Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EDUKASI KONSEP MODERASI BERAGAMA BAGI TENAGA PENDIDIKAN TADIKA AL-FIKH ORCHARD MALAYSIA Zuliana, Zuliana; Qorib, Muhammad; Wirian, Oktrigana; Niswa, Khairun; Butlam, Qoree
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27759

Abstract

Abstrak: Sebagai negara dengan keragaman budaya, etnis, dan agama timbulnya tantangan dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan. Moderasi beragama salah satu konsep penting dikuatkan sejak dini, karena kunci dalam memperkenalkan konsep moderasi beragama kepada generasi muda untuk menjawab tantangan zaman dapat tumbuh di tengah keragaman. Tenaga pendidik berperan penting untuk dapat menyampaikan pesan-pesan toleransi dan moderasi agar dapat membantu anak didik memahami agama yang moderat. Pengabdian Internasional (PKMI) kepada 50 tenaga kependidikan Tadika Al-Fikh Orchard Malaysia bertujuan meningkatkan pemahaman konsep moderasi beragama dengan metode edukasi menunjukkan peningkatan yang diperoleh melalui evaluasi. Pemberian test saat sebelum dan sesudah pelatihan dengan total pertanyaan berkisar antara 26-39 pertanyaan/indikator termasuk pre-test, post-test, kuesioner, observasi, dan diskusi. Dengan peningkatan persentase 25%.dari 60% meningkat 85 %. Dengan mengikuti edukasi menambah pemahaman peserta untuk diterapkan dalam pengajaran anak didik usia dini.Abstract: As a country with cultural, ethnic and religious diversity, there are challenges in maintaining unity amidst differences. Religious moderation is one of the important concepts to be strengthened from an early age, because the key to introducing the concept of religious moderation to the younger generation to answer the challenges of the times can grow in the midst of diversity. Educators play an important role to be able to convey messages of tolerance and moderation in order to help students understand moderate religion. International Service (PKMI) to 50 education personnel of Tadika Al-Fikh Orchard Malaysia aims to improve understanding of the concept of religious moderation with educational methods showing improvement obtained through evaluation. Giving tests before and after training with a total of questions ranging from 26-39 questions/indicators including pre-test, post-test, questionnaires, observations, and discussions. With a percentage increase of 25%, from 60% to 85%. By participating in the education, participants increased their understanding to be applied in teaching early childhood students.
The Impact of Specific Language Impairment (SLI) in 6-Year-Old Children Daulay, Sholihatul Hamidah; Niswa, Khairun; Pratiwi, Tara; Khairunnisa
Jurnal Pendidikan Anak Vol 4 No 2 (2022): Child Education Journal: August
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cej.v4i2.3288

Abstract

This study focuses on the discipline of psycholinguistics regarding language disordersin children, to be precise of Specific Language Impairment (SLI). This article analyzestwo 6-year-old children who show the characteristics of having SLI in languagedisorders during the COVID-19 pandemic. In order to carry out this study, theresearcher used a qualitative descriptive research method. The method aims to describein a systematic, actual, and accurate way. This research is an analytical study of officialdocuments such as books, articles, journals, and the internet. The accuracy of the data isobtained from the observations of the researcher herself. This study reports that childrenwith SLI often stay until school age and can lead to a lack of academic ability and causevarious psychosocial problems. Some of the causes of SLI in children include genetic,environmental, and social factors, pre and perinatal, gender, prematurity, weight, socio-economic status, maternal mental status, mother's education, and vocabulary, and history of speech-language difficulties.
Implementasi Learning Management System (LMS) dalam Meningkatkan Kualitas dan Kreatifitas Guru Maryanti, Indra; Niswa, Khairun; Gultom, Zuli Agustina
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.9810

Abstract

Implementasi Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas guru dalam mengelola proses belajar mengajar. LMS, khususnya Moodle, dipilih karena mampu menyediakan sarana pengelolaan materi pembelajaran, penugasan, hingga absensi secara daring. Tahapan implementasi dilakukan melalui pengumpulan kebutuhan, meliputi kebutuhan fungsional, gambar, teks, dan data pengguna yang disepakati bersama antara tim pengabdian masyarakat dan guru. Selanjutnya dilakukan pemasangan dan konfigurasi pada server khusus, pengujian terbatas kepada guru serta pihak sekolah, pelatihan penggunaan bagi guru, siswa, dan admin, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan, monitoring, dan evaluasi program. Target utama dari implementasi ini adalah terbangunnya aplikasi LMS Moodle di sekolah mitra, meningkatnya kompetensi guru dalam menggunakan LMS, serta tumbuhnya kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar yang dapat diunggah pada platform tersebut. Selain itu, luaran lain yang dihasilkan meliputi publikasi artikel ilmiah di JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), publikasi berita pada media massa Tajdid.id, karya audio visual berupa video kegiatan yang dipublikasikan melalui YouTube, serta karya visual berupa poster yang menunjukkan bahwa sekolah telah memanfaatkan LMS dalam proses pembelajaran. Implementasi Learning Management System (LMS) dilaksanakan selama satu tahun melalui beberapa tahapan, yaitu pengumpulan kebutuhan, pemasangan dan konfigurasi, pengujian, pelatihan, serta evaluasi. Setiap tahap didampingi oleh tim dosen bersama tiga mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika. Pada tahap pengumpulan kebutuhan, dilakukan analisis terkait kebutuhan fungsional, gambar, teks, dan data yang melibatkan guru untuk mencapai kesepakatan bersama. Selanjutnya, pemasangan dan konfigurasi LMS dilakukan pada server khusus, kemudian diuji coba secara terbatas kepada Wali Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan guru mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Tahap pelatihan diberikan kepada seluruh guru, siswa, dan admin secara tatap muka untuk memastikan pemahaman penggunaan LMS. Terakhir, tahap evaluasi dilakukan melalui survei dan pendampingan langsung kepada guru guna menilai efektivitas serta keberhasilan implementasi program.
DARI AMPAS MENJADI EMAS: KREATIVITAS IBU-IBU AISYIYAH DALAM TRANSFORMASI AMPAS SUSU KEDELAI MENJADI PRODUK BERNILAI JUAL Sari, Ambar Wulan; Niswa, Khairun; Maryanti, Indra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56833

Abstract

Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satu limbah yang sering dihasilkan dari proses pembuatan susu kedelai adalah ampas kedelai yang umumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan ibu-ibu Aisyiyah dalam mengolah ampas susu kedelai menjadi produk pangan yang bernilai jual. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, serta pendampingan dalam proses pengolahan ampas kedelai menjadi berbagai produk olahan seperti kerupuk, nugget, dan kue berbahan dasar ampas kedelai. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengemasan produk dan strategi pemasaran sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ibu-ibu Aisyiyah memiliki antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pelatihan serta mampu mengolah ampas susu kedelai menjadi produk yang lebih kreatif, bernilai gizi, dan memiliki potensi ekonomi. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha rumahan, serta mendorong pemanfaatan limbah pangan secara lebih produktif dan berkelanjutan.