p-Index From 2021 - 2026
13.96
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Jurnal Geografi Jurnal Ulul Albab DoubleClick : Journal of Computer and Information Technology JURNAL SWARNABHUMI J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi) Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan Journal of Tourism and Creativity Science Map Journal Journal of Innovation Information Technology and Application (JINITA) International Journal of Multidisciplinary: Applied Business and Education Research Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat El-Jughrafiyah : Jurnal Geografi dan Terapannya Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Journal of Information Systems and Technology Research PREVENIRE: Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Spasial: Penelitian, Terapan Ilmu Geografi dan Pendidikan Geografi Jurnal Geosains West Science jgeo International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Journal of Education Method and Learning Strategy GEOFORUM Jurnal Geografi dan Pendidikan Geografi Sinergi International Journal of Communication Sciences Sinergi International Journal of Economics Sinergi International Journal of Education Calamity: A Journal of Disaster Technology and Engineering Pancasila International Journal of Applied Social Science Journal of Health Science and Medical Therapy Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi Journal of Community Service and Society Empowerment Jagratara: Journal of Disaster Research Journal of Geographical Sciences and Education Journal of International Multidisciplinary Research Journal of Data Analytics, Information, and Computer Science (JDAICS) Rechtsvinding Journal Education Innovation Asian Journal of Environmental Research Journal of Scientific Insights Jurnal Teknologi dan Sains Modern Journal of Environment and Geography Education Applied Engineering, Innovation, and Technology Journal of Engineering and Science Application JERIT: Journal of Educational Research and Innovation Technology JOAPE Journal of Applied Research In Computer Science and Information Systems Frontiers in Sustainable Science and Technology Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Scientific Journal of Engineering Research Journal of Selvicoltura Asean International Journal of Educatio Elementaria and Psychologia Journal of Loomingulisus ja Innovatsioon Techno Agriculturae Studium of Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Policy and Planning for Regional Development in the North Coast of Central Java: A Review Latue, Philia Christi; Rakuasa, Heinrich; Manakane, Susan. E
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202328

Abstract

Indonesia's coastal areas have abundant natural resources that need to be preserved in a planned manner. The implementation of development in a region has a different portion that causes an imbalance of economic activities in the region where the concentration of population in the coastal area has a diversity of service facilities and services. Coastal communities, especially those who work as fishermen, are closely related to poverty which is related to complex problems, where the cause is inequality of access and resources. The purpose of this research is to analyze the development of the region and the perceptions of relevant stakeholders so that it can be expected to formulate directions for the development of coastal areas in poverty reduction. The method used is a scalogram analysis to see the level of development of an area based on the completeness of infrastructure. The results of the analysis show that area IV (Karimunjawa Sub-district) is a priority area for coastal development. This is because the availability of infrastructure is a top priority in planning the development of an area. Poverty alleviation in coastal areas is carried out by community empowerment methods based on the potential of community character by changing the mindset in finding work so that it can generate sustainable income. Abstrak: Wilayah pesisir Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang perlu dijaga kelestariannya secara terencana. Pelaksanaan pembangunan di suatu wilayah memiliki porsi yang berbeda sehingga menyebabkan ketidakseimbangan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut dimana pemusatan penduduk di wilayah pesisir memiliki keragaman fasilitas pelayanan dan jasa. Masyarakat pesisir khususnya yang berprofesi sebagai nelayan sangat erat kaitannya dengan kemiskinan yang terkait dengan permasalahan yang kompleks, dimana penyebabnya adalah ketimpangan akses dan sumber daya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan wilayah dan persepsi stakeholder terkait sehingga diharapkan dapat merumuskan arahan pengembangan wilayah pesisir dalam penanggulangan kemiskinan. Metode yang digunakan adalah analisis skalogram untuk melihat tingkat perkembangan suatu wilayah berdasarkan kelengkapan infrastruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah IV (Kecamatan Karimunjawa) merupakan wilayah prioritas pengembangan wilayah pesisir. Hal ini dikarenakan ketersediaan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan suatu wilayah. Pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir dilakukan dengan metode pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi karakter masyarakat dengan merubah pola pikir dalam mencari pekerjaan sehingga dapat menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.
Spatial Planning and Policy Study of Food Estate Development on Peatland in Pulang Pisau and Kapuas Districts, Kalimantan Tengah, Indonesia Rakuasa, Heinrich; Latue, Philia Christi
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202329

