Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK BIJI KELENGKENG (Dimocarpus longan Lour.) SEBAGAI OBAT LUKA BAKAR TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Sitorus, Elly; Thaib, Cut Masyithah; Suryani, Monica; Sarumaha, Vivid Angelina
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i1.3428

Abstract

Longan seeds contain corrilagin, gallic acid, and ellagic acid compounds which have the potential as an alternative medicine for burns. This study aims to determine the effectiveness of the longan seed extract gel preparation with 3 variations of extract concentration (5%, 7.5%, and 10%) as a burning medicine against white male mice. Longan seed extract was obtained by using the maceration extraction method
OPTIMASI FORMULA LIPOSOM EKSTRAK ETANOL KULIT MARKISA UNGU (Passiflora edulis Sims) DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL Chandra, Devina; Suryani, Monica; Tandiono, Steven; Pasaribu, Yusuf Gunawan
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i1.4586

Abstract

Penghantaran obat mempengaruhi efek obat dalam tubuh menuju organ target, oleh karena itu diperlukan suatu sistem penghantaran obat seperti liposom. Pada pembuatan sediaan liposom membutuhkan optimasi formula pada lecithin dan kolesterol yang merupakan komponen utama pembuatan liposom. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui formula liposom yang optimal dengan variasi lecithin dan kolesterol yang mempunyai efek paling bagus. Penelitian diawali dengan penyiapan dan identifikasi kulit markisa ungu, dilanjutkan dengan memformulasikan menjadi sediaan liposom, serta uji evaluasi mutu liposom. Hasil organoleptik menunjukkan kombinasi lecithin dan kolesterol bentuk cair dengan warna coklat pada F1(4000:40 mg) dan berwarna coklat muda pada F2 (4000:80 mg), F3 (7000:40 mg), dan F4 (7000:80 mg). Uji mutu liposom ekstrak kulit markisa ungu memiliki persentase efisiensi penjerapan yaitu 87,24, 80,45, 87,65, dan 80,74%; nilai ukuran partikel yaitu 733,31; 476,78; 157,03; dan 229,91 nm; nilai viskositas yaitu 1,67; 3,30; 3,79; dan 11,46 cPs; nilai daya sebar yaitu 8,83; 9,46; 8,43; dan 7,93 cm; nilai pH yaitu 5,53; 5,83; 5,56; dan 5,86. Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan formula yang optimal pada sediaan liposom ekstrak kulit markisa ungu dengan perbandingan lecithin 7000 mg dan kolesterol 40 mg; serta F3 memiliki efek paling bagus mendekati prediksi mutu formula liposom yang optimal.
FORMULASI SEDIAAN HAND SANITIZER GEL DARI EKSTRAK ETANOL GOJI BERRY (Lycium barbarum L.) Chandra, Devina; Suryani, Monica; Tandiono, Steven; Wahyuni, Sri
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i2.4607

Abstract

Hand sanitizer merupakan produk pembersih tangan yang banyak digunakan masyarakat, karena cara pemakaiannya yang praktis. Penelitian inimencari alternatif untuk mengurangi penggunaan alkohol dengan cara memakai bahan alam yang lebih aman seperti ekstrak etanol goji berry (Lycium barbarum L.), karena goji berry memiliki kandungan flavonoid yang sangat tinggi sehingga dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan  kuman. Tujuaan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak etanol goji berry dapat dijadikan sebagai sediaan hand sanitizer gel yang memenuhi mutu fitokimia. Metode yang dilakukandalam penelitiaan ini meliputi, pembuatan ekstrak etanol goji berry dengan etanol 96%, yang selanjutnya diformulasikan menjadi sediaan hand sanitizer gel dengan konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20%, dan dilakukan evaluasi mutu sediaan tersebut. Hasil dari pengujiaan evaluasi yang dilakukan terhadap kelima sediaan, yaitu uji organoleptis menunjukkan semakin tinggi konsentrasinya maka warna sediaan akan semakin pekat, bentuk semi padat dan aromanya berbau khas. Uji homogenitas ditunjukkan dengan tidak adanya butiran kasar pada sediaan. Uji daya sebar untuk F0 (6,23), F1(6,33), F2 (6,16), F3 (6,33), dan F4 (6,53) cm. Uji pH sediaan yang diperoleh F0 (6,5), F1 (5,9), F2 (5,1), F3 (4,2), dan F4 (4,0). Uji viskositas menunjukkan sediaan F0 (10.400), F1 (6.000), F2 (7.600), F3 (5.600), dan F4 (4.000) cPs, semua sediaan memenuhi persyaratan sesuai SNI. Uji iritasi menunjukkan semua sediaan memberikan hasil negative. Warna, bau, dan bentuk sediaan gel yang lebih disukai venalis adalah F2 dengan konsentrasi 10%, tetapi sediaan yang memenuhi standar untuk sediaan hand sanitizer gel adalah F1 dengan konsentrasi 5%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol goji berry dapat diformulasikan sebagai hand sanitizer gel dan memenuhi persyaratan evaluasi dan mutu fitokimia.
Pengujian Efek Analgesik Ekstrak Metanol Daun Gaharu (Aquilaria Malaccensis Lam) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus Norvegicus) Monica Suryani; Manahan Situmorang; Dhea Nur Fadhilah
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 1 No. 4 (2023): November : Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v1i4.38

