Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MAKNA SIMBOLIK DALAM TRADISI ASSONGKABALA MASYARAKAT MAKASSAR DI BANGGAE TAKALAR DALAM PERSPEKTIF CLIFFORD GEERTZ: SYMBOLIC MEANING IN THE ASSONGKABALA TRADITION OF THE MAKASSAR COMMUNITY IN BANGGAE TAKALAR FROM CLIFFORD GEERTZ'S PERSPECTIVE Mustika; Syamsudduha; Aswati Asri
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan dan makna simbolik benda dalam tradisi Assongkabala masyarakat Makassar di Banggae Takalar dengan menggunakan teori antropologi interpretatif Clifford Geertz. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Keabsahan data diperoleh dari proses triangulasi dengan teknik triangulasi teori. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: proses pelaksanaan tradisi Assongkabala terdiri atas tiga tahapan yaitu, (1) tahapan pra pelaksanaan meliputi penetapan waktu pelaksanaan, persiapan perlengkapan dan sesajen, (2) tahapan pelaksanaan meliputi pembacaan doa dan Akratek, dan (3) tahapan pasca pelaksanaan meliputi pengambilan wadah Kakdok Massingkuluk. Makna simbolik benda dalam tradisi Assongkabala diperoleh melalui berbagai jenis benda atau simbol yang digunakan yang meliputi, Kakdok massingkuluk, Tompok kanre, Kakdok minyak, Umba-umba, Lekok Pakrappo, Pakleok, Bente, Kanjoli taibani, Kalongkong, Unti Bainang, Tumpi-tumpi, Jeknek inung, Kembokang, Paddupang, Bau-bauang, Kanre kebok, Mie goreng, Acarak bontek, Sambalak tiboang, Sikuyu, Doang, siagang Jukuk