Abstract

The development of food estates to support food security in Pulang Pisau District covering 10,000 ha and Kapuas District covering 20,000 ha continues to be implemented. The clearing of food estate land is complete, but the processing of peat agricultural land ready for planting, the construction of irrigation channels, and the preparation of human resources (HR) are targeted to be completed by mid-2021. The purpose of this paper is to examine food estate spatial planning and policies related to environmental impact analysis and propose a reliable food estate management strategy through the literature review method. The results of the analysis show that not all peatlands are suitable for agricultural land with the potential for fires, the failure of past peatland projects in the area due to poor management, the conversion of forest land will disrupt the hydrological cycle resulting in flooding and disrupting the orangutan ecosystem, and agriculture in this area does not show a sustainable ecological dimension. Land management strategies are proposed; irrigation infrastructure development, liming, improving human resource knowledge related to peatland agricultural management, management and supervision. Abstrak: Pengembangan food estate untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Pulang Pisau seluas 10.000 ha dan Kabupaten Kapuas seluas 20.000 ha terus dilaksanakan. Pembukaan lahan food estate sudah selesai, namun pengolahan lahan pertanian gambut siap tanam, pembangunan saluran irigasi, dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji perencanaan tata ruang food estate dan kebijakan terkait analisis dampak lingkungan serta mengusulkan strategi pengelolaan food estate yang handal melalui metode kajian literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak semua lahan gambut cocok untuk lahan pertanian yang berpotensi kebakaran, kegagalan proyek lahan gambut di masa lalu di daerah tersebut karena pengelolaan yang buruk, konversi lahan hutan akan mengganggu siklus hidrologi yang berakibat pada banjir dan mengganggu ekosistem orangutan, dan pertanian di daerah ini tidak menunjukkan dimensi ekologi yang berkelanjutan. Strategi pengelolaan lahan yang diusulkan adalah pembangunan infrastruktur irigasi, pengapuran, peningkatan pengetahuan sumber daya manusia terkait pengelolaan pertanian lahan gambut, manajemen dan pengawasan.
Bandung Gardening: Hydroponic Salads Latue, Theochrasia; Latue, Philia Christi; Rakuasa, Heinrich
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202330

