Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGGUNAAN METODE MENGAJAR GURU PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SMAS TAMAN MULIA SUNGAI RAYA (F55009010), Yuwinda; Ibrahim, M. Yusuf; ., Sulistyarini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 11 (2013): Nopember 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode mengajar guru pada mata pelajaran sosiologi di SMAS Taman Mulia Sungai Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data adalah guru mata pelajaran sosiologi di SMAS Taman Mulia Sungai Raya. Hasil menunjukkan bahwa guru di sekolah ini sudah menggunakan metode mengajar, namun hanya sebatas ceramah, tanya jawab dan penugasan karena menurut beliau penggunaan metode ini tidak memakan waktu yang lama dan materi bisa cepat disampaikan kepada siswa, sebab siswa di sekolah ini kurang tanggap serta kurang perhatiannya di bidang akademik. Lingkungan belajar juga kurang mendukung untuk menerapkan metode atau variasi-variasi mengajar, sehingga hasil belajar siswa jika dikaitkan dengan metode mengajar yang sering diterapkan kurang memuaskan. Kata Kunci: Penggunaan Metode Mengajar, Mata Pelajaran Sosiologi Abstract : This research aims to determine the use of teaching methods of teachers in the subjects of sociology at SMAS Taman Mulia Sungai Raya. The method used is descriptive method. The data collection techniques in this research is using observation, interviews, and documentation. In this research, the data source is a professor of sociology at SMAS subjects Taman Mulia Sungai Raya . Results showed that the teachers in these schools are using teaching methods, but was limited to lectures, discussion and assignments because according to him the use of this method does not take a long time and the material can be quickly delivered to students, because students at these schools are less responsive and less attention in the academic field. Also less supportive learning environment to implement the method or variations of teaching, so that students' learning outcomes in relation to the teaching methods that are often applied less satisfactory. Keywords : Method of Teaching , Sociology Subject
PENINGKATAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK DALAM PEMBELAJARAN SENAM IRAMA MENGGUNAKAN ALAT PERMAINAN SIMPAI (F54210060), Tursiyah; R, Marmawi.; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 10 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan wahana pendidikan yang sangat fundamental dalam memberikan kerangka dasar terbentuk dan berkembangnya dasar-dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan pada anak. Keberhasilan proses pendidikan pada masa ini tersebut menjadi dasar untuk proses pendidikan selanjutnya. Pada anak usia dini berada dalam perkembangan fisik motorik yang paling penting karena pada usia ini perkembangan fisik motorik mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang salah satunya adalah perkembangan motorik kasar. Berdasarkan pengamatan peneliti yang juga guru pada kelas tersebut, terdapat 21 anak dari 25 anak (84%) mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan maju dan mundur secara serempak, terdapat 18 anak dari 25 anak (72%) mengalami kesulitan dalam melatih keseimbangan tubuh, terdapat 15 anak dari 25 anak (60%) yang mengalami kesulitan dalam melatih kelincahan dan kecepatan tubuh. Kata Kunci: Motorik kasar, Metode, Senam Simpai  Abstraction: Education of child of age early is a real basal education means in giving elementary framework formed and growed it knowledge bases, position and skill at chlid. Success of education process of during this becomes basis for education process hereinafter. At child of age early stays in development of physical of motorik most importantly because at the age of this development of physical of motorik experiences mushroom growth, which one of them is is development of harsh motorik. Based on observation of researcher that is also teacher at the class, there are 21 chlids out of 25 chlids ( 84%) finds difficulties in doing movement of advance and backward simultaneously, there are 18 chlids out of 25 chlids ( 72%) finds difficulties in training body balance, there are 15 chlids out of 25 chlids ( 60%) what finds difficulties in training mobility and body speed. Keyword: Harsh motorik, Method, Ferrule Gymnastic
VALUE OF EDUCATION IN ANGNGUKKURU' PAKKARENA IN PAKKARENA GROUP IN KALASERENA VILLAGE BONTONOMPO GOWA Sumiani Sumiani
JURNAL PAKARENA Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v6i2.25972

