Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Dengan Strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah pada Siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali ., Dewa Gede Suma Adnyana; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.4845

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini; (1) Untuk mengetahui apakah pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar mata pelajaran sejarah pada siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) Mengetahui tanggapan siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali terhadap pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah. Metode penelitian dalam PTK ini merupakan deskripsi proses tindakan yang akan dikenakan kepada siswa secara detail dan padat dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan, tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Semester I SMA Amarawati Tampaksiring yang berjumlah 25 orang yaitu 14 laki-laki dan 11 perempuan. Objek penelitian ini adalah minat, hasil belajar dan tanggapan siswa. penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan 2 (dua) siklus melalui empat tahapan yaitu: (1) menentukan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) Tujuan penelitian tindakan kelas ini; (1) Untuk mengetahui apakah pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar mata pelajaran sejarah pada siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) Mengetahui tanggapan siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali terhadap pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah. Metode penelitian dalam PTK ini merupakan deskripsi proses tindakan yang akan dikenakan kepada siswa secara detail dan padat dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan, tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Semester I SMA Amarawati Tampaksiring yang berjumlah 25 orang yaitu 14 laki-laki dan 11 perempuan. Objek penelitian ini adalah minat, hasil belajar dan tanggapan siswa. penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan 2 (dua) siklus melalui empat tahapan yaitu: (1) menentukan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian tindakan kelas dan analisis dapat diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Minat belajar siswa pada siklus I adalah 52,25% dengan kategori sedang, meningkat menjadi 71% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) Rata-rata hasil belajar siswa adalah 75,52% dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 89% pada siklus II dengan kategori sangat tinggi. (3) Terjadi peningkatan respon positif siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 14, 03%. Kata Kunci : Pembelajaran Kontekstual, Strategi STAD, Minat, Hasil Belajar, dan Tanggapan Siswa. The purposes of this classroom action research are; (1) To determine whether the use of Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring through contextual learning model with Student Teams Achievement Divisions (STAD) strategy can increase the students’ interest and learning outcomes in the subjects of history in class XI semester I SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali in the academic year 2014/2015. (2) To know the students’ reactions in class XI semester I in the academic year 2014/2015 SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali toward the utilization of Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring through contextual learning modelwith Student Teams Achievement Divisions (STAD) strategy to increase the interest and learning outcomes of student in the subjects of history. In this study, the subjects were students of class XI semester I SMA Amarawati Tampaksiring which amounted to 25 students they are 14 boys and 11 girls. The object of this study is of interest , learning outcomes and student responses . classroom action research was conducted 2 ( two ) cycles through four stages , namely : ( 1 ) determining the subject of research , ( 2 ) create a plan of action , ( 3 ) implement measures , ( 4 ) to make observations , ( 5 ) reflection and evaluation . The results of action research and analysis can be obtained as follows : ( 1 ) The interest of students in the first cycle was 52.25 % with moderate category , rising to 71 % in the second cycle with high category ; ( 2 ) The average results of student learning is 75.52 % with the high category , rising to 89 % in the second cycle with very high category . ( 3 ) An increase in positive responses of students from cycle 1 to cycle 2 at 14 , 03 % .Tampaksiring, Gianyar, Bali toward the utilization of Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring through contextual learning modelwith Student Teams Achievement Divisions (STAD) strategy to increase the interest and learning outcomes of student in the subjects of history. In this study, the subjects were students of class XI semester I SMA Amarawati Tampaksiring which amounted to 25 students they are 14 boys and 11 girls. The object of this study is of interest , learning outcomes and student responses . classroom action research was conducted 2 ( two ) cycles through four stages , namely : ( 1 ) determining the subject of research , ( 2 ) create a plan of action , ( 3 ) implement measures , ( 4 ) to make observations , ( 5 ) reflection and evaluation . The results of action research and analysis can be obtained as follows : ( 1 ) The interest of students in the first cycle was 52.25 % with moderate category , rising to 71 % in the second cycle with high category ; ( 2 ) The average results of student learning is 75.52 % with the high category , rising to 89 % in the second cycle with very high category . ( 3 ) An increase in positive responses of students from cycle 1 to cycle 2 at 14 , 03 % .keyword : ContContextual learning with STAD Strategy, interest, learning outcomes, and the students’ reaction..
