Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Artefak-Artefak Tokoh I Gusti Dawuh Tultul Di Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA I Ngh Semaranata .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.7411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Artefak-artefak yang dihasilkan oleh I Gusti Dawuh Tultul di Desa Talibeng Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem Bali; (2). Nilai-nilai apa yang terkadung di dalam artefak I Gusti Dawuh Tultul di Desa Talibeng Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem Bali sehingga Berpotensi sebagai Sumber Belajar Sejarah . Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu: (1) Penentuan Lokasi Penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumen); (3) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data dan triangulasi metode); (5) teknik analisis data; (6) Teknik Penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) adapun peninggalan-peninggalan yang dihasilkan oleh I Gusti Dawuh Tultul adalah, Pura Jati, Pura Bingin, Pura Khayangan Tiga, Bale Gede (Bale Mujur), Bencingah, Tulup Tunjung Tutur, Kris Sutara dan Kris Sutari, Tombak Baru Jlatik, dan Kulkul Krura Sabda dan Kulkul Dirga Gore dan Lontar-lontar Babad. (2) Nilai-nilai yang terkadung di dalam artefak I Gusti Dawuh Tultul di Desa Talibeng Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem sehingga berpotensi sebagai Sumber Belajar Sejarah, Nilai Sejarah, Nilai Religius, Nilai Estetika,dan Peduli Sosial.Kata Kunci : Artefak, I Gusti Dawuh Tultul, Sumber Belajar This study aimed to determine (1) were the artifacts produced by I Gusti Dawuh Tultul at Talibeng village, Sidemen district, Karangasem regency, Bali; (2) were the values of I Gusti Dawuh Tultul artifacts at Talibeng village, Sidemen district, Karangasem regency, Bali; so that becoming a potential as the historical learning resources for Senior High School grade. This study used a qualitative descriptive approach, namely: (1) technique of determining the research location, (2) technique of determining informant, (3) technique of collecting data (observation, interview, document study), (4) technique of guaranteeing the data authenticity (data triangulation and method triangulation), (5) technique of analyzing data, (6) Technique of writing. The research result shows that: (1) the relics produced by I Gusti Dawuh Tultul are: Jati temple, Bingin temple, Kahyangan temple, Bale Gede (Bale Mujur), Bencingah, Tulup Tunjung Tutur, Sutara kris, Sutari kris, Baru Jlatik spear, Kulkul Krura Sabda, Kulkul Dirga Gora, and Babad papyruses; (2) the values of I Gusti Dawuh Tultul artifacts at Talibeng village, Sidemen district, Karangasem regency; so that, becoming a potential as the historical learning resources for Senior High School grade are: the historical value, the religious value, the aesthetic value, , and social care. keyword : Artifact, I Gusti Dawuh Tultul, Learning Resource.
ETNIK BUGIS MANDAR DI DUSUN MANDAR SARI, DESA SUMBERKIMA, GEROKGAK, BULELENG, BALI (SEJARAH, PEMERTAHANAN IDENTITAS ETNIK DAN KONTRIBUSINYA BAGI PEMBELAJARAN SEJARAH) Dania Fakhrunnisa .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Drs. I Made Pageh,M.Hum. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.8709

