Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Tidak Aman Pada Pekerja Konstruksi Di Proyek Power House Mainline 1 PT Nindya Citra Kharisma KSO Tahun 2023 Natasya Hayatusyifa; Rini Handayani; Cut Alia Kemala Muda; Ahmad Irfandi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 8 (2024): GJMI - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i8.813

Abstract

Perilaku tidak aman terjadi karena dua hal, faktor internal seperti motivasi dan persepsi, serta faktor eksternal seperti peraturan, pengawasan, ketersediaan APD dan komunikasi. Konstruksi merupakan salah satu industri yang memiliki tingkat risiko tinggi terjadinya kecelakaan yang dapat menimbulkan luka-luka, penyakit, hilangnya hari kerja, kematian, maupun kerugian perusahaan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor berisiko perilaku tidak aman serta faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan unsafe action (perilaku tidak aman) pada pekerja konstruksi proyek Rel Kreta Api oleh PT. Nindya Citra Kharisma, KSO, tahun 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel diperoleh secara total sampling/sampling dari jumlah sampel sebanyak 73 pekerja/tukang bangunan. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 29 (39.7%) berisiko tinggi berperilaku tidak aman dan 44 (60.3%) berisiko rendah berperilaku tidak aman. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (P value=0,031), sikap (P value=1,000), pengawasan (P value=0,092) dengan perilaku tidak aman (unsafe action) pada pekerja konstruksi PT.Nindya Citra Kharisma ,KSO. Adapun saran yang ditujukan kepada pihak perusahaan adalah mengikut sertakan petugas HSE ataupun pekerja dalam seminar ataupun pelatihan K3, Membuat peraturan secara tertulis kepada pekerja agar pekerja dapat menerapkan peraturan pada saat bekerja.
Identifikasi Bahaya dan Risiko K3 Pada UMKM Pembuatan Tahu UG Priangan di Bojongsari Tahun 2023 Getar Millennium Udara; Rini Handayani; Putri Handayani; Ahmad Irfandi
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i4.2460

Abstract

There are several strategies available to manage risk, including shifting responsibility to others, avoiding potential hazards, reducing the severity of negative outcomes, or choosing to accept and deal with the consequences to some or all extent. As the first step in implementing OHS. This research aims to identify OHS hazards and risks in UG Priangan tofu-making MSMEs in Bojongsari 2023. The type of research is semi-quantitative with primary data collection through in-depth interviews with 3 informants and observation. The data that has been obtained is processed and analyzed descriptively. The results of hazard identification found 6 types of hazards, namely mechanical hazards from slippery floors, electrical hazards from machine use, physical hazards from noise from the sound of steam pressure, chemical hazards from soybean water and seed water (vinegar acid), ergonomic hazards from repetitive movements, and psychosocial hazards from working hours. The risks found were 10 risks of work accidents and 15 risks of occupational diseases. It is recommended for business owners to provide information about the risks of work processes, tools, and materials in the workplace and conduct OHS risk assessments.
Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Aromaterapi Sebagai Wujud Kepedulian Terhadap Lingkungan Irfandi, Ahmad; Seprianto, Seprianto; Azteria, Veza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20889

