Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

IDENTIVIKASI SIFAT KIMIA TANAH DI LAHAN BERLERENG YANG DI TANAMI KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis Jacq) DI DESA SIRINGO-RINGO KECAMATAN RANTAU UTARA KABUPATEN LABUHANBATU Yudi Pratama Putra Pakpahan; Dini Hariyati Adam; Khairul Rizal; Kamsia Dorliana Sitanggang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1960

Abstract

Identivikasi sifat kimia tanah di lahan berlereng yang di tanami kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq) di desa siringo-ringo kecamatan rantau utara kabupaten labuhanbatu. Kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq) ialah salah satu tanaman perkebunan yang banyak di tanami di indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei lapangan untuk memastikan ketiga titik pengambilan sempel, sempel yang di ambil dari lahan berlereng yang berbeda dan mewakili tiap lerengnya. Pengambilan sempel tanah di kedalaman (10-40 cm) di dalam tanah, hasil analisis menunjukkan kalau pH tanah dengan rata-rata 5,06 (masam), nitrogen rata-rata 0,14 (rendah), fosfor rata-rata 185,44 (sangat tinggi), C-organik rata-rata 1,89 (rendah), kalium rata-rata 0,49 (sedang), kalsium rata-rata 0,27 (sangat rendah), magnesium rata-rata 0,24 (sangat rendah), dan KTK rata-rata 8,14 (rendah). Dari hasil analisis bisa disimpulkan kalau tanah di desa Siringo-ringo, sifat kimia tanah belum tercukupi buat tanaman kelapa sawit hingga dari itu perlunya peningkatan pemupukan pada tanah di desa Siringo-ringo tersebut.
UJI ORGANOLEPTIK LUMP KARET (Hevea brasiliensis muell) MENGGUNAKAN ASAP CAIR DARI LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT SEBAGAI PENGGUMPAL LATEKS Yasir Mahendra Nasution; Badrul Ainy Dalimunthe; Khairul Rizal; Dini Hariyati Adam
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1969

Abstract

Petani karet di Indonesia masih banyak yang menggunakan koagulan yang tidak direkomendasikan berupa pupuk tawas, TSP dan sebagainya sehingga menyebabkan penurunan kualitas karet di Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas pengolahan karet, petani karet diharuskan menggunakan bahan koagulan seperti asam format. Namun, bahan yang sulit didapat dan bahkan harga jual yang relatif tinggi menjadi alasan petani menggunakan bahan yang tidak direkomendasikan. Salah satu alternatif dan solusi adalah pemanfaatan limbah yang ditemukan sebagai pengganti asam format yaitu asap cair. Asap cair yang dihasilkan dari pirolisis berbagai bagian tanaman yang mengandung fenol dan asam yang dapat digunakan sebagai koagulan lateks. Penggunaan pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku asap cair mempengaruhi biaya produksi sebesar 30%. Proses pemangkasan batang pelepah sawit yang dibiarkan membusuk yang tidak digunakan. Batang pelepah sawit dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan asap cair yang murah. Dalam 10 kg pelepah sawit dapat dihasilkan 1 liter asap cair murni yang dapat digunakan sebagai koagulan lateks karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gumpalan lateks yang menggunakan asap cair dari pelepah sawit sebagai koagulan memiliki warna yang cukup baik. Selain itu, asap cair juga terbukti memberikan reaksi yang baik sebagai koagulan lateks karet baik dari segi tekstur, warna maupun tingkat keamanannya bagi kulit.
ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH PADA TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) DI DUSUN MONTONG DESA SILUMAJANG KEC. NA IX-X KAB. LABUHANBATU UTARA Nur Rizki Andriani Pardosi; Novilda Elizabeth Mustamu; Khairul Rizal; Siti Hartati Yusida Saragih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1951

