p-Index From 2021 - 2026
7.006
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian Jurnal Manajemen dan Agribisnis MATRIK: JURNAL MANAJEMEN, STRATEGI BISNIS, DAN KEWIRAUSAHAAN Jurnal Ilmu Lingkungan JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Forum Agribisnis Jurnal Sosioteknologi Jurnal Nasional Pariwisata Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Journal of Regional and Rural Development Planning JRB-Jurnal Riset Bisnis Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik Warta Penelitian Perhubungan Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan SULUH: Jurnal Abdimas Jurnal Agroplasma Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Agricultural Science Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) Jurnal Ekonomi Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Journal of Agribusiness Science and Rural Development Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Indonesian Journal of Agricultural, Resource and Environmental Economics IIJSE Jurnal Ekonomi Pembangunan Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Jurnal Penelitian Transportasi Darat Warta Penelitian Perhubungan
Claim Missing Document
Check
Articles

Manfaat Ekonomi Wisata Alam Pantai Goa Cemara, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Listianova Devi Nurrochmah; A Faroby Falatehan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1263-1268

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian bagi masyarakat sekitar kawasan wisata. Suatu kawasan wisata dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi manfaat ekonomi dari keberadaan wisata alam Pantai Goa Cemara Metode yang digunakan yakni analisis pendapatan yang mencakup share pendapatan wisata pada pendapatan total serta seberapa besar pendapatan wisata dapat memenuhi pengeluaran rumah tangga pelaku usaha dan tenaga kerja di wisata alam Pantai Goa Cemara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat ekonomi yang diperoleh pelaku usaha berupa share pendapatan sebesar 83,58% pada total pendapatan dengan rataan pendapatan dari sektor wisata sebesar Rp48.156.000 per tahun dan pendapatan tersebut dapat memenuhi sebesar 164,15% dari pengeluaran rumah tangga. Tenaga kerja memperoleh manfaat ekonomi berupa share pendapatan sebesar 49,50% pada total pendapatan dengan rataan pendapatan dari sektor wisata sebesar Rp12.448.000 per tahun dan pendapatan tersebut dapat memenuhi sebesar 78,47% dari pengeluaran rumah tangga.
Pendapatan dan Kerentanan Petani Komoditas Kopi Robusta Sekitar Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Abu Hasan As-Sadili; Yusman Syaukat; Faroby Falatehan
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.220-235

Abstract

Kopi robusta merupakan komoditas perkebunan yang memiliki potensi tinggi mengingat trend konsumsi dan produksi yang besar di beberapa provinsi di Indonesia salah satunya Provinsi Lampung, namun peningkatan produksi tersebut berdampak pada penggunaan lahan di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Nasional (TNBBS) untuk kegiatan pertanian kopi, terlebih lagi pandemi yang melanda dunia membuat tantangan baru dalam bisnis pertanian kopi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan membandingkan tingkat pendapatan usaha tani kopi dan kerentanan keluarga petani kopi disebabkan pandemi Covid-19 di sekitar TNBBS, baik di dalam maupun di luar TNBBS. Analisis data menggunakan analisis pendapatan usaha tani dan analisis indeks kerentanan mata pencaharian (LVI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan petani di kawasan TNBBS lebih kecil yaitu Rp. 9.833.453,57 sedangkan di luar kawasan TNBBS sebesar Rp. 12.571.781,31, rasio R/C juga menunjukkan bahwa bertani di luar daerah adalah yang paling menguntungkan. Perbedaan jarak lahan petani dalam kawasan dan luar kawasan memberikan kontribusi besar terhadap perbedaan jumlah ini. Kerentanan keluarga petani di dalam TNBBS dan di luar TNBBS tergolong rendah hingga sedang baik dalam perhitungan LVI maupun LVI yang mempertimbangkan definisi IPCC. Strategi mata pencaharian dan jaringan sosial yang tidak memadai di beberapa rumah tangga petani berkontribusi pada angka LVI yang dihasilkan dari analisis.
ANALYSIS OF THE IMPACT OF MEAURES' NON-TAFF POLICY ON THE PERFORMANCE OF INDONESIAN FROZEN SHRIMP EXPORTS IN MAIN DESTINATION MARKETS Nita Aprilia; Yusman Syaukat; Faroby Falatehan
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.311-325

