Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Sebagai Pestisida Hayati di Kabupaten Gayo Lues Rosmaiti, Rosmaiti; Mulyani, Cut; Basriwijaya, Kiagus Muhammad Zain; Zulhilmi, Zulhilmi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/kw6sgq03

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemanfaatan limbah ternak sapi untuk diolah menjadi pestisida hayati di Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan pestisida kimia oleh petani lokal yang berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan, sementara potensi limbah peternakan sapi yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program ini, petani dilatih untuk mengolah kotoran dan urin sapi menjadi pestisida hayati yang efektif dalam mengendalikan berbagai hama tanaman. Serangkaian pelatihan diberikan meliputi teknik fermentasi, formulasi, dan aplikasi pestisida hayati pada tanaman. Selain pelatihan, pendampingan intensif juga dilakukan untuk memastikan petani dapat mempraktikkan keterampilan yang diperoleh. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan petani dalam mengolah limbah ternak. Sebanyak 85% peserta berhasil memproduksi pestisida hayati yang memenuhi standar kualitas. Penggunaan pestisida kimia menurun hingga 60% pada lahan pertanian peserta program, yang berdampak positif pada kesehatan lingkungan dan pengurangan biaya produksi. Program ini juga mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama yang fokus pada produksi dan pemasaran pestisida hayati. Tiga kelompok tani telah berhasil mengembangkan merek lokal dan menjual produk pestisida hayati ke desa-desa tetangga, menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi anggotanya. Untuk menjamin keberlanjutan, tim pengabdian bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan setempat membentuk demplot percontohan dan menyusun modul pelatihan yang dapat digunakan untuk replikasi program. Pendampingan berkelanjutan dijadwalkan selama enam bulan pasca program untuk membantu petani mengatasi kendala yang muncul. Model pemanfaatan limbah ternak sapi ini diharapkan dapat diterapkan di daerah lain dengan karakteristik serupa, mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan dan ekonomi lokal.
Pemberdayaan Peternak Kerbau Gayo dengan Pendekatan Inovasi Pakan Ternak dan Manajemen Kesehatan Hewan di Gayo Lues Basriwijaya, Kiagus Muhammad Zain; Hanisah, Hanisah; Adnan, Adnan; Zulhilmi, Zulhilmi; Syahputra, Masadjie
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/a7c9m212

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan peternak kerbau Gayo di Kabupaten Gayo Lues melalui pendekatan inovasi pakan dan manajemen kesehatan ruminansia. Kerbau Gayo memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian lokal, namun tantangan utama yang dihadapi peternak adalah kurangnya pengetahuan terkait pengelolaan pakan yang berkualitas dan manajemen kesehatan ruminansia yang optimal. Program ini mencakup pelatihan dan penyuluhan mengenai teknik pembuatan pakan alternatif yang efisien dan berkualitas, serta pengelolaan kesehatan ruminansia dengan fokus pada pencegahan penyakit dan perawatan rutin. Metode yang digunakan adalah gabungan metode RRA (Rapid Rural Appraisal) dan PRA (Participatory Rural Appraisal) dengan pendekatan sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan peternak dalam mengelola pakan dan kesehatan ternak, yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan peternak. Program ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan sektor peternakan di Gayo Lues serta menciptakan keberlanjutan yang bermanfaat bagi ekonomi masyarakat setempat.
A Shariah-Compliant Model for Urban Development: Langsa Halal Industry and A Hub-City Munadiati, Munadiati; Kurlillah, Anis; Iskandar, Iskandar; Zulhilmi, Zulhilmi
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2025.16.1.24842

