Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya Ayam Kampung Super (Joper) Di Desa Alur Alim Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Anzitha, Silvia; Basriwijaya, Kiagus Muhammad Zain; Juanda, Boy Riza; Rosmaiti, Rosmaiti; Zulhilmi, Zulhilmi; Karnelis, Karnelis
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ke2ryh39

Abstract

Usaha ayam kampung super merupakan salah satu usaha ternak unggas yang cukup potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari berbagai keunggulan yang dimilikinya antara lain masa produksi yang relatif pendek, produktivitasnya tinggi, memiliki kualitas daging yang lebih tinggi dan rasa daging yang lebih diminati dibandingkan dengan ayam broiler. Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya revitalisasi ekonomi dengan pelatihan dan pendampingan usaha intensifikasi agar mampu melakukan budidaya ayam kampung super dengan persyaratan teknis produksi ayam yang baik. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi kegiatan, penandatanganan, pelatihan teknis perkandangan, pelatihan teknis bibit ayam kampung super, kegiatan budidaya pemeliharaan ayam kampung super, pendampingan teknis vaksinasi dan pendampingan pemasaran. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Alur Alim selama 3 bulan dengan pesertanya adalah peternak. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah dalam kegiatan PKM ini yaitu dengan gabungan metode RRA (Rapid Rural Appraisal). Paket program yang diberikan adalah berupa kandang, bibit doc ayam, pakan starter dan finisher, peralatan pakan dan peralatan minum serta pemanas otomatis (gas solek) serta vaksin dan obat-obatan. Hasil yang didapatkan peternak adalah penigkatkan keterampilan dan menciptakan usaha ternak anak baik dari skala kecil maupun sampai skala besar
Pembuatan Palm Zuiker (Gula Semut) Standar Ekspor Di Kecamatan Rantau Aceh Tamiang Hanisah, Hanisah; Ridha, Risky; Saputra, Iwan; Basriwijaya, Kiagus Muhammad Zain; Anzitha, Silvia; Juanda, Boy Riza; Gustiana, Cut; Zulhilmi, Zulhilmi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/8zxqsb39

Abstract

Gula semut dibuat dari nira pohon aren dan merupakan gula merah versi bubuk yang akrab disebut gula merah kristal. Disebut gula semut karena bentuknya mirip rumah semut yang bersarang di tanah. Pohon ini termasuk dalam jenis tumbuhan palmae (Palm Sugar atau Palm Zuiker). Gula semut menjadi makin popular di dunia, terutama negara-negara maju seperti Eropa dan Jepang. Pengolahan usaha rumah tangga gula aren sudah lama dilaksanakan di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. Motode pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilakukan melalui beberapa tahapan meliputi: 1) Survey persiapan, 2) Pelaksanaan pelatihan (sosialisasi, demontrasi dan pemberian alat kepada mitra), 3) Monitoring dan evaluasi untuk mengetahui keberlanjutan program. Tujuan PKM yang akan dilaksanakan adalah melatih pengrajin gula aren memproduksi alternatif produk gula aren tidak hanya dalam bentuk gula merah tetapi juga menjadi gula semut (remah). Terdapat fenomena pengunjung kafe dan warung kopi terutama penikmat minuman kopi di Aceh, sudah mulai bergeser dari pemanis gula pasir tebu menjadi gula aren. Peluang pasar terbuka lebar disebabkan gula semut yang diproduksi dengan kualitas baik dalam kemasan sachet serta botolan. Kegiatan PKM ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengrajin sehingga dapat memproduksi gula semut dengan kualitas baik, pengemasan yang modern hingga kepemasaran yang efisien serta memperoleh keuntungan yang layak
Literasi Politik Generasi Z Pada Pemilu Tahun 2024: Studi Pemilihan Legislatif di Kota Lhokseumawe Fadillah, Fira Husnah; Muzaffarsyah, Teuku; Abdullah, Taufik; Zulhilmi, Zulhilmi
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i1.12.2025