Abstract

Medicinal plants have been known and used worldwide for thousands of years. One type of medicinal plant that is often used is gaharu. The efficacy of gaharu leaves provides properties as a fever reducer, increases appetite, launches menstruation, and relieves pain. This study aims to determine whether there is an analgesic effect from the methanol extract of gaharu leaves in male Wistar rats using the heat stimulation method. This study was an experimental study using twenty-five male Wistar rats divided into five groups. Group I (negative control), rats were treated with 1% CMC-Na. Group II (positive control), rats treated with mefenamic acid 45 mg/kg BW. Group III, IV, and V rats were treated with gaharu leaf methanol extract suspension (100; 200, and 400) mg/kg BW. Pain stimulation was carried out by dipping the rat tail into a 40°C water bath. Data on response time to pain, stimuli were analyzed using the One-Way Analysis of Variance (ANNOVA) method with a 95% confidence level followed by a post-hoc Tukey test to determine which group had the same or significantly different effect. The results showed that the normal response time data for mice to painful stimuli ranged from 2.79 to 3.57 seconds. 1% CMC-Na treatment in mice was unable to increase the response time to a significant pain stimulus (p>0.05). Mefenamic acid treatment 45 mg/Kg BW significantly increased the response time to painful stimuli (p<0.05) with the longest average response time to painful stimuli, namely 8.87 seconds. Based on the method used in this research, methanol extract of agarwood leaves 400 mg/kgBW has almost the same analgesic effect as mefenamic acid 45 mg/KgBW.
FORMULASI SEDIAAN BODY LOTION DARI EKSTRAK ETANOL BROKOLI (Brasica oleracea L. var.italica) SEBAGAI PELEMBAB KULIT Suryani, Monica; Chandra, Devina; Annisazikra, Cut
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v11i1.5565

Abstract

Tanaman Brokoli (Brassica oleracea l.var.italica) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kesamaan dengan keluarga kubis kubisan lainnya. Brokoli mengandung air,protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, vitamin (A,C,E tiamin, riboflamin, nikotinamid), beta karoten, glutation. Brokoli mengandung senyawa sianohidroksibutena (CBH) dan sulforafan yang merangsang pembentukan glutatin. Body Lotion merupakan sediaan kosmetika berbentuk emulsi cair yang digunakan pada daerah tangan dan tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan kulit. Mengandung senyawa flavonoid dan glucorophanin alami Brokoli (Brasica oleracea L. var.italica) dapat berkhasiat sebagai antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh. Ekstrak brokoli diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan entanol 96%. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk formula terbaik dari sediaan Body Lotion Ekstrak Brokoli. Bahan aktif  diambil dari ekstrak brokoli, dilakukan formulasi dengan konsentrasi yaitu 3%, 5%, dan 7%. Dilakukan evaluasi sediaan untuk mendapatkan formula yang terbaik meliputi pengamatan Uji Homogenitas, Uji pH, Uji Daya Sebar, Uji Organoleptis, Uji iritasi, Uji kesukaan dan Uji Viskositas.  Hasil dari penelitian menunjukan formula yang terbaik dari sediaan Body Lotion Ekstrak Brokoli konsentrasi 7% adalah F3 berbentuk kental; hijau kecoklatan, pH 7,90; daya sebar 6,9 cm; tidak iritasi; stabil pada suhu ruangan, dan homogen.
FORMULASI SEDIAAN PERONA PIPI (BLUSH ON) BENTUK STICK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MELINJO MERAH (GNETUM GNEMON L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Suryani, Monica; Chandra, Devina; Tandiono, Steven; Ariani, Ananda
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.47708