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan latar belakang Sejarah Suku Bugis Mandar di Desa Sumberkima, (2) Mendeskripsikan Strategi dan Alasan Masyarakat Bugis Mandar di Desa Sumberkima dalam mempertahankan identitas kesukuannya hingga saat ini, (3) Medeskripsikan Kontribusi Sejarah kedatangan Suku Bugis Mandar ke Desa Sumberkima dan strategi pemertahanan identitas kesukuannya bagi Pembelajaran Sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Tehnik penentuan lokasi penelitian, penelitian ini berlokasi di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, (2) Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, (3) Tehnik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling, (4) Tehnik pengumpulan data, melalui observasi, wawancara, dan kajian dokumen, (5) Tehnik validasi keabsahan data, dan triangulasi data, (6) Teknik analis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sejarah Suku Bugis Mandar di Desa Sumberkima dilatar belakangi oleh dua faktor, yaitu faktor pendorong dan faktor penarik. Faktor pendorong disebabkan karena adanya Hegemoni VOC di Sulawesi abad XVI dan adanya pemberontakan komunis tahun 1926-1927. Dan faktor penarik disebabkan karena letak desa Sumberkima yang sangat strategis terletak di pesisir pantai dan memilliki tanah yang subur untuk dijadikan lahan pemukiman dan perkebunan. Strategi pemertahanan identitas etnik Bugis mandar yaitu menggunakan sistem sosialisasi dalam keluarga, masyarakat dan sekolah. Strategi yang digunakan untuk mempertahankan identitas etnik yaitu dengan sosialisasi melalui agen keluarga, sosialisasi melalui agen masyarakat dan sosialisasi melalui agen keluarga, serta alasan pemertahanan identitas etnik yaitu karena warisan leluhur dan takut untuk kehilangan identitas sebagai suku pendatang. Adapun kontribusi dari sejarah Suku Bugis Mandar di desa Sumberkima serta strategi dan alasan pemertahanan identitas kesukuannya bagi pembelajaran sejarah yaitu dapat dijadikan sumber belajar sejarah dan juga dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah pada kurikulum 2013. Kata Kunci : Kata kunci: Suku Bugis Mandar, strategi dan alasan pemertahanan identitas etnik. ABSTRACT This study aims to (1) describe the background history of the Bugis Mandar village Sumberkima, (2) Describe the strategy and reasons Society Bugis Mandar village Sumberkima in maintaining the identity of the tribal till today, (3) Medeskripsikan Contributions history of the arrival of the Bugis Mandar to village Sumberkima and tribal identity preservation strategies for Teaching History. This study uses a qualitative method by stages; (1) Technical determining the location of research, this study is located in the village of Sumberkima, Gerokgak, Buleleng, (2) research approach uses a qualitative approach, (3) Technical determination of the informant, the determination of the informants in this research is purposive sampling, (4) Technical data collection, through observation, interviews, and a review of documents, (5) Technical validation of the validity of the data, and triangulation of data, (6) Technical data analyst. The results showed that the history of the Bugis Mandar village Sumberkima motivated by two factors, namely push and pull factors. The driving factor due to the hegemony of the VOC in Sulawesi sixteenth century and the communist insurgency in 1926-1927. And a pull factor due Sumberkima village is very strategically located on the coast and memilliki arable land to be used as residential land and plantations. Bugis ethnic identity preservation strategy mandated that use the system of socialization in the family, community and school. The strategy used to maintain ethnic identity is by socialization through the agency of family, community and socialization through agents of socialization through the agency of the family, as well as ethnic identity preservation reasons, namely because of the heritage and afraid to lose their identity as ethnic migrants. The contribution of the history of the Bugis Mandar village Sumberkima strategy and tribal identity preservation reasons for teaching history which can be used as a source of learning the history and also serve as a medium of teaching history in the curriculum of 2013. keyword : Keywords: Bugis Mandar, strategy and reason for preservation of ethnic identity.
