Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Instagram pada Proses Interaksi Sosial Dalam Perspektif Dramaturgi pada Mahasiswa Jurusan SSP Undiksha Nurohmah, Melinda; Margi, I Ketut; Noviani, Fitri
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6054

Abstract

Penelitian ini dilakukan secara sadar untuk membentuk identitas sosial dan mendapatkan pengakuan dari lingkungan pertemanan digital. Instagram berfungsi sebagai ruang pertunjukan di mana identitas dikonstruksi dan dipertahankan Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemnfaatan instagram dalam proses interaksi sosial mahasiswa Jurusan Sejarah, Sosiologi, dan Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha melalui perspektif dramaturgi Erving Goffman. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap mahasiswa aktif angkatan 2021-2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa menampilkan citra diri yang berbeda di media sosial, antara panggung depan yang membangun citra positif, dan panggung belakang yang mencerminkan kehidupan nyata yang disembunyikan dari audiens. pengelolaan kesan.
Dynamics of Religious Social Movements: A Case Study of the Fardu Kifayah Al-Mujahidin Group in Singaraja Muiz, Ahmad Firdaus Rofiul; Margi, I Ketut; Syahrin, Alif Alfi
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 17, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v17i1.104573

Abstract

The Al-Mujahidin Fardu Kifayah Group in Singaraja is a religious social movement that emerged within Bali’s Muslim minority community, specifically in response to the need for group participation in the handling of the deceased. The study’s objective is to comprehend the group’s organizational dynamics, historical background, and function in fostering social cohesion within the Muslim community. The study employed a qualitative case study methodology with purposive and snowball sampling techniques; information was gathered through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis; the Miles and Huberman model was then used for interactive analysis. The findings demonstrated how this group developed from a straightforward study group into an organized organization with articles of association, technical task division, and quick coordination methods via WhatsApp groups and direct communication. In order to sustain service sustainability, the organization also offers training and member regeneration, though consistent participation is still difficult. The group was able to function as a solidarity network that enhanced the cohesiveness of the Muslim community within a multicultural society because of the strong social solidarity that developed through cooperative work during times of death, nondiscriminatory services, and social support for bereaved families. In conclusion, Fardu Kifayah Al-Mujahidin not only functions as a ritual institution but also as a form of religious organisational adaptation that maintains the continuity of social solidarity in a pluralistic environment.
Fenomena Istri Sebagai Pencari Nafkah Tunggal dalam Keluarga di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali Tasya Putri; Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3948

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena istri sebagai pencari nafkah tunggal dalam keluarga di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali. Kelurahan Kampung Bugis merupakan salah satu wilayah pesisir yang berada di Singaraja, Kabupaten Buleleng, yang masyarakatnya memiliki latar belakang sosial, budaya, agama dan ekonomi yang beragam. Secara sosial dan budaya, suami umumnya dipandang sebagai pencari nafkah utama, sedangkan istri berperan di ranah domestik. Namun, di lapangan ditemukan beberapa keluarga yang menjadikan istri sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi istri menjadi pencari nafkah tunggal di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali dan implikasi yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif agar mampu menggambarkan realitas sosial secara mendalam dan kontekstual. Informan dipilih secara purposive sampling, yaitu istri yang berperan sebagai pencari nafkah tunggal, suami, dan tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan konsistensi serta kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang melatarbelakangi fenomena ini meliputi kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil, usia lanjut suami, masalah kesehatan, serta keterbatasan kemampuan atau keahlian suami. Implikasi yang muncul, yakni secara ekonomi, pembagian peran, serta relasi yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam keluarga. Istri menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengelola rumah tangga, sedangkan suami lebih banyak berperan di ranah domestik. Fenomena ini menunjukkan bahwa keluarga bersifat dinamis, adaptif, dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi yang dihadapi.
Genjek Art: A Gender Ideological Battle Arena (A Perspective from Pierre Bourdieu's Capital Theory) Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi; Lola Utama Sitompul; Fitri Noviani; Santana Sembiring
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v12i1.118714