Abstract

This study explores Kota Langsa, Aceh Province, Indonesia's potential as a halal industry hub-city, addressing gaps in Shariah-compliant urban models. Novelty lies in integrating halal principles with the hub-city concept, grounded in Islamic values of justice, fairness, and sustainability, offering a fresh theoretical framework for Islamic urban economics. Adopting a phenomenological design, in-depth interviews, focus groups, and document analysis were conducted to collect data from the stakeholders. As a result, in the purpose of ensuring halal authenticity, there were significant challenges of inadequate infrastructure, lack of skilled workers, and weak regulations. Responding to the challenges, a five-pillar strategy is proposed: Halal Industry Cluster Development, Infrastructure Enhancement, Human Capital Building, Regulatory Strengthening, and Public-Private Partnerships. This model contributes to Islamic economic theory by showing how to embed ethical practices and social responsibility into urban development. It provides actionable recommendations for policymakers, urban planners, and Islamic finance experts, helping Kota Langsa to drive regional growth by bridging urban development with halal ecosystems.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BATEE PUTEH MELALUI KETERAMPILAN PENGOLAHAN DENDENG ACEH Adnan, Adnan; Muhammad Zain Basriwijaya, Kiagus; Bahr, Syamsul; Riza Juanda, Boy; Zulhilmi, Zulhilmi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 7 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i7.2684-2690

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan sebagai upaya pemberdayaan keterampilan pengolahan dendeng Aceh untuk untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan memperkenalkan produk olahan daging sapi khas Aceh ke pasar yang lebih luas. Desa Batee Puteh yang berada di Kota Langsa meimiliki potensi peternakan yang cukup besar dan belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini melibatkan wanita peternak dalam proses pembuatan dendeng Aceh sebagai nilai tambah, mulai dari pemilihan daging sapi berkualitas, teknik pengolahan yang tepat, hingga pengemasan yang menarik dan higienis. Diharapkan, melalui pemberdayaan ini, masyarakat Desa Batee Puteh tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dengan memasarkan dendeng Aceh ke pasar lokal maupun nasional. Dalam kegiatan ini, penulis bersama mitra yang memfasilitasi waktu dan tempat, sehingga pengabdian yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar. Koordinasi waktu serta tempat pengabdian didiskusikan dengan mitra secara langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya produk olahan yang berkualitas dan siap dipasarkan, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi dan nilai tambah dalam pengolahan hasil peternakan.
Opportunities and Challenges in Accelerating Renewable Energy Transition: A Case Study of Lhokseumawe, Aceh, Indonesia Zulhilmi, Zulhilmi; Fahmi, Asrul; Mauludi, Mauludi; Hidayat, Bimby
Sinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/sinthop.v4.i1.36.103-112

Abstract

Indonesia faces a growing energy demand amid increasing environmental and economic challenges, particularly due to its continued reliance on fossil fuels. While national policies and international commitments have set ambitious targets for renewable energy adoption, implementation at the local level remains limited. This study aims to explore the opportunities and challenges of accelerating renewable energy transition policies in Lhokseumawe, Aceh, using a qualitative case study approach. Data were collected through semi-structured interviews, field observations, and document analysis involving key stakeholders and local communities. The findings reveal that although Lhokseumawe has substantial renewable energy potential and widespread public utility coverage, local efforts are hampered by insufficient funding, regulatory ambiguities, technical capacity gaps, and deeply rooted traditional practices such as informal oil drilling. Nonetheless, positive developments are observed in the form of local energy planning initiatives, public-private partnerships, and increasing community engagement. This research underscores the need for stronger local government authority, innovative financing, and community empowerment to bridge the gap between national policy ambitions and local realities, providing practical insights for Indonesia’s just and inclusive energy transition.
Pendampingan Produksi Telur Asap sebagai Produk Bernilai Tambah pada Kelompok Wanita Tani Desa Sekerak Kanan Kabupaten Aceh Tamiang Zulhilmi, Zulhilmi; Mawardi, Mawardi; Mardiyah, Ainul; Amilda, Yenny; Basriwijaya, Kiagus Muhammad Zain
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/jmmbma07