Abstract

Political literacy is a very important thing for all circles including generation z. This research aims to see how the understanding of generation z political literacy in the 2024 legislative election in Lhokseumawe City. The focus of this research is on generation z. This theme is interesting to research because they want to find out how generation z understands political literacy and find out what are the challenges faced in understanding political literacy. This approach uses a qualitative approach. This research can be intended as a descriptive research through oral or written words and observed behavior of the people being studied. This approach sees the research aspect as part of all the observed symptoms. The results of the study are described with words or sentences that describe the final results of this study. A qualitative approach will provide convenience in this research in accordance with the typical social science study with analysis that is also caused by the object being studied is dynamic, which is changing according to the situation and field conditions. The purpose of this research is to find out how to understand the political literacy of generation z in the 2024 legislative election in Lhokseumawe City and to find out what are the challenges faced by generation z in understanding political literacy. Based on the results of the research and discussion that the author has done, the author can draw a conclusion that: 1. The understanding of political literacy. The Existence of Hoax Information and Misinformation in Understanding Political Literacy, The Beauty of Understanding and Z Generical Literacy in Understanding Political Literacy Minimal Political Education Z in Understanding Political Literacy in Koita Lhoikseiuimawe ABSTRAK Literasi politik merupakan suatu hal yang sangat penting bagi semua kalangan termasuk generasi z. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemahaman literasi politik generasi z pada pemilihan legislatif tahun 2024 di Kota Lhokseumawe. Fokus penelitian ini berada di generasi z. tema ini menarik untuk diteliti karena ingin mencari tau bagaimana pemahaman generasi z terhadap literasi politik serta mencari tau apa saja tantangan yang dihadapi dalam memahami literasi politik. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dapat dimaksudkan sebagai penelitian deskriptif melalui kata-kata lisan ataupun tulisan dan tingkah laku yang diamati dari orang-orang yang diteliti. Pendekatan ini melihat aspek penelitian sebagai bagian dari seluruh gejala yang diamati. Hasil penelitian digambarkan dengan kata-kata atau dengan kalimat yang menggambarkan hasil akhir dari penelitian ini. Pendekatan kualitatif akan memberikan kemudahan dalam penelitian ini sesuai dengan kajian ilmu sosial yang khas dengan analisa yang juga disebabkan oleh obyek yang diteliti bersifat dinamis, yaitu berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemahaman literasi politik generasi z pada pemilihan legislatif tahun 2024 di Kota Lhokseumawe serta untuk mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi generasi z dalam memahami literasi politik. Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan yang telah penulis lakukan maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa : 1.Pemahaman literasi politik melalui keluarga, kerabat dan teman dekat yang diperoleh generasi z di Kota Lhokseumawe. Kedua pemahaman literasi politik melalui internet seperti media sosial. 2. Adanya Informasi Hoax dan Misinformasi dalam Memahami Literasi Politik, Rendahnya pemahaman dan kesadaran generasi z dalam memahami literasi politik Minimnya Pendidikan Politik Generasi Z dalam Memahami Literasi Politik di Koita Lhokseumawe.
Political Behavior of the Chinese Ethnic Community in the 2024 Legislative Election in Lhokseumawe City Fitri, Amanda; Muzaffarsyah, Teuku; Zulhilmi, Zulhilmi; Faisal, Naidi; Zulham, Zulham
Sinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/sinthop.v4.i2.47.229-238

Abstract

This study examines the political behavior of the Chinese ethnic community in Lhokseumawe, Aceh, during the 2024 Legislative Election. The research explores how this minority group participates in politics and what factors shape its voting decisions within a post-conflict environment. A qualitative descriptive approach was applied, using in-depth interviews, participant observation, and document analysis conducted between April and May 2025. Ten informants were selected through purposive and snowball sampling, representing community leaders, business actors, first-time voters, and a local academic. The findings show that participation among the Chinese community is active in the formal sense but limited in scope. Voting is treated as a civic responsibility, while involvement in party or campaign activities is minimal. Economic considerations are the strongest influence on political choice, as respondents associate stable governance with the continuity of their businesses. Family and community networks play a guiding role in decision-making, and national parties are preferred for their perceived neutrality and inclusiveness. These orientations produce a pattern of political behavior that values stability and social harmony over ideological alignment or power competition. Interpreted through the lens of rational choice and social identity theories, the findings suggest that political participation among this minority group reflects a pragmatic adaptation to local conditions. Engagement in electoral processes serves as both an affirmation of citizenship and a strategy to maintain coexistence within a socially sensitive environment. The study provides insight into how small ethnic minorities in post-conflict areas negotiate democratic participation through cautious and context-aware practices.