p-Index From 2021 - 2026
6.369
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Technical Guidance for Student Creativity and Achievement Program Hamdani; Dona Fitriawan; Halini; Agung Hartoyo; R, Zubaidah; Revi Lestari Pasaribu; Dian Ahmad BS; Ade Mirza; Edy Yusmin; Asep Nursangaji
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v5i1.3148

Abstract

The purpose of the student creativity program in general is to prepare future-oriented student resources and forged with higher education transformation so that they become superior, competitive, adaptive, flexible, productive, competitive graduates with Pancasila character, and guide students to become individuals who know and obey the rules, creative and innovative, as well as objective and cooperative in building intellectual diversity. While the objectives of the Student Achievement Program are: 1) giving awards to students who have achieved high achievements; 2) motivating students to carry out curricular, co-curricular, and extra-curricular activities as a vehicle for synergizing student hard skills and soft skills; 3) encouraging universities to develop a campus life climate that can facilitate students to achieve proud achievements on an ongoing basis; 4) Student entrepreneurship; and 5) MBKM activities in higher education. The method of delivering the material in the zoom meeting and offline, accompanied directly by selected expert presenters who are able to provide motivation and strategies and often participate in the intended achievement event in the FKIP Hall, Classroom, and other rooms that are useful in implementing activities that are planned to be carried out continuously or sustainably between April and December 2023. The activities are in the form of continuous technical guidance periodically until students are proficient in uploading activity websites, making implementation proposals, and creating achievement and entrepreneurial ideas. The data collection technique is observation, interview, and documentation. With data collection tools in the form of observation sheets, interviews, and documentation sheets. The target audience is students and lecturers, especially the mathematics education study program at FKIP Tanjungpura University. With the results obtained are: 1) many students are ready to make a team of service implementers starting from the preparation of proposals to the hope that the product will be accepted by the ministry and other institutions that oversee it; 2) students play an active role in participating in competitions or student achievement activities and compete starting from the institutional, regional, national, and international levels. The product of the service activity is in the form of a Student Creativity Program (PKM) proposal and empirical evidence of students participating in outstanding student activities then articles made and then published in the National Journal of Community Service.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DAN MOTIVASI INTRINSIK DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SOAL CERITA PERSAMAAN KUADRAT Pitriani, Pitriani; Hamdani, Hamdani; Yani T, Ahmad; R, Zubaidah; Pasaribu, Revi Lestari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 14, No 7 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v14i7.97342

Abstract

This research aims to investigate the correlation between self-efficacy and intrinsic motivation with students' ability to solve quadratic equation story problems among ninth-grade students at SMPN 2 Salatiga. A quantitative approach with a correlational method was employed, involving 29 students from class IX A as participants. Data were collected using problem-solving tests and questionnaires designed to assess self-efficacy and intrinsic motivation. The data were analyzed through Pearson Product Moment correlation and multiple regression techniques. The findings reveal: (1) a moderate and statistically significant positive relationship between self-efficacy and problem-solving performance (r = 0.578); (2) a similarly moderate and significant correlation between intrinsic motivation and problemsolving skills (r = 0.488); and (3) a joint, significant relationship between self-efficacy, intrinsic motivation, and students"™ problemsolving ability in quadratic equation contexts. The regression analysis indicated that both independent variables significantly contribute to predicting students"™ performance, with an R Square value of 0.361, meaning that 36.1% of the variation in problem-solving ability could be explained by these two psychological factors. These results underscore the critical role of self-efficacy and intrinsic motivation in fostering students"™ mathematical problem-solving success.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Silviana; Yulis Jamiah; Bistari; Sugiatno; Revi Lestari Pasaribu
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.4241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi pembelajaran Think Talk Write (TTW) terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada materi barisan dan deret aritmatika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, untuk menganalisis perubahan kemampuan siswa sebelum dan sesudah penerapan strategi TTW. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas X di SMKN 2 Pontianak yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pemilihan sampel ini didasarkan pada pertimbangan tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui tes tertulis yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan menggunakan instrumen yang telah valid dan reliabel. Tes ini diberikan dua kali, yaitu pretest dan posttest penerapan strategi TTW dalam pembelajaran materi barisan dan deret aritmatika. Teknik analisis data penelitian ini meliputi uji normalitas, uji homogenitas, paired sample T-Test, dan uji N-Gain dengan menggunakan SPSS dan excel pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi TTW secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Analisis data menunjukkan rata-rata skor posttest meningkat dari kategori rendah menjadi sedang setelah penerapan strategi. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa strategi TTW efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam konteks matematika, khususnya pada materi barisan dan deret aritmatika. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa strategi TTW merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematis siswa. Strategi TTW direkomendasikan bagi guru matematika karena dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis siswa, mengembangkan pemahaman konsep matematika, dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah kompleks.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA RITUAL ADAT NIMANG PADI SUKU DAYAK KANAYAT’N DI KECAMATAN TOHO Yessi, Fitrisia; Pasaribu, Revi Lestari; Sayu, Silvia; Munaldus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i1.912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggali teori matematika maupun aktivitas etnomatematika yang ada pada pelaksanaan ritual adat nimang padi suku dayak kanayat’n di Kecamatan Toho. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini merupakan 3 orang narasumber yang mengerti atau mengetahui tentang ritual adat nimang padi suku dayak kanayat’n. berdasarkan wawancara dan observasi didapat 6 aktivitas etnomatematika yang terkandung dalam ritual adat tersebut yakni; 1) aktivitas membilang/menghitung; 2) aktivitas mengukur; 3) aktivitas mendesain; 4) aktivitas penentuan lokasi; 5) aktivitas bermain; dan 6) aktivitas menjelaskan, serta memuat konsep bangun datar dan bangun ruang.
Hubungan Self-Efficacy dan Kemandirian Belajar dengan Kemampuan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita PLSV Kelas VIII SMP Fizadella, Revita Amanda; Zubaidah, Zubaidah; Munaldus, Munaldus; Yusmin, Edy; Pasaribu, Revi Lestari
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i3.4528