TUGU PERJUANGAN PEMUDA DI DESA CELUKANBAWANG, GEROKGAK, BULELENG, BALI SEBAGAI MEDIA PENANAMAN NILAI NASIONALISME PADA SISWA SMA/MA Ali Rausan Fikri .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Dr. Luh Putu Sendratari,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.11292

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian adalah 1) rancangan penelitian, 2) teknik penentuan lokasi penelitian, 3) teknik penentuan informan, 4) teknik pengumpulan data, 5) teknik validasi, dan 6) teknik analisis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) faktor Tugu Perjuangan Pemuda di Desa Celukanbawang dapat dijadikan media penanaman nilai nasionalisme; 2) cara memanfaatkan Tugu Perjuangan Pemuda di Desa Celukanbawang sebagai media penanaman nilai nasionalisme pada siswa SMA/MA. Berdasarkan wawancara, observasi, studi pustaka atau dokumen di lapangan diketahui bahwa, 1) faktor Tugu Perjuangan Pemuda dapat dijadikan sebagai media penanaman nilai nasionalisme adalah ada dua faktor, yakni faktor nilai dan fungsi yang terkandung pada Tugu Perjuangan Pemuda. Nilai-nilai yang terkandung adalah nilai patriotisme, nilai persatuan dan kesatuan, dan nilai pendidikan. Sedangkan fungsinya adalah fungsi edukatif, yakni sebagai sarana pendidikan dan fungsi inspiratif, yakni semangat pantang menyerah yang ditunjukan para pejuang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. 2) cara atau strategi memanfaatkan Tugu Perjuangan Pemuda sebagai media penanaman nilai nasionalisme pada siswa SMA/MA adalah dengan menjadikan Tugu Perjuangan Pemuda sebagai sumber dan media dalam pembelajaran sejarah.Kata Kunci : Tugu, Media Penanaman Nilai Nasionalisme This research is a qualitative research with stages done in the research are 1) research design, 2) research location determination technique, 3) informant determination technique, 4) data collection techniques, through observation, interview, and literature study, 5) validation techniques, and 6) data analysis techniques. This study aims to determine; 1) the factor of the Monument of Youth Struggle in the village of Celukanbawang can be used as a medium for the cultivation of the value of nationalism; 2) how to exploit the Monument of Youth Struggle in Celukanbawang Village as a medium of nationalism value for high school / MA students. Based on interviews, observation, literature study or document in the field, it is known that 1) the factor of Monument of Youth Struggle can be used as media of nationalism value is two factors, namely value and function factor contained in Monument of Youth Struggle. The values contained are the values of patriotism, the value of unity and unity, and the value of education. While its function is an educative function, namely as a means of education and inspirational function, ie unyielding spirit which shows the fighters can be an inspiration for the younger generation. 2) the way or strategy to utilize Monument of Youth Struggle as media of nationalism value planting at SMA / MA students is by making Monument of Youth Struggle as source and media in learning history. keyword : Monument, Media Planting Value Nationalism
EKSISTENSI PONDOK PESANTREN MANBAUL ULUM DI TENGAH PENDIDIKAN MODERN (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN MANBAUL ULUM KELURAHAN LOLOAN TIMUR NEGARA BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) Mia Lutfitasari .; Dr. I Ketut Margi, M.Si .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.12550

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)Faktor-fktor yang melatar belakangi Pondok Pesantren Manba’ul Ulum tetap bertahan di tengah pendidikan modern; (2)Strategi Pondok Pesantren Manba’ul Ulum mempertahankan eksistensinya di tengah pendidikan modern; (3)Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum; (4) aspek-aspek yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah dari Pondok Pesantren Manba’ul Ulum dan (5)Cara pemanfaatan Pondok pesantren Manba’ul Ulum sebagai sumber belajar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan tahap-tahap:(1)lokasi penelitian di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum di kelurahan Loloan Timur, kecamatan Negara, kabupaten Jembrana,Bali (2) Teknik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan snow ball, (3)Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen (4)validasi data menggunkan trianggulasi data dan trianggulasi