Tradisi Mengarak Sokok Di Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng, Bali (Potensinya Sebagai Media Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sejarah di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Pegayaman) ., Muhammad Sariman; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5380

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang masyarakat Islam di Desa Pegayaman melaksanakan Tradisi Mengarak Sokok, (2) Mengetahui bentuk-bentuk Sokok yang dibuat masyarakat Islam Desa Pegayaman, dan (3) Mengetahui pengintegrasian nilai-nilai tradisi mengarak Sokok dalam pembelajaran sejarah sebagai media pendidikan karakter di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Pegayaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah, (1) Metode penentuan informan, (2) Metode pengumpulan data (teknik observasi, teknik wawancara, teknik studi dokumen), (3) Metode validitas data, (4) Metode analisis data, (5) Penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Latar belakang masyarakat Islam di Desa Pegayaman melaksanakan tradisi ini, karena adanya faktor kepercayaan, faktor budaya, meningkatkan solidaritas sosial, faktor pendidikan, pemenuhan kebutuhan akan seni dan pemenuhan kebutuhan akan keselamatan (2) Bentuk Sokok dibedakan menjadi dua yakni Sokok Base dan Sokok Taluh, (3) Pengintegrasian Nilai-nilai Tradisi Mengarak Sokok dalam Pembelajaran Sejarah di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Pegayaman dapat di lihat dari aspek pendidikan yaitu sebagai ajang pengenalan budaya terhadap siswa, agar nantinya budaya tersebut bisa memperkaya materi pembelajaran sejarah. Selanjutnya nilai religius, nilai memperkuat solidaritas sosial, nilai menjaga hubungan harmonis dengan alam, nilai kesenian dan nilai ekonomis sesuai dengan kompetensi dasar menganalisis proses interaksi antara tradisi lokal, Hindu-Budha dan Islam di Indonesia. Kata Kunci : Mengarak sokok, Media Pendidikan Karakter, Pembelajaran Sejarah. This research was conducted in the village of Pegayaman, District Sukasada, Buleleng, Bali. This study aims to: (1) Knowing the background of the Islamic community in the village of tradition parading Pegayaman implement Sokok, (2) Determine the forms Sokok made Islamic community Pegayaman village, and (3) Knowing the integration of traditional values in the learning parading Sokok media history as character education in Madrasah Aliyah Miftahul Pegayaman Ulum. The method used in this research is descriptive qualitative method with steps, (1) method to determine the informant, (2) data collection method (observation, interview techniques, engineering studies document), (3) Method of data validity, (4) methods of data analysis, (5) Writing research results. The results showed that (1) Background Islamic community in the village of Pegayaman carry this tradition, because of the trust factor, cultural factor, increase social solidarity, education factor, meeting the needs of the art and meet the need for safety (2) The form is divided into two Sokok namely Sokok Base and Sokok Taluh, (3) Integrating values Sokok tradition of parading in Teaching History in Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Pegayaman can be seen from the aspect of education that is as a venue for cultural recognition to the students, so that later the culture can enrich the learning materials of history. Furthermore, religious values, values strengthen social solidarity, the value of maintaining a harmonious relationship with nature, artistic value and economic value in accordance with the basic competence to analyze the interaction between local traditions, Hindu-Buddhist and Islam in Indonesia.keyword : Parading Sokok, Media Character Education, Teaching History.