Abstract

The shrimp commodity significantly contributes to the total export value of the fisheries sub-sector in Indonesia. In 2021, Indonesia will become the fourth largest exporter of frozen shrimp on the world market. However, the value of Indonesia's frozen shrimp exports continues to fluctuate every year. Indonesia's frozen shrimp exports also face various challenges from non-tariff measures (NTM) policies, incredibly sanitary and phytosanitary (SPS) and technical barriers to trade (TBT) imposed by importing countries. This study aims to analyze the performance of Indonesia's frozen shrimp trade in destination markets and the impact of NTM policies and other factors on Indonesian shrimp exports in destination markets. This research uses panel data model regression. The results showed there was still rejection of fishery products including frozen shrimp from Indonesia in importing countries due to excess chemical content. But the number of rejections is less than one percent compared to the total received. This is in line with the panel data regression results for the SPS variable which is not significant and the TBT variable which has a significant and positive effect. The non-significant results indicate that exporters in Indonesia can adjust the policies imposed by the importing country relating to product certification criteria, sampling procedures, packaging requirements, distribution requirements, and labeling requirements. For this reason, the Indonesian government needs to improve regarding rejection is the need for accurate and thorough sample testing of Indonesian frozen shrimp before export, as well as increasing assistance regarding threshold limits for chemical use for shrimp cultivators at the upstream level.
Spatial Linkages of The Agricultural Sector in North Maluku in Indonesia: An Interregional Input-Output (IRIO) Approach Saban, Asrilis Boy; Sahara; Falatehan, A Faroby
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 20 No. 3 (2023): JMA Vol. 20 No. 3, November 2023
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jma.20.3.393

Abstract

The purpose of this study was to analyze the linkages between the agricultural sector and other sectors in North Maluku and the linkages between the North Maluku agricultural sector and other economic sectors in 33 provinces in Indonesia. The data used is the 2016 Indonesia Interregional Input-Output (IRIO) Table data. Linkage analysis, forward linkages effect ratio (IDP) and backward linkages effect ratio (IDK) analysis in the IRIO approach were used to answer the research objectives. The results of the analysis show the forward and backward linkages of the agricultural sector in North Maluku with the highest rank in the food crops and livestock subsector. The IDP and IDK results show that food crops and fisheries are stronger in encouraging the development of downstream industries, while livestock is stronger in encouraging the development of upstream industries in North Maluku. The North Maluku agricultural sector that has the highest total forward linkages between regions is the plantation subsector with North Sumatra Province. The highest total backward linkage is the crop subsector with East Kalimantan. The results of this study should have implications for the evaluation process, and policy formulation of the North Maluku Regional Government. Especially the development of the agricultural sector as an input and output provider aspect. The government is expected to focus on cooperation policies between regions related to trade and market expansion in the agricultural sector. Keywords: sectoral linkages, regional linkages, agricultural sector, Interregional Input-Output (IRIO)
Analisis Supply Chain dan Nilai Tambah Carica pubescens Azizi, Ernes Septina; Falatehan, Faroby
JURNAL AGROPLASMA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v10i1.4187

Abstract

Kejajar District is the largest carica producer in Wonosobo Regency. With the average yield obtained, it is considered not very profitable because farmers get low prices, even though prices at the consumer level are considered expensive. So the authors conducted research with the aim of analyzing the supply chain of carica and analyzing the added value of carica into sweets. The results of the value chain analysis show that there are 5 actors, namely farmers, village collectors, district collectors, outside retailers and processing industries. In improving the value chain, for the processing industry it can be improved through processing that prioritizes quality, service and marketing is more attractive. The results of the added value analysis show that processing carica into sweets provides benefits. In confectionery production, part of the margin received by the industry is distributed by the contribution of other inputs, namely 65 percent, processing profit by 41 percent and labor income by 16 percent. The total margin for Candied Carica is IDR 10,630.00. Keywords : Carica, Hayami, Supply Chain, Value Added
Low Carbon Development Strategy in the Rambat Menduyung Mangrove Forest Area of West Bangka Putra, Aditya Handoyo; Falatehan, A Faroby; Sapanli, Kastana
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Manajemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2024.v12.i01.p09

