Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran Setiorini, Anggi; Virginia, Nur Ayu
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2962

Abstract

Munculnya penyakit baru pada akhir tahun 2019 di kota Wuhan, Cina mengakibatkan perubahan besar di dunia. Penyakit ini kemudian diidentifikasi sebagai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARSCov-2. COVID-19 menyebar secara luas dan masif di seluruh dunia sehingga ditetapkan sebagai pandemi. Kasus COVID-19 pertama di Indonesia tercatat pada bulan Maret 2020. Sampai saat ini angka kasus COVID-19 telah menyentuh lebih dari satu juta jiwa.Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang COVID-19 agar dapat membantu menekan dan mencegah penyebaran penyakit ini secara lanjut. Pengabdian bertempat di Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Sasaran utama adalah seluruh masyarakat desa melalui sosialisasi kepada para perangkat desa yang meliputi ketua RT/RW dan kepala desa. Pemberian edukasi kepada masyarakat secara langsung dilakukan dengan membagikan spanduk berisikan informasi penting terkait COVID-19 yang meliputi pengenalan tanda dan gejala, pemberlakuan protokol kesehatan, serta informasi mengenai isolasi mandiri dan kapan harus dirawat di rumah sakit. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pembentukan Relawan Desa Lawan COVID-19 serta pembentukan posko COVID-19 sebagai usaha untuk mencegah masuknya kasus COVID-19. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih mawas diri terhadap pandemi yang masih berlangsung dan dapat mencegah penyebaran COVID-19 terutama di DesaSukabanjar.Kata kunci: COVID-19, pencegahan, pengetahuan, perangkat desa  
Peningkatan Kesadaran Tentang Anemia Pada Remaja Melalui Edukasi di Sekolah Alam Lampung Kabupaten Lampung Selatan Jausal, Anisa Nuraisa; Nareswari, Shinta; Irawati, Nur Ayu Virginia; Putri, Giska Tri; Ratna, Maya Ganda; Setiorini, Anggi; Karima, Nisa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3348

Abstract

Kejadian anemia sering dialami pada remaja, terutama perempuan. Penyebab utama anemia pada remaja meliputi kurangnya asupan zat besi, vitamin, dan protein, serta konsumsi makanan dan minuman yang menghambat penyerapan zat besi. Anemia pada remaja perempuan juga dapat dipengaruhi oleh faktor risiko menstruasi tiap bulannya yang menyebabkan kehilangan zat besi. Remaja yang mengalami anemia dapat mengalami kelelahan hingga penurunan konsentrasi yang bisa mengganggu proses belajar. Kejadian anemia pada remaja dapat dicegah dengan screening pemeriksaan hemoglobin dan pemberian tablet zat besi pada remaja. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Sekolah Alam Lampung, Kabupaten Lampung Selatan dengan sasaran para siswi yang duduk di bangu SMP dan SMA. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia terutama pada remaja putri di Sekolah Alam Lampung, Kabupaten Lampung Selatan. Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai anemia dan pemberian buku panduan tentang anemia pada remaja. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri di Sekolah Alam Lampung tentang anemia pada remaja. Oleh karena itu, kedepannya diperlukan edukasi yang berkelanjutan dan menyeluruh untuk mencegah kejadian anemia pada remaja.
EDUKASI CEDERA PADA OLAHRAGA PADA PEGAWAI MINI SOCCER BANDAR LAMPUNG Irawati, Nur Ayu Virginia; Fadli, Muhammad Yogie; Irawati, Nur Bebi Ulfah; Jausal, Anisa Nuraisa; Setiorini, Anggi; Ratna, Maya Ganda; Putri, Giska Tri; Karima, Nisa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3530

Abstract

Cedera olahraga merupakan risiko yang umum terjadi terutama pada olahraga dengan intensitas tinggi seperti sepak bola. Penanganan yang tidak tepat dapat menurunkan performa dan kualitas hidup pelaku olahraga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pegawai Mini Soccer Enterpro Bandar Lampung tentang pencegahan dan penanganan cedera olahraga melalui penyuluhan dan simulasi. Metode yang digunakan meliputi edukasi, diskusi partisipatif, serta pengukuran tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 75% setelah penyuluhan, yang mencerminkan efektivitas pendekatan edukatif yang diterapkan. Simulasi penanganan cedera dan diskusi interaktif juga meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam memberikan pertolongan pertama. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang terstruktur dan kontekstual dapat memperkuat kesiapsiagaan serta menciptakan lingkungan olahraga yang lebih aman dan profesional. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala untuk meningkatkan kompetensi pegawai dalam menangani cedera olahraga.
PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI PADA ANAK USIA DINI MELALUI SOSIALISASI PEDOMAN MAKANAN BERGIZI Windarti, Indri; Rudiyanto, Waluyo; Setiorini, Anggi; Danan Jaya, Bayu Putra
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 3 (2025): Vol. 9 No. 3, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i3.567

