Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Konstruksi Realitas Simbolik Makna Islam Damai Dalam Program Damai Indonesiaku Tvone Bachtiar, Alfan; Al-Hakim, Lukman
KOMUNIKA Vol 3 No 2 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.200/M/KPT/2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/komunika.v3i2.7335

Abstract

Tujuan dari penelitian yang berjudul Konstruksi Realitas Simbolik Makna “Islam Damai” dalam Program Damai Indonesiaku TVOne yakni: Pertama, menganalisis teori Konstruksi Sosial Realitas terhadap makna “Islam Damai” dalam program Damai Indonesiaku. Kedua, menganalisis hasil konstruksi makna “Islam Damai” dengan metode analisis framing model Robert M. Entman.Jenis penelitian yang digunakan dalam tesis ini ada dua, yaitu penelitian kepustakaan (library research), dan penelitian lapangan (field research). Sedangkan teori yang digunakan dalam tesis ini, yaitu teori Konstruksi Sosial Realitas Peter L. Berger dan Thomas Luckman dan analisis framing model Robert M. Entman.Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa dalam mengkonstruksi realitas simbolik makna “Islam Damai” dalam Program Damai Indonesiaku TVOne. Dalam  pandangan konstruksi sosial realitas Peter L. Berger dan Thomas Luckman terbagi kedalam tiga unsur, yaitu: pertama, eksternalisasi, yaitu ekspresi diri dengan dunia sosio-kultural sebagai produk manusia. Maka tahapan eksternalisasi individu dapat dilihat dari ekspresi penonton Damai Indonesiaku pada pesan-pesan “Islam Damai” program Damai Indonesiaku baik mental maupun fisik. Kedua objektivasi, yaitu Interaksi penonton Damai Indonesiaku dengan lingkungannya hasil dari proses eksternalisasi. Dalam konteks ini proses interaksi penonton Damai Indonesiaku dengan lingkungannya dan menjadi habitualisasinya (rutinitasnya) Sehingga apa yang disadari adalah apa yang dilakukannya. Ketiga  Internalisasi, yaitu kesadaran penonton Damai Indonesiaku dalam menerima, menyerap, mendefinisikan, merespons, mengambil sikap dan tindakan yang bervariasi terhadap pesan-pesan “Islam Damai” dari para penceramah Damai Indonesiaku kedalam dirinya dan mengidentifikasi dirinya sebagai pemirsa setia Damai Indonesiaku. Adapun metode analisis framing Entman terbagi kedalam empat element yaitu: Define problems, menekankan bagaimana peristiwa dan isu yang dipahami program Damai Indonesiaku dan terdapat aspek penilaian dalam elemen ini. Diagnose causes, yang melatar belakangi masalah isu yang diangkat pada program Damai Indonesiaku dan dapat ditujukan pada aspek what (apa), juga dapat pada aspek who (siapa). Unsur what dan who dianggap sebagai sumber isu yang diangkat. Make moral judgement, merupakan elemen framing yang dipakai untuk membenarkan atau memberi argumentasi pada pendefinisian isu yang sudah dibuat pada program Damai Indonesiaku sehingga dibutuhkan sebuah argumentasi kuat guna mendukung gagasan tersebut. Treatment recommendation, merupakan elemen untuk menilai apa yang ditayangkan program Damai Indonesiaku. Berbagai bentuk alternatif solusi yang ditayangkan program Damai Indonesiaku dari satu isu yang diangkat.
Analysis of the Influence of Digital Marketing Strategies in Increasing the Accessibility and Attractiveness of Online Education Programmes: A Business and Information Technology Perspective Furbani, Widiastuti; Subekti, Rino; Bachtiar, Alfan; Kristantini, Rr. Aryanti; Efendi, Bahtiar
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 1 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i1.13682

Abstract

The digital age has significantly changed the education paradigm. Online education is becoming increasingly popular as an effective and flexible alternative for individuals who want to improve their skills without being bound by geographical and time constraints. However, the success of online education relies heavily on effective digital marketing strategies to increase its accessibility and appeal. The main objective of this study is to analyse the impact and effectiveness of digital marketing strategies in increasing the accessibility and attractiveness of online education programs, focusing on business and information technology perspectives. The research method used in this study is a literature review with a qualitative approach and descriptive analysis. In this context, the literature review will be conducted with a focus on collecting, reviewing and analysing relevant literature from 1981 to 2024. The study results show that digital marketing strategies have a very important role in increasing the accessibility and attractiveness of online education programmes. In particular, the integration between business aspects and information technology is the key to success in optimising marketing performance and achieving business goals of online education institutions.
Cover Both Sides Dalam Podcast Deddy Corbuzier Tentang Playing Victim Sirkus Oriental Pranawukir, Iswahyu; Darmawan, Zakaria Satrio; Kusuma, Ema; Achir, Andi Banus; Syarah, Maya May; Bachtiar, Alfan
Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dinamika.v11i1.5565