Abstract

Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon salah satunya melalui pembangunan rendah karbon. Ekosistem mangrove memiliki nilai penyimpanan karbon yang tinggi sehingga dapat mendukung pembangunan tersebut. Namun terdapat permasalahan tingginya degradasi mangrove yang disebabkan oleh kegiatan ekonomi. Salah satu sektor yang menyebabkan kerusakan mangrove adalah sektor pertambangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Strategi pembangunan rendah karbon di kawasan mangrove diperlukan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan seperti perikanan tangkap, budidaya, dan konservasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung potensi nilai kegiatan ekonomi yang berkelanjutan dan menyusun strategi pembangunan rendah karbon di Kawasan Mangrove Rambat Menduyung. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis manfaat ekonomi, analisis benefit transfer nilai faktor emisi karbon, dan analisis strategi menggunakan interpretative structural modelling dengan software Exsimpro. Hasil penelitian potensi kegiatan ekonomi yang mendukung pembangunan rendah karbon di kawasan mangrove yaitu konservasi mangrove, penangkapan biota air laut, dan produksi kerang darah menghasilkan manfaat ekonomi sebesar Rp105.723.552.069/tahun. Prioritas strategi pembangunan rendah karbon dengan peningkatan kebijakan perlindungan dan penegakan hukum serta peningkatan kapasitas kelembagaan dan partisipasi masyarakat yang ditunjang dengan sarana prasarana memadai dari para stakeholder yaitu DKP Bangka Barat, KPHP Rambat Menduyung, dan Pemerintah Desa Belo Laut.
Strategy for Increasing the Absorption of Revenue Sharing Fund of Reforestation Fund in East Kalimantan Province Government Nugraha, Ramlan -; Hakim, Dedi Budiman; Falatehan, A. Faroby
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Manajemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2024.v12.i01.p02

Abstract

Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR) adalah salah satu sumber pendapatan daerah dari sumber daya alam. Namun demikian, pemerintah daerah saat ini memiliki kendala dalam memanfaatkan dana tersebut. Dalam kurun 2017-2019, dari 2,47 triliun yang disalurkan pemerintah kepada provinsi, masih ada sisa sebesar 1,4 triliun. Penelitian ini bertujuan menganalisi kebijakan dan implementasi DBH DR, faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapannya, serta strategi meningkatkan penyerapan anggaran berdasarkan persepsi stakeholder. Survey dilakukan kepada stakeholder kunci di Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kementerian, dan masyarakat untuk mengetahui persepsi mereka yang kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan aplikasi NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan, peraturan teknis DBH DR yang diterbitkan pemerintah pusat dianggap belum mengakomodir kebutuhan daerah. Waktu perencanaan dan penganggaran DBH DR tidak sesuai dengan tata waktu pemerintah daerah, yang menyebabkan adanya penyesuaian dan keterlambatan dalam implementasi kegiatan. Strategi yang perlu dilakukan adalah sinkronisasi kebijakan atau peraturan DBH DR dengan siklus perencanaan dan penganggaran daerah, memperluas penggunaan DBH DR sesuai kebutuhan daerah, dan peningkatan kapasitas bagi pengelola di daerah mengenai peraturan teknis DBH DR.
Strategy for Optimizing Budget Absorption on Depok City Regional Secretariat Kaharuddin, Amalyah; Hakim, Dedi Budiman; Falatehan, Faroby
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Manajemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i02.p09

Abstract

The purpose of this study is to identify and analyze the pattern of budget absorption quarter, analyze the causes of non-optimal budget absorption and formulate alternative strategies in optimizing budget absorption at the Depok City Regional Secretariat. Respondents were determined by purposive sampling by including elements of planners, activity/financial managers, supervisors and representatives of the scope of the Regional Secretariat as well as experts in the formulation of alternative optimization strategies. Analysis method with gap analysis to identify patterns of budget absorption per quarter, to analyze the causes of budget absorption delays with likert scale analysis and AHP (Analitycal Hierarchy Process) in the formulation of alternative strategies. The pattern of budget absorption at the Regional Secretariat of Depok City in the research period from 2015 to 2021 tends to be the same, namely high at the end of the year / quarter IV and low at the beginning of the year / quarter I. With the average budget absorption in the fourth quarter is 40.30%, while in the first, second, third quarters respectively are: 7.33%, 18.39%, 21.35%. This is inversely proportional to the average cash plan prepared which is high at the beginning of the year and low at the end of the year. Meanwhile, the average absorption of the direct expenditure budget of the Depok City Regional Secretariat is 87.37%. From the results of primary data processing, it was found that the main cause of not optimal budget absorption at the Regional Secretariat was coordination of cash budget preparation that had not been effective / only carried out by financial managers / operators causing budget absorption not in accordance with the cash budget plan. From hasil AHP using Expert Choice 11 shows that the main factor that has not been optimal budget absorption is the Internal Control System with a value of 0.453, then the Actor with the greatest priority is the Head of Section as the Budget User Power (KPA) (0.297). The main obstacle obtained is that Control and Supervision is not optimal (0.395). Meanwhile, the main alternative strategy is the optimization of internal monev in a tiered and periodic manner.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS KONTEN DIKLAT BERBASIS E-LEARNING PADA PUSDIKLAT ANGGARAN DAN PERBENDAHARAAN Juniastuti, Anik; Falatehan, A. Faroby
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol. 10 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jurnal_mpd.v10i2.27784