TUGU PERJUANGAN PEMUDA DI DESA CELUKANBAWANG, GEROKGAK, BULELENG, BALI SEBAGAI MEDIA PENANAMAN NILAI NASIONALISME PADA SISWA SMA/MA ., Ali Rausan Fikri; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Dr. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.11292

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian adalah 1) rancangan penelitian, 2) teknik penentuan lokasi penelitian, 3) teknik penentuan informan, 4) teknik pengumpulan data, 5) teknik validasi, dan 6) teknik analisis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) faktor Tugu Perjuangan Pemuda di Desa Celukanbawang dapat dijadikan media penanaman nilai nasionalisme; 2) cara memanfaatkan Tugu Perjuangan Pemuda di Desa Celukanbawang sebagai media penanaman nilai nasionalisme pada siswa SMA/MA. Berdasarkan wawancara, observasi, studi pustaka atau dokumen di lapangan diketahui bahwa, 1) faktor Tugu Perjuangan Pemuda dapat dijadikan sebagai media penanaman nilai nasionalisme adalah ada dua faktor, yakni faktor nilai dan fungsi yang terkandung pada Tugu Perjuangan Pemuda. Nilai-nilai yang terkandung adalah nilai patriotisme, nilai persatuan dan kesatuan, dan nilai pendidikan. Sedangkan fungsinya adalah fungsi edukatif, yakni sebagai sarana pendidikan dan fungsi inspiratif, yakni semangat pantang menyerah yang ditunjukan para pejuang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. 2) cara atau strategi memanfaatkan Tugu Perjuangan Pemuda sebagai media penanaman nilai nasionalisme pada siswa SMA/MA adalah dengan menjadikan Tugu Perjuangan Pemuda sebagai sumber dan media dalam pembelajaran sejarah.Kata Kunci : Tugu, Media Penanaman Nilai Nasionalisme This research is a qualitative research with stages done in the research are 1) research design, 2) research location determination technique, 3) informant determination technique, 4) data collection techniques, through observation, interview, and literature study, 5) validation techniques, and 6) data analysis techniques. This study aims to determine; 1) the factor of the Monument of Youth Struggle in the village of Celukanbawang can be used as a medium for the cultivation of the value of nationalism; 2) how to exploit the Monument of Youth Struggle in Celukanbawang Village as a medium of nationalism value for high school / MA students. Based on interviews, observation, literature study or document in the field, it is known that 1) the factor of Monument of Youth Struggle can be used as media of nationalism value is two factors, namely value and function factor contained in Monument of Youth Struggle. The values contained are the values of patriotism, the value of unity and unity, and the value of education. While its function is an educative function, namely as a means of education and inspirational function, ie unyielding spirit which shows the fighters can be an inspiration for the younger generation. 2) the way or strategy to utilize Monument of Youth Struggle as media of nationalism value planting at SMA / MA students is by making Monument of Youth Struggle as source and media in learning history. keyword : Monument, Media Planting Value Nationalism
PERSEPSI SISWA TERHADAP SITUS NEKARA PEJENG SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING DI KELAS VII A SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2013/2014, GIANYAR BALI). ., Ni Made Ary Wahyuni; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3613

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Tampaksiring Desa Pejeng, Gianyar yang bertujuan untuk mengetahui: (1)Karakteristik Nekara Pejeng yang ada di Pura Penataran Sasih, baik dilihat dari sejarah, bentuk, maupun fungsinya bagi masyarakat Pejeng, (2) cara memanfaatkan situs Nekara Pejeng sebagai sumber pembelajaran IPS di kelas VII A SMP Negeri 3 Tampaksiring, (3)Persepsi siswa terhadap pemanfaatan situs Nekara Pejeng sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu: (1)Teknik Penentuan Informan, (2)Teknik Pengumpulan Data,(3)Teknik Observasi,(4)Teknik Wawancara,(5)Teknik Studi Dokumen,(6)Teknik Penjamin Keaslian Data,(7)Teknis Analisis Data. Hasil penelitian ini menunjukan dari segi sejarah: bahwa nekara perunggu terbesar yang berada di Pura Penataran Sasih berukuran 186,5 cm dengan garis tengah 160 cm. Nekara tersebut dianggap sangat suci dan di keramatkan oleh masyarakat Desa Pejeng. Nekara tersebut di letakkan di sebuah pelinggih yang disebut Ratu Sasih. Bentuk dari nekara pejeng dengan Karakteristik nekara pejeng merupakan semacam berumbung yang terbuat dari perunggu yang berpinggang di bagian tengahnya dan di sisi atasnya tertutup. Fungsi dari situs Nekara Pejeng di persefektif pendidikan bisa