Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

SUBSTITUTION, AUGMENTATION, MODIFICATION AND REDEFINITION (SAMR) MODEL TO TECHNOLOGY INTEGRATION FOR ENGLISH TEACHERS AT SMP NEGERI 2 SUNGGUMINASA Intan, Nur; AM, St. Asriati; Hijrah
Journal of Computer Interaction in Education Vol. 7 No. 1 (2024): JCIE:Journal of Computer Interaction in Education
Publisher : FKIP Unismuh Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jcie.v7i1.619

Abstract

This study aims to determine the dominating level of substitution, augmentation, modification and redefinition (SAMR) use by the teachers in teaching English and the reasons of the English teachers use that level, namely substitution, augmentation, modification and redefinition (SAMR). This research was conducted in January 2023 from 3 English teachers at SMP Negeri 2 Sungguminasa. This research used descriptive qualitative method, and the instruments used are observation and interviews.The findings of this study indicate that of the four levels of the SAMR model, the most dominant used by English teachers is at the substitution level. And the lowest usage is redefinition. The second finding is the reason why the English teachers are at this level is due to a lack of IT-related knowledge, insufficient school facilities, and a lack of spaces that can assist teachers in improving their IT skills.  
Edukasi Pencegahan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Bahari, Kecamatan Sampolawa Desa Bahari Tiga Eka Nuari Nirmala Putri; Nisa Atifa; Elsa Dwiningrum Rusli Langsang; Hildayani; Riska S; Hijrah; Wa Ode Nurfadila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita (SSGBI) pada tahun 2022, prevelensi Stunting di indonesia mencapai 21,6%, Angka tersebut masih belum memenuhi standar jika dibandingkan dengan batas yang ditetapkan WHO yaitu 20%. Sedangkan prevelensi Stunting pada balita 0-59 bulan (TB/U) di Provinsi Sulawesi Tenggara 27,7%. Sulawesi Tenggara menempati urutan kesembilan tertinggi secara nasional. Berdasarkan hasil pengukuran TPSS bulan agustus 2023, Buton Selatan mengalami penurunan prevelensi angka Stunting sebesar 2,8% menjadi 24% dari tahun 2022 sebesar 26,8%. Meskipun demikan penurunan angka Stunting ini belum mencapai target Nasional yaitu 14% pada tahun 2024. Berdasarkan hasil pendataan di Desa Bahari Tiga Jumlah balita di Desa Bahari Tiga sebanyak 86, yang mengalami stunting sebanyak 10 balita. Tujuan: Kegiatan penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dengan mempengaruhi perilaku masyarakat baik itu individu ataupun kelompok dengan pembagian kuesioner sebagai pembanding untuk hasil evaluasi dengan jumlah responden 10 peserta, yang telah diuji validitas dan reabilitas. Metode: Menggunakan Metode cemarah dan tanya jawab. Media yang digunakan ialah leaflet untuk penyebaran pesan bagi masyarakat di wilayah Desa Bahari Tiga sebanyak 10 Responden. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang telah di uji validitas dan reabilitas. Teknik sampel dalam penelitian menggunakan Ceramah dan Tanya Jawab. Kesimpulan: Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah kerja puskesmas bahari kecamatan sampolawa desa bahari tiga, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : pengetahuan ibu dengan kategori baik (70% = 7 ibu), sedangkan ibu dengan pengetahuan kategori cukup (20% = 2 ibu) dan ibu dengan pengetahuan kategori kurang (10% = 1 ibu).
Analisis Kasus Pencurian Oleh Anak di Bawah Umur Salsa Yunita; Wahida; Nurul Fadilla; Hijrah; Nur shofiah; Aco Adnan Dzaki R; Muh.Sastro Aryanto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35728

Abstract

Studi ini membahas tentang pencurian yang dilakukan oleh anak di bawah umur, dengan fokus pada penyebab, proses hukum, dan putusan yang diberikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif, yaitu dengan mengkaji berbagai peraturan perundang-undangan, pemikiran hukum, dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang mendorong anak untuk melakukan pencurian yaitu kondisi keluarga yang tidak harmonis, pengaruh dari lingkungan dan teman sebaya, tekanan psikologis, keterbatasan ekonomi, pengaruh media dan teknologi, dan kurangnya bimbingan sosial. Dalam proses hukum, tindak pidana anak terhadap pelaku tindak pidana anak dikelola secara khusus melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak (UU SPPA yang mengutamakan perlindungan dan pemulihan. Putusan pengadilan dalam kasus yang diteliti menunjukkan bahwa hakim lebih mementingkan aspek pendidikan dan pembinaan daripada menjatuhkan hukuman penjara. Hal ini sesuai dengan prinsip restorative justice yang ingin mengembalikan anak-anak agar dapat kembali berperan positif dalam masyarakat. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan hukum yang menitikberatkan pada perlindungan anak dan pembentukan moral agar tindakan serupa tidak terulang.