Abstract

ABSTRACTContent is an important variable in e-learning implementation. Creating the right content, will determine success in learning based on information and communication technology. The results of research in Budget and Treasury Training Center states that e-learning is no more effective than classical, due to the method of delivering inappropriate teaching materials. This research will formulate the strategy of content quality improvement for e-learning on the Budget and Treasury Training Center. First analysis of internal and external factors that determine the quality of e-learning based training content. The analysis was performed using Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE) matrix. The second phase focuses on developing alternative strategies by aligning key internal and external factors. Strength Weakness Opprtunity Threat (SWOT) Analytical techniques will get some alternative strategies. Last stage is to set priority strategy using Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). This research formulates the strategy of optimization of the training services by creating excellent services of e-learning. The policies were the provision of learning materials in attractive packaging, fulfillment of user needs and user friendly. These policies were outlined in three programs: designing edutainment programs, designing micro learning for learning materials, and providing LMS application of android version.Key Words: Content Quality, IFE, EFE, SWOT, QSPM ABSTRAKKonten merupakan variabel penting dalam implementasi e-learning. Membuat konten yang tepat, akan menentukan keberhasilan dalam belajar menggunakan bantuan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian terkait e-learning di Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan menyatakan bahwa diklat dengan metode e-learning tidak lebih efektif dibanding dengan metode klasikal. Hal tersebut disebabkan cara penyampaian materi dalam bentuk bahan ajar yang tidak tepat. Penelitian ini akan merumuskan strategi peningkatan kualitas konten diklat berbasis e-learning pada Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan. Tahapan analisis yang dilakukan yaitu, pertama analisis faktor-faktor internal dan eksternal yang menentukan kualitas konten diklat berbasis e-learning. Analisis dilakukan menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Tahap kedua berfokus pada pembuatan strategi alternatif yang layak dengan menyelaraskan faktor internal dan eksternal kunci. Teknik analisis menggunakan metode Strength Weakness Opportunity Threat (SWOT) akan menghasilkan beberapa alternatif strategi. Tahap ketiga adalah menetapkan prioritas strategi menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Penelitian ini merumuskan strategi optimalisasi layanan kediklatan dengan membangun layanan unggulan diklat berbasis e-learning. Kebijakan yang ditetapkan adalah penyediaan materi belajar dalam kemasan yang menarik, memenuhi kebutuhan pengguna, dan user friendly. Kebijakan dijabarkan dalam tiga program yaitu merancang program edutainment, merancang materi dalam bentuk micro learning, dan menyediakan aplikasi LMS versi android.Kata Kunci: Kualitas Konten, IFE, EFE, SWOT, QSPM
Strategi Pengembangan Cabai Merah Pada Lahan Produktif Sekitar Das Ciliwung Kabupaten Bogor Nur, Kurnia; Baga, Lukman M; Falatehan, A Faroby
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jurnal_mpd.v11i2.52698