Abstract

ABSTRAK Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang masih banyak dibuang sembarangan ke lingkungan tanpa pengelolaan yang tepat. Praktik ini dapat mencemari air, tanah, dan membahayakan kesehatan masyarakat. Padahal, minyak jelantah memiliki potensi ekonomi bila diolah menjadi produk bernilai tambah seperti lilin aromaterapi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan langsung pembuatan sabun cair aromaterapi, serta demonstrasi penggunaan dan manfaatnya. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan RT03 RW 11 Kelurahan Teluk Pucung, dengan melibatkan ibu-ibu kader Posyandu Mawar II dan warga setempat. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan baik masyarakat dari 51% menjadi 76% mengenai bahaya minyak jelantah dan cara pengolahannya. Peserta dapat mempraktikkan langsung pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah dan menunjukkan antusiasme tinggi. Produk hasil pelatihan memiliki aroma yang menarik dan warna yang bervariasi. Pengabdian masyarakat ini efektif meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus berbasis limbah rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi alternatif usaha kecil masyarakat. Kata Kunci: Minyak Jelantah, Sabun Aromaterapi, Edukasi  ABSTRACT Used cooking oil is a household waste that is still widely disposed of carelessly into the environment without proper management. This practice can pollute water, soil, and pose a risk to public health. Used cooking oil has economic potential if processed into value-added products such as aromatherapy candles. This community service activity aims to improve community knowledge and skills in managing used cooking oil into environmentally friendly aromatherapy candles. The implementation method includes counseling, direct training in making aromatherapy liquid soap, and demonstrations of its use and benefits. This activity was carried out in the RT03 RW 11 environment of Teluk Pucung Village, involving mothers of Posyandu Mawar II cadres and residents. This activity successfully increased community knowledge from 51% to 76% regarding the dangers of used cooking oil and how to properly process it. Participants were able to practice directly making aromatherapy candles from used cooking oil and showed high enthusiasm. The products from the training have an attractive aroma and a variety of colors. This community service is effective in increasing environmental awareness, particularly through the collection and recycling of household waste. This activity is expected to be sustainable and become an alternative small business for the community. Keywords: Used Cooking Oil, Aromatherapy Soap, Education
DETECTION OF DANGEROUS FOOD ADDITIVE IN TAKJIL SNACKS DURING OF RAMADHAN Irfandi, Ahmad; Simatupang, Meithyra Melviana; Veronika, Erna; Azteria, Veza
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 10 No. 2 (2024): February
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v10i2.11219

Abstract

Food is a basic human need, necessary to meet daily needs. Human health is greatly influenced by what they consume. Food products added dangerous ingredients can cause serious health effects for humans. The aim of this research was to detect substances of formaldehyde and borax in snacks in the month of Ramadhan (takjil) at Bekasi City. This was descriptive observational research design by direct examination for formalin and borax from the food samples. The population in this study were all traders who sold Takjil on the roadsides in Bekasi City. Sample selected used an incidental sampling technique by taking 8 food samples which. Based on references, they were proven to contain dangerous chemicals. Based on the research results, 2 food samples were found positive containing dangerous food additives, namely 1 sample of lontong (12.5%) was positive for containing borax and 1 sample of martabak tofu (12.5%) was positive for containing Formalin. Seasonal traders who Sell ​​Takjil food during the month of Ramadan may not necessarily be safe. Therefore, it is recommended that health workers from Puskesmas must frequently inspect the food products and socialize the importance of using safe food additives.
Potential Impacts of Lead on Health: A Review of Environmental Exposure, Population at Risk, and Toxic Effects Simatupang, Meithyra Melviana; Veronika, Erna; Irfandi, Ahmad; Azteria, Veza
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 16 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v16i3.2024.277-288

Abstract

Introduction: Lead, a heavy metal, has been proven to influence the ecosystem negatively. The use of lead in processing or as raw materials increases Pb exposure to humans from various sources, including waste or consumed products. This study aims to determine the most recent information regarding lead contamination sourced from the environment, at-risk populations, and the health impacts of this heavy metal contamination. Results and Discussion: This systematic review used a database sourced from Google Scholar. The keywords searched were "lead exposure, environment, or health" in articles published in 2020-2023. After article screening and exclusion, 26 research articles were eventually reviewed. Lead was detected in water, air, and soil, generally in various foods or products consumed by humans. Environmental factors were the most frequent source of contamination. The population at risk of lead exposure were children. Several studies have found that various health impacts were significantly associated with lead exposure from different environmental sources and lead concentrations in biomarkers. Conclusion: Pb contamination was increasingly widespread in the environment through various sources. Exposure to lead may cause diverse health problems.
Analisis Sejarah Candi Tinggi Jambi Sebagai Pusat Kebudayaan dan Agama Maulidya, Rosdiana; Alfarros, Muhammad Luthfi; Irfandi, Ahmad; Gunawan, Aldi; Syamsiah, Syamsiah
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 1 No. 12 (2024): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/yagmj456

