Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Simulasi Model Hidrolika dalam Manajemen Tata Kelola Air untuk Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut Zulkarnain Yusuf; Ari Sandhyavitri; Sigit Sutikno
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan gambut mengakibatkan bencana asap yang mengancam aspek-aspek kehidupan manusia pada tingkat lokal, nasional, regional, bahkan global. Hilangnya vegetasi dan terbukanya hutan rawa gambut menyebabkan banjir pada musim hujan, mengurangi penyerapan karbon sehingga meningkatkan efek rumah kaca, serta hutan akan kehilangan fungsi pengaturan iklimnya. Tujuan penelitian permodelan hidrolika untuk pengelolaan tata air kanal gambut dalam rangka menghindari bahaya bencana kebakaran lahan.Langkah pertama yaitu menganalisa kondisi topografi dan hidrologi dari lahan gambut kanal buatan di lokasi, menganalisis dimensi, kondisi layout kanal dan kecepatan arus aliran kanal. Kemudian melakukan analisis hidrolika kanal untuk mengetahui debit air di kanal dalam upaya identifikasi resiko kebakaran. Dan yang terakhir dengan melakukan analisis hidrolika dan pengaturan tata kelola air (penempatan sekat kanal) untuk menjaga tinggi elevasi muka air kanal gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topografi dari daerah aliran Kanal di lahan gambut Meskom merupakan daerah aliran kanal yang sangat landai, kondisi hidrometri kanal yaitu dimensi, elevasi muka air kanal dan kecepatan arus yang diukur menunjukkan variasi pada setiap titik pengukuran (STA 0-STA 8). Kecepatan arus kanal sedikit bervariasi antara 0.11 hingga 0.2 m/s. Analisis simulasi kondisi kanal Meskom dengan beberapa kondisi antara lain : Elevasi muka air pada sekat kanal eksisting berada pada posisi aman terhadap potensi bahaya kebakaran. Penambahan sekat kanal dibagian hulu dari sekat kanal paling hilir tidak merubah elevasi muka air kanal secara signifikan. Pada posisi sekat kanal yang dimundurkan dari posisi eksisting menuju kehulu menunjukkan elevasi muka air kanal berada pada 8.65 m dibagian hulu sekat kanal dan elevasi muka air kanal kea rah hilir mengalami penurunan hingga 7.74 m. Elevasi muka air kanal pada pada posisi tanpa sekat turun menjadi 7.75 m yang rentan terhadap potensi bahaya kebakaran lahan gambut.
Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran Di Kabupaten Bengkalis Aris Fadillah; Ari Sandhyavitri; Sigit Sutikno
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komponen terpenting untuk mencegah terjadi kebakaran dilahan gambut adalah elevasi muka air tanah gambut. Model hidrologi untuk memprediksi muka air tanah gambut tropis dalam upaya mitigasi kebakaran lahan gambut berdasarkan data curah hujan dan data muka air tanah (Ground Water Level). Pembuatan pemodelan akan dilakukan dengan cara mencari korelasi antara data curah hujan terhadap kenaikan muka air tanah (dWRain) dan korelasi muka air tanah terhadap penurun elevasi muka air tanah (dWlose) dengan data curah hujan. Pemodelan terdiri dari tiga model yaitu : Pemodelan 1 dengan data curah hujan dan muka air tanah data 1 bulan, Pemodelan 2 data curah hujan dan muka air tanah data 3 bulan dan Pemodelan 3 data curah hujan dan muka air tanah data 6 bulan. Hasil analisis Pemodelan 1 dengan data curah hujan dan muka air tanah 1 bulan (dWRain) korelasi R² = 0.9029 (korelasi sangat kuat) dengan persamaan : y = 0.8993x + 0.0004 sedangkan (dWlose) korelasi R² = 0,1053 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = -0,1754x + 0,046, dilihat dari grafik untuk pemodelan 1 grafik muka air tanah gambut prediksi kurang mengikuti grafik muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE (Mean Squared Error) = 0.13 dan MAPE (Mean Absolute Percentage Error) = 92,21 %. Hasil analisis Pemodelan 2 dengan data curah hujan dan muka air tanah 3 bulan dWRain korelasi R² = 0.7078 (korelasi kuat) dengan persamaan : y =1.1069x + 0.0002 sedangkan, (dWlose) korelasi R² = 0.0825 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = 0.0169x+0.0019, dilihat dari grafik untuk pemodelan 2 grafik muka air tanah prediksi kurang mengikuti pola grafik muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE = 0.06 dan MAPE = 86,75, %. Hasil analisis Pemodelan 3 dengan data curah hujan dan muka air tanah 6 bulan dWRain korelasi R² = 0.2583 (korelasi cukup) dengan persamaan : y =1.211x + 0.0032 sedangkan (dWlose) korelasi R² = 0.0083 (korelasi sangat lemah) dengan persamaan : y = 0.0133x+0.0104 dilihat dari grafik untuk pemodelan 3 grafik muka air tanah sudah mengikuti pola muka air tanah terukur di lapangan dengan nilai MSE = 0.01 dan MAPE = 37.49 %.