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk dapat mengetahui beberapa sifat kimia tanah di desa Silumajang dusun Montong kecamatan NA IX-X kabupaten Labuhanbatu Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari 2022 sampai dengan Februari 2022. Pengambilan sample tanah dari 4 titik sampel pada kedalaman 0-20 cm berjarak 100 meter di lahan dengan menggunakan metode random pada titik yang sudah ditentukan, sampel tanah kemudian dianalisis di laboratorium. Data yang dikumpulkan untuk mengetahui sifat kimia tanah yaitu yaitu pH tanah, N-Kjehldahl, P-Tersedia (Metode Bray II), K-Total, Kation-kation Basa Dapat Ditukar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pH tanah (sangat masam), N-Kjehldahl (tergolong rendah), P-Tersedia (Metode Bray II) (sangat masam), K-Total (tergolong tinggi), Kation-kation Basa Dapat Ditukar (Ca dan Mg) (sangat rendah).
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI DESA SOSOPAN KECAMATAN KOTAPINANG KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Redi Kurniawan; Khairul Rizal; Kamsia Dorliana Sitanggang; Hilwa Walida
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq). Di wilayah Desa Sosopan Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara pengambilan contoh tanah di lapngan yang dilanutkan dengan analisis di laboratorium. Kegiatan penelitian ini meliputi 4 tahap yaitu : Persiapn, Kegiatan Lapangan, Analisis Laboratorium dan Pengolahan Data, pembuatan peta dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di daerah penelitian yaitu kelas S2 (Cukup sesuai) pada sample 1,2, dan  dengan luas lahan 3 ha.
PENGGUNAAN PESTISIDA RACUN POLYDOR UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KUMBANG TANDUK PADA AREAL KELAPA SAWIT BELUM MENGHASILKAN DI PERKEBUNAN AEK NABARA PT. SUPRA MATRA ABADI LABUHAN BATU, SUMATERA UTARA Ronal Triadi; Khairul Rizal; Novilda Elizabeth Mustamu; Fitra Syawal Harahap
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2731

Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis Jacq) is a plantation crop that has an important role in advancing the economy and agriculture in Indonesia. This can be proven by the increase in the standard of living of farmers who experience an increase in area and production every year. The challenge of increasing the area of oil palm plantations apart from the limited available land is also the attack of plant-disturbing organisms (OPT), particularly pests. The increasing use of large-scale land for oil palm cultivation in Indonesia has increased the amount of monoculture land that is favorable for pest development. Field Work Practice Activities (PKL) carried out at PT. Supra Matra Abadi (SMA) Aek Nabara, Bilah Hulu District, Labuhanbatu Regency, Postal Code (21462) This activity was carried out for four months, starting from 21 February - 21 July 2022. Conducting survey research on horn beetle populations and treatment areas Before conducting research, it is necessary to find a place to area of young plants, immature plants which are often attacked by horn beetles either in one block or several blocks. After that, a place was determined for each level of treatment. This study used a completely randomized design (CRD) method with 3 treatment levels, including: 1. Control/without polydor pesticide treatment 2. Spraying polydor pesticide with a dose of 150 cc/pkk 3. Spraying polydor pesticide dose 160 cc/pkk research using 3 In repetition at each level of treatment, spraying polydor pesticide using a concentration of 1% on the outside and inside. Observations were analyzed with variance at the 5% significance level. To find out the differences between treatments, the DMRT test was used with a significant level of 5%. Based on research results at PT. It can be concluded that the insecticide treatment polydor 150cc/pkk and 160cc/pkk on afd IV was very effective in controlling horn beetle attacks.Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki peran penting dalam memajukan perekonomian dan pertanian di Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya taraf hidup petani yang mengalami peningkatan luas dan produksi setiap tahunnya. Tantangan peningkatan luas perkebunan kelapa sawit selain keterbatasan lahan yang tersedia juga merupakan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), khususnya hama. Meningkatnya penggunaan lahan skala besar untuk budidaya kelapa sawit di Indonesia telah meningkatkan jumlah lahan monokultur yang menguntungkan bagi perkembangan hama. Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) yang dilaksanakan di PT. Supra Matra Abadi (SMA) Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Kode Pos (21462) Kegiatan ini dilaksanakan selama empat bulan yaitu mulai tanggal 21 Februari – 21 Juli 2022. Melakukan penelitian survey populasi kumbang tanduk dan daerah perlakuan Sebelum melakukan penelitian, perlu dicari tempat untuk tanaman muda, tanaman belum menghasilkan yang sering diserang kumbang tanduk baik dalam satu blok maupun beberapa blok. Setelah itu, ditentukan tempat untuk setiap tingkat perlakuan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 taraf perlakuan, antara lain: 1. Kontrol/tanpa perlakuan pestisida polydor 2. Penyemprotan pestisida polydor dengan dosis 150 cc/pkk 3. Penyemprotan pestisida polydor dosis 160 cc/pkk menggunakan 3 Di ulangi pada setiap tingkat perlakuan, penyemprotan pestisida polydor menggunakan konsentrasi 1% di bagian luar dan dalam. Pengamatan dianalisis dengan varians pada tingkat signifikansi 5%. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan digunakan uji DMRT dengan taraf nyata 5%. Berdasarkan hasil penelitian di PT. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan insektisida polydor 150cc/pkk dan 160cc/pkk pada afd IV sangat efektif dalam mengendalikan serangan kumbang tanduk.
Perlindungan Hukum untuk Pemilik Sewa Khairul Rizal; Aisha Latifa; Katrin Aryani; Dienna Masturah; Irsyan satria dilaga; Farahdinny Siswajanthy
JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan Manajemen Vol 3 No 2 (2023): JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sewa adalah suatu perjanjian di mana pemilik properti atau aset (sewa) memberikan hak penggunaan dan manfaat properti tersebut kepada pihak lain (penyewa) dalam pertukaran pembayaran sewa. Prinsip-prinsip hukum sewa bervariasi tergantung pada yurisdiksi atau negara di mana hukum sewa tersebut berlaku. Namun, ada beberapa prinsip umum yang sering ditemukan dalam hukum sewa di banyak negara, antara lain: Hukum sewa memerlukan adanya kesepakatan dan persetujuan antara pemilik dan penyewa terkait dengan syarat-syarat sewa, termasuk durasi sewa, pembayaran sewa, dan kewajiban-kewajiban lainnya. Pemilik properti memiliki hak untuk menerima pembayaran sewa dan memastikan properti tetap terjaga dalam kondisi yang baik. Pemilik juga bertanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan dan memenuhi standar keamanan yang diperlukan. Penyewa memiliki hak untuk menggunakan properti sesuai dengan perjanjian sewa. Mereka bertanggung jawab untuk membayar sewa sesuai dengan ketentuan yang disepakati dan menjaga properti dalam kondisi baik. Penyewa juga harus mematuhi peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemilik. Hukum sewa umumnya mengatur tentang perpanjangan kontrak sewa dan prosedur pengakhiran sewa, baik oleh pemilik atau penyewa. Hal ini mencakup pemberitahuan yang diperlukan, waktu yang diizinkan untuk pindah, dan pengembalian deposito jika ada. Jika terjadi sengketa antara pemilik dan penyewa, hukum sewa menyediakan mekanisme penyelesaian sengketa, baik melalui mediasi, arbitrase, atau pengadilan. Penting untuk dicatat bahwa hukum sewa dapat bervariasi dalam detailnya tergantung pada yurisdiksi negara tertentu. Oleh karena itu, penting bagi pihak yang terlibat dalam perjanjian sewa untuk memahami hukum sewa yang berlaku di wilayah hukum mereka untuk melindungi hak dan kewajiban mereka.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk SMA Kelas XI Materi Asam Basa Meriza Faradilla; Khairul Rizal; Tawakal Tawakal
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 3 (2023): Lentera, Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/ltr2.v7i3.2116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing untuk peserta didik SMA kelas XI pada materi asam basa. Penelitian ini menggunakan metode research and development. Model pengembangan yang digunakan adalah model penelitian yang dikembangkan oleh Borg and Gall yang meliputi (1) research and information collecting (2) planning, (3) develop preliminary form of the product, (4)preliminary field testing, (5)main product revision, (6)main field testing, (7) operational product revision, (8) operational field testing, (9) final product revision, (10) dissemination and distribution. Penerapan LKPD dilakukan di SMAN 3 Banda Aceh dan SMA Inshafuddin Banda Aceh yang dipilih secara purposive sampling. Kelayakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan ditinjau dari dua kelayakan yaitu secara teoritis dan empiris. Kelayakan secara teoritis melalui validasi ahli dan kelayakan empiris melalui uji keterbacaan terhadap bahan ajar LKPD. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli yang mencakup aspek materi, konstruksi/penyajian, dan bahasa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aspek kelayakan materi sebesar 92% dengan kategori sangat valid, konstruksi/penyajian sebesar 98% dengan kategori sangat valid, dan aspek bahasa sebesar 70% dengan kategori valid, dengan perolehan rata-rata sebesar 86,67% dengan kategori sangat valid. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang telah dikembangkan layak digunakan secara teoritis dan empiris dalam proses pembelajaran di kelas bagi peserta didik SMA kelas XI pada materi asam basa.
PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN SAPI DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN PEMBIBITAN UTAMA KELAPA SAWIT (Elaeis guinensis Jacq) Hery Kiswanto; Kamsia Dorliana Sitanggang; Khairul Rizal; Hilwa Walida
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3333

