p-Index From 2021 - 2026
9.548
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Mimbar PGSD Undiksha Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Prosiding Seminar Nasional MIPA Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Wahana Matematika dan Sains Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Jurnal Kimia Mulawarman Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Desimal: Jurnal Matematika Journal of Educational Research and Evaluation International Journal of Community Service Learning WIDYA LAKSANA Journal of Education Technology International Journal of Elementary Education Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala JURNAL PENDIDIKAN MIPA Jurnal Filsafat Indonesia JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Empiricism Journal Indo-MathEdu Intellectuals Journal Indonesian Journal of Chemistry and Environment Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Education and Counseling Journal Indonesian Journal of Instruction Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Reflection Journal Jurnal Farmasetis Asian Journal of Applied Education Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu PPSDP International Journal of Education GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Journal of Educational Technology and Learning Creativity Journal of Authentic Research EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

Keadilan Digital Dan Ketahanan Pendidikan Ditinjau Dari Segi Filsafat Modern: Potret 2025 Infrastruktur, Investasi, Dan Inklusi Di Maluku Utara, Indonesia Iwan Abdy; Wayan Suastra; Ananta Wikrama Tungga Atmaja; I Nyoman Tika
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2775

Abstract

Penelitian ini menganalisis tantangan dan peluang keadilan digital dalam membangun ketahanan pendidikan di Maluku Utara pada tahun 2025, ditinjau dari perspektif filsafat modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 30 pemangku kepentingan pendidikan, observasi lapangan, serta analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan infrastruktur digital, investasi yang tidak merata, dan rendahnya inklusi digital masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan pendidikan yang adil dan tangguh. Melalui lensa filsafat modern khususnya pemikiran John Rawls tentang keadilan sebagai fairness dan Jürgen Habermas mengenai ruang public penelitian ini mengungkap bahwa ketahanan pendidikan tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada distribusi sumber daya yang adil dan partisipasi publik dalam pengambilan kebijakan. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan kebijakan afirmatif berbasis keadilan distributif, peningkatan literasi digital kritis, serta pembangunan ekosistem pendidikan kolaboratif yang melibatkan masyarakat lokal.
Isu Gender dan Keadilan Sosial dalam Pendidikan: Analisis Teoritis dan Tantangan Implementasi Heni Kumalasari; Wayan Suastra; Ananta Wikrama Tungga Atmaja; I Nyoman Tika
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 12 (2025): GJMI - Desember
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i12.1944

Abstract

Isu gender dan keadilan sosial dalam pendidikan merupakan persoalan strategis yang berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan pembangunan. Meskipun berbagai kebijakan nasional telah menekankan prinsip kesetaraan, praktik pendidikan di lapangan masih menunjukkan adanya bias gender dan ketidakadilan sosial yang bersifat struktural maupun kultural. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kerangka teoritis gender dan keadilan sosial dalam pendidikan, mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidaksetaraan gender, mengkaji upaya yang telah dan dapat dilakukan untuk mewujudkan pendidikan berperspektif gender, serta menguraikan tantangan implementasinya. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menelaah hasil-hasil penelitian nasional dan internasional yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketidaksetaraan gender dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akses, tetapi juga kualitas pembelajaran, representasi dalam kurikulum, serta dampak jangka panjang terhadap kesempatan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan transformasi pendidikan yang sistemik, inklusif, dan berkelanjutan dengan mengintegrasikan perspektif gender dan keadilan sosial pada seluruh level kebijakan dan praktik pendidikan.
Transformasi Literasi Sains di Era Kecerdasan Buatan: Analisis dalam Perspektif Konstruktivisme Agustinasari, Agustinasari; I Wayan Suastra; Anantawikrama Tungga Atmadja; I Nyoman Tika
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3911