Abstract

Fenomena viral yang melibatkan Oriental Circus Indonesia dan Taman Safari Indonesia (TSI) mencuat ke ruang publik melalui media sosial setelah salah satu mantan pekerja sirkus mengaku menjadi korban ketidakadilan dan eksploitasi. Isu ini kemudian mendapatkan atensi luas setelah dibahas dalam salah satu episode podcast Deddy Corbuzier, yang menghadirkan narasumber dari kedua belah pihak. Pendekatan "cover both sides" atau keberimbangan narasi menjadi sorotan utama dalam analisis ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana representasi keberimbangan narasi (cover both sides) dikonstruksikan dalam episode podcast tersebut, serta bagaimana cara penyajian tersebut membentuk persepsi publik terhadap siapa yang dianggap benar dan siapa yang playing victim. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis dengan pendekatan Fairclough, serta mengaitkan strategi komunikasi mediatif yang dipakai oleh pembawa acara. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun secara eksplisit podcast ini memberi ruang kepada kedua pihak, terdapat dinamika framing dan kontrol narasi yang secara tidak langsung memengaruhi posisi netralitas. Hal ini memperlihatkan bahwa medium podcast bukan hanya ruang dialog, melainkan juga alat produksi wacana yang mampu membentuk opini publik secara halus dan terstruktur.
Pelatihan Komunikasi Efektif dan Branding untuk UMKM agar Siap Go Online Irzan Soepriyadi; Bachtiar, Alfan; Suseno, Suseno; Hariyadi, Ahmad; Rosid, Abdul
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus 2025 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi efektif dan strategi branding bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di era digital serta mempersiapkan diri untuk go online. Pelatihan dilaksanakan di Jakarta Selatan dengan sasaran pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi komunikasi bisnis, dan praktik langsung membuat identitas branding digital. Materi yang diberikan mencakup teknik komunikasi persuasif, pemilihan bahasa dan media komunikasi yang tepat, pembuatan logo dan slogan, serta strategi pemasaran melalui platform digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep komunikasi efektif sebesar 85% dan keterampilan branding sebesar 78% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta mampu membuat profil usaha digital yang siap digunakan di media sosial maupun marketplace. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan UMKM untuk memasarkan produk secara online dan memperluas jangkauan pasar. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM dalam membangun citra merek yang kuat dan meningkatkan daya saing di pasar digital.
STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL BANK BCA DALAM MENSOSIALISASIKAN AMAN TRANSAKSI PERBANKAN UNTUK MENGHINDARI KEJAHATAN CYBER CRIME Rhamadhan, Mohammad Ryan; Bachtiar, Alfan; Barizki, Rezzi Nanda; Desilawati, Nur; Alamsyah, Alamsyah
KOMUNIKATA57 Vol. 5 No. 2 (2024): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v5i2.1525

Abstract

Sosialisasi transaksi perbankan yang aman untuk menghindari kejahatan siber serta mengetahui cara mengatasi kejahatan siber dan menemukan kendala dari strategi yang diterapkan oleh Bank BCA. Subjek penelitian ini adalah staf Bank BCA dan nasabah Bank BCA yang menjadi korban kejahatan siber, karena peneliti ingin mengetahui strategi yang telah dilakukan oleh Bank BCA dan cara pencegahan serta penanganannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penentuan informan kunci menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 7 informan kunci dari staf Bank BCA dan nasabah Bank BCA yang terdampak kejahatan siber menunjukkan pentingnya kesadaran data pribadi yang bersifat rahasia. Faktor pendukung termasuk peran aktif staf Bank BCA, adanya kampanye "Tolak Dengan Anggun," serta penggunaan media sosial secara bijak. Sementara itu, faktor penghambat berasal dari nasabah yang apatis, kesulitan dalam teknologi, banyaknya nasabah yang sudah berusia lanjut, dan kurangnya pengetahuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah betapa pentingnya strategi digital yang diterapkan oleh Bank BCA dalam menangani dan mengurangi jumlah kasus kejahatan siber di Indonesia, serta upaya Bank BCA untuk meningkatkan infrastruktur keamanan digital dan melindungi data nasabah.
MODEL KOMUNIKASI BISNIS DALAM BERWIRAUSAHA KULINER PASCA PANDEMI COVID-19 PADA UMKM KOTA DEPOK Hiswanti, Hiswanti; Bachtiar, Alfan; wukir, Iswahyu Prana; Misnan, Misnan; Suandi, Fikri
CAKRAWALA: JURNAL HUMANIORA BINA SARANA INFORMATIKA Vol 24, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jc.v24i1.22068

