Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Edukasi Pijat Commond Cold dalam Mengatasi Gejala Batuk Pilek pada Bayi dan Balita Rambu Anggi Hunga Meha; Nanda Azabi; Anasa Laila Wiradani; Calista Desy R; Finoria Vitoria; Amandha Rassya D; Rini Susanti; Hapsari Windayanti; Kartika Sari; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Common cold is a contagious disease that can be transmitted through air particles and is located in the respiratory tract. Transmission depends on the size of the particles (droplets) that carry the virus into the respiratory tract. The common cold virus can be transmitted through inhalation, direct contact, or indirect contact. A person exposed to an infectious dose of 10 viruses/droplets, 50% will suffer from common cold. Early symptoms include discomfort from the nose or throat. Then it starts with sneezing, runny nose, and feeling slightly sick. Sometimes followed by mild fever. The nose releases clear and watery fluid in the first few days. Then the nasal discharge becomes thicker, yellow-green in color. Usually, parents feel worried about cough, runny nose, and sore throat in children, especially when the child refuses to eat. This worry is caused because parents do not understand the pathophysiology of cough and cold and lack understanding of how to manage the disease. Besides pharmacological therapy, there is also complementary therapy, which is common cold massage. Massage has several positive effects such as weight gain, better sleep patterns, improved neuromotor development, better emotional bonding, and reduced rates of nosocomial infections including common cold. The purpose of this community service is to increase mothers' knowledge about handling cough and cold in babies/toddlers using non-pharmacological therapy, which is common cold massage. Counseling was given to 24 mothers who had babies/toddlers in Kebon Kliwon Village, Bergas District. The first stage was finding respondents, mothers who have babies/toddlers because they are vulnerable to cough and cold. The second stage was conducting a pre-test about the mother's knowledge. The third stage was delivering materials and management of common cold massage. The fourth stage was post-test. The goal of this counseling is so that mothers are expected to be able to apply common cold massage at home.   Abstrak Common cold merupakan penyakit menular yang dapat bertransmisi lewat partikel udara dan terletak di traktus respiratorius. Penularan bergantung pada ukuran partikel (droplet) yang membawa virus tersebut masuk ke dalam saluran nafas. Virus common cold dapat menular melalui inhalasi, kontak langsung ataupun kontak tidak langsung. Seseorang yang terserang dengan dosis infeksi 10 virus/droplet, 50% akan menderita common cold. Gejala awal berupa rasa tidak enak dari hidung atau tenggorokan. Kemudian mulai bersin-bersin, hidung meler dan merasa sakit ringan. Kadang disertai demam ringan. Hidung mengeluarkan cairan yang encer dan jernih pada hari-hari pertama. Selanjutnya sekret hidung menjadi lebih kental, berwarna kuning hijau. Umumnya orangtua akan merasa khawatir akan batuk, pilek dan radang tenggorokan pada anak-anak serta karena anak menolak makan. Kekhawatiran ini disebabkan karena para orangtua tidak memahami patofisiologi batuk pilek serta kurang memahami upaya untuk tatalaksana pada penyakit tersebut. Selain terapi farmakologis terdapat juga terapi komplementer yaitu pijat commond cold. Pijat memiliki beberapa efek positif dalam hal penambahan berat badan, pola tidur yang lebih baik, peningkatan perkembangan neuromotorik, ikatan emosional yang lebih baik, penurunan tingkat infeksi nosokomial salah satunya common cold. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai penanganan batuk pilek pada bayi/balita menggunakan terapi non farmakologis yaitu dengan pijat commond cold. Penyuluhan dilakukan kepada 24 ibu yang memiliki bayi/balita di Desa Kebon Kliwon Kecamatan Bergas. Tahap pertama adalah mencari responden edukasi ibu yang memiliki anak bayi/balita karena rentan terkena batuk pilek. Tahap kedua melakukan pre test tentang pengetahun ibu. Tahap ketiga pemaparan materi dan penatalaksanaan pijat commond cold. Tahap ke empat post test. Tujuan dari penyuluhan ini agar ibu diharapkan dapat mengaplikasikan pijat commond cold di rumah.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) pada Remaja Putri: The Correlation between Knowledge and Attitudes Young Women about Breast Self-Examination (BSE) Windayanti, Hapsari; Widayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2581