Abstract

Penelitian ini dilandasi pertanyaan kritis dalam kerangka teori konstruktivisme, yakni apakah kehadiran AI benar-benar mendorong proses belajar yang aktif dan reflektif, atau justru cenderung menempatkan siswa sebagai penerima pasif terhadap keluaran AI terutama dalam pembelajaran sains. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat dijadikan basis penguatan literasi sains sekaligus pendorong transformasi pembelajaran IPA yang relevan dengan tuntutan Era Global, dengan pendekatan analisis dalam perspektif konstruktivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (library research). Dalam penelitian ini dianalisis enam artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional terbitan 2021–2025 yang membahas integrasi AI dalam pembelajaran IPA. Data dianalisis melalui evaluasi kritis, pengelompokan tematik dan analisis konten untuk mengungkap pola, hubungan, dan kesenjangan dalam penelitian, yang kemudian dikembangkan menjadi analisis dari perspektif konstruktivis mengenai hakikat dan tujuan pembelajaran IPA di era kecerdasan buatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pendidikan sains secara umum memiliki dampak positif terhadap literasi sains. AI berfungsi sebagai pendekatan pembelajaran, co-designer dan co-assessor yang memberikan pengalaman belajar yang bervariasi, memperbaiki pemahaman konseptual, keterampilan berpikir kritis, serta motivasi untuk belajar.
Enhancing Scientific Conceptualization and Responsibility in Deaf Learners Through Technology-Enhanced Learning: Development and Validation of a Digital Fun Thinkers Tool Agustiana, I Gusti Ayu Tri; Tika, I Nyoman; Sukmana, Adrianus I Wayan Ilia Yuda; Astawan, I Gede; Pahmi, Samsul; Bayuaji, Luhur
Journal of Educational Technology and Learning Creativity Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jetlc.v3i2.2495

Abstract

Purpose of the study: This study aims to design, develop, and validate a culturally adapted Digital Fun Thinkers learning tool to enhance scientific conceptualization and learning responsibility among deaf and hard-of-hearing elementary students in Bengkala Village, Bali, Indonesia. Methodology: This study employed the ADDIE instructional design model and a one-group pretest–posttest quasi-experimental design. The Digital Fun Thinkers tool was developed as an interactive multimedia application. Data were analyzed using Aiken’s V, paired-sample t-test, and normalized gain (N-Gain). Main Findings: Expert validation indicated high validity (media experts: V = 0.9583; material experts: V = 0.9350) and very practical use (user satisfaction = 81.39%). Students’ scientific conceptualization improved significantly (t = -37.997, p < 0.001; N-Gain = 0.7338, large effect). Learning responsibility averaged 66.28 (very high category). Novelty/Originality of this study: This study introduces a culturally grounded digital learning tool integrating Kata Kolok sign language, gamified features, and local scientific contexts for deaf learners. It advances inclusive science education by providing empirically validated, technology-enhanced resources tailored to marginalized DHH communities in rural settings.
Filsafat Postmodern dalam Pembelajaran Matematika: Paradigma Kultural, Pedagogik, dan Teknologi Sartika, Dewi; Suastra, I Wayan; Tika, I Nyoman; Atmaja, Ananta Wikrama Tungga; Syarifuddin, Syarifuddin
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i4.3507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran filsafat postmodern dalam pendidikan matematika melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Filsafat postmodern menawarkan pandangan kritis terhadap kebenaran tunggal dan struktur pengetahuan yang kaku, sehingga membuka ruang bagi pendekatan pembelajaran matematika yang lebih inklusif, fleksibel, dan berorientasi pada konteks budaya. Kajian ini menganalisis 35 artikel terpublikasi pada rentang tahun 2012–2025 yang relevan dengan paradigma kultural, pedagogis, dan teknologis dalam pendidikan matematika. Hasil analisis menunjukkan bahwa paradigma kultural menekankan pentingnya identitas, keberagaman, dan praktik matematika berbasis budaya sebagai fondasi pembelajaran yang bermakna. Paradigma pedagogis menunjukkan perubahan menuju strategi pembelajaran kolaboratif, reflektif, dan humanistik yang selaras dengan prinsip postmodernisme. Sementara itu, paradigma teknologis mengungkap transformasi signifikan dalam praktik pembelajaran melalui integrasi teknologi digital, e-learning, kecerdasan buatan, serta lingkungan virtual yang memungkinkan personalisasi dan pemaknaan ulang aktivitas matematis. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa filsafat postmodern berkontribusi pada pembentukan pendidikan matematika yang lebih demokratis, adaptif, dan relevan bagi kebutuhan abad ke-21. Integrasi aspek kultural, pedagogis, dan teknologi menjadi syarat utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, kritis, dan responsif terhadap perubahansosial.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Tri Kaya Parisudha Terhadap Literasi Sains dan Hasil Belajar IPA Pada Siswa SMP Kadek Leni Widiartini; Putu Artawan; I Nyoman Tika
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.11517