Abstract

Sebagai ibukota negara, DKI Jakarta menjadi barometer pencapaian keberhasilan sebuah program pembangunan. Demikian juga dengan pemenuhan kebutuhan pangan pokok termasuk cabai yang harus dipasok dari berbagai daerah penyanggah di sekitarnya, khususnya dari Provinsi Jawa Barat. Salah satu kendala stabilitas penyediaan cabai untuk Jakarta, yang berdampak pada kenaikan harga yang sangat tinggi adalah jauhnya lokasi sentra produksi. Salah satu potensi lahan yang dapat diberdayakan adalah wilayah yang berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan memanfaatkan ketersediaan air irigasi. DAS yang dipilih adalah sungai Ciliwung di Kabupaten Bogor dengan memanfaatkan potensi lahan produktif di sekitarnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk merumuskan strategi pengembangan cabai merah pada lahan produktif di sekitar DAS Ciliwung Kabupaten Bogor melalui pengembangan kelembagaan usahatani yang dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Alternatif strategi yang menjadi prioritas utama dalam pengembangan cabai merah pada lahan produktif di sekitar DAS Ciliwung Kabupaten Bogor melalui pengembangan kelembagaan usahatani adalah Pengembangan Kawasan Hortikultura Berbasis Lingkungan dengan nilai 0,372. Implementasi strategi prioritas untuk pengembangan cabai merah di lokasi penelitian adalah mengembangkan potensi kawasan cabai merah berbasis lingkungan di sekitar DAS dengan memantapkan implementasi GAP dalam pengembangan kawasan cabai merah.
Co-Authors ,, Hastuti ., Harianto Abu Hasan As-Sadili Aceng Hidayat Ade Suryani Rifqie Ahyar Ismail Akhiranti, Irma Akhmad Fauzi Alex Mahdi Almanico Islamy Hasibuan Amanda, Dea Amzul Rifin Arif Wibowo Aripradana Aripradana Ariwibawa, Yunus Asrilis Boy Saban Ayu Puspito , Deffi Azizi, Ernes Septina Bahtiar, Rizal Coster, Tinnike D Sonny Priyarsono Dea Amanda Dea Amanda Dedi Budiman Hakim Deffi Ayu Puspito Sari Descartes Descartes Drajad Listiyawan Duwi - Apriyani Dwi Rachmina Dwi Rachmina Dwi Rachmina Eka Intan Kumala Putri Ekawati Sri Wahyuni Elisabeth Erik Harninta Putra Ernes Septina Azizi Fadlul Ulfa Pratiwi Faidah, Ahmadah Falah, Samsul Falatehan, Sriwulan Ferindian Fariyanti, Anna Fitria Dewi Raswatie Hardiyanto, Arief Tri Hardjanto , Arini Harianto - Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hariyadi Hariyadi Harjanto, Arini Hastuti Hastuti Hastuti Hastuti Hastuti Hastuti Hermanto Siregar Hertomo, Eko Yulianto Widhi Heru Priyantono Hidayat, Wa Ode Zarmin Hiendra Kurniawan Himawan Hariyoga Idiatul Fitri Danasari IKA APRILIA Indah, Mega Natasha Irfan Syauqi Beik Jamal Othman Januri, Januri Jihan Syarifatullah Juniastuti, Anik Kaharuddin, Amalyah La Maga Lala M Kolopaking Listianova Devi Nurrochmah Lukman M Baga Lukman M. Baga Lukman M. Baga Ma'mun Sarma Mahendra, Roy Mardyani, Yeyen Maulana Firdaus Mayani, Nur Ma’mun Sarma Memen Surahman Meylani Lestari Millenia Aurelia Mitha Virnawati Mizan, Abdullah Al Nia Daliati Ahjat Nina Widyani NITA APRILIA Nita Aprilia NIZAR NASRULLAH Novindra Novrilasari, Dylla Nugraha, Ramlan - Nunung Kusnadi Nur, Kurnia Oktaria, Andi Oktaria, Andi Oni Hidayati Pini Wijayanti Pipin Dwi Astiti Asti Pradita, Melani Arina Priatmojo, Bhakti Prihartono, Rendy Pudji Muljono Putra, Aditya Handoyo Raharja, Enditya Luhur Rahman, Dedy Reni Novianti Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rizal Bahtiar Rizal Bahtiar Rizkia, Tatu Rully Caesario Saban, Asrilis Boy Safari, Bani Sahara Salman Al Farisi Salman Al Farisi Samsul Falah Sani, Balgi Fahmi sapanli, kastana Sari, Uni Sarma, Ma’mun Satria, Judo Siswanto, A. Dwi Siswanto, Adrianus Dwi Siswanto, Adrianus Dwi Soedomo, R. Pramono Soedomo, R. Pramono Sri Mulatsih Sri Mulyono Sulistiyo, Agus Tri Sulistiyo, Harianto Sumaryanto Sumaryanto, Sumaryanto Susanto, Ashila Putri Tanti Novianti Tatu Rizkia Teguh Imanto Tia Revinadewi Tri Maryugo Hawati Tridoyo Kusumastanto Widyastutik Wilaga Azman Haris YUSMAN Yusman Syaukat Yusman Syaukat Yusman Syaukat Yusman Syaukat Yusman Syaukat Yusman Syaukat Yusman Syaukat Zahara Bastari