Abstract

Penelitian dengan judul Analisis Kandungan Nilai Pendidikan dalam Angngukkuru’ Pakkarena pada Kelompok Pakkarena di Desa Kalaserena Bontonompo Gowa ini diniatkan dengan berdasar pada argumen bahwa suatu tradisi yang masih berkelanjutan sampai saat ini adalah indikasi bahwa tradisi itu mempunyai makna bagi kehidupan masyarakat pendukungnya. Sebagaimana ritual Angngukkuru’ Pakkarena yang masih dilaksanakan oleh komunitas Pakkarena di Desa Kalaserena sampai saat ini, adalah indikasi bahwa ritual tersebut bernilai bagi pemiliknya. Penelitian difokuskan pada: kandungan nilai pendidikan dalam prosesi ritual dan cerminan nilai etika pada sikap penari Pakkarena setelah ritual  Angngukuru’ Pakkarena pada Kelompok Pakarena di Desa Kalaserena Bontonompo Kabupaten Gowa. Konsep dan teori tentang nilai dan pendidikan dari beberapa sumber digunakan sebagai acuan dalam membahas masalah yang telah dirumuskan. Penelitian naturalistik jenis deskriptif-interpretatif, pengumpulan data dilakukan dengan teknik: studi pustaka, observasi, wawancara, studi dokumentasi. Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut: (1) Kandungan nilai pendidikan dalam prosesi ritual Angngukkuru’ Pakkarena  masuk kategori nilai pendidikan sebagai proses transformasi budaya, menghargai tradisi warisan leluhur sebagai perekat kesatuan dan keutuhan kelompok Pakkarena, dan (2)  Nilai etika pada sikap penari Pakkarena setelah melalui ritual  Angngukuru’ Pakkarena tercermin dalam sikap kepatuhan serta kesantunan terhadap Anrongguru Pakkarena sebagaipemimpin kelompok. Kepatuhan penari dalam sipinangka (rakit) terutama penari Pauluang dan Pattapu, dan pemain musik dalam kelompok baik saat menari di atas panggung maupun di luar panggung.
DESIGNING GROUP-BASED CHOREOLOGY LEARNING TOOLS TO IMPROVE THE QUALITY OF LEARNING IN STUDENTS Sumiani Sumiani
JURNAL PAKARENA Vol 7, No 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v7i1.33254

Abstract

This research answers the problems: 1) How are the learning tools needed by students in the material of the dance textual approach in the Choreology course in the Sendratasik Education Study Program and 2) How to design a Group Investigation-based learning tool for students on the material of the dance textual approach in the Choreology course in the Sendratasik Education Study Program FSD UNM. The learning tools that will be developed in this study use the ADDIE model, which is a model that is commonly used in learning in general, in this study it is only carried out up to the point of design or design. The results of the research are as follows: 1) Learning tools in the form of worksheets needed in the Choreology course in the Sendratasik Education Study Program, Faculty of Art and Design, UNM, are worksheets that can improve the quality of learning. Worksheets are designed based on the Group Investigation learning model which consists of four stages of activity, namely: planning, investigation, presentation, and evaluation.  The selection of the Group Investigation model with consideration of opportunities in the design of worksheets can be more varied since the activities in the syntax differ from beginning to end. Thus, it is hoped that the absorption of knowledge, skills, and attitudes in the teaching and learning process can be maximized. 2) The design of worksheets in the Choreology course in the Sendratasik Education Study Program, Faculty of Art and Design, UNM, especially on the competence of identifying change and textual sustainability of dance consists of two types, namely worksheets for groups and worksheets for individuals. The group worksheet consists of four activities, namely: planning the investigation, making an investigation, presenting the results of the investigation, and evaluating. At the stage of making an investigation activity, there is a task sheet for individuals where each member of the group gets the task of one aspect.
SIMBOL DAN MAKNA TATA RIAS PENGANTIN BUGIS MAKASSAR Sumiani Sumiani
JURNAL PAKARENA Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.651 KB) | DOI: 10.26858/p.v1i1.8079

