Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN PERKEMBANGAN CALON KONSELOR BERDASARKAN INTEGRATED DEVELOPMENTAL MODEL (IDM) (Studi Komparatif Pada Mahasiswa Angkatan 2008, 2009 dan 2010 BK FIP UNJ) Huda Rumaisha; Eka Wahyuni; Meithy Intan Rukia Luawo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 2 No 1 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.913 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.021.11

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai perkembangan mahasiswa BK UNJ angkatan 2008, 2009 dan 2010 berdasarkan IDM atau Integrated Developmental Model) dalam hal proses konseling sehingga terlihat perbedaan perkembangan antara ketiga angkatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif dengan jumlah sampel sebanyak 135 mahasiswa yang ditentukan dengan menggunakan proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang diadaptasi, yaitu Supervisee Level Questionnaire- Revised (SLQ-R) dengan melalui proses back translation untuk membandingkan kesamaan makna arti dari hasil kedua terjemahan tersebut. Hasil uji hipotesis Anova Satu Jalur menggunakan SPSS 20 menghasilkan taraf signifikan hitung () = 0,594 > taraf signifikan (α) = 0,05 dengan itu menunjukkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan perkembangan calon konselor yang signifikan antara mahasiswa BK UNJ angkatan 2008, 2009 dan 2010 berdasarkan Integrated Developmental Model (IDM).
STUDI KEBIJAKAN MUSLIMAH LDK UNJ DALAM PERSPEKTIF GENDER Wardah Nisa; Eka Wahyuni; Gantina Komalasari
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 2 No 2 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.438 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.022.17

Abstract

Seiring keikutsertaan indonesia dalam ratifikasi HAM mengenai kesetaraan gender, mendorong setiap instansi untuk membuat kebijakan yang berperspektif gender, namun pada faktanya masih banyak kebijakan yang belum sesuai dengan perspektif gender, atas dasar itulah penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat analisa kebijakan muslimah LDK UNJ ditinjau dari perspektif Gender. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pedoman analisa Moser. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan muslimah LDK UNJ belum sesuai dengan perspektif gender baik ditinjau dari proses, implementasi, maupun evaluasi kebijakan itu sendiri
PENGARUH RATIONAL-EMOTIVE BEHAVIORAL THERAPY TERHADAP PENINGKATAN STRATEGI COPING MENGATASI KECEMASAN MENGHADAPI PERKULIAHAN Ayu Mustikasari; Eka Wahyuni; Gantina Komalasari
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.774 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.032.03

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian tentang penggunaan Rational- Emotive Behavioral Therapy teknik kognitif dalam layanan konseling kelompok terhadap peningkatan strategi Coping mengatasi kecemasan menghadapi perkuliahan. Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Reguler 2013, Universitas Negeri Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental Design dengan kelompok One Group Pretes-posttest Design. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling. Sampel berjumlah sepuluh mahasiswa berdasarkan hasil pretes strategi coping yang tergolong rendah. Pretes dan post-tes dilakukan dengan pemberian kuesioner tertutup yang berisi 46 butir item yang mewakili setiap indikator kepada 30 individu. Berdasarkan rumus Alpha Cronbach didapat nilai reliabilitas sebesar 0,92 yang menunjukkan bahwa reliabilitas tinggi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus uji Wilcoxon Match Pair Test. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa Ho ditolak dengan nilai asymp. Sig sebesar 0,005<taraf signifikansi 0,05 (2-tailed), yang berarti terdapat pengaruh Rational Emotive Behavioral Therapy teknik kognitif pada layanan konseling kelompok terhadap peningkatan strategi coping mengatasi kecemasan menghadapi perkuliahan pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Reguler angkatan 2013.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING Daeri Rahmat; Eka Wahyuni; Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.029 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.032.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karir mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2010 s.d. 2013 sebanyak 299 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 163 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian dari konstruk teori pengambilan keputusan karir yang diungkapkan oleh Mitchell dan Krumboltz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karir adalah kondisi lingkungan dan kejadian-kejadian (70,97%) pengalaman belajar (69,90%) dan keterampilan menghadapi tugas (68,11%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta dalam memilih jurusan BK dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang meliputi jumlah peluang kerja dan nilai-nilai orangtua. Implikasi dari penelitian ini adalah mahasiswa BK yang telah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam mengambil keputusan karir perlu melakukan adaptasi karir dan melakukan strategi khusus dalam menjalani perkuliahan dan mampu meningkatkan kualitas diri sebagai calon guru BK.
DETERMINASI DIRI MAHASISWA JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA TAHUN ANGKATAN 2009-2013 Irma Ayuning Tyas; Gantina Komalasari; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.525 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.032.08