Abstract

Urban agriculture not only plays an important role in creating sustainable cities but also influences the spatial structure of urban landscapes and communities. One of the small-scale (community) urban agriculture activities is community gardening. In Bandung City, this activity was initiated by the Bandung Gardening community. One of the work programs that can be done for the Bandung gardening community is to make a hydroponic salad. Hydroponics is the cultivation of plants using water without using soil. This research used a descriptive qualitative approach.  The results showed that hydroponics is an efficient and effective method to produce high-quality salads in an urban environment like Bandung. Hydroponic plants tend to grow faster than those in soil, with higher yields and better nutritional quality. The success of this hydroponic technique is supported by the reduced use of water and less land compared to traditional farming. Hydroponic systems work by allowing control over environmental conditions, such as temperature, pH balance, and maximizing exposure to nutrients and water. Despite being grown in a water medium, hydroponic farming can actually save water. This is because the water used is not absorbed by the soil. The water is absorbed by the plants better. Hydroponic farming is also more energy-efficient because it is done without non-renewable energy such as electricity. Abstrak: Pertanian perkotaan tidak hanya memainkan peran penting dalam menciptakan kota yang berkelanjutan tetapi juga mempengaruhi struktur spasial lanskap perkotaan dan masyarakat. Salah satu kegiatan pertanian perkotaan skala kecil (masyarakat) berupa kebun masyarakat. Di Kota Bandung kegiatan ini digagas oleh komunitas Bandung Gardening. Salah satu program kerja yang dapat dilakukan untuk komunitas berkebun Bandung adalah membuat salad hidroponik. Hidroponik adalah budidaya tanaman dengan menggunakan air tanpa menggunakan tanah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidroponik merupakan metode yang efisien dan efektif untuk menghasilkan salad berkualitas tinggi di lingkungan perkotaan seperti Bandung. Pertumbuhan tanaman hidroponik cenderung lebih cepat daripada yang dalam tanah, dengan hasil panen yang lebih tinggi dan kualitas nutrisi yang lebih baik. Keberhasilan teknik hidroponik ini didukung oleh pengurangan penggunaan air dan lahan yang lebih sedikit dibandingkan dengan pertanian tradisional. Sistem hidroponik bekerja dengan memungkinkan kontrol atas kondisi lingkungan, seperti suhu, keseimbangan pH, dan memaksimalkan paparan nutrisi dan air. Meski ditanam di media air, bercocok tanam hidroponik sebenarnya bisa menghemat air. Hal ini dikarenakan air yang digunakan tidak terserap oleh tanah. Air diserap oleh tanaman lebih baik. Pertanian hidroponik juga lebih hemat energi karena dilakukan tanpa energi tak terbarukan seperti listrik.
Regional Development Planning and Policy in the Aspects of Vulnerability and Disaster Resilient Cities: A Review Latue, Theochrasia; Latue, Philia C; Sihasale, Daniel A; Rakuasa, Heinrich
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202333

Abstract

Disaster management in the world has undergone a paradigm change that is from responsive to preventive, from sectoral to multi-sector, from government responsibility solely to joint responsibility, centralization to decentralization and from emergency response to disaster risk reduction. Based on 6 directives of the President of the Republic of Indonesia delivered during the Rakornas PB (Disaster Management) at surabaya, February 2, 2019 one of which is "Regional development planning must be based on aspects of DRR (Disaster Risk Reduction)". Disaster risk-based regional development planning aims to reduce the impact of disaster risk including, threats, vulnerabilities, and capacity. Vulnerability assessment in areas that have the potential to experience disaster events is one of the important factors that must be reviewed in disaster mitigation efforts. Vulnerability assessment with the concept of data from wisdom allows local policymakers to recognize their specific situation in the broader context of a similar situation, providing regional perspectives and important connections between regions. Based on the efforts that have been integrated between the program into city spatial planning, it is hoped that it can increase the resilience of the City in facing disasters and adapt to climate change. Abstrak: Penanggulangan bencana di dunia telah mengalami perubahan paradigma yaitu dari responsif menjadi preventif, dari sektoral menjadi multi sektor, dari tanggung jawab pemerintah semata menjadi tanggung jawab bersama, sentralisasi menjadi desentralisasi dan dari tanggap darurat menjadi pengurangan risiko bencana. Berdasarkan 6 arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan pada saat Rakornas PB (Penanggulangan Bencana) di surabaya, 2 Februari 2019 salah satunya adalah "Perencanaan pembangunan daerah harus berbasis pada aspek PRB (Pengurangan Resiko Bencana)". Perencanaan pembangunan daerah berbasis risiko bencana bertujuan untuk mengurangi dampak risiko bencana yang meliputi, ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Penilaian kerentanan pada wilayah yang berpotensi mengalami kejadian bencana merupakan salah satu faktor penting yang harus dikaji dalam upaya mitigasi bencana. Penilaian kerentanan dengan konsep data dari kearifan memungkinkan para pembuat kebijakan lokal untuk mengenali situasi spesifik mereka dalam konteks yang lebih luas dari situasi yang sama, memberikan perspektif regional dan hubungan penting antar wilayah. Berdasarkan upaya yang telah diintegrasikan antara program tersebut ke dalam perencanaan tata ruang kota, diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan Kota dalam menghadapi bencana dan beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Dynamics of Medical Geography Development in Indonesia: Exploring the Interaction between Geographical Factors and Public Health Rakuasa, Heinrich
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202337