Abstract

Candi Tinggi Jambi is one of the most significant archaeological sites in the province of Jambi, Indonesia. It serves as a vital marker of the region's cultural and religious history, especially during the Srivijaya and Malayu kingdoms. This study aims to explore the historical background, significance, and the role of Candi Tinggi as a center for both culture and religion. By examining inscriptions, artifacts, and architectural elements, the research provides insights into the temple’s role in the social and religious life of its time. The study also investigates how Candi Tinggi influenced the spread of Hindu-Buddhist beliefs in Southeast Asia. It highlights the importance of such historical sites in understanding the religious, cultural, and political dynamics of ancient Southeast Asian kingdoms. This paper employs historical analysis and archaeological research methods to uncover the significance of Candi Tinggi in shaping the region’s identity and cultural heritage.
FAKTOR PREDISPOSISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSONAL HIGIENE PADA PENJAMAH DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI DESA MEKARSARI TAHUN 2024 Zandya, Suci Liqi AA; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Irfandi, Ahmad; Putri, Eka Cempaka
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mekarsari terletak di Kecamatan Tambun Selatan, Jumlah keseluruhan depot air minum isi ulang yang ada di Desa Mekarsari sebanyak 30 depot air minum isi ulang. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Puskesmas Mekarsari terhadap 15 Penjamah depot air minum isi ulang di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari ada 14 Penjamah DAMIU yang tidak menerapkan personal higiene dengan sesuai standar. Berdasarkan pengamatan terhadap 15 karyawan Penjamah depot, terdapat 12 karyawan tidak mencuci tangan sebelum melayani konsumen dan tidak merawat kuku serta kebersihan tangan dan kaki. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Cross-Sectional Study atau Studi Potong-Lintang. Populasi dan sampel pada penelitian ini yakni seluruh Penjamah Depot Air Minum Isi Ulang dan Penjamah DAMIU yang ada di wilayah Puskesmas Mekarsari yaitu sebanyak 30 Penjamah DAMIU dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan analisis statistik Uji Chi-square hubungan pengetahuan dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,821 dengan ???? = 0,05, hubungan pendidikan dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,004 dengan ???? = 0,05, hubungan masa kerja dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,026 dengan ???? = 0,05, dan tidak ada hubungan sikap dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,058 dengan ???? = 0,05. Kesimpulan : tidak ada hubungan pengetahuan dengan personal higiene, ada hubungan pendidikan dengan personal higiene, ada hubungan masa kerja dengan personal higiene, dan tidak ada hubungan sikap dengan personal higiene. Saran : Bagi Penjamah DAMIU agar dapat meningkatkan pengetahuannya terkait personal hygiene serta sanitasi DAMIU. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti webinar atau pelatihan yang tersedia di platform digital, atau bisa mengikuti pelatihan terkait personal higiene yang diadakan oleh Dinas Kesehatan setempat. Bagi pemilik atau pengelola DAMIU agar menyediakan sarana untuk menerima kritik dan saran dari pelanggkan atau konsumen.
DESIGN OF A HOMEMADE BIOFILTER FOR DOMESTIC WASTEWATER TREATMENT IN THE SITU RAWA BESAR Syarifah; Taqi Muhammad Javani; Latricia Aina Hidayat; Kesatria Sughani; Jerry Maratis; Andri Krisna Hidayat; Ahmad Irfandi
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 12 No. 2 (2026): Biolink February
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v12i2.16464