Abstract

The number of breast cancer cases is ranked second after cervical cancer, the most common among women in the world. A survey conducted by WHO stated that 8-9% of women suffer from breast cancer. Breast self-examination is very important because almost 85% of breast lumps are discovered by sufferers themselves. This method is very simple, but it is hoped that it can reduce the high number of breast cancer sufferers, because the earlier it is detected, the faster the treatment process is needed. BSE is an important thing for teenagers to know to help teenagers carry out early detection of breast cancer. Good knowledge about BSE can help teenagers have a positive attitude towards themselves. The aim of the research is to determine the relationship between knowledge and BSE attitudes in young women. The population of female students at SMK "S" in Temanggung was 35 respondents. The sampling technique used was Accidental Sampling of 29 respondents. Data analysis used frequency distribution and Chi Square test. The research results showed that there was nocorrelation between knowledge and BSE (p value > 0.05).   Abstrak Jumlah kasus kanker payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker serviks yang paling banyak diderita wanita di dunia. Survei yang dilakukan WHO menyatakan 8–9% wanita mengalami kanker payudara. Pemeriksaan payudara sendiri sangat penting untuk dilakukan karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Metode ini sangat sederhana, namun diharapkan dapat menekan tingginya angka penderita kanker payudara, karena semakin awal terdeteksi maka semakin cepat proses pengobatan yang diperlukan. SADARI menjadi hal yang penting untuk diketahui oleh remaja untuk membantu remaja melakukan deteksi dini dari kanker payudara. Pengetahuan yang baik mengenai SADARI dapat membantu remaja mempunyai sikap yang positif terhadap dirinya. Tujuan penelitiannya yaitu  untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap SADARI pada remaja putri. Populasinya siswi SMK “S” di Temanggung sebanyak 35 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, sebanyak 29 responden. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap SADARI (p value > 0,05)
Penerapan Metode Edukasi Interaktif "Ular Tangga” untuk Mengoptimalkan Pemahaman Gizi pada Ibu Hamil Widayati; Hapsari Windayanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4241

Abstract

Stunting is a child growth disorder that causes them to be short in stature. Fortunately stunting in children can be prevented during pregnancy. Stunting is a problem that occurs in almost all regions of Indonesia. One in three toddlers in Indonesia suffers from stunting, which affects their growth and development.  Based on 2018 Riskesdas data, stunting cases reached 30.8% (Ri, 2018) while the WHO has set a threshold whereby Indonesia has a high prevalence rate (30-39%). Stunting is a condition of growth failure in toddlers due to prolonged malnutrition, especially during the first 1000 days of life (HPK). Babies born with low birth weight will experience incomplete growth and cause stunting in children. Improving nutrition during pregnancy can improve the nutritional status of pregnant women thereby preventing stunting (Syakur et al., 2023). Cognitive and motor development barriers that will affect brain development and abilities in school. Meanwhile, the long-term impact of impaired brain development in early childhood will result in decreased intellectual capacity neurological disorders and a negative impact on productivity in adulthood. This community service program aims to provide pregnant women with knowledge about nutrition as a primary measure to prevent stunting. Health education was provided interactively and through demonstrations using a snake ladder game involving 37 pregnant women. The stages included preparation, implementation, and evaluation. The pre-test results showed that 10.8% of pregnant women had good knowledge and after receiving health education 86.5% had good knowledge. The results of the implementation showed an increase in pregnant women's knowledge about maternal nutrition.   ABSTRAK Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak yang menyebabkan tubuh mereka berperawakan pendek. Beruntungnya, masalah stunting pada anak sudah dapat dicegah sejak masa kehamilan. Permasalahan stunting terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Satu dari tiga anak balita di Indonesia mengalami stunting dan berdampak pada tumbuh kembangnya.  Berdasarkan data Riskesdas 2018, kasus stunting mencapai 30,8% (RI, 2018), sementara WHO menetapkan ambang batas yang mana Indonesia menempati pada angka dengan prevalensi tinggi (30-39%). Stunting merupakan keadaan gagal tumbuh pada balita akibat dari kekurangan gizi yang lama terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir rendah akan mengalami pertumbuhan yang tidak sempurna dan menyebabkan stunting pada anak. Perbaikan nutrisi semenjak hamil dapat meningkatkan status nutrisi ibu hamil sehingga dapat mencegah stunting (Syakur et al., 2023). Hambatan perkembangan kognitif dan motorik yang akan berpengaruh pada perkembangan otak dan kemampuan di sekolah. Sedangkan dampak jangka panjang akibat terganggunya perkembangan otak diwaktu kecil akan mengakibatkan menurunnya intelektual, terjadinya gangguan fungsi saraf sehingga berpengaruh pada hasil produktifitasnya waktu dewasa. Program pengabdian masyarakat ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi ibu hamil sebagai upaya primer dalam pencegahan stunting. Pemberian Pendidikan Kesehatan dilakukan secara interaktif dan demonstrasi dengan menggunakan ular tangga yang melibatkan 37 ibu hamil. Tahapannya meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil yang berpengetahuan baik sebesar 10,8% dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan yang berpengetahuan baik sebesar 86,5%. Hasil kegiatan pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi ibu hamil.