Abstract

Art observers note that there is still insufficient research into the turmoil and ideological clashes within the arts. This article aims to emphasize that the realm of art is open to analysis from various perspectives, including genjek. This art form falls under the category of folk art and historically emerged from the encouragement of farmers to express their artistic passions in their spare time. Buleleng has a strong tradition of genjek art in its rural areas, which has since evolved alongside the development of tourism in the region. Genjek serves as a form of cultural capital, evident in the artistic performances, pronunciation, and linguistic style of the songs produced. Through these artistic expressions and the widespread promotion of genjek art, cultural reproduction occurs, which can shape power dynamics and potentially lead to violence from a gender perspective. Additionally, the conflict between gender ideology and feminist ideology is apparent through the use of hidden transcripts in genjek performances. In this sense, genjek art not only serves entertainment purposes but also needs to be developed as an educational tool. Furthermore, genjek art contains economic potential that can serve as a foundation for entrepreneurship in the performing arts sector.
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., Dania Fakhrunnisa ., Fiani Yulistia ., I Gede Arcana ., I Ngh Semaranata ., Mia Lutfitasari Adnyani, Ni Luh Putu Sri Ahmad Ardiyansah Aizil Mamnun Ali Rausan Fikri . Alif Alfi Syahrin Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariska, Firawati Ayang Pradana . Ayang Pradana ., Ayang Pradana Azura, Vina Damayani, Kadek Putri Meita Dania Fakhrunnisa . Darmadi, Ni Putu Erna Sri Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Eky Hardiyana Fantiya, Hetwin Fiani Yulistia . Firawati Ariska Fitri Noviani Gede Adi Putra . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Mas Mahendradita . Gede Senjaya . Handoko Satrio Prakoso . Handoko Satrio Prakoso ., Handoko Satrio Prakoso Hardiyana, Eky Hetwin Fantiya I Gede Arcana . I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Wiradarma . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Suartana . I Komang Sudarma I Made Budiana . I Made Pageh I Made Sarmita I Made Yasa I Nengah Narendra Permana I Ngh Semaranata . I Nyoman Mantaka I Putu Eka Noviantara . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Wayan Gunawan . I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Bagus Ari Jaya Putra Iin Melya Parlina Irwan Nur Jamilah . Kadek Putri Meita Damayani Ketut Sedana Arta Ketut Sedana Arta Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul Lola Utama Sitompul M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Made Dian Hermi . Made Dian Hermi ., Made Dian Hermi Mamnun, Aizil Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mia Lutfitasari . Muhammad Sariman . Muhammad Sariman ., Muhammad Sariman Muiz, Ahmad Firdaus Rofiul Nangraini, Wayan Pina Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ayu Aryani Ni Kadek Dwiyanti . Ni Kadek Rustini Wati . Ni Kadek Rustini Wati ., Ni Kadek Rustini Wati Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Indah Juliantari Ni Luh Rika . Ni Made Ary Wahyuni . Ni Made Wiyanthini . Ni Putu Ayu Widiastuti Ni Putu Erna Sri Darmadi Ni Wayan Astini . Nur Kamilah Nurohmah, Melinda Parlina, Iin Melya Permana, I Nengah Narendra Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Purnamasari, Sri Cahaya Putra, Ida Bagus Ari Jaya Putu Suryani Rahman, Taufikur Safina Nurul Hidayah Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Santana Sembiring Sari, Nela Agustin Permata Sri Cahaya Purnamasari Sukadi Sukadi Suryani, Putu Tasya Putri Taufikur Rahman Vina Azura Wattini Wattini Wattini, Wattini Wayan Devi Damayanti . Wayan Pina Nangraini Wedastri, Ni Luh Gede Mardewi Widiastuti, Ni Putu Ayu Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wirawan, Luh Berlian Maharani