Abstract

Water pollution from domestic wastewater is one of the main causes of eutrophication in public waters, including the Rawa Besar Lake in Depok. Eutrophication is characterized by an explosion of algae growth that leads to a decrease in dissolved oxygen and the death of aquatic life. This research aims to design a simple (homemade) biofilter technology using local media such as red brick, zeolite, and ceramic rings that is accessible and easily accessible to the public to purify household wastewater before it is discharged into the environment. The research method uses an experimental Research and Development (R&D) approach, involving the design, fabrication, and performance testing of a small-scale biofilter prototype. Wastewater quality was evaluated before and after treatment by measuring turbidity, odor, and pH as key indicators of treatment effectiveness. The results showed that the biofilter reduced water turbidity, eliminated unpleasant odors, and stabilized wastewater pH toward neutral conditions, indicating effective removal of suspended solids and organic contaminants. The results of this study indicate that the biofilter technology developed effectively treats contaminated water by changing the turbidity, odor and pH of the wastewater. This biofilter is designed for easy domestic use, at a low cost, and with an ecological approach.
Analisis Risiko Pajanan Pm10, Pm2,5 dan Hidrokarbon di Lingkungan Kerja Erna Veronika; Meithyra Melviana Simatupang; Ahmad Irfandi; Veza Azteria; Mayumi Nitami
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.21420

Abstract

ABSTRACT Industrial emissions release various types of pollutants into both the atmosphere and the occupational environment. Air pollutants in the workplace may originate from production machinery or the fuels used. Chronic exposure to air contaminants in occupational settings can pose significant health risks to workers. Through environmental Health Risk Assessment (EHRA), it is possible to identify potential hazards and quantitatively estimate the associated health risks to workers. This study aims to analyze the level of exposure risk to PM2.5, PM10, and hydrocarbons in the workplace, and to evaluate the prevalence of respiratory symptoms among exposed workers. This research employed a descriptive quantitative approach with a cross-sectional study design. The analysis was conducted using the risk assessment methodology. The study population consisted of production workers, selected using a simple random sampling technique. The risk characterization revealed that the concentrations of PM10 and PM2,5 were within acceptable safety thresholds (Risk Quotient [RQ] 1), indicating a low risk of non-carcinogenic effects. However, hydrocarbon exposure exceeded the safe threshold (RQ 1), classifying it as a health risk for exposed workers. Hydrocarbon exposure in the workplace is categorized as unsafe and poses a non-carcinogenic risk to workers with an average body weight of 66.48 kg, an exposure duration of 7.583 hours per day, and an exposure frequency of 236.99 days per year over a span of 12.85 years. It is recommended that workers consistently comply with the use of personal protective equipment (PPE), particularly face masks, to mitigate the adverse health effects associated with hydrocarbon exposure. Keywords: Environmental Health Risk Assessment, PM₁₀ and PM₂,5, hydrocarbons  ABSTRAK Emisi yang dihasilkan oleh industri melepaskan berbagai jenis polutan ke atmosfer maupun ke lingkungan kerja. Polutan udara di lingkungan kerja dapat berasal dari mesin produksi maupun bahan bakar yang digunakan. Adanya paparan udara pencemar dalam jangka panjang di lingkungan kerja dapat menimbulkan bahaya terhadap pekerja. Dengan studi ARKL, kita dapat mengidentifikasi risiko dan menghitung secara kuantitatif tingkat risiko kesehatan yang dapat timbul terhadap kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar risiko pajanan PM2,5, PM10 dan hidrokarbon di lingkungan kerja serta gangguan pernafasan yang dialami oleh pekerja.  Studi ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional dengan teknik analisis menggunakan metode risk assessment. Poluasi penelitian adalah pekerja di bagian produksi dengan menggunakan simple random sampling. Hasil perhitungan besar risiko menunjukkan konsentrasi polutan PM10, dan PM2,5 menunjukkan tingkat risiko masih dalam batas aman (RQ1), sedangkan pajanan Hidrokarbon masuk dalam kategori tidak aman (RQ1). Pajanan Hidrokarbon masuk dalam kategori tidak aman dan memiliki risiko nan karsinogenik bagi pekerja yang memiliki berat badan 66,48 kg dengan durasi pajanan 7,583 jam per hari dan frekuensi pajanan 236,99 hari dalam setahun selama 12,85 tahun. Di sarankan kepada pekerja untuk selalu patuh dalam menggunakan APD yaitu masker selama berada di lingkungan kerja.  Kata Kunci: Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan, PM2,5, PM10, Hidrokarbon
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Stres Kerja pada Perawat di RS Kartika Husada Setu Bekasi Tahun 2025 Dame Haryanti Siagian; Ahmad Irfandi; Mirta Dwi Rahmah Rusdy; Mugi Wahidin
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8085