Abstract

This research was aim to identification the utilization of cow manure to improving the average of height, midrib, stems diameter, and leave area on the seddlings of oil palm on main nursery. This research was conducted on Bau Tunggal Village North Labuhanbatu District on March until June 2023. This research used blocked randomized design consisted of 6 level those are P0 = 100 g/polybag, P1 = 200 g/polybag, P2 = 300g/polybag, P3=400 g/polybag, P4=500 g/polybag, P6=600 g/polybag and each treatment have 3 repetition. The results showed the used of cow manure could improving the growth of oil palm seedlings at main nursery. P5 or 500g/polybag have the highest growth of oil palm seedlings and could support the height by 6 cm, midrib by 2 cm, stem diameter by 2 cm and leave area by 9 cm compared to control.Keywords: Compost, Oil palm, PlantINTISARITujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pemanfaatan kotoran sapi dalam meningkatkan rata-rata tinggi, pelepah, diameter batang, dan luas daun pembibitan utama kelapa sawit. Riset ini telah dilakukan di Desa Batu Tunggal Kabupaten Labuhan Batu Utara pada bulan maret hingga Juni 2023. Percobaan disusun berdasarkan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 6 dosis yaitu P0 = kotoran sapi(100 g/polybag),P1 = kotoran sapi (200 g/polybag),P2 = kotoran sapi (300 g/polybag),P3 = kotoran sapi (400 g/polybag),P4 = kotoran sapi (500 g/polybag),P5 = kotoran sapi (600 g/polybag) dengan 3 ulangan. Hasil dari penelitian ini melaporkan bahwa pemberian kotoran sapi dapat meningkatka. Peetumbuhan bibit utama sawit. Kotoran sapi dengan dosis P5 ( 600 g/ polybag ) mampu mendukung pertumbuhan tinggi bibit sebesar 6 cm, jumlah pelepah sebanyak 2 pelepah, diameter batang sebesar 2 cm dan luas daun sebesar 9 cm di banding tanpa pemberian kotoran sapi. Kata kunci: Kompos, Sawit, Tanaman
PEMANFAATAN AMPAS TEH SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Riksandi Putra Nainggolan; Novilda Elizabeth Mustamu; Khairul Rizal; Dini Hariyati Adam
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3344