metode), (5)analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,(1)bertahannya Pondok Pesantren Manba’ul Ulum karena empat faktor, yaitu faktor ekonomi, pendidikan dan faktor sosial budaya (2)Strategi yang di gunakan agar Pondok Pesantren Manba’ul Ulum tetap bertahan di tengah pendidikan modern adalah mengintegrasikan kewirausahaan (keterampilan membuat roti) dalam kurikulum dan diadakan sebuah pertemuan antara pimpinan santri dengan orang tua santri dan masyarakat(3)sistem pendidikannya terdiri dari kiai, ustad dan ustadzah, santri, Al-qur’an, kitab kuno dan kitab kuning(4)Pondok Pesantren Manba’ul Ulum berdasarkan kurikulum 2013, adapun aspek-aspek yang dapat digunakan yaitu aspek sejarah, bangunan, dan aspek religius Kata Kunci : pondok pesantren, strategi, sistem,sumber belajar The purpose of this study is to determine (1) The factors behind the Pondok Pesantren Manba'ul Ulum remain in the middle of modern education; (2) The Strategy of Pondok Pesantren Manba'ul Ulum maintains its existence in the middle of modern education; (3) The education system at Pondok Pesantren Manbaul Ulum; (4) aspects that can be used as a source of history learning from Pondok Pesantren Manba'ul Ulum and (5) How to utilize Manba'ul Ulum boarding school as a learning resource. This research used qualitative approach, with stages: (1) research location at Pondok Pesantren Manba'ul Ulum in East Loloan village, State sub district, Jembrana district, Bali (2) Informant determination technique, informant determination in this research that is purposive sampling and snow ball, (3) data collection method through observation, interview, and document study (4) data validation using triangulation data and triangulation method), (5) data analysis. The result of the research shows that (1) the survival of Pondok Pesantren Manba'ul Ulum due to four factors, namely economic factor, education and socio-cultural factors. (2) The strategy used in order to Pondok Pesantren Manba'ul Ulum to survive in the middle of modern education is to integrate entrepreneurship (bread making skills) in the curriculum and held a meeting between the santri leadership with the students' parents and the community (3) the education system consists of kiai, ustad and ustadzah, santri, Al-qur'an, ancient books and yellow book (4) Pondok Pesantren Manba'ul Ulum based on the 2013 curriculum, while the aspects that can be used are aspects of history, buildings, and religious aspectskeyword : boarding school, strategy, system, learning resources
Tradisi Ngejot di Desa Lenek, Aikmel, Lombok Timur (Potensinya Sebagai Media Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Aikmel) Fiani Yulistia .; Dr. I Ketut Margi, M.Si .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.12552

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lenek, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, NTB. penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui latar belakang adanya tradisi ngejot di Desa Lenek, (2) mengetahui tradisi ngejot dapat dipertahankan oleh masyarakat Desa Lenek, (3) mengetahui nilai-nilai karakter yang ada dalam tradisi ngejot di Desa Lenek, (4) mengetahui cara memamfaatkan tradisi ngejot sebagai media pendidikan karakter melalui pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Aikmel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah, (1) metode penentuan informan, (2) metode pengumpulan data (teknik observasi, teknik wawancara, teknik studi dokumentasi), (3) metode validitas data, (4) metode analisis data, (5) penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) latar belakang adanya tradisi negejot di Desa Lenek, untuk mempererat silaturhomi, menjaga solidaritas antar sesama, (2) tradisi ngejot dipertahankan oleh masyarakat Desa Lenek, karena adanya faktor kepercayaan, faktor budaya, meningkatkan solidaritas sosial, faktor pendidikan, pemenuhan kebutuhan akan keselamatan, (3) nilai-nilai karakter yang ada dalam tradisi ngejot yaitu religius, cinta damai, disiplin, tanggung jawab, peduli lingkungan, (4) pemanfaatan tradisi ngejot sebagai media pendidikan karakter melalui pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Aikmel yaitu sebagai ajang pengenalan budaya terhadap siswa, agar nantinya budaya tersebut bisa memperkaya materi pembelajaran sejarah dan karakter siswa.Kata Kunci : Ngejot, Media Pendidikan Karakter, Pembelajaran Sejarah. This research was conducted in the Lenek village, Aikmel