Abstract

The theory of the social construction of reality and the theory of the social construction of mass media are still partially discussed. Several previous pieces of research have not yet correlated, elaborated, or synthesized from the theoretical aspect. Even though much has been said about the social construction of reality, media consumers are heavily influenced by media "made" constructions. The research aims to synthesize the Bergerian theory of social reality construction (Berger and Luckmann) with the Bunginan theory of social reality construction (Burhan Bungin). The method used is a literature study. The results showed that the synthesis of the social construction theory of reality and the social construction of mass media reality produced a thesis understanding of an objective and subjective reality which was sufficiently understood through the social construction theory of mass media reality. This is considering the individual phenomenon which, in all durations of daily life, cannot be separated from the role of social media interaction. They externalize, objectify as well as internalize reality based on mass media references. In the hierarchy, the social construction theory of reality can be placed as a grand theory by considering genealogical aspects, while the social construction theory of mass media reality can be placed as a middle-rank theory. This is of course related to the more universal focus on social construction of reality.This research aims to analyze an effective business communication model in the context of culinary entrepreneurship post the COVID-19 pandemic, particularly in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Depok City. The COVID-19 pandemic has significantly impacted the culinary sector, with social restrictions and changes in consumer behavior. Therefore, it is crucial to understand how culinary MSMEs can adapt and succeed in facing these challenges.This study employs a qualitative approach, utilizing in-depth interviews with culinary MSME owners in Depok City. The data collected are analyzed using thematic analysis to identify emerging patterns and findings. The research findings indicate that an effective business communication model for culinary MSMEs post the COVID-19 pandemic involves several key elements. Firstly, MSMEs need to have a clear and targeted communication strategy, including identifying the appropriate target market and developing relevant messages. Secondly, the utilization of digital and online media is crucial in promoting products and reaching potential consumers. MSMEs need to leverage social media, websites, and online booking platforms to enhance product visibility and accessibility. Furthermore, collaboration with relevant stakeholders is also an essential factor in a successful business communication model. MSMEs can establish partnerships with local suppliers, culinary communities, and government institutions to expand their reach and gain necessary support.This research provides valuable insights for culinary MSMEs in Depok City and similar sectors in developing effective business communication models post the COVID-19 pandemic. By adopting these approaches, MSMEs can enhance their chances of success in facing challenges and capitalizing on emerging opportunities amidst changing consumer behavior and intensifying competition in the post-pandemic era.
DAKWAH ONLINE DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT MODERN DI MEDIA SOSIAL YOUTUBE Al-Hakim, Lukman; Bachtiar, Alfan
KOMUNIKATA57 Vol. 2 No. 2 (2021): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v2i2.265

Abstract

Dakwah menjadikan perilaku Muslim dalam menjalankan Islam sebagai agama Rahmatan Lil’alamin yang harus didakwahkan kepada seluruh manusia. Fenomena dakwah yang berkembang saat ini begitu cepat dan dinamis dengan perkembangan teknologi informasi dan internet sehingga dakwah bisa dilakukan di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan para da’i yang memanfaatkan media sosial YouTube sebagai alat untuk menyampaikan pesan dakwahnya. Hal ini perlu diteliti untuk melihat Perspektif Masyarakat Modern di Media Sosial Youtube. Setiap aktivitas seseorang akan digerakkan melalui serangkaian teknologi digital seperti dakwah online saat ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, yang merupakan uraian dan penjelasan komprehensif mengenai berbagai aspek seperti seseorang, individu, kelompok, organisasi (komunitas), suatu program atau situasi sosial. Studi kasus dilakukan untuk menelaah sebanyak mungkin data mengenai subjek yang diteliti. Mereka sering menggunakan berbagai metode wawancara, pengamatan, penelaahan dokumen (hasil), survei, dan data apapun untuk menguraikan suatu kasus secara terinci. Penelitian ini memberikan saran Penggunaan media online sebagai sarana dakwah Islam dewasa ini mulai menjadi alternatif dalam berdakwah. Selain itu dalam menyampaikan materi-materi dakwah di era media baru saat ini, seorang da’i telah memiliki beberapa akun di media sosial seperti; Facebook, Twitter, LINE, WhatsApp atau media online lainnya seperti; YouTube, Instagram, Weblog dan sebagainya.
Financial Literacy Program for Housewives in Rubber Plantation Villages in Indonesia Furbani, Widiastuti; Rini, Puspa; Bachtiar, Alfan; Nilfatri, Nilfatri; Pitri, Alisyah
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 3 (2024): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i3.709