Abstract

Learning model is a strategy or planning used as a reference in the implementation of the teaching and learning process. One relevant model is Discovery Learning. This study aims to examine the differences in: scientific literacy and science learning outcomes simultaneously, scientific literacy skills, and science learning outcomes between students taught using the Discovery Learning model and those taught using the Tri Kaya Parisudha-based Discovery Learning model. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method and a Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The subjects were seventh-grade students at SMP Negeri 3 Selemadeg Timur, divided into experimental and control groups. Data collection instruments included a questionnaire to assess scientific literacy and objective tests (pretest and posttest) to measure science learning outcomes. Data were analyzed using MANCOVA. The findings revealed significant differences (p < 0.05) between the two groups in all three aspects examined: simultaneous scientific literacy and learning outcomes, scientific literacy alone, and science learning outcomes alone. These results indicate that the Tri Kaya Parisudha-based Discovery Learning model is more effective in enhancing students' scientific literacy and science learning outcomes.
The Effect of TGT (Team game tournament) type Cooperative Learning Model Assisted by Interactive Wordwall Media on the Interests and Science Learning Outcomes of Junior High School Students Luh Putu Yeni Andriyani; I Nyoman Tika; Putu Artawan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.11519

Abstract

To improve students' interest and learning outcomes in science, it is necessary to apply an innovative learning model assisted by interactive media so that the learning process in the classroom becomes more interesting, so that it can increase students' interest in learning which will later affect student learning outcomes. One innovation that can be applied to improve students' interest and learning outcomes is to use an innovative learning model, namely the TGT (Team Game Tournament) cooperative learning model assisted by interactive wordwall media. This study aims to describe the differences in students' interest in learning science, students' learning outcomes, interests and learning outcomes of science simultaneously in students who are taught using the TGT type cooperative learning model assisted by interactive wordwall media with students who are taught using the TGT type cooperative learning model. This type of research is a quasi-experimental researchs. This study uses a quantitative approach. The design of this study uses the Nonequivalent Pretest Posttest Control Group Design. The results of this study indicate that: a significance value of less than 0.05 was obtained, a significance value of less than 0.05 was obtained, a value of less than 0.05 was obtained, so it can be concluded that there are differences in interest and learning outcomes simultaneously in groups of students who are taught using the TGT type cooperative learning model assisted by interactive wordwall media with students who are taught using the TGT type cooperative learning model.
Literature Review Persepsi Guru IPA SMP Terhadap Implementasi Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Kurikulum Merdeka Ni Putu Winni Widiastuti; I Wayan Redhana; I Wayan Suja; I Nyoman Tika
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.11977

Abstract

Teacher competence in managing classroom learning through differentiation will also affect students' perceptions of the effectiveness of science learning that has been implemented. However, not all educators can implement differentiation learning techniques well. Many teachers also prefer to use the same teaching method for all students without considering their individual differences. This study aims to describe teachers' perceptions of the implementation of differentiated instruction strategies and analyze the opportunities for their application in science learning within the Merdeka Curriculum. The method used is a systematic literature review with PRISMA analysis of 10 relevant articles. The results show that teachers have a positive perception of differentiated instruction, recognizing the importance of addressing students' individual needs to create a conducive classroom environment. Differentiation strategies based on local strengths have been proven to enhance content, context, and product aspects of science literacy. Prior to implementation, students' science literacy was classified as very low in content (12.78%) and context/product (28.75%), and moderate in process (68.20%). After implementation, content increased to 70.62% (good), context or product to 43.87% (low), and science process skills to 77.18% (good). The main challenges include limited teacher competence and inadequate facilities, which must be addressed through continuous training and the use of technology.
Game-Based Learning for Improving Students’ Creative Thinking Skills in Science Learning: A Systematic Literature Review I.M. Adi Kurniarta; I Wayan Redhana; I Nyoman Tika
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.12014