Abstract

Makanan sehat merupakan komponen penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Mitra yang terlibat menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran anak-anak dalam memilih makanan yang sehat dan bergizi. Oleh karena itu, diperlukan upaya sosialisasi mengenai pedoman makanan bergizi untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya pola makan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pedoman makanan bergizi bagi anak-anak usia dini di TK Faqih Aulia, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang melibatkan ceramah, video edukatif, alat peraga (food model), serta permainan edukatif. Orang tua dan guru juga dilibatkan dalam program ini guna memastikan kesinambungan penerapan pola makan sehat di rumah dan sekolah. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak-anak mengenai pedoman makanan bergizi, serta meningkatkan partisipasi aktif dari orang tua dan guru. Selain itu, orang tua dan guru memperoleh tambahan pengetahuan terkait pedoman makanan bergizi serta cara memantau status tumbuh kembang anak. Mereka diharapkan dapat terus berperan aktif dalam menjaga pola makan sehat anak, baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Ke depannya, program sosialisasi ini diharapkan dapat diperluas ke sekolah dasar dan komunitas yang lebih luas guna mencapai dampak yang lebih signifikan.
SOSIALISASI BANTUAN HIDUP DASAR SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN DARURAT DI MINI SOCCER BANDAR LAMPUNG Irawati, Nur Ayu Virginia; Fadli, Muhammad Yogie; Irawati, Nur Bebi Ulfah; Jausal, Anisa Nuraisa; Setiorini, Anggi; Ratna, Maya Ganda; Putri, Giska Tri; Ramdani, Resti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3760

Abstract

Henti jantung mendadak dapat terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan olahraga dengan aktivitas fisik tinggi seperti mini soccer, futsal dan sepak bola. Penanganan awal yang tepat melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat penting untuk meningkatkan keselamatan korban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pegawai Mini Soccer Bandar Lampung tentang BHD melalui penyuluhan, simulasi, dan praktik resusitasi jantung paru (RJP). Metode yang digunakan meliputi edukasi, demonstrasi, diskusi partisipatif, serta evaluasi tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah sosialisasi, yang mencerminkan efektivitas kegiatan penyuluhan yang diterapkan. Edukasi tentang BHD yang terarah dapat mendukung kesiapsiagaan serta meningkatkan keamanan di lingkungan olahraga. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi pegawai dalam menghadapi kegawatdaruratan medis.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Status Hidrasi Pada Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Almufit, Sabrina Early; Setiorini, Anggi; Yuningrum, Hesti; Berawi, Khairun Nisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.928

Abstract

Pendahuluan: Status hidrasi merupakan faktor penting dalam mendukung fungsi fisiologis dan kognitif, terutama pada mahasiswa kedokteran yang memiliki aktivitas akademik dan fisik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan status hidrasi pada mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan mahasiswa aktif sebagai responden. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) versi short, sedangkan status hidrasi diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan p-value pada mahasiswi sebesar 0,378 sedangkan pada mahasiswa sebesar 0,465. Pembahasan: Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat aktivitas fisik bukan faktor dominan yang memengaruhi status hidrasi, dan kemungkinan besar dipengaruhi oleh pola asupan cairan serta kebiasaan hidrasi individu. Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan status hidrasi pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi mengenai kebiasaan hidrasi yang proaktif, bukan hanya pada individu dengan aktivitas fisik tinggi, tetapi juga secara umum pada populasi mahasiswa kedokteran.
Effectiveness of various leg muscle training methods on increasing leg muscle strength M. Frans Surya Pradana; Setiorini, Anggi; Agustina Daulay, Suryani; Ismunandar, Helmi
Jurnal Keolahragaan Vol. 13 No. 2: September 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v13i2.92125

Abstract

Lower limb muscle strength is crucial for functional human activities, providing body stabilization, maintaining posture, and enabling various movements. Insufficient training can hinder muscle protein synthesis, leading to diminished strength in the lower limbs. Regular training, particularly resistance exercises, is essential for improving this strength. Numerous training methods have been developed, such as resistance training, plyometric exercises, bodyweight exercises, isolation training, movement-based practices, and technology-assisted techniques, though their relative effectiveness remains a topic of ongoing evaluation. This literature review aims to assess the effectiveness of various lower limb strength training methods across diverse populations, including adolescents, athletes, and older adults. The review involved a systematic search of PubMed and Google Scholar, using defined inclusion and exclusion criteria, resulting in 16 eligible studies. The effectiveness of each training method was analyzed by comparing study findings, which incorporated different research designs. All included studies indicated significant improvements in lower limb strength, although the magnitude of the improvements varied based on training intensity, duration, and participant characteristics. Compound and resistance training demonstrated comprehensive strength gains, plyometric exercises improved explosive power, and isolation training was particularly effective for strengthening specific muscle groups. Among older adults, combined training proved to be the most effective, enhancing both strength and balance, as well as functional mobility. These results highlight that no single training method is universally superior, underscoring the importance of customizing exercise programs to meet individual needs and objectives.
Keluhan Nyeri Telinga Pada Pemetik Daun Teh Di Perkebunan Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah Setiorini, Anggi; Suprayitno, Bara Ade Wijaya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.23111