Abstract

Understanding the interaction between geographical factors and public health has become an increasingly important subject of research in medicine and global health. By utilizing available geospatial data, we can more deeply understand health patterns and health risks across Indonesia. Therefore, the background of this study underscores the urgency of research in the dynamic development of medical geography in Indonesia.  This research uses a descriptive qualitative approach. The type of research used is a literature study which is research that has been done before by collecting books, journals, magazines, and scientific papers that are interrelated with the research problems and objectives. Literature study is a data collection technique carried out by conducting a study of books or literature related to the problem being solved (Roller, 2019). The literature study database used is by searching on Google Scholar, Scopus, and Google Book. The search was conducted using keywords related to the development of medical geography in Indonesia and case studies of geographic information system utilization in the health sector. The results of this study provide a deeper understanding of how medical geography in Indonesia has evolved over time and has an important role in shaping a holistic view of public health. As a vast and diverse archipelago, the application of medical geography principles in Indonesia can make a significant contribution to improving planning, decision-making, and implementation of more effective and inclusive health programs. Abstrak: Pemahaman tentang interaksi antara faktor geografis dan kesehatan masyarakat telah menjadi subjek penelitian yang semakin penting dalam bidang kedokteran dan kesehatan global. Dengan memanfaatkan data geospasial yang tersedia, kita dapat lebih mendalam memahami pola kesehatan dan risiko kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, latar belakang penelitian ini menggarisbawahi urgensi penelitian dalam dinamika perkembangan geografi medis di Indonesia.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur yang merupakan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan mengumpulkan buku-buku, jurnal, majalah, dan karya tulis ilmiah yang saling berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian. Studi literatur merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan studi terhadap buku-buku atau literatur yang berhubungan dengan masalah yang sedang dipecahkan (Roller, 2019). Basis data studi literatur yang digunakan adalah dengan melakukan pencarian di Google Scholar, Scopus, dan Google Book. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan perkembangan geografi medis di Indonesia dan studi kasus pemanfaatan sistem informasi geografis di bidang kesehatan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana geografi medis di Indonesia telah berkembang seiring waktu dan memiliki peran penting dalam membentuk pandangan holistik terhadap kesehatan masyarakat. Sebagai negara kepulauan yang luas dan beragam, pengaplikasian prinsip geografi medis di Indonesia dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan perencanaan, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan program-program kesehatan yang lebih efektif dan inklusif.
Spatio-Temporal Analysis of Forest Cover Change in Halmahera and Obi Islands, Indonesia using Hansen Global Forest Change Data on Google Earth Engine Rakuasa, Heinrich; Khromykh, Vadim V.; Rifai , Ahmat
Journal of Scientific Insights Vol. 2 No. 3 (2025): June
Publisher : Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jsi.v2i3.417

