Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni

DEKONSTRUKSI RUANG PENDIDIKAN SENI MELALUI RESILIENSI MASYARAKAT URBAN Kadek Hariana
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.38054

Abstract

       Derasnya arus globalisasi, pada saat budaya kaum kapitalis telah mengambil alih pada setiap aspek kehidupan sosial budaya masyarakat kota di Yogyakarta dengan gempuran media massa cetak yang selalu menjadi bagian dari sampah visual dan media elektronik yang cenderung mengambil alih semua opini publik yang muncul dan diperburuk dengan datangnya bencana Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia yang tidak mengenal batas geografis dan status sosial masyarakatnya, bukan hanya menyerang dalam ranah kesehatan tubuh fisik manusia tetapi juga telah berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan masyarakat seperti pendidikan, sosial budaya dan ekonomi. Pada situasi seperti ini sikap adaptasi dan resiliensi masyarakat desa dan kota terhadap bencana yang terjadi menjadi faktor yang perlu dilihat dalam proses kehidupan di masa depan. Ranah seni rupa ruang publik menjadi sebuah pilihan alternatif yang dirasa paling demokrasi diantara berbagai seni yang ada. Seni Urban di Yogyakarta berkembang dengan cepat karena didukung oleh keadaan wilayah ruang publik dan interaksi budaya kota ke desa dan desa ke kota yang hampir tidak memiliki jarak, sehingga mampu menjadi poros utama, yang membentuk identitas budaya masyarakat lokal urban yogyakarta serta melahirkan sebuah ruang alternatif pendidikan seni yang demokrasi untuk kebertahanan dan keberlanjutan eksistensinya sebagai manusia yang diakui keberadaanya di tengah masyarakat. Kata kunci: dekonstruksi, resiliensi, pendidikan seni, masyarakat urban  ART EDUCATION DECONSTRUCTION THROUGH URBAN COMMUNITY RESILIENCEAbstract        The rapid flow of globalization, at a time when the capitalist culture has taken over every aspect of the socio-cultural life of the city community in Yogyakarta with the onslaught of the printed mass media which has always been a part of visual waste and electronic media tends to take over all emerging public opinion exacerbated by the arrival of the disaster The Covid-19 pandemic that has hit the entire world that knows no geographical boundaries and social status of its people, which not only attacks the health realm of the human body but has also affected all aspects of community life such as education, socio-culture and economy. In a situation like this, the attitude of adaptation and community resilience to disasters that occur is a factor that needs to be seen in the process of life in the future. The realm of art in public space is an alternative option which is considered the most democratic among the various existing arts. Urban art in Yogyakarta is growing rapidly because it is supported by the state of the area of public space and the interaction of city-to-village and village-to-city culture which has almost no distance, so that it can become the main axis, which forms the cultural identity of the local Yogyakarta urban community and gives birth to an art education space a democracy for the sustainability and continuity of its existence as a human being. Keywords: deconstruction, resilience, art education, urban society
Co-Authors Andhika Pratama, Ryan Andi Imrah Dewi Andreana, I Made Fenggi Anisa Aprilia Arfiatun, Arfiatun Ariani, Komang Dewi Ariasih, Ni Ketut Arif Firmansyah Arif Firmansyah Arifudin, Ahmad Asriani Asriani, Asriani Atika, Reni Azazia, Nur Azizah Azizah Bamolele, Agles Boroallo , Rangga Putra Danti Indriastuti Purnamasari Delviana Kristina Wendur Dewi Tri Rahayu Dina, Deigrina Bangguna Fahriadi Fahriadi Fasli, Muhamammad Fasli, Muhammad Guci, Ammar Abdullah Joni Hattab, Hattab Herlina Herlina Hidayati, Miftahul Huber Yaspin Tandi, Elfika Arif Firmansyah Humairah, Dinda Annafia I Nyoman Yadi Anggara Putra Ilmuddin, Ichsanuddin Syahputra Intan Juwita, Intan Jannah, Miftanul Jaya, Christiadi khusnul khotimah Lagandesa, Yun Ratna Lagandesa Manggato, Sandra Dwi Chikitha Melyani Sari Sitepu Molawan, Geyshita Nadya Muchdar Muchdar Muhammad Aqil Muhammad Fasli Musdalifa, Kalista Muzdalifa, Riza Nabilah, Nabilah Muthiah Nashrullah, Nashrullah ni luh dewi puspita Nur Azizah A. Maliada Nur Rahmah Nurtilawati, Nurtilawati Nurul Fitriah Aras Oktaviana, Dita Rima Oktaviana Pahriadi Pase, Moeh Ilham Pratama, Ryan Andhika Putra, I Nyoman Yadi Anggara Putri, Berlyana Amanda Charisma Putriwanti Putriwanti Rahma, Radia Rahmawati, Dyah Ramadani, Anggun Ramadani, Elsa Ramadhani, Aulia Cahya Renita Renita Rizal Rizal Rizal Rizal, Rizal Rusli, ⁠Elfira Ryan Andika Pratama Ryan Andika Pratama Saamad, Wanda Gridelvia Safitri, Zafira sandryna22 Sarintan Nurcahyati Kaharu Sisriawan Lapasere Siti ilma a.badar Sitti Nur Fadillah sriwahyuni Sriwahyuni Sriwahyuni Y Boromang Sudanayasa, Agus Tri Supriyadi Supriyadi Surahman Surahman Surahman Surahman Wilade Syahriono, Sitti Amriana Tanggerahi, Lawrence Tawasako, karolin Tepaso, Avelia Ulfah Ulfah vera angelina pasik pesik Vera Angelina Pesik Wendur , Delviana Kristina Wilade, ⁠Surahman Wutabisu, Edgar renaldy Yun Ratna Lagandesa Yusdin Gagaramusu Yusuf, Gustina M. Zhakina, Nabila Arkha Zulnuraini