Abstract

Science learning must be able to improve creative thinking skills to face the challenges of knowledge and technology development. This study aims to explore game-based learning models related to research trends, research designs used, fields of study that apply them, their influence on learning outcomes, and profiles of the use of game-based learning in science learning at various levels of education. This study is a Systematic Literature Review (SLR) with the PRISMA method to collect, analyze, and compile findings regarding game-based learning models in learning. This study is limited to articles obtained from the Publish or Perish search engine, from two databases, namely, Google Scholar and Crossref. The results of the literature review of 29 articles that met the inclusion criteria illustrate that game-based learning models make it easier for students to solve complex problems quickly, accurately, and efficiently using an innovative approach through a fun and challenging learning experience. The results of the literature review show that in the period 2020–2025, research on the application of game-based learning mostly uses the Research and Development method with the ADDIE model. The application of game-based learning in the field of science subjects is still very limited, namely only 14%, while the dominant application is in the field of mathematics. Game-based learning has a positive impact on students' cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes, critical thinking skills, creativity, understanding of material, reading skills, learning motivation, science literacy, learning interest, physical activity, practical experience in dealing with emergencies, and building cooperation, communication, empathy, and social interaction. Game-based learning models can improve the quality of science learning.
Tinjauan Sistematis Efektivitas Pembelajaran Berbasis Etnosains dalam Meningkatkan Literasi Sains pada Pendidikan Dasar dan Menengah Made Kartika Sari; I Wayan Suastra; I Nyoman Tika; I Wayan Redhana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.12092