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sekerak Kanan, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang dengan tujuan memberikan pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam mengembangkan produk telur asap sebagai produk bernilai tambah. Program dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis produksi, pengemasan, pemasaran, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 85% (dari skor rata-rata 45 menjadi 83 pada post-test), dan seluruh peserta (100%) mampu mempraktikkan produksi telur asap secara mandiri. Produk telur asap yang dihasilkan memiliki daya simpan 30-45 hari pada suhu ruang, meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan telur segar (14-21 hari), dengan nilai ekonomi meningkat 40-50% dari telur segar. Program ini berhasil mendorong diversifikasi usaha dan meningkatkan potensi pendapatan rumah tangga anggota KWT. Kendala keterbatasan peralatan dan akses pasar diatasi melalui fasilitasi peralatan produksi dan pengenalan strategi pemasaran digital. Keberlanjutan program diharapkan menjadikan telur asap sebagai produk unggulan desa dan membuka peluang pengembangan agroindustri skala rumah tangga di Desa Sekerak Kanan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Ayam Berbasis Eco Innovation di Desa Batee Puteh Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa Hanisah, Hanisah; Mahyuddin, Thursina; Basriwijaya, Kiagus Muhammad Zain; Rosmaiti, Rosmaiti; Zulhilmi, Zulhilmi; Karnelis, Karnelis
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/79ayzb21

Abstract

Ketergantungan peternak dan masyarakat pada bahan pangan yang mahal berdampak negatif pada perekonomian lokal. Limbah ayam yang biasanya dibuang dan tidak dimanfaatkan, sekarang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa dengan tujuan mengubah limbah ayam yang tidak terkelola dengan baik menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif kelompok tani dan kelompok peternak, perangkat desa, dan unsur masyarakat lainnya melalui pemberian edukasi telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai keterampilan pengolahan limbah ayam berbasis eco innovation. Limbah berupa ceker ayam, usus ayam, dan hati ayam kini dapat diolah lebih lanjut secara ramah lingkungan. Program ini mengajarkan peternak cara pengolahan limbah ayam berbasis eco innovation sebagai pekerjaan sehari-hari mereka. Pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat dilakukan untuk mengenalkan teknologi pengolahan limbah yang sederhana namun efektif, sehingga memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal sekaligus mengurangi polusi lingkungan. Dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kemandirian ekonomi, dan mendorong kesadaran lingkungan yang berkelanjutan
Perilaku Pemilih di Kalangan Pedagang Pasar Horas Pada Pilkada Kota Pematangsiantar 2024 Rendy Yudha; Rahman, Dahlan A; Zulhilmi, Zulhilmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pemilih di kalangan pedagang Pasar Horas Kota Pematangsiantar pada Pilkada tahun 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami dinamika preferensi politik masyarakat ekonomi informal yang kerap menjadi sasaran kampanye, namun sering kali terabaikan dalam studi perilaku pemilih. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap 10 informan pedagang yang mewakili dua latar belakang etnis dominan, yaitu Batak Toba dan Batak Simalungun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku memilih para pedagang lebih didorong oleh pertimbangan pragmatis dan transaksional yang berkaitan dengan kesejahteraan ekonomi, pendekatan langsung dari kandidat, serta pengaruh lingkungan sosial. Temuan ini memperkuat teori bahwa pemilih dalam sektor informal cenderung mengutamakan kepentingan praktis dalam menentukan pilihan politiknya. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur perilaku pemilih lokal dalam konteks ekonomi informal.
Pelatihan Tata Kelola Pemerintahan Gampong Dalam Mewujudkan Good Governance Di Gampong Paya Terbang Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara Muzaffarsyah, Teuku; Rahman, Bobby; Zulhilmi, Zulhilmi; Abdullah, Taufik; Abu Bakar, Muhammad Bin; Rahman6, Dahlan A; Dermawan, Dermawan; Absor, Ikhlasul
Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Vol. 1 No. 2 (2023): Pengembangan Kelompok
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsm.v1i2.14837