district, East Lombok Regency, NTB. The aims of study: (1) to know the background of the tradition of ngejot in the village of Lenek, (2) to know the tradition of ngejot can be maintained by the villagers of Lenek, (3) to know the values of characters that exist in tradition ngejot in Lenek Village, (4) ) to know how to utilize tradition ngejot as character education media through learning history in SMA Negeri 2 Aikmel. This reseach used descriptive qualitative method with steps, (1) determination the informant, (2) data collection (observation , interview technique, engineering studies document ), (3) data validity, (4)data analysis, (5) writing the research result. The results showed that (1) Background of the negejot tradition in the village of Lenek, (2) the tradition of ngejot is maintained by the people of Lenek Village, due to the belief, cultural factor, social solidarity, the education factor, the fulfillment of the need for safety, (3) the values of the characters that exist in the tradition ngejot (rligius, love of peace, discipline, responsibility, care for the environment), (4) the use of ngejot tradition ngejot as a medium of character education through learning history in SMA Negeri 2 Aikmel that is as a place of cultural recognition of the side, so that later culture can enrich the learning material of history and character of student.keyword : Ngejot, Media Character Education, Teaching History
IDENTIFIKASI POTENSI WISATA KULINER BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL DI KABUPATEN BULELENG, BALI I Ketut Margi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v2i2.2182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata kuliner yang dapat dikembangkan di Kabupaten Buleleng. Metode penelitian ini adalah studi dokumentasi, observasi lapangan dan wawancara mendalam, sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Temuan di lapangan menunjukkan hasil produksi unggulan masyarakat yang dapat dimanfaatkan menjadi produk wisata kuliner ada tiga jenis yakni buah duren, singkong/ubi jalar/ubi ungu, dan buah anggur. Ketiga hasil produksi unggulan ini dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan dan minuman yang telah diuji kualitas baik dari segi rasa, bentuk, maupun tekstur. Melalui uji kualitas dengan melibatkan pakar kuliner dari perwakilan hotel, restoran, dan akademisi dihasilkan beberapa resep, yakni: kolak duren, dodol duren, jus duren spesial, pudding duren kane, dodol ubi jalar, pound cake ubi jalar ungu, opak kulit singkong, singkong rebus tuak, jus anggur, pudding anggur, dan agar-agar anggur. Berdasarkan kenyataan tersebut di Kabupaten Buleleng berpotensi dikembangkan wisata alternatif, yakni wisata kuliner. Hal ini penting karena bukan semata-mata berkembangnya diversifikasi produk wisata, akan tetapi sekaligus menumbuhkan ekonomi kreatif di kalangan anggota masyarakat. Untuk mewujudkannya perlu adanya perhatian khusus serta sinergisitas pihak pemerintah daerah, pengusaha pariwisata, dan masyarakat (petani).
PENGINTEGRASIAN KEARIFAN LOKAL SUBAK ABIAN CATU DESA SAMBIRENTENG BULELENG BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP I Nyoman Mantaka; Luh Putu Sendratari; Ketut Margi
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.528 KB) | DOI: 10.23887/pips.v1i2.2828

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya upaya untuk mewujudkan pembelajaran IPS yang inovatif berwawasan lingkungan yang berorientasi pada pelestarian budaya Subak . Tujuan penelitian adalah (1) memahami latar belakang pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal Subak Abian Catu sebagai sumber belajar IPS, (2) mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang dianut di dalam Subak Abian Catu, (3) menemukan mode  mengintegrasikan kearifan lokal Subak Abian Catu sebagai Sumber belajar IPS. Rancangan penelitian yang digunakan adalah research and development dengan tiga tahap yaitu define, design, dan develop. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, analisis dokumen..Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pentingnya nilai-nilai kearifan lokal Subak sebagai sumber belajar karena adanya pesan moral tentang idiologi hijau dan pesan humanis untuk menjaga kelestarian alam dan kerjasama. (2) Nilai-nilai kearifan lokal Subak abian catu yang berpotensi sebagai sumber belajar IPS meliputi; sikap hormat terhadap alam, tanggung jawab, solidaritas kosmis, kasih sayang, perduli terhadap alam, tidak merugikan/merusak, hidup sederhana, keadilan, demokratis, dan integritas moral.l. (3) Pengintegrasian kearifan lokal subak sebagai sumber belajar IPS menggunakan model pengintegrasian berdasarkan potensi utama, dalam bentuk perangkat pembelajaran RPP dan Handout,dan dari hasil uji kelayakan produk RPP dan Handout berkatagori baik, layak untuk dijadikan  sumber belajar dalam pembelajaran IPS. Kata kunci :Kearifan Lokal Subak, Sumber Belajar
REKONSTRUKSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PENINGGALAN PURBAKALA DI DESA PAKRAMAN SELULUNG, KINTAMANI, BANGLI SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP I Wayan Pardi; Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.764 KB) | DOI: 10.23887/pips.v1i1.2813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi jenis peninggalan purbakala yang ada di Desa Pakraman Selulung, Kintamani, Bangli, (2) Mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalam peninggalan purbakala di Desa Pakraman Selulung, (3) Menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter pada peninggalan purbakala yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS di SMP, dan (4) Menganalisis cara pengintegrasian nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam peninggalan purbakala dalam perangkat pembelajaran IPS di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan langkah-langkah, yakni penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data, istrumen penelitian, metode pengujian keabsahan data, dan metode analisis data. Hasil temuan: (1) Jenis peninggalan purbakala di Desa Pakraman Selulung adalah Punden Berundak, Arca Megalitik, Menhir, Hiasan Tanduk Kerbau, Batu Alam, Lempengan Batu, kerang, Arca bercorak Tiongkok, Arca Hindu, Arca Perunggu, Lingga Yoni, Gamelan Kuno, dan batu berbentuk roda. (2) Nilai-nilai pendidikan karakter dalam peninggalan purbakala adalah karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif dan inovatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, gotong royong, hormat, peduli lingkungan, tanggung jawab, berani mengambil resiko, tangguh, terbuka, ramah dan luwes, moderat, dan seni. (3) Nilai-nilai pendidikan karakter pada peninggalan purbakala dapat diaplikasikan sebagai sumber belajar IPS di SMP kelas VII pada standar kompetensi memahami lingkungan kehidupan manusia dan kompetensi dasar mendeskripsikan kehidupan pada masa pra aksara di Indonesia. (4) Nilai-nilai pendidikan karakter dalam peninggalan purbakala diintegrasikan ke dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran IPS ke dalam aspek tujuan, indikator, materi, strategi dan metode, langkah-langkah, dan penilaian pembelajaran. Kata Kunci: Peninggalan purbakala, Karakter, Perangkat Pembelajaran
PROGRAM KELUARGA BALI LESTARI DI DESA BALUK, NEGARA, JEMBRANA, BALI (Studi Tentang Latar Belakang, Strategi Pelembagaannya, dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA) Ni Putu Ayu Widiastuti; Nengah Bawa Atmadja; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Program Keluarga Bali Lestari di Desa Baluk,Negara, Jembrana, Bali dengan menggunakan metode dekskriptif kualitatif dan teknikpurposive sampling yang selanjutnya dikembangkan lagi dengan teknik “snow ball”.Ada tiga permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu latar belakangmunculnya gagasan Keluarga Bali Lestari, Strategi Pelembagaannya, danPotensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA. Hasil penelitian menunjukkan(1) Keluarga Bali Lestari merupakan konsep keluarga bahagia versi Hindu yangberpedoman ada kitab suci Weda. Kemunculan gagasan Keluarga Bali Lestaridisebabkan oleh beberapa faktor yaitu pemertahanan identitas etnis Bali, memuatalasan keagamaan, ekonomi, ideologi patriarki, dan krisis demografi. (2) Dalamperkembangannya perlu wadah guna menaungi fenomena yang terjadi, maka dari ituditetapkan dalam sebuah Peraturan Desa Nomor 08 Tahun 2015 tentang PatungKeluarga Bali Lestari. Dalam hal transfer pengetahuan kemasyarakat dilakukandengan berbagai sosialisasi. (3) Keluarga Bali Lestari dijadikan sebagai sumberbejalar sosiologi pada materi kearifan lokal di kelas XII. Manfaat dari adanya gagasanKeluarga Bali Lestari jika dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi adalahmemungkinkan peserta didik untuk belajar secara konkrit terkait materi kearifan lokal.Kata kunci: Keluarga Bali Lestari, Peraturan Desa, dan Sumber Belajar