Abstract

Blush on merupakan salah satu sediaan kosmetik dekoratif yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan sentuhan artistik sehingga dapat memberikan warna dan kesan indah pada wajah. Melinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan salah satu tanaman biji-bijian yang hampir seluruh bagian tanamannya mempunyai manfaat. Salah satu bagian dari tanaman melinjo yang sering dimanfaatkan yaitu bagian kulit buahnya. Kulit melinjo merah mengandung senyawa flavonoid yang dapat dimanfaat kan sebagai pewarna alami. Flavonoid dapat dimanfaatkan sebagai pewarna pada sediaan Blush on stick. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Formulasi sediaan blush on stick ini terdiri dari beberapa komponen diantaranya kaolin,zink oksida, isopropil miristat, lanolin, natrium metabisulfit, carnaubawax, oleum rosae, talkum dan ekstrak kulit melinjo merah dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Sediaan Blush on stick yang mengandung ekstrak kulit buah melinjo merah memenuhi persyaratan mutu sediaan seperti memiliki bau, warna dan tekstur yang disukai panelis, tekstur yang halus dan komponen yang homogen, stabil pada penyimpanan selama 28 hari dengan suhu ruang, memiliki pH (5,22–5,94) yang sesuai dengan standar pH kulit wajah (4,5-6), dan memiliki titik lebur (62,1°–67,0°C) yang sesuai dengan kriteria SNI 16-479-1998 (50°-70°C). Uji terhadap sukarelawan yaitu uji iritasi dan uji kesukaan (Hedonic test) didapati hasil bahwa formulasi blush on stick dengan ekstrak etanol kulit melinjo merah tidak menyebabkan iritasi dan dari 4 konsentrasi yang paling disukai sukarelawan yaitu F3 dengan konsentrasi 15%. Hal ini dikarenakan semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan maka semakin pekat pula warna yang dihasilkan.
FORMULASI SEDIAAN LIP GLOSS EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) DAN BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Priltius, Natanael; Suryani, Monica; Mairani, Fridelly; Waruwu, Nia Florentina
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.47709

Abstract

Lip Gloss merupakan salah satu produk pemulas bibir yang berfungsi untuk memberikan kilauan yang mengkilat di bibir atau digunakan untuk memberikan efek warna tertentu. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan bunga telang (Clitoria ternatea) mengandung antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit buah naga merah dan ektrak bunga telang dalam bentuk sediaan Lip gloss sebagai pewarna alami. ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan bunga telang (Clitoria ternatea) dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut 96% sampai memperoleh ekstrak cair dan kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator dan diuapkan menggunakan waterbath hingga diperoleh ekstrak kental. Formulasi sediaan Lip Gloss terdiri dari Vaseline album, BHT, nipagin, gliserin, aquadesh, oleum strawberry, oleum ricini serta penambahan ekstrak kulit buah naga merah dan bunga telang. Hasil penelitian dari ekstrak kulit buah naga merah dan bunga telang dapat diformulasikan sebagai Lip Gloss dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% dengan perbandingan 3:2. Evaluasi sediaan Lip Gloss meliputi uji organoleptis, uji homegenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya oles, uji daya sebar, uji iritasi, uji stabilitas dan uji kesukaan. Hasil evaluasi sediaan menunjukan bahwa sediaan homogen dan memenuhi persyaratan yang baik. Hasil uji kesukaan menunjukan bahwa konsentrasi 20% (F3) yang paling banyak disukai oleh panelis. sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan yang paling baik terdapat pada konsentrasi 20% (F3).
EDUKASI DAGUSIBU OBAT YANG BAIK DAN BENAR Mairani, Fridelly; Suryani, Monica; Sirait, Citrawani Enjelina; Sinaga, Johannes
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i1.248