Abstract

Tujuan riset ini teruntuk mengetahui hubungan antara self-efficacy serta kemandirian belajar dengan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) kelas VIII SMP Negeri 1 Sungai Kakap. Riset ini mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Instrumen riset terdiri atas angket self-efficacy serta kemandirian belajar, serta tes teruntuk mengukur kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita PLSV. Sampel penelitian berjumlah 59 siswa yang terpilih oleh teknik cluster random sampling. Hasil analisis memakai uji korelasi Pearson Product Moment memperlihatkan bahwa terdapat hubungan antara self-efficacy dengan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita ( = 0,597; sign. < 0,05) dan antara kemandirian belajar dengan kemampuan menyelesaikan soal cerita ( = 0,555; sign. < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan antara self-efficacy serta kemandirian belajar ( = 0,844; sign. < 0,05). Hasil uji korelasi ganda memperlihatkan bahwa self-efficacy serta kemandirian belajar secara simultan berhubungan dengan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita (R = 0,604; sign. < 0,05). Temuan ini memperlihatkan bahwa kian tinggi self-efficacy serta kemandirian belajar siswa, kian baik juga kemampuannya dalam menyelesaikan soal cerita.
Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping untuk Meningkatkan Kreativitas Matematika Siswa Kelas VII SMP Widyasari, Lia Fitri; Yani T, Ahmad; Mirza, Ade; Yusmin, Edy; Pasaribu, Revi Lestari
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 6 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v7i6.25036

Abstract

Pendidikan esensial dalam membangun sumber daya manusia unggul dan kemajuan nasional, terutama matematika yang sering menantang siswa. Penelitian ini mengeksplorasi dampak model pembelajaran mind mapping pada kreativitas matematika siswa kelas VII SMPN 1 Singkawang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group. Sampel terdiri dari 58 siswa yakni, 30 dari kelas VII A (eksperimen) dan 28 dari kelas VII F (kontrol), dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kemampuan belajar yang relatif sama. Instrumen tes esai mengukur kefasihan, keluwesan, dan orisinalitas. Analisis data dilakukan secara bertahap. Pertama, data diuji normalitas dan homogenitas untuk memenuhi syarat statistik. Selanjutnya, perbedaan antar kelompok diuji menggunakan uji-t independen. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001. Penelitian ini secara kuat menandakan bahwa penerapan model pembelajaran mind mapping memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kreativitas matematika siswa. Implikasinya, model pembelajaran mind mapping efektif memupuk pemikiran lancar, fleksibel, dan inovatif, membantu siswa dalam mengorganisasikan ide-ide secara visual, tetapi juga mendorong pola pikir yang lebih lancar, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi soal-soal matematika. Dengan demikian guru direkomendasikan mengadopsinya sebagai alternatif pengajaran, sementara sekolah menyediakan fasilitas pendukung untuk implementasi optimal.