Analisis Kalibrasi Model HSS Clark Dengan Menggunakan Program HEC-HMS Syahrul Ramadhani; Yohanna Lilis Handayani; Sigit Sutikno
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Clark pada DAS Lubuk Bendahara membutuhkan analisis yang lebih detail. Data curah hujan dan pencatatan muka air otomatis (AWLR) lapangan diperlukan sebagai bahan kalibrasi. Parameter kehilangan air (loss model), aliran dasar (baseflow) dan transformasi aliran (transform method) dalam hidrograf satuan sintetik Clark dikalibrasi dengan menggunakan program HEC-HMS. Proses kalibrasi ini menggunakan tiga metode objective function yaitu Peak Weighted Root Mean Square (RMS) Error, Percent Error Peak dan Percent Error Volume. Hasil kalibrasi menunjukkan nilai yang dihasilkan menggunakan metode Peak-Weighted RMS Error sebesar 2,57, selisih volume -0,09% dan selisih debit puncak 1,1%.
Analisis Indeks Kekeringan Meteorologis dan Karakteristik Kebakaran Lahan Gambut Kabupaten Tanjung Jabung Timur Febiola, Ollga; Sutikno, Sigit; Darmayanti, Lita
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Jambi merupakan Provinsi dengan lahan gambut terluas ketiga di Pulau Sumatera. Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur erat kaitannya dengan faktor meteorologi yaitu minimnya jumlah curah hujan sebagai sumber alat pemadam kebakaran. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis karakteristik kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang akan dikorelasikan dengan kondisi kekeringan dengan metode Indeks Presipitasi Terstandarisasi atau Standardized Precipitation Index (SPI) dikembangkan oleh McKee et al (1993). Analisis karakteristik kebakaran lahan gambut menggunakan sebaran hotspot (tingkat kepercayaan > 60%) dengan menggunakan citra Landsat dan pola yang terbentuk sebagai indikasi areal luasan kebakaran yang diakibatkan oleh data titik panas dalam kurun waktu 8 tahun (2013-2020). Hasil analisis karakteristik kebakaran seperti luas area bekas terbakar, durasi kebakaran dan laju kebakaran yang terjadi di setiap tahun. Data analisis hotspot dilakukan tumpang tindih dengab teknik on-off layering terhadap citra Landsat yang sebelumnya dilakukan komposit band untuk proses digitasi polygon menggunakan GIS (Geographic Information System). Karakteristik kebakaran Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam kurun waktu selama 8 tahun sejak tahun 2013 sampai tahun 2020 dengan jumlah luas area terbakar 151.815 Ha dengan durasi kebakaran selama 261 hari dan laju kebakaran 6381.762 ha/hari. Selama kurun waktu 8 tahun luas area terbakar terbesar terjadi pada tahun 2019 dengan luas 75.042 Ha yang terjadi kebakaran berturut turut pada bulan Agustus, September, dan Oktober dan indeks kekeringan dengan nilai SPI minimum -2,5809 pada tahun 2019 bulan Oktober dengan klasifikasi amat sangat kering. Hubungan antara kondisi kekeringan dan kejadian kebakaran di Kabupaten Tanjung Jabung Timur menunjukkan bahwa kejadian kebakaran (hotspot) rentan bertmbah seiring dengan kejadian kekeringan
Karakteristik Spasial dan Temporal Kebakaran Lahan Gambut di Kabupaten Rokan Hilir Irpan, Apdani; Sutikno, Sigit; Darmayanti, Lita
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.202

Abstract

Kebakaran di lahan gambut sulit diamati karena dapat menyebar melalui biomassa di atas tanah serta gambut di bawah permukaan. Karakteristik spasial dan temporal kebakaran lahan yang meliputi jumlah hotspot, luas area kebakaran, durasi kebakaran, dan laju kebakaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik kebakaran tersebut dan korelasinya di wilayah kabupaten Rokan Hilir. Penelitian ini menggunakan data citra satelit MODIS untuk mengetahui sebaran titik api (hotspot) dengan confidence level >60%, citra satelit Landsat 7 dan 8 untuk analisis luasan kebakaran, didukung dengan peta wilayah adminstrasi serta peta Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) di kabupaten Rokan Hilir. Panjang data yang digunakan terhitung dari tahun 2013 sampai dengan 2020. Analisis karakteristik spasial dan temporal kebakaran lahan gambut memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG). Untuk memverifikasi adanya kebakaran, data hotspot yang diperoleh ditumpangsusunkan dengan data citra satelit landsat yang telah di composite menggunakan aplikasi ArcGis. Luas area terbakar dapat dihitung dengan melakukan digitasi berbentuk poligon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, secara temporal kejadian kebakaran terbanyak terjadi pada tahun 2013 dengan hotspot sebanyak 3.361. Data hotspot dominan terjadi di wilayah yang memiliki KHG. Secara spasial kecamatan yang paling banyak hotspot adalah Kecamatan Tanah Putih dengan hotspot sejumlah 1.493. Luasan terbakar tertinggi terjadi pada tahun 2013 seluas 83.200,41 Ha. Hubungan antara luas area kebakaran terhadap jumlah hotspot dan durasi kebakaran memiliki hubungan yang kuat dengan masing-masing nilai koefisien korelasi, R2 = 0,6295 dan R2 = 0,6375. Hubungan antara luas area kebakaran terhadap laju kebakaran mimiliki hubungan yang cukup dengan nilai koefisien korelasi, R2 = 0,4277.