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu masalah psikologis yang banyak dialami oleh perawat akibat tuntutan pekerjaan, beban kerja yang tinggi, serta sistem kerja shift di rumah sakit. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan kualitas pelayanan dan kesejahteraan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat di RS Kartika Husada Setu Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok umur dewasa madya (61,7%), berjenis kelamin perempuan (65,0%), memiliki masa kerja berisiko (≤ 5 tahun) (53,3%), dan bekerja pada shift pagi dan siang (73,3%). Mayoritas responden memiliki beban kerja rendah (86,7%) dan tidak mengalami stres kerja (88,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p = 0,010), jenis kelamin (p = 0,045), shift kerja (p = 0,000), masa kerja (p = 0,043), dan beban kerja (p = 0,000) dengan stres kerja pada perawat. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa beban kerja, shift kerja, umur, masa kerja, dan jenis kelamin berhubungan dengan stres kerja pada perawat, dengan beban kerja sebagai faktor yang paling dominan. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit disarankan untuk melakukan pengelolaan beban kerja secara optimal melalui penyesuaian distribusi tugas dan rasio perawat-pasien, serta pengaturan sistem shift kerja yang lebih seimbang. Perawat juga diharapkan meningkatkan kemampuan manajemen stres melalui strategi coping adaptif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti dukungan organisasi dan kepemimpinan serta menggunakan desain longitudinal untuk memperoleh gambaran hubungan sebab-akibat yang lebih komprehensif.
Co-Authors Ade Heryana Alfarros, Muhammad Luthfi Aljunita, Intan Amelia Ramadhani, Amelia Andri Dwi Utomo Andri Krisna Hidayat Clara Elnisa Woro Hanadi Cucu Cahyanti Cut Alia Kemala Muda Dame Haryanti Siagian David Martua Sehat Nababan Decy Situngkir Desyawati Utami Devi Angeliana Kusumaningtiar Dwi Nurmawaty Ega Suryani Eka Cempaka Putri Fauzan, Miftah Getar Millennium Udara Gunawan, Aldi Habiba Kamila Fatin Hafsha Rosdiana Harahap, Mitha Aulia Heryana, Ade Indra Fransisco Ira Marti Ayu Istiani, Dwi Jeffry Keisha, Talitha Kesatria Sughani Keumala Muda, Cut Alia Khairunnisa Khairunnisa Kusumawati, Utari Latricia Aina Hidayat Luh Ayu Krisdayanti Lutfiyah, Evi Maratis, Jerry Maulidya, Rosdiana Meithyra Melviana Simatupang Meithyra Melviana Simatupang Meithyra Melviana Simatupang Mila Amelia Putri Muda, Cut Alia Keumala Mugi Wahidin Mulyati Natul, Karolina Namira Wadjir Sagadji Natasya Hayatusyifa Nathasya Abigail Putri Andira Nugroho, Ari Dwi Nurmawaty, Dwi Oktadian, Andre Putri Handayani Putri Handayani PUTRI HANDAYANI Putri, Adinda Aura Rahmah Rusdy, Mirta Dwi Rahmi Garmini Rini Handayani Rini Handayani Rosdiana, Hafsha Rosita Rosita Rosya, Ernalinda Samuel Dion Sangadji, Namira Wadjir Seprianto, Seprianto Shorayasari, Susi Sisran, Sisran Syamsiah, Syamsiah Syarifah Taqi Muhammad Javani Teguh Pribadi Adinugroho Veronika, Erna Veza Azteria Wekadigunawan Wekadigunawan Yatima, Khusnul Yuliazahra, Aisyah Yunita Rosalina Br Lumban Gaol Yusvita, Fierdania Zahra, Tazkya Zandya, Suci Liqi AA