Abstract

The Financial Literacy Program for Housewives in Rubber Plantation Village aims to improve understanding and skills in family financial management, especially among housewives vulnerable to income fluctuations. This activity was conducted online through the Zoom application and attended by 50 housewives. The methods include three-month interactive training, group discussions, and post-training mentoring. The results of the initial Survey showed that most participants did not have a monthly budget plan (80%), did not save regularly (70%), and did not understand the importance of debt management and insurance (85%). After the training, there was a significant increase in understanding and practice of financial management. As many as 65% of participants started preparing a monthly budget, 55% saved regularly, and 45% understood how to manage debt wisely. Although there are challenges in implementing financial literacy, especially related to income instability, this program has proven effective in increasing awareness and financial management skills. The final Survey also showed increased awareness of the importance of emergency funds and long-term financial plans, although the percentage is still relatively low. With this program, it is hoped that housewives in rubber plantation villages can be more independent and resilient and manage family finances better amid economic uncertainty
DINAMIKA PERSAINGAN DI ERA E-COMMERCE: MENINGKATKAN KEUNGGULAN BERSAING Bachtiar, Alfan; Vikaliana, Resista; Efita, Wetri; Kasman, Hendra; Windreis, Christ; Nugraha, Aat Ruchiat
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27179

Abstract

Proyek pengabdian kepada masyarakat ini, berjudul "Dinamika Persaingan Di Era E-Commerce: Meningkatkan Keunggulan Bersaing," bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam lanskap e-commerce yang terus berkembang. Dilaksanakan melalui metode daring menggunakan Zoom Cloud Meeting, proyek ini melibatkan enam dosen dari tiga universitas di Indonesia dan pemilik bisnis UMKM yang menggunakan Shopee, TikTokShop, dan Tokopedia di Jakarta Selatan, Riau, dan Jawa Barat. Kolaborasi ini difokuskan pada pemberdayaan UMKM melalui peningkatan keterampilan digital, strategi inovatif, dan adaptasi pasar lokal. Hasilnya menegaskan pentingnya pendidikan, kolaborasi lintas disiplin, dan strategi pemasaran lokal dalam menghadapi persaingan e-commerce.
Analisis Metakomunikasi dalam Relasi Kepentingan Korporasi dan Politik: Studi Kasus Partai Perindo Bachtiar, Alfan; Barizki, Rezzi Nanda; Misnan, Misnan; Pranawukir, Iswahyu
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i1.5236

Abstract

The nexus between corporations and politics in Indonesia is often characterized by the transformation of economic dominance into political influence, which risks undermining democratic principles. This study examines how metacommunication is strategically employed to establish legitimacy, shape public perception, and reinforce power relations between the Perindo Party and the MNC Group, its affiliated media conglomerate. The research aims to analyze the role of metacommunication in Perindo’s political strategy and its broader implications for Indonesian democracy. Using a qualitative case study approach, the study applies critical discourse analysis to the MNC Group’s media content alongside symbolic interpretation of Perindo’s political communication. Findings indicate that metacommunication through implicit messaging, symbolic repetition such as the “Mars Perindo” slogan, and nonverbal leadership imagery functions as an effective tool in projecting a pro-people image. However, the commodification of content, audiences, and media workers illustrates a shift of media from a public sphere to a personal political instrument, reinforcing media oligarchy and generating a democratic deficit. A parallel analysis of the 2025 SOE Law further demonstrates how metacommunicative framing produces divergent interpretations: the government presents it as efficiency-driven reform, while civil society perceives it as a threat to accountability. The study concludes that while metacommunication is a powerful strategy in corporate-political relations, it simultaneously exacerbates democratic vulnerabilities. Strengthening transparency, independent oversight, and regulatory frameworks is essential to safeguard accountability and democratic integrity in Indonesia.