Abstract

Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mendorong peningkatan motivasi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga akses mendapatkan obat pun menjadi lebih mudah. Namun, peningkatan penggunaan obat ini belum diimbangi dengan pemahaman masyarakat yang memadai mengenai cara mengonsumsi dan mengelola obat secara tepat di rumah. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang rasional, termasuk tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang rusak atau kadaluarsa dengan benar. Metode yang kami gunakan adalah pemberian edukasi mengenai DAGUSIBU kepada kader PKK, yang mencakup penyuluhan dan pendampingan langsung dalam pengelolaan obat di rumah. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh masyarakat melaluikegiatan ini dapat mengubah perilaku mereka dalam mengelola obat di rumah sekaligus mendorong penggunaan obat secara lebih rasional. Hasil evaluasi dan monitoring menunjukkan dampak positif dari kegiatan ini, berupa peningkatan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang rasional serta pengelolaan obat di rumah yang lebih tepat.
Formulation Of Eye Shadow Cream With Ethanol Extract Of Red Spinach (Amaranthus tricolor L.) Leaves As A Dye Suryani, Monica; Ivan Elisabeth Purba; Cut Masyithah Thaib; Putri Sion Simbolon
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.679 KB)

Abstract

Anthocyanin is one of the chemical compounds contained in read spinach leaf (Amaranthus tricolor L.) and plays an important role in providing color. The red spinach leaf ethanol extract is very well used as a natural dye in eye shadow cream preparations. The purpose of this study was to formulate eye shadow cream preparations using ethanol extract of red spinach leaves as a dye, find out whether the preparation of eye shadow cream with ethanol extract of red spinach leaves meets the quality requirements and evaluate the irritation test on the skin. The eye shadow cream was formulated using talc, titanium dioxide, beeswax, Na2EDTA, glycerin, methyl paraben, propyl paraben, parfum, and paraffin liq with varying concentrations of ethanol extract of red spinach leaf ethanol extract 0%, 6%, 10%, and 14%. Physical quality examination includes organoleptic test, homogeneity test, smear test, cream type test, spreadability tes, pH test, viscosity test, stability test and irritation test and preference test for eye shadow cream preparations. The results of research conducted at a concentration of 0% gave a white color, a concentration of 6% gave a pink color, a concentration of 10% gave a light pink color, and a concentration of 14% gave a deep pink color. The conclusion of this study is ethanol extract of red spinach leaves can be used as a colorant in eye shadow cream preparations, meets the quality requirements of the preparation and does not cause irritation when used.
Anti Bacterial Activity Test of Ethanol Extract of Papaya Leaves (Carica papaya L) on the Growth of Staphylococcus epedermidis Jon Kenedy Marpaung; Suryani, Monica; Ivan Elisabeth Purba
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.468 KB)

Abstract

Papaya is a tropical plant from the Caricaceae family, botanically defined as Carica papaya L. Traditional use of papaya leaves is to prevent bleeding in wounds and to treat wounds, lower high blood pressure, treat dengue fever, eliminate acne and smooth the skin and digestive disorders. Staphylococcus epidermidis is a Gram-positive bacterium, immobile, non-sporing, in solid culture media in the form of cocci in irregular groups, the arrangement is similar to grapes, prominent, shiny, does not produce pigment, white in color. Staphylococcus epidermidis bacteria can cause swelling (abscess) diseases such as acne, skin infections, urinary tract infections and swelling of the kidneys. This study was conducted with the aim of knowing the antibacterial activity of the ethanol extract of papaya leaves (Carica papaya L) with concentrations of 5%, 10%, 15%, and 20% against the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria. This research method used an experimental method, namely to determine the antibacterial activity of the ethanol extract of papaya leaves (Carica papaya L) against the growth of Staphylococus epidermidis bacteria. This research used 96% ethanol as solvent. The test was carried out through several stages including material collection, preparation of simplicia, manufacture of ethanol extract from papaya leaves by maceration and testing of antibacterial activity against Staphylococus epidermidis bacteria. Based on the results of the phytochemical screening test of the thick extract, papaya leaves contain a class of alkaloid compounds, flavonoids, saponins, steroids/triterpenoids and tannins. The results of the antibacterial activity test of thick papaya leaf extract against Staphylococus epidermidis bacteria had an average inhibitory activity at concentrations of 5% (7.33 mm), 10% (8.44 mm), 15% (9.44 mm) and 20 % (10.3mm). As a comparison, Cloramfenocol 30 g was used to produce an inhibitory power of 32.1 mm and the best results obtained were at a concentration of 20% which had an inhibitory power of 10.3 mm.