Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENARI TARI TRADISIONAL (LUMONDO) MENGGUNAKAN MODEL TUTOR SEBAYA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADA SISWA SMPN 1 MASAMBA Magfirah, Nur; Sumiani, Sumiani; Linda, Johar
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 4 (2024): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i4.67506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mendeskripsikan penerapan model tutor sebaya yang dapat meningkatkan kemampuan menari Tari Lumondo dalam kegiatan ekstrakurikuler seni pada siswa SMP Negeri 1 Masamba. 2.) ⁠Mendeskripsikan peningkatan kemampuan menari Tari Lumondo setelah diterapkan model tutor sebaya dalam kegiatan ekstrakurikuler seni pada siswa SMP Negeri 1 Masamba. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan, penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus dengan tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi di setiap siklusnya yang dilaksanakan empat kali pertemuan setiap siklusnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes unjuk kerja, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penerapan langkah-langkah dalam penggunaan model tutor sebaya yaitu tahap perencanaan, pada tahap perencanaan peneliti menyiapkan bahan ajar berupa RPK (Rencana Pelaksanaan Kegiatan) dan alat-alat pembelajaran. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan peneliti melakukan proses pembelajaran menggunakan model tutor sebaya pada pembelajaran ekstrakurikuler seni tari khususnya tari Lumondo. Tahap pengamatan dilakukan di setiap pertemuan untuk melihat dan mencatat aktivitas yang dilakukan oleh siswa. Tahap refleksi, pada tahap ini peneliti memperbaiki permasalahan dan mencari solusi untuk pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Penerapan model tutor sebaya berjalan sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat pada tutor sebaya sehingga hasil kemampuan menari siswa bisa mengalami peningkatan. (2) Hasil penerapan model tutor sebaya dalam meningkatkan kemampuan menari siswa dapat dilihat pada kegiatan pembelajaran siklus I presentase ketuntasan yang diperoleh adalah 45% dengan nilai rata – rata 70,43 dan siklus II persentase ketuntasan yang diperoleh adalah 80% dengan nilai rata – rata yaitu 82,95. Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan hasil belajar siswa dalam meningkatkan keterampilan gerak pada tari Lumondo mengalami peningkatan, setelah diterapkannya model pembelajaran tutor sebaya di setiap siklusnya di ekstrakurikuler seni pada siswa SMPN 1 Masamba.
PERSEPSI ANGGOTA SANGGAR SENI TERHADAP TARI TRADISI MALUYYA DI KABUPATEN MAMASA Madika, Evangelina; Sumiani, Sumiani; Linda, Johar
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 3 (2024): Juli-September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i3.66289

Abstract

Persepsi siswa terhadap “Tari tradisi maluyya”, Penelitian ini membahas permasalahan tentang (1) persepsi terhadap keberadaan Tari Maluyya di Mamasa pada anggota sanggar seni di kabupaten Mamasa, (2) persepsi terhadap gerak Tari Maluyya pada anggota  sanggar seni di Mamasa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey atau sifat penelitian kuanitatif, dengan menggunakan pernyataan struktur melalui lembaran angket kuisioner, dengan teknik pengumpulan data adalah angket yaitu sejumlah pernyataan/pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi/data dari sumbernya secara langsung, wawancara yaitu dengan melakukan komunikasi langsung dengan narasumber yang berkaitan dengan judul penelitian, Observasi yaitu melakukan pengamatan langsung dilapangan atau dilokasi penelitian. Hasil penelitian Menunjukkan bahwa (1). Persepsi terhadap keberadaan tari maluyya yaitu sangat rendah karena beberapa dari mereka kurang paham mengenai tari tradisi maluyya, hal ini dapat di lihat dari hasil tabulasi yang memilih tidak setuju 2 orang jika dipersenkan maka hasilnya 17%, yang memilih sangat tidak setuju 9 orang jika dipersenkan mencapai 75%. (2). Persepsi terhadap gerak tari maluyya juga rendah karena hanya 2 orang yang memilih setuju jika dipersenkan hasilnya 17% sedangkan yang memilih tidak setuju 4 orang  jika di persenkan hasilnya 33%, yang memilih sangat tidak setuju 6 orang jika di persenkan hasilnya 50%. Dari hasil di atas dapat di simpulkan bahwa persepsi anggota sanggar seni terhadap tari tradisi maluyya di kabupaten Mamasa ialah sangat rendah setelah di rata ratakan seluruh jawaban anggota sanggar mencapai 10% .  
PEMBELAJARAN TARI JARAN TEJI PADA MATA KULIAH TARI NUSANTARA DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENDRATASIK JURUSAN SENI PERTUNJUKAN FSD UNM Sumiani, Sumiani
JURNAL PAKARENA Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v9i2.66360