Abstract

Forest cover change on Halmahera and Obi Islands in Indonesia is an important indicator for assessing natural resource sustainability and climate change mitigation in this biodiversity-rich tropical region. This study used Hansen Global Forest Change v1.11 data, which was processed and analyzed on the Google Earth Engine (GEE) platform, to look at how forest cover changed from 2000 to 2023, using 30-meter resolution satellite images and lossyear bands to find out the years when deforestation happened. The results of the analysis show significant deforestation trends, primarily associated with intensive nickel mining activities, leading to the loss of thousands of hectares of forest cover each year, with peaks occurring in 2015 in Halmahera and 2002 in Obi. The discussion highlights that mining activities and land conversion are major factors in forest degradation, which not only impacts local ecosystems but also contributes to global greenhouse gas emissions. The use of Hansen's data and GEE-based analysis proved effective in continuous and accurate monitoring, supporting policy-making for conservation and more sustainable management of forest resources and mitigation of the impacts of human activities in the region.
Analisis Spasial Kemampuan Lahan Kota Ambon Rakuasa, Heinrich; Rifai , Ahmat; Halim; Latue , Philia Christi
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 2 No. 2 (2025): Maret-April
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v2i2.315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan lahan di Kota Ambon dan kesesuannya untuk pengembangan permukiman. Pengolaha penelitian ini mengacu pada pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ekonomi, serta sosial budaya dalam penyusunan rencana tata ruang dengan menggunakan 7 satuan kemampuan lahan (SKL) Morfologi, SKL kemudahan dikerjakan, SKL kestabilan lereng, SKL kestabilan pondasi, SKL ketersedian air, SKL drainase, SKL terhadap erosi, SKL pembuangan limbah dan SKL terhadap bencana alam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebesar 39.75% wilayah Kota Ambon berada pada kemampuan pengembangan sangat rendah. Hasil menunjukkan bahwa area dengan kemampuan lahan sangat rendah hingga rendah mencakup sebagian besar wilayah, sementara area dengan potensi tinggi untuk pengembangan sangat terbatas. Sebaran permukiman tahun 2025 sebesar 48,23% berada pada lahan dengan kemampuan pengembangan tinggi. Temuan ini menekankan perlunya kebijakan pemanfaatan lahan yang lebih berkelanjutan dan terencana untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta mendorong pengembangan yang responsif terhadap tantangan urbanisasi di Kota Ambon.
Simulation of Urban Growth in Ternate Island using Cellular Automata Markov Chains Models Rakuasa, Heinrich; Khromykh , Vadim V.
Asian Journal of Environmental Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-April
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/ajer.v2i1.310

Abstract

Ternate Island is part of the administrative area of Ternate City, North Maluku Province which was once the capital of the province and the center of government continues to experience physical development. This study aims to analyze the development of urban growth in Ternate Island in the period 2004-2032. The cellular automata markov chain method uses 2004, 2014 and 2024 land cover data and driving factors consisting of elevation, slope, distance from road and distance from POI to predict urban growth. The results of the analysis show that the urban area continues to increase in area, namely in 2004 the urban area had an area of 1,424.14 ha, 2014 an area of 1,728.45 ha and in 2024 an area of 2,010.78. The prediction results of urban growth on Ternate Island in 2032 show that the urban area has an area of 2,884.37 ha. Based on the research results from the application of the markov chain cellular automata method, it is hoped that these findings can be taken into consideration in designing a sustainable spatial arrangement of Ternate City. So that ecological balance, environmental balance and food security can be maintained and meet the requirements of a city that has the carrying capacity and environmental capacity.
Spatial Transformation of Physical Change of Built-up Land in Ambon City Center, Indonesia, Period 1940-2025 Rifai, Ahmat; Rakuasa, Heinrich; Halim; Latue , Philia Christi; Sarfan , Riri; Tehupelasury, Syifa
Asian Journal of Environmental Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-April
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/ajer.v2i1.319

Abstract

The background of this research focuses on the physical transformation of built-up land in the center of Ambon City from 1940 to 2025, influenced by historical, social, and economic factors, including the impact of riots and population growth. The tools and materials used in this research include thematic maps of land use from various periods, satellite images (Ikonos-2 and Planet Scope), and ArcGIS Pro software for spatial data processing. The method applied is an urban morphology approach with qualitative deductive analysis, which includes geospatial data processing to understand the pattern of urban development. The results of the discussion show that built-up land has increased significantly, although environmental challenges remain a major concern, such as the conversion of green land that impacts the carrying capacity of the environment. The conclusion of this study emphasizes the need for sustainable urban planning strategies to balance urban growth with ecosystem preservation in the future.
Spatial Analysis of Benthic and Geomorphic Habitat Distribution in the Shallow Waters of Pombo Island, Indonesia, using High Resolution PlanetScope Satellite Imagery Rifai , Ahmat; Halim; Rahayaan , Muhamad F. M.; Rakuasa, Heinrich; Rajani , La Mbeli
Asian Journal of Environmental Research Vol. 2 No. 2 (2025): May-August
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/ajer.v2i2.392