Abstract

Pengabdian ini pelaksanaannya mengenai tata kelola Pemerintahan Gampong sebagai wujud good governance di Gampong Paya Terbang Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara. Tata kelola pemerintahan yang baik mampu membangkitkan pelayanan publik yang berintegritas tinggi di desa.Aceh sebagai Provinsi yang memiliki kewenangan pemerintahan dan juga adanya Otonomi Khusus menjadikan pelaksanaan pemerintahan harus maksimal dijalankan. Tata kelola pemerintahan Gampong Paya Terbangharus dipahami secara utuh oleh masyarakat sehingga terciptanya tata kelola pemerintahan yang efisien dan akuntabel.Tentunya peran dari masyarakat dalam mewujudkan good governance sebagai sebuah hal yang perlu dilakukan sehingga masyarakat dalam proses pelayanan administrasi Gampong Paya Terbang bisa berjalan maksimal. Tentunya tata kelolayang baik mampu diwujudkan jika masyarakat aktif dalam proses tata kelola pemerintah Gampong. Latar belakang permasalahan kegiatan pengabdian ini adalah kurangnya Pemahaman aparatur Gampong Paya Terbang K tentang Tata Kelola Pemerintahan Gampong dalam mewujudkan good governance. Selain dari pada itu kurang maksimalnya partisipasi masyarakat dalam melakukan tata kelolapemerintahan Gampong Paya Terbang dalam mewujudkan good governance serta motivasidalam penggunaan teknologi informatika dalam melakukan pengembangan Web Gampong Paya Terbang terkait dengan transparansi pembangunan dalam mewujudkan good governance.Tujuan kegiatan pengabdian ini diprioritaskan perangkat Gampong dan unsur-unsur terkait, sebagai modal mereka dalam mengembangkan potensinya tekait tata kelolapemerintah Gampong dalam mewujudkan good governance. Metode dan pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan mitra ialah dengan menggunakan goodgovernance (Tata Kelola Pemerintahan). Hasil dan luaran yang direncanakan dalam kegiatan pengabdian ini nantinya akan dipublikasikan dalam jurnal pengabdian berbasis OJS dan  kegiatan akan terpublikasi dalam media cetak atau Online baiknews adanya luaran wajib terkait kerjasama dengan mitra serta luaran tambahan dengan diterbitnya HKI. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa antusias elemen-elemen yang ada di Gampong Paya Terbang memerlukan pengetahuan tentang Tata kelola pemeruintahan Gampong. Penguatan kapasitas aparatur gampong di Paya Terbang cenderung memberikan pengetahun tentang penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Tentunya kegiatan ini dapat menjadi kontribusi yang positif bagi masyarakat dan aparatur Gampong di Paya Terbang. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadikan Gampong Paya Terbang sebagai Gampong percontohan tata kelola pemerintahan Gampong yang optimal bagi gampong-gampong lain di Kecamatan Samudera.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Intensifikasi Budidaya Ayam Ras Pedaging Di Desa Bukit Tempurung Kecamatan Kota Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang Basriwijaya, Kiagus Muhammad Zain; Mahyuddin, Thursina; Muttaqin, Khairul; Nurjannah, Nurjannah; Zulhilmi, Zulhilmi; Rizal, Yani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/7a0h9t47

Abstract

Objek dan sasaran kegiatan ini merupakan bakal meningkatkan produksi ayam pedaging di Desa Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, dalam rangka memberdayakan masyarakat di wilayah lahan gambut secara ekonomi. Kegiatan budidaya ayam pedaging ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar peternakan ayam pedaging dan mampu melanjutkan kegiatan usaha secara mandiri mengikuti tindakan tersebut ini berakhir. Tujuan proyek ini adalah untuk membantu masyarakat sekitar dalam memelihara anak ayam pedaging yang memenuhi persyaratan teknis produksi ayam, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Produksi ayam pedaging merupakan salah satu ide perusahaan dengan potensi pengembangan terbesar. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari berbagai kelebihannya, yaitu masa produksi yang relatif cepat, sekitar 32 hingga 35 hari, meningkatnya permintaan, harga yang kompetitif, dan produksi yang kuat. Dengan memberikan dukungan dan pelatihan untuk perluasan produksi ayam pedaging, program Pengabdian tahun ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Bukit Tempurung. Metode  yang dilakukan adalah ceramah dan praktek langsung, Kegiatan instruksi teknis, penandatanganan survei, dan sosialisasi mengawali sesi pelatihan. paket program yang diberikan yaitu kandang 1 unit ukuran Kandang berukuran 7 x 17 meter, 10 kardus atau 1000 ekor bibit DOC ayam, 70 karung atau 3500 kg pakan (pakan awal dan akhir), alat minum dan pakan, pemanas solek gas otomatis, imunisasi, dan obat-obatan. Hingga seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan peserta (kelompok) mampu membuat beternak ayam pedaging dengan benar dan mampu mengerjakan tugasnya sendiri setelah selesai, maka dilakukan monitoring dan evaluasi secara terus menerus