Abstract

Penelitian dengan judul Pembelajaran Tari Jaran Teji pada MK Tari Nusantara di Program Studi Pendidikan Sendratasik Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain UNM, direncanakan berdasar hasil observasi awal didapat fenomena akan kebutuhan akan desain pembelajaran yang menyenangkan dan mengembangkan pengalaman estetis pada pelaksanaan mata kuliah Tari Nusantara di lingkungan Jurusan Seni Pertunjukan. Maka dari itu masalah penelitian difokuskan pada : (1) Bagaimana desain pembelajaran Pembelajaran Tari Jaran Teji pada MK Tari Nusantara dalam di Program Studi Pendidikan Sendratasik di Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain UNM dan (2) Bagaimana kevalidan desain pembelajaran  bagi mahasiswa pendidikan seni drama, tari, musik di Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain UNM. Metode penelitian yang sesuai dengan masalah penelitian adalah R&D, menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation), yang pada penelitian ini diniatkan hanya sampai pada tahap design. Hasil penelitian: Kebutuhan akan keberadaan materi ajar pada MK Tari Nusantara mendesak diujudkan, karena menyesuaikan kurikulum yang berdampak pada karakteristik serta kebutuhan pengetahuan pembelajar akan wawasan kenusantaraan. Sebagai salah satu sumber belajar pada mata kuliah Tari Nusantara ini membantu mahasiswa dalam proses belajar, selain juga membantu dosen pengampu dalam proses pembelajaran. Kevalidan rancangan materi ajar pada MK Tari Nusantara dilakukan dengan metode validasi internal.
KAJIAN NILAI PENDIDIKAN PADA TARI PATTU'DU TOMMUANE DI SD NO 5 PANGALI-ALI KCAMATAN BANGGAE KABUPATEN MAJENE Syahbuddin, Huldia; Sumiani, Sumiani; Ihsan, Andi
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i1.67896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui dan mendeskripsikan analisis Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam penyajian tari Pattu’du’ Tommuane yang diajarkan di SD Negeri No 5 Pangali-ali Kabupaten Majene. 2) mengetahui dan Mendeskripsikan dan analisis cerminan nilai pendidikan yang terkandung dalam Tari Pattu’du’ Tommuaneyang diajarkan di SD Negeri No 5 Pangali-ali Kabupaten Majene. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Analisis isi (contentanalysis) dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi serta Studi dokumen. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Nilai-Nilai yang terkandung pada tari Pattuddu’ Tommuane yang di ajarkan di sekolah SD Negeri No.5 Pangali-ali. (a) Nilai pendidikan moral gerak Sibali parri gerakan menyerang dan bertahan bermakna persatuan dan melindungi satu sama lain, pola lantai melingkar lurus ke samping atau lurus ke belakang bermakna saling melindungi (b) Nilai pendidikan sosial penari berjumlah genap Banyaknya jumlah penari menggambarkan rasa kebersamaan antar masyarakat dan para prajurit. gerak To Sialla yaitu ditujukan sebagai faktor yang menampakkan kemampuan seseorang dari sudut pandang orang lain. (c) Nilai pendidikan budaya terlihat dari siswa yang diajar secara terus menerus tentang tarian ini untuk menjaga warisan suku mandar. (d) Nilai pendidikan estetika yang terkandung gerakan To Siala. pola lantai rmenggunakan formasi menyerang membuat lingkaran mengepung musuh, saling berhadapan dengan posisi menyerang dan bertahan. 2) Cerminan Nilai-nilai Pendidikan yang terkandung dalam Tari Pattu’du’ Tommuane yang diajarkan di SD Negeri No 5 Pangali-ali Kabupaten Majene. (a) Nilai pendidikan moral tercermin dari sikap berani untuk tampil didepan banyak orang, sikap siswa yang santun kepada bapak dan ibu guru Sifat saling menghargai atar sesama. (b) Nilai pendidikan sosial tercermin dari kolaborasi antar siswa adalah sikap disiplin dalam menjaga lingkungan sekolah dan menjaga komunikasi antar teman sebaya  ataupun kepada guru dengan menjunjung tinggi saling menghargai. (c) Nilai pendidikan budaya tercermin dari antusias para siswa untuk mengetahui tari Pattu’du’ Tommuane baik secara bentuk penyajian tari dan maknanya. kemauan yang tinggi untuk belajar membuat tarian ini tetap lestari. (d) Nilai pendidikan estetika tercermin dari keutuhan  musik iringan, lantunan gendang puik-puik dan calung dengan ketukan yang khas. Penonjolan dilihat dari penarinya yang laki-laki berusia remaja. Keseimbangan penari, berjumlah genap, pola lantai yang seimbang dan gerakan yang dimaksud gerakan ketika hendak menyerang.  
Development of Laban Notation Learning Design Based on Direct Instruction Model in Higher Education Khaerah, Miftahul; Sumiani, Sumiani; Linda, Johar
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 4 No. 1 (2024): December
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v4i1.2766