Abstract

Penelitian ini bertujuan mencari jawaban tentang : 1)   Kriteria cantik dan indah bagi orang Bugis, 2) Klafikasi rias dan busana orang Bugis, 3)  Bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan orang Bugis, 4) Ritual atau perlakuan khusus yang dilakukan orang Bugis untuk mempercantik, 5) Perubahan yang telah terjadi pada tatarias orang Bugis masa kini, dan 6) Kendala yang dihadapi untuk pengembangan tatarias dan busana Bugis tradisional.Hasil penelitian dapat diringkas sebagai berikut: 1) Budaya Bugis memandang kecantikan sebagai suatu hal yang sangat membanggakan, terutama bagi kaum wanita. Secara fisik kecantikan dalam kriteria orang Bugis adalah kulit yang cerah bersih dan sorot mata. Kecantikan Bugis juga dipancarkan oleh inner beauty yang bersumber dari hati dan sifat kaum wanita. 2) Klasifikasi rias dan busana orang Bugis secara garis besar dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu rias sehari-hari dan rias khusus. 3) Bahan dan alat kosmetika tradisional yang dahulu dipergunakan, dewasa ini sudah tidak lagi dipergunakan dan telah diganti dengan kosmetika modern, disebabkan kosmetika modern praktis penggunaannya dan hasil lebih baik dibanding kosmetika tradisional. 4) Ritual atau perlakuan khusus yang dilakukan orang Bugis untuk mempercantik atau merawat diri, lazimnya dilakukan pada konteks perkawinan. 5) Secara bentuk dan desain tatarias Bugis tidak berubah secara total, perubahannya terletak pada pengabaian makna-makna simbolis yang terdapat dalam tatarias tersebut. 6)  Semaraknya kesenian popular dan modern sangat   memberi andil pada terbentuknya selera masyarakat terhadap tata-rias tradisi, yang akhirnya menjadi kendala dalam pengembangannya.
Tari Pa’randing Di Tana Toraja: Kajian Struktur Gerak Feranita Feranita; Sumiani Sumiani; Rahma M Rahma M
JURNAL PAKARENA Vol 4, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.285 KB) | DOI: 10.26858/p.v4i2.12086

Abstract

Struktur Gerak Tari Pa’randing di Tana Toraja, skripsi, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan memperoleh data dan informasi tentang: 1) deskripsi gerak tari Pa’randing dengan Notasi Laban, 2) deskripsi tata hubungan ragam gerak tari Pa’randing di Tana Toraja. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang akan menggambarkan keadaan berdasarkan hasil penelitian di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dengan informan masyarakat Toraja yang dianggap mengetahui tari Pa’randing secara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Tari Pa’randing mempunyai tiga ragam gerak yaitu ragam gerak biasa atau Pamula, ragam gerak Tekka Tallu dan ragam gerak Ma’putara yang menjelaskan gerakanya dalam struktur yang merupakan sebuah sistem atau lambang (tanda), artinya gabungan atau rangkaian dari beberapa elemen-elemen yang dirakit sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan yang utuh dalam bentuk Notasi laban yang dilihat dari bentuk tangan, kaki, dan badan yang digambarkan dalam Notasi laban. 2) Tata hubungan dalam tari ini termasuk tata hubungan bentuk Marfologis yang saling berhubungan antara ragam gerak.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SENI BUDAYA ASPEK TEATER MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW SECARA DARING PADA SISWA KELAS XI SMAN 4 SELAYAR Mahdalena Mahdalena; Sumiani Sumiani
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.99 KB) | DOI: 10.26858/bl.v1i2.34999