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian tentang determinasi diri mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta tahun angkatan 2009-2013. Penelitian dilaksanakan di jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta dengan populasi sebanyak 378 mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proportional Random Sampling. Peneliti menggunakan 76 mahasiswa sebagai sampel penelitian atau 20% dari masing-masing jumlah populasi per angkatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner tentang determinasi diri yang merujuk pada teori Wehmeyer (1997). Setelah dilakukan uji coba, didapatkan hasil 55 item valid dan uji reliabilitas menggunakan koefisien Alpha Cronbach dengan nilai 0.753 yang berarti masuk dalam kategori tinggi dan layak untuk dijadikan alat ukur. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat determinasi diri mahasiswa BK UNJ berada pada kategori sedang 47.37%, rendah 28.95%, dan tinggi 23.68%.Persentase tertinggi berada pada kategori sedang yang artinya mahasiswa cukup mampu untuk membuat pilihan, membuat keputusan, mengatasi masalah, menetapkan tujuan dan pencapaian, mengobservasi diri, ketrampilan mengevaluasi diri, ketrampilan memberi penguatan diri, cukup memiliki lokus kontrol atau pusat kendali internal, cukup memiliki pengaruh positif dari efikasi dan harapan, cukup memiliki kesadaran diri, dan cukup memiliki pengetahuan diri.
GAMBARAN PENYESUAIAN KERJA SISWA YANG MENJALANKAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI DI PT GM (Studi Kasus pada Siswa Kelas IX SMK Jakarta 1) Siti Chodijah Choirunnisa; Dewi Justitia; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.718 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.032.17