Abstract

The utilization of tea residue in agriculture has gained attention as a means to reduce waste and promote sustainable farming practices. This article aims to evaluate the potential of tea residue as an alternative growing medium for the growth of pakchoi plants (Brassica rapa subsp. chinensis). The study was conducted by collecting tea residue from various sources and using it as a growing medium to cultivate pakchoi seedlings. The results of the study indicate that tea residue possesses characteristics that make it an effective growing medium. Furthermore, pakchoi plants grown in tea residue demonstrated good growth in terms of plant height, leaf count, and fresh weight. Qualitative analysis revealed the presence of essential nutrients such as nitrogen, phosphorus, and potassium in tea residue, which can support plant growth. Additionally, tea residue exhibited good water retention capacity, maintaining moisture in the growing medium, and enhancing air circulation. Based on these findings, it can be concluded that tea residue holds potential as an effective and sustainable growing medium for pakchoi plant growth. The use of tea residue in agriculture can also aid in waste reduction and improve agricultural environmental performance. Further research is warranted to explore the full potential and applications of tea residue in modern farming practices.Keywords: Tea residue, Growing medium, Pakchoi, Plant growth. INTISARIPemanfaatan sisa-sisa ampas teh dalam pertanian menjadi topik yang menarik perhatian dalam upaya mengurangi limbah dan mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ampas teh sebagai media tanam alternatif untuk pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa subsp. chinensis). Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan ampas teh dari berbagai sumber dan menggunakannya sebagai media tanam untuk menumbuhkan bibit pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas teh memiliki karakteristik yang memungkinkannya untuk digunakan sebagai media tanam yang efektif. Selain itu, tanaman pakcoy yang ditanam dalam ampas teh menunjukkan pertumbuhan yang baik dalam hal tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar. Analisis kualitatif menunjukkan adanya nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dalam ampas teh yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Selain itu, ampas teh juga memiliki kemampuan menyimpan air yang baik, mempertahankan kelembaban media tanam, dan meningkatkan sirkulasi udara. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ampas teh memiliki potensi sebagai media tanam yang efektif dan berkelanjutan untuk pertumbuhan tanaman pakcoy. Penggunaan ampas teh dalam pertanian juga dapat membantu mengurangi limbah dan meningkatkan kinerja lingkungan pertanian. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mempelajari lebih lanjut potensi dan aplikasi ampas teh dalam pertanian modern. Kata Kunci: Ampas teh, Media tanam, Pakcoy, Pertumbuhan tanaman.
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL YANG DITANAMI SEMANGKA (Citrullus lanatus ) DI DESA GUNUNG SELAMAT KECAMATAN BILAH HULU KABUPATEN LABUHAN BATU Firman Alamsyah Lubis; Khairul Rizal; Yusmaidar Sepriani; Fitra Syawal Harahap
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3257

Abstract

This study aims to determine the chemical characteristics of ultisol soil planted with watermelon (Citrullus Lanatus) in Gnung Selamat Village, Bilah Hulu District, Labuhanbatu Regency. This study used a descriptive exploratory method in which the variable approach was carried out through land surveys in the field and supported by the results of soil analysis in the laboratory. The results of this study stated that in Ultisol control land soil texture was obtained, namely sandy clay, soil pH with acid criteria, C-organic and K-dd with very low criteria, N-total, P-total, P-available, CEC, with criteria low. In the watermelon planting area, soil texture was obtained, namely clay, soil pH with very acid criteria, C-organic, N-total, P-total, P available, CEC with low criteria, K-dd with very low criteria and Al saturation with medium criteria.INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat kimia tanah ultisol yang ditanami semangka (Citrullus lanatus) di Desa Gnung Selamat Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif yang pendekatan variabelnya dilakukan melalui survei lahan di lapangan dan didukung hasil analisis tanah di laboratorium. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada Ultisol lahan control diperoleh tekstur tanah yaitu liat berpasir, pH tanah dengan kriteria masam, C-organik dan K-dd dengan kriteria sangat rendah, N-total, P-total, P-tersedia, KTK, dengan kriteria rendah. Pada lahan penanaman semangka  diperoleh tekstur tanah yaitu liat, pH tanah dengan kriteria sangat masam, C-organik, N-total, P-total, Ptersedia, KTK dengan kriteria rendah, K-dd  dengan kriteria sangat rendah dan kejenuhan Al dengan kriteria sedang