INTERAKSI SOSIAL PEDAGANG KAKI LIMA DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTUR DAN POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA Hetwin Fantiya; Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Interaksi sosial PKL (Pedagang Kaki Lima) etnisBali dengan etnis non-Bali; (2) Interaksi sosial PKL non-Bali dengan masyarakat sekitar; (3)Interaksi sosial PKL non-Bali dengan keluarga dikampung halaman; dan (4) Aspek-aspek yangdijadikan sebagai media pembelajaran Sosiologi pada Bab Individu, Kelompok dan HubunganSosial. Konsep yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah tersebut yakni interaksisosial, sektor informal, dan PKL. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatandeskriptif kualitatif dengan jenis penelitian etnografi, dengan langkah: penentuan informan yangterdiri dari PKL, pembeli, tukang parkir, Ketua dagang, Ketua Lingkungan Kelurahan BanjarTegal dan Desa Pakraman Banyuasri. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi, penyajian,dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Interaksi sosial PKL etnis Bali dengan etnisnon-Bali atas dasar kekeluargaan, kepedulian, dan persaudaraan, (2) Interaksi sosial PKL non-Bali dengan masyarakat sekitar berupa interaksi langsung dengan tujuan jual beli dan interaksitidak langsung dalam wujud saling menjaga keamanan lingkungan, (3) Interaksi sosial PKLnon-Bali dengan keluarga dikampung halaman lebih banyak dilakukan secara tidak langsungmelalui Handphone karena akses tempat asal dan tempat rantauan jauh, interaksi secaralangsung hanya dilakukan pada saat Hari Raya Idul Fitri dan saat ada musibah, dan (4) Aspekaspekyang dapat dijadikan media pembelajaran Sosiologi pada kasus PKL antara lain:aktivitas berdagang, interaksi sosial, dan aktivitas sosial. Aspek ini dapat dikaitkan denganmateri pembelajaran Sosiologi SMA pada topik Individu, Kelompok dan Hubungan Sosial.Kata Kunci: PKL, Interaksi Sosial, Media Pembelajaran
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., Dania Fakhrunnisa ., Fiani Yulistia ., I Gede Arcana ., I Ngh Semaranata ., Mia Lutfitasari Adnyani, Ni Luh Putu Sri Ahmad Ardiyansah Aizil Mamnun Ali Rausan Fikri . Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariska, Firawati Ayang Pradana . Ayang Pradana ., Ayang Pradana Azura, Vina Damayani, Kadek Putri Meita Dania Fakhrunnisa . Darmadi, Ni Putu Erna Sri Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Eky Hardiyana Fantiya, Hetwin Fiani Yulistia . Firawati Ariska Fitri Noviani Gede Adi Putra . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Mas Mahendradita . Gede Senjaya . Handoko Satrio Prakoso . Handoko Satrio Prakoso ., Handoko Satrio Prakoso Hardiyana, Eky Hetwin Fantiya I Gede Arcana . I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Wiradarma . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Suartana . I Komang Sudarma I Made Budiana . I Made Pageh I Made Sarmita I Made Yasa I Nengah Narendra Permana I Ngh Semaranata . I Nyoman Mantaka I Putu Eka Noviantara . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Wayan Gunawan . I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Bagus Ari Jaya Putra Iin Melya Parlina Irwan Nur Jamilah . Kadek Putri Meita Damayani Ketut Sedana Arta Ketut Sedana Arta Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Made Dian Hermi . Made Dian Hermi ., Made Dian Hermi Mamnun, Aizil Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mia Lutfitasari . Muhammad Sariman . Muhammad Sariman ., Muhammad Sariman Nangraini, Wayan Pina Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ayu Aryani Ni Kadek Dwiyanti . Ni Kadek Rustini Wati . Ni Kadek Rustini Wati ., Ni Kadek Rustini Wati Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Indah Juliantari Ni Luh Rika . Ni Made Ary Wahyuni . Ni Made Wiyanthini . Ni Putu Ayu Widiastuti Ni Putu Erna Sri Darmadi Ni Wayan Astini . Nur Kamilah Nurohmah, Melinda Parlina, Iin Melya Permana, I Nengah Narendra Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Purnamasari, Sri Cahaya Putra, Ida Bagus Ari Jaya Putu Suryani Rahman, Taufikur Safina Nurul Hidayah Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Sari, Nela Agustin Permata Sri Cahaya Purnamasari Sukadi Sukadi Suryani, Putu Taufikur Rahman Vina Azura Wattini Wattini Wattini, Wattini Wayan Devi Damayanti . Wayan Pina Nangraini Wedastri, Ni Luh Gede Mardewi Widiastuti, Ni Putu Ayu Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wirawan, Luh Berlian Maharani