dijadikan tempat belajar di luar kelas. Model pembelajaran yang di gunakan di SMP Negeri 3 Tampaksiring ialah model Karya Wisata. Menggunakan model pembelajaran Karya Wisata ternyata menemukan banyak kesulitan,jadi peneliti menawarkan menggunakan model pembelajaran CTL. Persepsi siswa terhadap situs Neakara Pejeng dari 42 orang siswa 30 (12,6%) mengetahui keberadaan situs Nekara Pejeng, dan dari jumlah 42 orang siswa 12 (5,04%) tidak mengetahui keberadaan situs Nekara Pejeng, dari 42 orang siswa 25 (10,5%) menyatakan tidak setuju menggunakan model pembelajaran CTL, sedangkan 42 orang siswa 17 (7,14%) menyatakan bahwa setuju menggunkan model pembelajaran CTL. Kata Kunci : Kata kunci : Sejarah, Sumber Pembelajaran, dan Persepsi Siswa ABSTRACT This research was conducted at SMP Negeri 3 Tampaksiring Pejeng Village, Gianyar which aims to determine: (1) Characteristics Nekara existing Pejeng Penataran Sasih, good views of the history, form, and function for the community Pejeng, (2) how to utilize the site Nekara Pejeng as a source of learning in the social studies class VII A 3 SMP Tampaksiring, (3) perception of students toward the use of the site as a learning resource Pejeng Nekara IPS. This research uses descriptive qualitative method, namely: (1) Determination Techniques informant, (2) Data Collection Techniques, (3) Observation Techniques, (4) Interview Techniques, (5) Technical Study Document, (6) Authenticity Assurance Engineering Data, (7) Technical Analysis Data. These results indicate historical terms: that nekara which is the largest bronze Penataran Sasih measuring 186.5 cm with a diameter of 160 cm. Nekara is considered very sacred and in keramatkan by Pejeng villagers. Nekara is in place at a shrine called the Queen Sasih. The shape of the characteristic nekara nekara Pejeng Pejeng a sort berumbung bronze waisted in the middle and on the side it covered. The function of the site Nekara persefektif Pejeng in education can be a place of learning outside the classroom. Learning model that is in use in SMP Negeri 3 Tampaksiring Study Tour is a model. Using a model of learning that finding work is much difficulty Travel, so researchers use learning model CTL offers. Students' perception of the site Neakara Pejeng of 42 students 30 (12.6%) knew of the existence Pejeng Nekara site, and from the number of students 42 12 (5.04%) did not know the whereabouts of the site Nekara Pejeng, 25 of 42 students (10 , 5%) disagree using learning model CTL, whereas 42 of 17 students (7.14%) stated that CTL agree to use the learning model. keyword : Keywords: History, Learning Resources, and Student Perceptions
Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi Di Desa Sari Mekar, Buleleng, Bali dan Potensinya Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Di SMA Negeri 1 Sukasada ., Ni Luh Anik Arisa Dewi; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang pendirian Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi di Desa Sari Mekar, Buleleng, Bali; (2) Fungsi Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi di Desa Sari Mekar, Buleleng, Bali; dan (3) Potensi yang bisa dikembangkan sebagai media pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian; (2) Metode penentuan informan; (3) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi); (4) Metode penjaminan keabsahan data (triangulasi data dan triangulasi metode); dan (5) Metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi didirikan dengan tujuan untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pejuang yang telah ikut berjuang dalam melawan NICA. Ada tiga faktor yang melatar belakangi pendiriannya yakni, faktor historis, faktor sosial, dan faktor religi, (2) Fungsi Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi, yakni fungsi edukatif, fungsi instruktif, fungsi inspiratif, dan fungsi rekreatif. (3) Potensi Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi yang dapat dijadikan media pembelajaran sejarah di SMA, yakni sejarah dan Artefak (Arsitektur Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi).Kata Kunci : Fungsi, Media Pembelajaran, Sejarah Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi This study aimed to (1) The Background establishment of Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi in Sari Mekar village, Buleleng, Bali; (2) Function of Monumen Perjuangan Abdi Pertiwi in Sari Mekar village, Buleleng, Bali; and (3) the potential that could be developed as a medium of learning history. This study used a qualitative approach is: (1) Determining the location of the study; (2) Method of determination of the informant; (3) Data collection methods (observation, interviews, and documentary studies); (4) The method guarantees the validity of the data (data triangulation and triangulation methods); and (5) methods of data analysis. The results showed that (1) Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi established to recall and respect the services of the fighters who had fought against the NICA. There are three factors namely the establishment background, historical factors, social factors, and religious factors, (2) Function of Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi is a educative function, instructive function , inspiring function, and recreational functions. (3) Potential of Monumen Perjuangan Wira Bhuwana which can be used as a history learning media in the high school is the history and artifacts (Architecture of Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi).keyword : Function, Learning Media, History of Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERTIVE LEARNING) TIPE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 7 SINGARAJA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ni Kadek Rustini Wati; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5314

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 7 Singaraja semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada pelajaran IPS, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 7 Singaraja semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada pelajaran IPS, (3) mengetahui peningkatan respon siswa kelas VIII C SMP Negeri 7 Singaraja semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) persentase rata-rata motivasi belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 7 Singaraja pada siklus I adalah 25,30% dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 26,50% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) rata-rata hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 7 Singaraja pada siklus I adalah 72,88% dengan kategori sedang, dan ketuntasan belajar siswa mencapai 50,00%, meningkat menjadi 83,07% dengan kategori tinggi dan ketuntasan belajar mencapai 84,61% pada siklus II; (3) respon siswa kelas VIII C SMP Negeri 7 Singaraja terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada siklus I mencapai rata-rata 33,73% dengan kategori cukup postif, meningkat menjadi 36, 73% dengan kategori positif pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas VIII C SMP negeri 7 Singaraja. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Mind Mapping, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). This research aims to (1) determine the enhancement of students' motivation class of VIII C SMP Negeri 7 Singaraja second semester of academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Mind Mapping in social studies, (2) improve student learning outcomes in grade VIII C SMP 7 Singaraja semester 2014/2015 academic year through the implementation of cooperative learning model Mind Mapping in social studies, (3) determine the enhancement in response to class VIII C SMP Negeri 7 Singaraja second semester of academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model type Mind Mapping in social studies. This research is a classroom action research (CAR). The stages are done in the classroom action research (CAR), namely (1) the determination of research subjects, (2) make a plan of action, (3) implement measures, (4) to make observations, (5) evaluation and reflection. The results showed: (1) the average percentage of eighth grade students' learning motivation C SMP Negeri 7 Singaraja in the first cycle was 25.30% with a high category, raised to 26.50% in the second cycle with high category; (2) the average results of student learning C class VIII SMP Negeri 7 Singaraja in the first cycle was 72.88% with medium category, and mastery learning students reached 50.00%, increased to 83.07% with the high category and mastery learning reached 84.61% in the second cycle; (3) the response class VIII C SMP Negeri 7 Singaraja toward cooperative learning model Mind Mapping in the first cycle reached an average of 33.73% with a quite positive category, increased to 36.73% with a positive category in the second cycle. Based on the results of this research note that through the implementation of cooperative learning model Mind Mapping can improve motivation and learning outcomes IPS in the class VIII C SMP Negeri 7 Singarajakeyword : Cooperative Learning Model type of Mind Mapping, Motivational Learning, Learning Outcomes, Social Sciences (IPS)
PEMERTAHANAN IDENTITAS SEBAGAI PEDAGANG SATE MELALUI PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN KELUARGA PADA ETNIK MADURA DI KAMPUNG MADURA, SERIRIT BULELENG ,BALI ., Jamilah; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.3812

