Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Sistem Monitoring Suhu Air Berbasis IoT untuk Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Budidaya Ikan Multazam, Teuku; Syukriah; Burhanuddin; Bakhtiar; Ezwarsyah; Zuraida, Zuraida
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25193

Abstract

Teknologi Internet of Things (IoT) menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas monitoring suhu air tambak melalui pemasangan sensor suhu yang terhubung ke jaringan internet. Pemantauan suhu air yang akurat dan real-time merupakan aspek penting dalam bidang perikanan budidaya, karena suhu air secara langsung mempengaruhi metabolisme, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan. Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam sistem monitoring suhu air tambak memainkan peranan penting dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan dan memberikan kontribusi pada pemberdayaan masyarakat pembudidaya. Melalui desain sistem pemantauan berbasis IoT, sensor-sensor berkualitas seperti sensor suhu DS18B20 dapat dipasang untuk mengumpulkan data real-time yang memungkinkan petani ikan untuk membuat keputusan yang lebih tepat. Tujuan pengabdian ini adalah mengembangkan dan mengimplementasikan sistem monitoring suhu air tambak berbasis IoT yang mampu mengumpulkan data secara otomatis dan terus-menerus, serta menampilkan informasi secara langsung melalui aplikasi mobile dan web. Dengan kemajuan teknologi IoT, implementasi sistem pemantauan suhu air tambak kini semakin efektif. Penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian teknologi pintar dengan sistem monitoring mampu mengelola parameter lingkungan seperti suhu air dengan lebih baik, selaras dengan tuntutan budidaya ikan cerdas yang berkelanjutan. Adopsi IoT dalam budidaya ikan juga menyasar pada pengurangan biaya operasional dan penghindaran pemborosan sumber daya. Hasil pengabdian pemanfaatan IoT dalam sistem monitoring suhu air tambak tidak hanya meningkatkan produktivitas budidaya ikan, tetapi juga mempromosikan kelestarian sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat pembudidaya. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem IoT ini mampu meningkatkan akurasi pengukuran dengan tingkat akurasi, mengurangi biaya operasional, dan memudahkan pengawasan kondisi suhu air tambak secara menyeluruh. Pengembangan sistem ini diharapkan dapat mendukung kegiatan budidaya ikan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat secara lebih efektif. Hal ini menjadi langkah penting dalam mengatasi tantangan perubahan iklim dan penurunan kualitas air, serta mendukung budidaya ikan berkelanjutan berbasis teknologi.
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS TRANSMIGRASI DAN TENAGA KERJA KABUPATEN LUWU TIMUR Nely Haryati Batara; Ris Akril Nurimansjah; Bakhtiar
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 10 No. 1 (2026): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v9i4.18884

Abstract

Employee performance is a cornerstone of effective local government administration, including at the Office of Transmigration and Manpower of East Luwu Regency. However, bureaucratic dynamics often influenced by non-technical factors such as personal favoritism in promotions and low transparency in human resource policies pose significant challenges to sustaining optimal performance. This study aims to examine both the simultaneous and partial effects of job satisfaction and organizational climate on employee performance. Employing a quantitative approach, the research surveyed the entire population of 45 civil servants (census sampling) using a Likert-scale questionnaire. Data were analyzed through multiple linear regression. The results indicate that organizational climate has a positive and statistically significant effect on employee performance, whereas job satisfaction exerts a negative and statistically insignificant effect. Collectively, the two variables explain 36.4% of the variance in employee performance. This finding reveals a paradox: high levels of social comfort (hygiene factors) alone are insufficient to enhance performance without a fair, merit-based reward and promotion system (motivator factors). The study concludes that human resource management reform should prioritize strengthening organizational climate and implementing meritocratic promotion practices, rather than focusing solely on conventional job satisfaction initiatives. Keywords : job satisfaction, organizational climate, employee performance, local bureaucracy, Herzberg’s Two-Factor Theory,]