Abstract

Conventional science learning often feels abstract and distant from students' realities, especially at the elementary and secondary levels. This can hinder the development of deep understanding and the relevance of the material to everyday life. Ethnoscience-based learning integrates local knowledge with modern scientific concepts to create contextual and meaningful learning. This study aims to: Assess the effectiveness of ethnoscience-based learning in improving students' scientific literacy at the elementary and secondary education levels; Identify learning models and media used in ethnoscience-based learning; Find challenges and supporting factors in implementing ethnoscience-based learning in schools. This study is a systematic review examining the effectiveness of ethnoscience-based learning in improving students' scientific literacy at the elementary and secondary levels. By analyzing 20 empirical studies published between 2020 and 2025, this review evaluated various learning models, teaching materials, and learning media that use ethnoscience as a foundation. The results show that ethnoscience-based learning consistently improves scientific literacy, critical thinking skills, learning motivation, and appreciation for local culture. Challenges such as limited teacher training and curriculum adjustments need to be addressed for optimal implementation. This study provides recommendations for developing more contextual curricula and learning practices, as well as strengthening teacher training. The findings are expected to serve as a reference for educators, researchers, and policymakers in strengthening scientific literacy through an ethnoscience approach.
Co-Authors Abidah, Firry Admyana, Putu Budi Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana AGUNG MADHI PRAYOGA . Agus Wijaksono Agustiana, I. G. A. T. agustina dewi Agustina Dewi Agustinasari Agustinasari Ahzan, Sukainil Ajito, Timoteus Anak Agung Istri Brahmani Prita Dewi Anak Agung Sagung Krisna Darmawati Ananda Wikrama Tungga Atmaja Ananta Wikrama Tungga Atmaja Anantawikrama Tungga Atmadja Artawan, I Putu Arwan Arwan Atmaja, Anantawikrama Tungga Ayu Sri Wahyuni Azra Fauzi Desak Made Citrawathi Desak Putu Parmiti DEWI SARTIKA Dian Ristiani Sabat, Dian Ristiani Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Drs. I Wayan Darsana,M.Ed . Dwipa, Ida Bagus Made Asmara Eka C.G. Kerihi Eky, Vicky Enggy Clovidea Indra Fifi Fitriana Sari, Fifi Fitriana Firry Abidah Fitriani, Herdiyana Frieda Nurlita Gede Agus Beni Widana Handayani, Baiq Vina Hasbi Heni Kumalasari Heron Hignasari, L.Virginayoga Holyness Nurdin Singadimedja I D Raka Rasana I DEWA GEDE ANOM . I G. A. A. Dyah Armayanti I Gede Astawan I Gede Astra Wesnawa I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan I Gusti Ayu Tri Agustiana I Gusti Ayu Triagusiana I Kadek Arisujarnata I Kadek Sukarsa . I Ketut Supir I Made Citra Wibawa I Made Sudarsa I Made Sutajaya I Nyoman Suardana I Putu Parwata I Putu Wisna Ariawan I W. Karyasa I W. Muderawan I Wayan Jaya Antara . I Wayan Karyasa I Wayan Lasmawan I Wayan Muderawan I Wayan Redhana I Wayan Sadia I Wayan Suastra I Wayan Subagia I Wayan Suja I.M. Adi Kurniarta IB. Siwa . Ibrahim, Musimin Ida Bagus Alit Arta Wiguna Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Made Asmara Dwipa Ida Bagus Putu Arnyana Indi Syifa Maulidati IVANA NITA MONDOLU ., IVANA NITA MONDOLU Iwan Abdy Iwan Suswandi Jayadiningrat, Made Gautama KADEK AYU SRI WAHYUNI . Kadek Leni Widiartini Kadek Wimardiyanti Laksmi, Putu Putri Dena laxmi zahara LINA SURAYYA . Luh Gede Sutaryani Luh Putu Budi Yasmini Luh Putu Desy Puspaningrat Luh Putu Sathya Dewi Luh Putu Yeni Andriyani Luhur Bayuaji, Luhur Made Intan Pradnyamita Made Kartika Sari Maria Angelica Ayu Gloria Jagga Wali Minanti, Ni Nengah Astri Misrahayu, Yuni Musimin Ibrahim N. M. Y. Anita N. Ramadiyanti Ni Ketut Heri Kusumaningsih Ni Ketut, Ananta Wikrama Tungga Atmaja Ni Ketut, Erawati Ni Ketut, Wayan Suastra Ni Luh Gede Karang Widiastuti NI LUH SUDEWI . Ni Made Ary Suparwati Ni Made Ayu Suryaningsih Ni Made Raningsih NI MADE SUPATNI ., NI MADE SUPATNI Ni Made Wiratini Ni Nengah Astri Minanti Ni Putu Dwi Sucita Dartini Ni Putu Giyan Adnya Antari . NI PUTU MARHENI . NI PUTU MERRY YUNITHASARI . Ni Putu Wahyu Dewi Arningsih Ni Putu Winni Widiastuti Ni Putu Wulan Romianingsih Ni Putu Yuliani Ni Wayan Martiningsih NI WAYAN NITA ULANTARI . NI WAYAN SUNARTHI ., NI WAYAN SUNARTHI NI WAYAN YULITA AMANDA . Nikmatur Rohmaya NUR RAMADIYANTI . Nurfidianty Annafi, Nurfidianty Nurlita, Frieda Nyoman Dantes Pahmi, Samsul Paramita, Shanti Poerwati, Christiani Endah Pradnyamita, Made Intan PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D . Puspaningrat, Luh Putu Desy Putri Sarini Putu Agus Putra Dwipayana Putu Agus Putra Dwipayana PUTU ARIMBAWA S. . Putu Artawan Putu Budi Adnyana PUTU PREMA SWARI . Qonita Awliya Hanif Rai Putri Diantari Ramadiyanti, N. Rasana, I D Raka Romianingsih, Ni Putu Wulan Rosmita, I Gusti Ayu Agung Mas Rudiana Agustini Rusdiana Yusuf Sang Nyoman Putra Darma Serma Adi, Ni Nyoman Siti Maryam Suandayani, Dewa Ayu Sukroyanti, Baiq Azmi Syarifuddin Syarifuddin Tjokorda Gde Putra Wirama Triagusiana, I Gusti Ayu Tungga Atmaja, Ananta Wikrama Vicky Enggy Clovidea Indra Eky Wayan Karyasa Wayan Suastra Wewe, Melkior Wibawa, Made Citra Witraguna, Kadek Yudista Witraguna Yuliani, Ni Putu Yuliati, Ni Komang Dwi Eka Yundari, Yundari