukan kondisi pola aliran lahan sudah sesuai dengan elevasi. Secara pola jaringan drainase, kawasan penelitian berbentuk grid iron. Tinggi muka air banjir tertinggi berada pada Desa Paya Bujok Teungoh dengan tinggi 50 cm dan tinggi muka air banjir terendah berada pada Desa Matang Seulimeng dengan tinggi 17 cm. Kondisi eksisting drainase wilayah penelitian, berdasarkan survey lapangan dan berdasarkan hasil penilaian kuesioner memiliki nilai yang baik atau layak. Akan tetapi, masih saja mengalami genangan yang di akibatkan oleh sedimentasi dan sampah yang relatif besar serta tidak memadainya pemeliharaan drainase di wilayah penelitian.
Studi Angkutan Sedimen Dasar (Bed Load) Pada Estuari Kuala Langsa Bona Fahma Nadra Siregar; Faiz Isma; Ellida Novita Lydia
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i1.2858

Abstract

Sedimen adalah tanah atau bagian-bagian tanah yang terbawa oleh air dari tempat yang mengalami erosi pada suatu daerah aliran sungai (DAS) dan masuk ke dalam suatu badan air. Sedimen yang dihasilkan oleh proses erosi dan terbawa oleh aliran air akan mengendap pada suatu tempat yang kecepatan alirannya melambat atau terhenti. Pendangkalan akibat sedimentasi merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di Estuari Kuala Langsa. Pendangkalan yang terjadi di Estuari Kuala Langsa tidak lepas dari kejadian sebuah Kapal Rumah Sakit TNI AL dr.Soeharso, yang tidak dapat bersandar di pelabuhan. Sedimentasi yang terjadi di Estuari Kuala Langsa akan berpengaruh terhadap aktifitas pelayaran yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran sedimen dasar (bed load) di Estuari Kuala Langsa. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran langsung di estuari untuk mendapatkan data morfologi sungai dan sampel sedimen pada dasar sungai. Sampel sedimen kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendapatkan ukuran diameter butiran (d50 dan d90). Dalam analisis juga digunakan nilai debit hasil perhitungan (Qukur). Data-data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan rumus empiris yaitu Van Rijn, DuBoys dan Rottner. Dari hasil analisis angkutan sedimen dasar di Estuari Kuala Langsa diperoleh hasil: untuk metode DuBoys diperoleh angkutan rata-rata sedimen dasar Qb = 1,954 x 10-5 (kg/s) /m. Sedangkan untuk metode Van Rijn, dan Rottner didapatkan nilai negatif dan disimpulkan bahwa kedua metode ini tidak cocok untuk kondisi Estuari Kuala Langsa.
Perbandingan Daya Dukung Tanah Lempung Dalam Kondisi Kering Optimum Dan Basah Optimum Sebagai Subgrade Untuk Kontruksi Jalan Elvin Harish Munanda Hrp; Asmadi Suria; Ellida Novita Lydia
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i1.2859

Abstract

Tanah lempung adalah tanah yang mempunyai partikel-partikel tertentu yang menghasilkan sifat-sifat plastisitas pada tanah apabili di campur dengan air dan tanah lempung ini memiliki daya dukung yang rendah. Tujuan untuk mengetahui pengaruh kuat tekan dan kuat geser kering optimum dan basah optimum pada tanah lempung. Pengujian yang dilakukan yaitu sifat fisik sampel tanah berupa uji kadar air, berat volume, batas-batas Atterberg, dan analisa saringan, pengujian inti dari penelitian ini yaitu pengujian kuat tekan bebas dan pengujian kuat geser langsung. Hasil pengujian nilai kuat tekan pada kondisi kering optimum 18,156 kg/div, optimum 32,742 kg/div, basah optimum 25,942 kg/div dan hasil keseluruhan sampel pengujian geser langsung nilai tertinggi diambil pada beban 30 kg dengan nilai sebesar 38,57 kg/div terdapat pada tanah optimum dan nilai terendah diambil pada beban 10 kg dengan nilai sebesar 4,06 kg/div terdapat pada tanah kering optimum. Dikarenakan pada kondisi optimum kepadatan tanah maksimal, sehingga tanah dalam keadaan stabil. Pada kondisi kering optimum tanah lempung memiliki kepadatan tanah yang tidak stabil, sehingga butiran – butiran tanah tidak saling mengikat, sebaliknya dalam kondisi basah optimum tekanan pada butiran tanah sangat tinggi, sehingga tanah memiliki plastisitas yang tinggi.
Evaluasi Rute Evakuasi Tsunami Kecamatan Padang Barat Kota Padang Menggunakan QGIS Rini Suryani; Eka Mutia; Ellida Novita Lydia
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i1.2863