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah mengungkap berbagai fakta mengenai gambaran penyesuaian kerja siswa yang menjalankan Praktek Kerja Industri.Metode yang digunakan adalah studi kasus dalam penelitian kualitatif.Penelitian ini dilaksanakan di SMK Jakarta 1 dengan tiga responden yaitu T siswa yang menjalankan Praktek Kerja Industri dibagian welding, M siswa yang menjalankan Praktek Kerja Industri di bagian painting, welding dan mesin truk dan J siswa yang menjalankan Praktek Kerja Industri dibagian painting. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi.Wawancara yang dilakukan adalah wawancara terstruktur terhadap subjek, pembimbing responden dan teman kerja.studi dokumentasi yang dilakukan menggunakan jurnal kegi-atan Praktek Kerja Industri. Teori penyesuaian kerja diambil dari Dawis, England dan Lofquist (1964). Data hasil penelitian dianalisis dan disajikan berupa narasi.Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data bedasarkan sumber.Hasil penelitian keseluruhan menunjukan bahwa dua siswa memiliki penyesuaian kerja yang kurang baik dan satu siswa memiliki penyesuaian kerja yang baik.Satu siswa memiliki penyesuaian kerja baik hanya mengalami masalah pada pemanfaatan kemampuan dan lingkungan fisik.Dua siswa yang memiliki penyesuaian kerja kurang baik mengalami masalah pada kondisi fisik, peraturan perusahaan, tanggung jawab, pengawasan hubungan individu dan lingkungan kerja fisik. Masalah yang muncul bersumber dari dalam diri responden.Masalah tersebut menunjukan bahwa siswa kurang memiliki kesiapan diri dalam menghadapi Praktek Kerja Industri. Oleh sebab itu, Guru Bimbingan Konseling perlu merancang program layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individu dan juga dukungan sistem untuk mempersiapkan diri siswa menghadapi Praktek Kerja Industri.
PROFIL KEMANDIRIAN EMOSIONAL REMAJA YANG BERASAL DARI LATAR BELAKANG BUDAYA SUNDA (Studi Kasus pada Siswa SMA Negeri 8 Bogor yang Berasal dari Latar Belakang Budaya Sunda) Intan Yohanita Saputri; Eka Wahyuni; Karsih Karsih
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.58 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.031.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran profil kemandirian emosional remaja ditinjau dari latar belakang budaya Sunda dan memahami pengaruh budaya Sunda terhadap pembentukan kemandirian emosional remaja di SMA Negeri 8 Bogor. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Bogor, dengan subjek siswa kelas X sebanyak 6 orang yakni 2 orang siswa laki-laki dan 4 orang siswa perempuan. Subjek diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pengumpulan data dilakukan dengan teknik Focus Group Discussion, angket, dan wawancara serta dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian berdasarkan aspek kemandirian emosional yang dikembangkan Steinberg (1993) didapat profil kemandirian emosional remaja yakni belum sepenuhnya memiliki kemandirian emosional ditandai dengan masih mengidealkan sosok orangtuanya, belum bisa berdiskusi secara bebas dengan orangtuanya. Walaupun begitu, responden sudah mulai bisa menunda untuk tidak mengeluhkan perasaanya, dan mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri. Responden sudah mulai mampu melihat perbedaan pendapat antara dirinya dengan orangtua dan mulai menegakkan privasi dirinya atas orangtua. Budaya Sunda masih belum memfasilitasi anak untuk dapat mandiri secara emosional dari orangtuanya. Ada nilai-nilai budaya Sunda yang jika diterapkan dengan cara yang kurang tepat dapat menghambat pengembangan kemandirian emosional remaja. Nilai kepatuhan dalam Budaya Sunda menjadi penghambat terbesar bagi kemandirian emosional remaja. Selanjutnya, pola asuh, tingkat pendidikan orangtua, orangtua bekerja dan orangtua tunggal, serta urutan anak dalam keluarga memiliki kontribusi terhadap kemandirian emosional remaja.
SURVEI TENTANG PELAKSANAAN TUGAS POKOK GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI SE-JAKARTA PUSAT Yessika Nurmasari; Eka Wahyuni; Louise Siwabessy
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.313 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.031.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan tugas pokok Guru BK di SMA Negeri se-Jakarta Pusat. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri se-Jakarta Pusat, dengan sampel yaitu Guru BK SMA tahun ajaran 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling yang berjumlah 30 orang Guru BK. Uji Coba dilakukan dengan menggunakan rubrik tugas pokok Guru BK dan dianalisis dengan menggunakan SPSS 15.0. Pengumpulan data menggunakan rubrik yang berisi 32 item pernyataan yang bertingkat. Tingkatan tersebut adalah sangat baik (poin 4), baik (poin 3), cukup (poin 2), dan kurang (poin 1). Analisis uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment. Analisis data menggunakan rata-rata data, standar deviasi, dan persentase dimensi. Hasil keseluruhan menunjukkan 60% Guru BK berada pada kategori cukup dalam melaksanaan tugas pokok. 20% pada kategori baik, 17% pada kategori kurang, 3% pada kategori sangat kurang dan 0% pada kategori sangat baik. Pada dimensi perencanaan layanan BK, 0% pada kategori sangat baik, 20% pada kategori baik, 67% pada kategori cukup, 10 pada kategori kurang dan 3% pada kategori sangat kurang. Pada dimensi pelaksanaan layanan BK, 0% pada kategori sangat baik, 23% pada kategori baik, 53% pada kategori cukup, 23% pada kategori kurang dan 0% pada kategori sangat kurang. Pada dimensi evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut layanan BK 0% pada kategori sangat baik, 27% pada kategori baik, 60% pada kategori cukup, 13% pada kategori kurang dan 0% kategori sangat kurang.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN GAS KARBON MONOKSIDA PADA PEDAGANG KAKI LIMA (STUDI KASUS JALAN SETIABUDI SEMARANG) Eka Wahyuni; Yusniar Hanani Darundiati; Onny Setiani
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 6, No 6 (2018): NOVEMBER
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.515 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v6i6.22160

