Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Resiliensi Akademik Siswa SMA dan Implikasinya Terhadap Intervensi Bimbingan dan Konseling Lani Cahyani; Eka Wahyuni; Happi Karlina Marjo
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.7006

Abstract

Permasalahan yang sering dialami siswa di sekolah yaitu ketidakmampuan siswa untuk bertahan dalam kondisi suatu tekanan diantaranya tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat resiliensi akademik siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Sampel yang diambil dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Jumlah sampelnya sebanyak 162 siswa. Data dikumpulkan melalui instrument Academic Resilience Scale (ARS-30) dan teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi akademik siswa SMA yaitu 89 siswa (54, 94%) berada pada tingkat resiliensi akademik tinggi dan 73 siswa (45,06%) berada pada tingkat resiliensi akademik rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa SMA memiliki tingkat resiliensi akademik tinggi. Untuk siswa yang memiliki resiliensi akademik rendah diperlukan upaya dari guru Bimbingan dan Konseling. Salah satu intervensi yang efektif yaitu Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) dengan ini diharapkan memberikan pondasi yang kuat bagi siswa untuk memiliki resiliensi akademik. Kata kunci: resiliensi akademik, siswa SMA, bimbingan dan konseling, MBSR
Gambaran Stres Akademik Siswa Baru Sekolah Boarding Serta Implikasinya Terhadap Bimbingan Dan Konseling: - Dwika Sukma Dewi; Eka Wahyuni; Dede Rahmat Hidayat
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.7010

Abstract

Sekolah boarding merupakan salah satu sistem pendidikan dimana setiap siswa menetap di suatu asrama sebagai suatu bagian dalam proses akademik. Sumber stres utama pada pelajar remaja berkaitan dengan permasalahan akademik. Beberapa studi telah dilakukan untuk mengungkap keterkaitan antara stres akademik dan kesehatan mental remaja sangat erat kaitannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres akademik siswa baru di sekolah boarding. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik baru kelas X sekolah boarding. Dalam penelitian ini sampel diambil dengan menggunakan teknik Sampling Jenuh.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tingkat stres akademik siswa baru di sekolah boarding berada pada kategori tinggi. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru BK sebagai asesmen kebutuhan untuk membuat program BK meliputi layanan dasar sebagai upaya pencegahan bagi peserta didik dengan konseling kelompok menggunakan intervensi MBSR (Mindfulness Based Stres Reduction). Kata kunci: stres akademik, sekolah boarding, bimbingan dan konseling, MBSR
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Siswa Kelas Besar Sekolah Dasar dan Implikasinya Terhadap Program Mindfulness Berbasis Sekolah Artati, Kristina Betty; Eka Wahyuni; Susi Fitri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.7044

Abstract

Pendidikan saat ini perlu memprioritaskan kesejahteraan psikologis para siswanya, karena adanya tekanan akademis dan sosial yang seringkali dirasa berat bagi para siswa yang berdampak pada perkembangan holistik dan kinerja di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesejahteran psikologis siswa kelas besar sekolah dasar dan implikasinya terhadap program mindfulness berbasis sekolah. Pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh, sehingga subyeknya berjumlah 213 siswa. Data dikumpulkan melalui instrument The Stirling Children’s Wellbeing Scale (SCWBS), teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 27,70% atau 59 siswa memiliki kondisi kesejahteraan psikologis tinggi dan 72,30% atau 154  memiliki kondisi kesejahteraan psikologis rendah. Oleh karena itu diperlukan upaya sekolah bekerjasama dengan konselor sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa. Salah satu program intervensi yang efektif yang dapat digunakan yaitu program Mindfulness berbasis sekolah. Kata kunci: kesejahteraan psikologis, siswa kelas besar, program mindfulness berbasis sekolah
Survey Perilaku Agresi Verbal Siswa SMK Buamona, Livia; Eka Wahyuni; Wirda Hanim
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.7272

Abstract

Agresi verbal di kalangan peserta didik SMK semakin menjadi perhatian dunia pendidikan karena dampaknya yang signifikan terhadap iklim belajar, hubungan sosial, dan perkembangan kepribadian peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perilaku agresi verbal dan faktor pemicunya pada peserta didik kelas XI SMK Yappenda. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif, dengan populasi sebanyak 208 peserta didik dan sampel yang dipilih secara purposif. Instrumen yang digunakan adalah Skala Perilaku Agresi Verbal berbasis skala Likert, yang telah diuji validitasnya (nilai korelasi > 0,30) dan reliabilitasnya (koefisien alpha 0,85). Data dianalisis menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Hasil menunjukkan ejekan (45%), sindiran (35%), dan hinaan (28%) sebagai bentuk perilaku yang dominan, dengan intensitas lebih tinggi pada peserta didik laki-laki. Faktor pemicu utama meliputi pengaruh teman sebaya (60%), tekanan akademik (52%), dan paparan media sosial (48%). Temuan ini menggarisbawahi urgensi intervensi berbasis konseling pengelolaan emosi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan mendukung perkembangan peserta didik secara positif. Kata kunci: agresi verbal, SMK, hubungan sosial
Efforts to Improve Learning Outcomes in Indonesian Language Subjects through the Whole Brain Teaching Method in Class V Students UPT SDN 212 Pinrang Salma Syarifuddin; Dian Firdiani; Eka Wahyuni
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V di UPT SDN 212 Pinrang melalui metode pembelajaran Whole Brain Teaching. Metode ini diterapkan dengan tujuan mengoptimalkan partisipasi aktif siswa dan memanfaatkan seluruh potensi otak dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan siklus perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang terdiri dari dua puluh siswa. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam empat tahap siklus PTK. Setiap siklus mencakup tahap perencanaan yang meliputi perumusan tujuan pembelajaran, penyusunan rencana pembelajaran Whole Brain Teaching, dan penentuan teknik pengajaran yang tepat. Selanjutnya, tahap pelaksanaan dilakukan dengan menerapkan metode Whole Brain Teaching dalam setiap sesi pembelajaran Bahasa Indonesia. Observasi dilakukan untuk memantau partisipasi siswa, respons terhadap metode, serta kemajuan dalam hasil belajar mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa setelah penerapan metode Whole Brain Teaching. Partisipasi aktif siswa terlihat lebih tinggi, dengan tingkat pemahaman materi yang lebih baik dan kemampuan mengaplikasikan pengetahuan secara efektif. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis kualitatif terhadap respons siswa dan pencapaian tujuan pembelajaran. Simpulannya, metode Whole Brain Teaching efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas V, menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat menjadi alternatif yang berharga dalam konteks pendidikan di UPT SDN 212 Pinrang.