Abstract

Kota Padang yang merupakan wilayah yang terletak di tepi pantai yang sangat rawan terhadap gempa bumi dan memungkinkan terjadi tsunami. . Dari beberapa sumber sejarah mengatakan bahwa pada tahun tahun 1833 Residen Jamesde Puy melaporkan terjadi gempa bumi yang diperkirakan berkekuatan 8,6-8,9 skala richter di Padang yang menimbulkan tsunami. Berdasarkan kondisi tersebut rute evakuasi tsunami sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk, mengetahui pelayanan shelter dan rute evakuasi tsunami dari hasil QGIS serta membandingkan rute evakuasi yang telah ditentukan oleh pemerintah dengan rute yang didapat dari QGIS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah multi ring buffer dan network analysis. Data sekunder yang digunakan yaitu data peta jaringan jalan, peta administrasi, peta landaan tsunami, peta rute evakuasi yang diperoleh dari pemerintah dan primer diperoleh dari survey bangunan evakuasi, lebar jalan, dan kondisi jalan yang diperoleh dari pemerintah dan primer diperoleh dari survey bangunan evakuasi, lebar jalan, dan kondisi jalan. Hasil penelitian ini diperoleh sebanyak 28 bangunan yang dapat dijadikan sebagai tempat evakuasi sementara atau shelter. Bangunan shelter terkecil yaitu kantor Gubernur Sumatera Barat dengan luas 166 m2 dengan kapasitas 166 orang, bangunan dengan luas terbesar yaitu Plaza Andalas seluas 5983 m2 dengan kapasitas sebanyak 5983 orang. Area pelayanan shelter bangunan terbanyak terletak pada radius 200 meter dari titik shelter yaitu sebanyak 2854, dan jumlah bangunan paling sedikit terletak pada radius 50 meter dari titik shelter yaitu sebanyak 499 bangunan. Rute terpanjang yaitu dari titik Lokasi 22 menuju STMIK Indonesia Padang sepanjang 1926 meter, dan jalur terpendek yaitu dari titik Lokasi 38 menuju shelter Kantor Gubernur Sumatera Barat sepanjang 91 meter. Jadi, rata-rata panjang rute evakuasi sepanjang 440 meter
Pemanfaatan Tanah Lempung Dan Abu Kulit Kakao Sebagai Bahan Baku Pengganti Pasir Pada Pembuatan Paving Block Muhammad Muliadi; Asmadi Suria; Ellida Novita Lydia
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i1.2864

Abstract

Paving block banyak digunakan masyarakat sebagai konstruksi bangunan, khususnya untuk perkerasan jalan lingkungan, pekarangan, trotoar, tempat parkir, dan lain-lain. Penggunaan material penyusun utama paving block seperti semen dan pasir relative mahal.Maka pada penelitian ini akan memberikan alternatif lain dengan menggunakan campuran tanah lempung dan abu kulit kakao.Tujuannya Untuk mengetahui apakah paving block dengan campuran tanah lempung dan abu kulit kakao dengan berbagai variasi dapat memenuhi mutu yang disyaratkan dan Untuk mengetahui karakteristik paving block campuran tanah lempung dan abu kulit kakao.Sampel tanah yang diuji berasal dari kampong bandung kecamatan manyak payed kabupaten Aceh Tamiang, dengan variasi kadar campuran yang digunakan yaitu 0%, 10%, 15%, 20%, dan 25% dan waktu pembakaran paving block iniselama 7 hari, kemudian akan dilakukan uji kuat tekan dan daya serap air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan paling optimum terjadi pada campuran 25% adalah 3.530N/mm²(41,52%).Penambahan persentase abu kulit kakao setiap variasi nya mengakibatkan penambahan kuat tekan pada paving block. Nilai kuat tekan paving block dari tanah lempung dengan melakukan pembakaran masih belum memenuhi spesifikasi SNI 03-0691-1996.Nilai uji daya serap air belum memenuhi spesifikasi dari paving block SNI 03-0691-1996 yaitu berkisar 3%-10%.