Abstract

Penelitian ini memiliki 2 rumusan masalah, yaitu; 1) bagaimana penerapan model kooperatif tipe Jigsaw secara daring utuk mengukur peningkatan hasil belajar mata pelajaran seni budaya aspek teater pada siswa kelas XI SMAN 4 Selayar, 2) bagaimana peningkatan hasil belajar kooperatif tipe Jigsaw secara daring pada siswa kelas XI SMAN 4 Selayar. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI sebanyak 32 orang siswa, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran seni budaya aspek teater. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terjadi peningkatan dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran seni budaya aspek teater secara daring pada siswa kelas XI di SMAN 4 Selayar. Rata-rata nilai siswa pada kondisi pra siklus yaitu 40.5%. dan pada kondisi siklus I yaitu 84.3% dan meningkat pada siklus II yaitu 90.3%, data ketuntasan belajar klasikal secara berturut-turut adalah 12.5% pada kondisi pra siklus, dan dikondisi siklus I 84.3% dan sangat meningkat di siklus II yaitu 90.3%. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah apabila 85% < siswa mencapai nilai KKM 70. Jadi, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pemebelajaran seni budaya aspek teater pada siswa kelas XI SMAN 4 Selayar mengalami peningkatan dan dapat dikatakan berhasil. Kata Kunci: Jigsaw, Hasil Belajar, Daring, Aspek Teater  AbstractThis research has 2 problem formulations, namely; 1) how to apply the Jigsaw type cooperative model online to measure the increase in learning outcomes of the arts and culture aspects of theater in class XI SMAN 4 Selayar, 2) how to increase the online Jigsaw type cooperative learning outcomes in class XI students at SMAN 4 Selayar. This research is classroom action research (CAR) using data collection techniques including observation, tests, interviews, and documentation. The subjects in this study were 32 students of class XI, which aims to improve learning outcomes in the arts and cultural aspects of theater. Based on the results of the study, it was found that there was an increase in Jigsaw cooperative learning to improve learning outcomes of online theater aspects of cultural arts subjects in class XI students at SMAN 4 Selayar. The average value of students in pre-cycle conditions is 40.5%. and in the condition of the first cycle, which is 84.3% and increases in the second cycle, which is 90.3%, the classical learning completeness data is 12.5% in the pre-cycle condition, respectively, and in the first cycle it is 84.3% and greatly increases in the second cycle, which is 90.3%. The indicator of success in this study is if 85% < students reach the KKM score of 70. So, this study can be concluded that the application of the Jigsaw type cooperative to improve student learning outcomes in learning arts and culture aspects of theater in class XI SMAN 4 Selayar has increased and it can be said succeed. Keywords: Jigsaw, Learning Outcomes, Online, Theater Lessons
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENARI TARI NUSANTARA PADA SISWA KELAS X DI MAN BANTAENG Andi Irnawanti Nurzak; Sumiani Sumiani; Selfiana Saenal
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v1i4.40763

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui (I) Bentuk media pembelajaran audio visual dalam pelajaran tari nusantara pada siswa kelas x di MAN Bantaeng (2) Penerapan media audio visual untuk meningkatkan keterampilan tari nusantara pada siswa kelas x di MAN Bantaeng. Ujian ini merupakan penelitian kegiatan ruang belajar (PTK) yang menggunakan dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II yang terdiri dari penyusunan, pelaksanaan, persepsi, dan refleksi. Metode pengumpulan informasi yang diselesaikan dalam tinjauan ini menggabungkan persepsi, tes, dan dokumentasi. Pemeriksaan informasi yang digunakan adalah kuantitatif. Subyek dalam tinjauan ini adalah 21 siswa kelas X mia 1, yang dimaksudkan untuk mengembangkan siswa lebih lanjut keterampilan tari nusantara pada mata pelajaran seni budaya aspek wiraga, wirasa dan wirama. Hasil dari penelitian ini dapat dikatakan berhasil karena selama dalam melakukan 2 siklus dengan diterapkannya media audio visual keterampilan tari nusantara pada siswa kelas X meningkat menjadi 85%.
PANDANGAN TERHADAP IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 SELAYAR Fitriani A. M.; Sumiani Sumiani; Selfiana Saenal
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v1i3.39054