Co-Authors ', Fitriani Achmad Noerkhaerin Putra Ade Mustika Martin Adri Patria Ganda Agus Ika Putra Ahmad Ade Kurniawan Ahmad Fauzi Ahmad Muhammad Ahmad Muhammad Ahmad Muhammad Ahmad Nawawi Ahmad Nurhuda Akhbar Putra Alkhair, Hafidz Almanna, Fajri Almasdi Syahza Aminuyati Andi Darmawan Andri Sulistyani Andy Hendri, MT, Andy Ari Sandhyavitri Ariani Kurnia, Ariani Arif Hidayatullah Arifudin Arifudin Aris Fadillah Asda Usradinda Askary, Muhammad Bambang H. Saharjo Bambang Sujatmoko Besri Nasrul Budisusanti, SPM Daly Riandi Defarian, Alvin Dewi , Novia Dewi, Dian Kharisma Diego Ariesta Lintano Dina Aulia Fitri Dwi Puspo Handoyo Dwi Puspo Handoyo, Dwi Puspo Dzaki Naufal Edi Kurniawan Eka Saputra Fauzi, Manyuk Febiola, Ollga Ferry Fatnanta Fian Syauqi Firdaus Firdaus Fitri Landari Fitriani Fitriani Frans Alfredo Hutapea Galuh Rio Harto, Galuh Rio Genta Putra Adietama Gina Khusnul Khotimah Gunandar, Arifa Gunawan, Irvan Gustin, Silvie Welya Hadthya, Reinhart ' Hafiz Alfarisyi Hapsoh Hardi Daim Haris Gunawan Hendra Saputra Herli Fajri Hidayat, Muhammad Fikky Hilda Febrina Hugo Pratama Idwar, Idwar Ilham Ziaulhaq Ilvi Rahmi Amalia Indradi Wijatmiko Indratmo Soekarno Insan Ikhsan Irfan, Riza Irpan, Apdani Jailani Jailani Jeffi Annisa Junius Nainggolan Karunia, Ariani Kei Mizuno Keisuke Murakami Keisuke Murakami Khairijon Khairijon Koichi Yamamoto Koichi Yamamoto Koichi Yamamoto Koichi Yamamoto, Koichi Kusairi, Muhammad Lilianti Lilianti Lita Darmayanti Luh Putu Ratna Sundari Lyona, Vinka M Fadhil Nur Mairiza Mairiza Mandataris Mardhotillah, Mutia Marlaily Idris Martin, Ade Mustika Melani Humairoh Merian, Rena Dian Metananda, Arya Arismaya Michiko Hosobuchi Milka Novita Manalu Mitri Irianti Mohtar Anwar Monita Olivia Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mudjiatko Mudjiatko Muhamad Yusa Muhammad Agung Pribadi Muhammad Fikky Hidayat Muhammad Kusairi Muhammad Nur Fajri Muhammad Randy Alfath Muhammad Yusa Muhammad Yusa Muhammad Yusa Mutia Ananda Perdana Neneng Sari Nensi Niko Erdi Putra Nur Hidayati Nurul Qomar Nurul Qomar Okta Karneli, Okta Osamu Kozan Panji Tegar Aji Pratama, Deni Pratama, Fernando putri, Novalin Putri, Tasha Ramadhery Radith Mahatma Rafit Mahendra Rahma Setya Linggasari, Rahma Setya Rahmatul Irfan Rahmayati Aprillia Putri Randa Kurniawan Refri Fadillah Rena Dian Merian Reski Daini Ramawilis Reza Ahmad Fadhli Reza Ahmad Fadhli, Reza Ahmad Rifandri, Danus Rifardi Rinaldi Rinaldi Rinaldi Rinaldi Rinaldi Rinaldi Rizki Rianda Putra Rizki Sahputra Romie Jhonnerie Roza Wahyuni S Siswanto Saldanela Saldanela Satibi, Syawal Seno Andri Setia Dewi Nurza Silviana, Sinta Haryati Sinta Afdeni Soewignjo Agus Nugroho Swary Aristi Syahrul Ramadhani Syamsul Arifin Syofiatul Safitri Syuhaya Wanisakdiah Teuku Ichsan Nurrady Theo Hasido Silalahi Tina Andriani Wahyu Frisnel Wardani, Khusnul Setia Wawan Gunawan Widya Ayu Safitri Wikrine Teriyoko Wiliya Wiliya Wiliya, Wiliya Yearni Yudika Friniati Putri Yenni Vetrita, Yenni Yesy Dian Permatasari, Yesy Dian Yogi Guntara Yohanna Lilis H Yosafat Sijabat Yuli Hendra Yundari, Yundari Zuli Laili Isnaini Zulkarnain Yusuf Zulkifli Zulkifli