Abstract

This study's objective is to develop a Laban notation learning design based on the direct instruction model in dance notation courses. The research method used is Research and Development (R&D) with the 4-D Thiagarajan development model, which includes the stages of define, design, and development. This research was conducted at the Dance Study Program, Department of Performing Arts, Faculty of Arts and Design, Makassar State University. Data were collected through observation, questionnaires, literature studies, and expert validation. The results of the study indicate that based on the needs analysis, students have a high level of need for a more structured Laban notation learning design. The application of the direct instruction model is considered to be able to improve students' understanding of Laban notation. The Laban notation learning design based on direct instruction developed in this study produces a Semester Learning Plan (SLP) product. The results of expert validation show that the product meets the valid criteria, while the results of the trial show that this learning design is qualified and effective in improving students' understanding.
UPAYA PELESTARIAN KESENIAN TRADISIONAL: PERUBAHAN BENTUK PENYAJIAN TARI PAKARENA DI DESA KALASERENA BONTONOMPO GOWA Salawati, Bau; Sumiani, Sumiani; Andini, Batara Oja
JURNAL PAKARENA Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v10i2.78888

Abstract

Penelitian dengan judul Upaya Pelestarian Kesenian Tradisional: Perubahan Bentuk Penyajian Tari Pakarena di Desa Kalaserena Bontonompo Gowa berdasar pada observasi awal yang dilakukan di lapangan dan mendapatkan fakta bahwa penyajian Tari Pakarena mengalami perubahan atau tidak sama dengan penyajian pada tahun 90an, dalam rentang waktu tiga dekade ada fenomena suatu upaya yang dilakukan oleh pendukung kesenian tersebut agar entitas tari miliknya tetap berkelanjutan. Masalah penelitian difokuskan pada perubahan aspek-aspek bentuk penyajian gerak Tari Pakarena pada di Desa Kalaserena dan  upaya menjaga kelestarian yang dilakukan para seniman pendukung pertunjukan Tari Pakarena di Desa Kalaserena Bontonompo Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan metode deskriptif interpretatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan : studi pustaka, observasi non partisipan, wawancara terstruktur dan non terstruktur, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian : Perubahan yang terjadi pada aspek bentuk penyajian tari Pakarena meliputi: aspek durasi pertunjukan yang semula panjang menjadi pendek yaitu sekitar 10-20 menit, perubahan teknik gerak tari pada tumpuan kaki saat berputar , jumlah penari yang tidak harus genap enam penari, serta unsur pendukung tari seperti busana dan musik iringan tari. Sementara itu upaya menjaga kelestarian yang dilakukan para seniman pendukung pertunjukan Tari Pakarena di Desa Kalaserena yaitu dengan melibatkan penari dan pemusik generasi muda, tampil di luar acara ritual adat seperti pada acara-acara hiburan atau yang sifatnya apresiasi.