Abstract

The benthic biodiversity-rich but degradation-prone coastal waters of Pombo Island, Maluku, were mapped using high-resolution PlanetScope (3m) satellite imagery and field data through a random forest approach. The results showed the dominance of inner reef flat (54%) and sand substrate (39.62%), with 22.31% coral cover, while geomorphological analysis revealed a strong correlation between sheltered reef slope (18.78%) and benthic habitat distribution (85% classification accuracy). These findings not only prove the effectiveness of remote sensing technology for tropical ecosystem monitoring but also recommend zoning-based conservation strategies, particularly reef crest protection and seagrass rehabilitation, as a contribution to sustainable environmental management in line with SDG targets.
Co-Authors Abdul Muin Adi Jufriansah Adifan, Muhammad Rayhan Ahmad Jaelani Ahmad Rifai Ahmat Rifai , Ahmat Rifai Amahoru , Abd H Amelia, Risky Nuri Amponsah, Anastasia Arda Fadhli Romadhon Ardin Suwandi, Mohamad Aswan, Marwis Budnikov, Viktor Vladimirov Budnikov, Viktor Vladimirovich C Latue, Philia Christi Latue, Philia Daniel Anthoni Sihasale Darisera, Stiadi Darisera, Stiadi Ivanto Diaz Astiza , Diaz Astiza Do Huy-Hoang Dzaka A Faris Dzaka Ashriel Faris Fadlan Turi Faris, Dzaka. A Gustavo, Geoffrey John Pascal Halawa, Feberman Halim Halim Halim, Halim Hehanussa, Fekry Salim Helwend, Joseba Kristina Hidayatullah, Muh Hidayatullah, Muh. Imanuel Septory, Juan Steiven Joshua, Benson Kamiludin, Kamiludin Kappy, Tresia M Karuna, Joan Ria Khromykh , Vadim V. Khromykh, Vadim V Khromykh, Vadim V. Khusnani , Azmi Kusratmoko, Supriatna, Eko Laitupa , Rizky Ahmad Langputeh, Sukree Latue , Philia Christi Latue, Philia Latue, Philia C Latue, Philia Christi Latue, Philia, Christi Latue, Theochrasia Latulanit , Abdul Kadir Letedara, Reindino Letedara, Reindino` Liwan, Sandy Lubis, Aufar Raynanda Luturmas, Jochbeth D. Maimina, Steiven Mehdil, Marhelin Chostansa Mehdila, Marhelin C Mohammad Amin Lasaiba Muh Hidayatullah Muh. Hidayatullah Muhammad Ikhsan Nasution, Rafly Aulya Rizky Nathanya I Alicia Nordin, Norazah Nurul Achmadi , Panji Pakniany, Yamres Pertuak, Anesia Clorita Philia Christi Latue Pinoa, W S Pitri, Mellia Laura Purnama , Aventus Rafly Aulya Rizky Nasution Rahayaan , Muhamad F. M. Raihan Rabbani Rajani , La Mbeli Rajani, La Mbeli RAMDHANI RAMDHANI Reinhard Nolly Limba Ria Karuna, Joan Rifai , Ahmat Rifai, Ahmat Rinaldi, Muhamad Rohima Wahyu Ningrum, Rohima Wahyu Sarfan , Riri Septory, Juan Steiven Imanuel Sihasale, Daniel A Sihasale, Daniel Anthoni Sipiel, Roni Somae, Glendy Stewart Pertuack Sugandhi, Nadhi Sugandhi, Nandhi Supriatna, s Susan E. Manakane, Susan E. Suwandi, Mohamad Ardin Tade , Ferdi Tambunan, Mangapul Parlindungan Tambunan, Rudy Parluhutan Tamrin Robo Tehupelasury, Syifa Triani, Triani Turi, Fadlan Viktor Vladimirovich Budnikov Wahab, Wulan Abdul Wulandari, Agustia Ayu Wutres, Sadrak L. Yamres Pakniany Yuni Andriyani Safitri