Abstract

This research is survey research. The data collection techniques used in this study include observation, interviews, documentation and questionnaires. The data analysis carried out is qualitative. The object of this research is 60 students of class X, which aims to describe the views on the implementation of the scientific approach in learning the theory and practice of dance. Qualitative data were obtained from student responses during the research. The results showed that: (1) For dance theory learning from 60 (100%) students there are 5 students (8.3%) who are not aware and 55 students (91.6%) are aware of the observing stage and 7 students (11.6%) are not aware and 53 students (88.3%) realized that there was a reasoning stage in the scientific approach in learning dance theory. Meanwhile, in the questioning, trying and communicating stage, all 60 students were aware of this stage in learning dance theory. (2) From the results of research in learning dance practice from 60 students (100%) there are 5 students (8.3%) who are not aware and 55 students (91.6%) are aware of the trying stage and 3 students (5%) are not. realized and 57 students (95%) realized that there was a reasoning stage in the scientific approach in learning dance practice. Meanwhile, in the stage of observing, asking, and communicating, all 60 students were aware of this stage in learning dance practice. Keyword: Perseption, implementation, scientific Penelitian ini menggunakan metode survei. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Analisis data yang dilakukan adalah kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X sebanyak 60 orang siswa, yang bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan terhadap implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran teori dan praktek seni tari. Data kualitatif diperoleh dari respon siswa selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Untuk pembelajaran teori seni tari dari 60 (100%) siswa terdapat 5 orang siswa (8,3%) tidak menyadari serta 55 orang siswa (91,6%) menyadari adanya tahap mengamati dan 7 orang siswa (11,6%) tidak menyadari serta 53 orang siswa (88,3%) menyadari adanya tahap menalar pada pendekatan saintifik dalam pembelajaran teori seni tari. Sedangkan dalam tahap menanya, mencoba dan mengkomunikasikan dari 60 siswa semua menyadari adanya tahap tersebut dalam pembelajaran teori seni tari. (2) Dari hasil penelitian dalam pembelajaran praktek seni tari dari 60 siswa (100%) terdapat 5 orang siswa (8,3%) tidak menyadari serta 55 orang siswa (91,6%) menyadari adanya tahap mencoba dan 3 orang siswa (5%) tidak menyadari serta 57 orang siswa (95%) menyadari adanya tahap menalar pada pendekatan saintifik dalam pembelajaran praktek seni tari. Sedangkan dalam tahap mengamati, menanya, dan mengkomunikasikan dari 60 siswa semua menyadari adanya tahap tersebut dalam pembelajaran praktek seni tari. Kata Kunci: Pandangan, Implementasi, Saintifik
Perancangan Buku Ajar Koreologi Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sendratasik Jurusan Seni Pertunjukan FSD UNM Sumiani Sumiani
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian dengan judul Perancangan Buku Ajar Koreologi bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sendratasik ini dilakukan di Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain UNM. Dari observasi awal didapat fenomena akan kebutuhan akan perangkat pembelajaran yang berjenis buku ajar pada pelaksanaan mata kuliah Koreologi di lingkungan Jurusan Seni Pertunjukan. Maka dari itu masalah penelitian difokuskan pada bagaimana rancangan buku ajar yang dibutuhkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sendratasik dalam mata kuliah Koreologi di Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain UNM . Metode penelitian yang sesuai dengan masalah penelitian adalah R&D, menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation), yang pada penelitian ini dilakukan hanya sampai pada tahap design. Hasil rancangan buku ajar Koreologi ini sesuai dengan prinsip-prinsip  pada bidang pendidikan, terindikasi dengan adanya kesesuaian antara isi buku dengan tujuan pembelajaran, adanya kesesuaian antara metode dengan susunan materi yang disajikan yang sasarannya ke ranah kognisi, adanya kesesuaian antara susunan isi dengan silabus mata kuliah Koreologi, dan tercermin kemudahan dari uraian penjelasan yang to the point disertai rangkuman serta soal-soal latihan. Pada bidang tari khususnya teori tari terindikasi dengan adanya kesesuaian antara isi buku dengan ruang lingkup koreologi dan empat pendekatan studi tari yaitu: pendekatan sejarah, pendekatan tekstual, pendekatan kontekstual, dan pendekatan komparasi. Kata Kunci: Perancangan, Buku Ajar, Koreologi