Abstract

Setiabudi Road is a road with CO concentrations that continue to increase every year. Coupled with the growth of traffic caused the high volume of transportation available on  Setiabudi road and affected the concentration of carbon monoxide in the ambient air. The concentration of carbon monoxide in Setiabudi road based on previous research between 15,000 - 21,250 μg/m3. This study aims to analyze the environmental health risks of carbon monoxide gas exposure to the street vendors at Setiabudi road, Semarang City. At some point, the concentration of carbon monoxide gas on Setiabudi Road exceeds the quality standard arranged by the Governor of Central Java’s Decree Number 8 Year 2001. This research used Cross-Sectional research type with Environmental Health Risk Assessment method. The sample of this research was the street vendors and the object samples in this research were the air ambient parameters of carbon monoxide gas. The measurements of carbon monoxide gas were performed at 18 points. The result of this study at 18 points is the concentration of carbon monoxide gas on Setiabudi Road ranges from 2.5 to 12.5 mg/m3 with an average of 5.63 mg/m3. The average exposure time is 10.2 hours, the exposure frequency is 327 days, and the exposure duration is 10.85 years. The conclusion of this study is the analysis of the risk of carbon monoxide exposure in street vendors in Setiabudi road shows the value of RQ value ≤1 for real-time and lifetime exposure which means the risk due to carbon monoxide exposure in realtime and the lifetime still has not shown non carcinogenic health risk.
Pengembangan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Board Game untuk Siswa yang Mengalami Kekerasan Emosional Rahadiz, Alyezca Disya; Susi Fitri; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.111.03

Abstract

Penelitian jenis pengembangan dengan menggunakan metode Design By Research ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa papan permainan dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) pada isu kekerasan emosional untuk peserta didik tingkat SMP. Pengumpulan data menggunakan adaptasi Emotional Abuse Questionnare (EAQ), pedoman wawancara, instrumen uji ahli materi, instrumen uji media, dan instrumen uji pengguna. Analisis data menggunakan uji validitas dan reliabilitas analisis, statistik deskriptif (kategorisasi dan presentase). Tinjauan lapangan berupa penyebaran angket didapatkan total 310 siswa, wawancara siswa, dan guru bimbingan dan konseling. Hasil dari penelitian ini berupa CBT board game dengan mengakomodir life events, early learning & inhiretence biological, automatic thought, core belief & cognitive distortions & automatic thought, serta reactions (pemikiran, emosional dan perilaku), dan juga dispute, pemikiran baru, planning, dan homework dari konsep CBT dengan fokus isu kekerasan emosional. Hasil uji ahli materi mendapatkan nilai sangat layak. Kemudian hasil uji ahli media 1 mendapatkan nilai layak. Sedangkan uji ahli media 2 mendapatkan nilai sangat layak. Kemudian, hasil refleksi dengan uji pengguna ke salah satu guru BK mendapatkan nilai sangat layak. Maka dapat disimpulkan CBT board game layak untuk digunakan untuk konseling seting sekolah. Meskipun sudah dinyatakan layak, peneliti berharap CBT board game dilakukan uji coba secara komprehensif dan skala besar agar tingkat efektifitas dan kegunaannya optimal.