Abstract

Pekerja pemetik daun teh memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan lingkungan kerja. Salah satu keluhan yang ditemukan adalah nyeri telinga akibat faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan nyeri telinga pada pemetik daun teh di Perkebunan Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif Cross Sectional pada 30 wanita pemetik daun teh dengan usia 30–60 tahun yang telah bekerja lebih dari 10 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan fisik sederhana terkait keluhan nyeri telinga. Sebanyak 18 dari 30 responden (60%) melaporkan nyeri telinga, terutama pada pekerja dengan masa kerja 15 tahun. Faktor risiko yang berkontribusi antara lain paparan udara dingin, kelembapan, ketinggian tempat bekerja serta posisi kerja yang memengaruhi telinga. Pemetik daun teh berisiko mengalami keluhan nyeri telinga akibat faktor lingkungan kerja.
Tatalaksana Awal Pasien Cedera Kepala Sedang Di Instalasi Gawat Darurat: Literature Review Putri, Giska Tri; Setiorini, Anggi; Putri, Aulia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21894

Abstract

Cedera kepala merupakan masalah signifikan di instalasi gawat darurat, dengan klasifikasi berdasarkan Glasgow Coma Scale. Cedera kepala sedang (GCS 9–13) berisiko tinggi menyebabkan komplikasi. Pemahaman manifestasi klinis dan tatalaksana awal diperlukan untuk mencegah kecacatan dan kematian, terutama akibat kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari artikel ini adalah memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai manifestasi klinis dan rencana tatalaksana awal pada pasien cedera kepala sedang di instalasi gawat darurat sebagai pedoman untuk tenaga kesehatan yang bertugas di instalasi gawat darurat. Penelitian ini dilakukan dengan desain narrative review dengan menggunakan pendekatan literature review. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari database PubMed, ScienceDirect, Cochrane, Scopus, dan Garuda. Pencarian dan seleksi awal arikel dilakukan menggunakan metode PRISMA. Sebanyak 472 artikel yang lolos seleksi awal berdasarkan judul dan abstrak selanjutnya dievaluasi kelayakannya menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Proses penelusuran literatur melalui lima database menghasilkan enam artikel yang layak ditelaah. Berdasarkan hasil telaah artikel, didapatkan bahwa primary dan secondary survey wajib dilakukan pada pasien cedera kepala sedang, posisi head-up yang paling optimal adalah 30°, pemberian cairan yang paling tepat adalah cairan normal saline, serta antibiotik profilaksis yang paling efektif adalah doxycycline.
Persebaran Indeks Massa Tubuh Mahasiswi Tahun Ke-4 Pendidikan Dokter Universitas Lampung Rio Sanjaya; Setiorini, Anggi; Rahmadhani, Eka Putri; Rudiyanto, Waluyo
Medula Vol 16 No 2 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i2.1781

Abstract

Students in early adulthood are vulnerable to lifestyle changes associated with academic demands and the university environment, which may ultimately affect their nutritional status. One commonly used indicator for assessing nutritional status is Body Mass Index (BMI). Changes in dietary patterns, irregular physical activity, and suboptimal sleep quality may increase the risk of nutritional imbalance among students. This study aimed to determine the distribution of Body Mass Index among female medical students of the 2022 cohort at the Faculty of Medicine, University of Lampung. This study employed an observational design with a cross-sectional approach and involved 175 female students as research participants. Data were collected through anthropometric measurements, including body weight on a digital scale and height on a microtoise. BMI values were calculated as body weight divided by height squared and then classified according to standard anthropometric criteria. The results showed that the majority of respondents had normal nutritional status based on BMI, with 123 students (70.3%). Meanwhile, 23 students (13.1%) were classified as underweight, 11 students (6.3%) as overweight, and 18 students (10.3%) as obese. These findings are consistent with previous studies reporting a predominance of normal BMI among student populations. However, the presence of nearly one-third of respondents with abnormal BMI indicates the influence of lifestyle-related factors, such as dietary habits, physical activity levels, sleep quality, and daily behaviors. Therefore, promotive and preventive efforts through nutritional education and the adoption of healthy lifestyle practices are necessary to maintain optimal nutritional status among students.