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) latar belakang memilih pekerjaan sebagai pedagang sate dalam mempertahankan identitas etnik Madura di Kampung Madura Seririt, Buleleng Bali, (2) pola pendidikan di lingkungan keluarga dalam mempertahankan identitas etnik sebagai pedagang sate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka); (4) validasi data; (5) teknik analisis data; dan (6) teknik penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pemertahanan identitas sebagai pedagang sate dalam mempertahankan identitas etnik Madura di Kampung Madura Seririt, Buleleng Bali dipengaruhi oleh empat faktor yaitu faktor tradisi, faktor modal yang terjangkau, faktor sosial dan faktor kemudahan medapat tenaga kerja yang ada di wilayah tersebut. Pola pendidikan yang diterapkan oleh keluarga dalam mempertahankan identitas etnik sebagai pedagang sate Madura adalah orang tua menjadi agen dalam pendidikan di lingkungan keluarga dan anak menjadi peserta didik yang akan menerima pewarisan dalam hal pemertahanan identitas sebagai pedagang sate. Selain itu pengenalan terhadap alat-alat yang digunakan untuk kegiatan berdagang sate serta jenis-jenis bumbu yang digunakan untuk pembuatan sate Madura semuanya diterapkan dengan menggunakan metode pembiasaan yang sudah ada di dalam keluarga seperti kegiatan berkandang, kegiatan meracik bumbu, kegiatan menusuk daging kambing dan kegiatan berdagang. Penanaman etos kerja dalam pola pendidikan yang ada di lingkungan keluarga juga menjadi upaya dalam pemertahanan identitas etnik Madura yang terkenal tekun, ulet, rajin, serta memiliki semangat kerja yang tinggi. Kata Kunci : Kata Kunci: pemertahanan identitas etnik, pendidikan keluarga, etos kerja ABSTRACT This research aims to determine, (1) the background of choosing a job as a satay trader in maintaining identity of Madura ethnic, Madura village, Seririt, Buleleng, Bali, (2) the pattern of education in the family in maintaining ethnic identity as traders satay. This research used a qualitative approach, namely: (1) determining the location of the study; (2) determination techniques informant; (3) data collection techniques (observation, interviews, document studies and literature); (4) data validation; (5) data analysis techniques; and (6) writing techniques and research results. The results showed that the retention background of identity to be a trader of Madura satay, in Madura village, Seririt, Buleleng, Bali is influenced by four factors: cultural factors, affordable capital factors, social factors and easiness factors to get the workforce in the region. The education pattern which is adopted by the family in maintaining ethnic identity as traders Madura satay is the parents roles as agents in education in the family, and children become learners who will receive inheritance of identity retention as satay traders. Besides that, an introduction to the tools which is used for trading satay and the types of spices which is used to manufacture Madura satay is applied by using the habituation method that is already in the family such as farming activities, seasoning mix activities , mutton piercing activities and trading activities. Planting work ethic in the pattern of education in the family environment is also an efforts to maintain Madura ethnic identity which are diligent, tenacious, diligent, and have a high morale. keyword : Keywords: retention of ethnic identity, family education, work ethic
PEMERTAHANAN TRADISI KAWIN LARI SUKU SASAK DI DESA SADE , PUJUT, LOMBOK TENGAH DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP NEGERI 2 PUJUT, BERBASIS KURIKULUM 2006 ., Ayang Pradana; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.6284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang masyarakat Desa Sade melaksanakan tradisi kawin lari, (2) mengetahui alasan dan upaya Desa Sade dalam memertahanan tradisi kawin lari, (3) mengetahui aspek-aspek dari tradisi kawin lari yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP N 2 Pujut. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3), teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) teknik penjamin kesahihan data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) latar belakang dilakukannya tradisi kawin lari Desa Sade Rembitan, yaitu a). pengaruh dari budaya Bali, b). legenda Putri Mandalika, c) penghormatan terhadap perempuan (2) alasan dan upaya pemertahanan tradisi kwain lari di Desa Sade Rembitan yakni: alasan: a) rasa kebersamaan, b) penghormatan kepada kaum perempuan, c). sesuai dengan ajaran Islam. Upaya: a). dialog ketua adat dengan masyarakat, b). peran keluarga, c). tradisi kawin lari dalam pembelajaran IPS (3) aspek-aspek tradisi kawin lari yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP N 2 Pujut diantaranya meliputi: (a) aspek kognitif, (b) aspek afektif, dan (c) aspek psikomotor. (4) kontribusi dalam mengembangkan tradisi kawin lari pada pembelajaran IPS di SMP yaitu; (a) bidang sejarah (b) bidang sosiologi (c) bidang geografi (d) bidang ekonomi. (5) Rekomendasi yang dapat dilakukan dalam kajian belajar-mengajar adalah melalui lembaga sekolah serta guru sebagai agen yang melaksanakan pembelajaran IPS.Kata Kunci : tradisi kawin lari, potensi, sumber belajar, IPS, SMP. This study aimed at (1) knowing the background of Sade village’s residents implement the tradition of eloping, (2) knowing the reasons and the efforts of Sade village in the retention of eloping tradition, (3) identifying the aspects of eloping tradition that has potential as a source of learning social subject in SMP N 2 Pujut. In this study, the data were collected using qualitative descriptive by stages; (1) technique of determining the location of the research, (2) technique of determining the informant, (3) technique of data collection (observation, interviews, research documents), (4) technique of guarantor of the authenticity of the data (data triangulation, triangulation method), and (5) technique of data analysis. The results of this study show that: (1) the background of doing the tradition of the village of Sade Rembitan eloped, namely: a). the influence of Balinese culture, b). the legend of Princess Mandalika, and c). respect for women. (2) the reasons and efforts in retention the tradition of eloping, as follows: a). the reasons: the feeling of togetherness, admiration of women, and in the line with precept of Islam. The efforts: a). the dialog of custom leader with the residents, b). the role of family, and c). eloping tradition in social subject. (3) the aspects of eloping tradition that have potential as a source of learning social subject in SMP N 2 Pujut as follows: (a) cognitive, (b) the affective aspects, and (c) psychomotor aspects. (4) The contribution in developing the tradition of eloping in learning social subject in junior high school, namely; (a) the field of history (b) the field of sociology (c) the field of geography (d) the field of economic. (5) Recommendation that can be done in the study of learning and teaching is through the institution of schools and teachers as agents that carry out social studies learning.keyword : eloping tradition, potential, learning resources, IPS, SMP
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL ADDIE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS X-1 SEMESTER GENAP DI SMAN 1 SUKASADA, BULELENG, BALI ., I Wayan Budiarta; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.3620

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Rancang bangun multimedia intaraktif dan (2) Keefektifan penggunaan multimedia interaktif untuk meningkatkan motivasi belajar sejarah siswa kelas X1 di SMA N 1 Sukasada. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian pengembangan ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Media pembelajaran multimedia interaktif pada mata pelajaran Sejarah layak sesuai dengan karakteristik siswa kelas X1 di SMAN 1 Sukasada. Kualitas media pembelajaran multimedia interaktif yang dikembangkan adalah sangat baik. Hasil validasi data menunjukkan tingkat pencapaian media pembelajaran multimedia interaktif ini adalah (1) ahli isi mata pelajaran yaitu dengan tingkat pencapaian dalam kategori sangat baik (96,6%), (2) ahli desain pembelajaran dengan tingkat pencapaian dalam kategori baik (83,3%), (3) ahli media pembelajaran dengan tingkat pencapaian dalam kategori baik (85,7%), (4) uji coba perorangan dengan tingkat pencapaian dalam kategori sangat baik (91,9%), (5) uji coba kelompok kecil dengan tingkat pencapaian dalam kategori sangat baik (90,1%), dan (6) uji lapangan dengan tingkat pencapaian dalam kategori sangat baik (93,1%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan media pembelajaran multimedia interaktif dapat digunakan di SMAN 1 Sukasada kelas X1 semester II. (2) Terdapat peningkatan secara signifikan motivasi belajar sejarah sesudah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif (thitung = 3,179 > ttabel = 1,725).Kata Kunci : Pengembangan, Media Pembelajaran, Multimedia Interaktif, Peningkatan, Motivasi Belajar, Sejarah This study aimed to (1) design of interactive multimedia, and (2) The effectiveness of the use of interactive multimedia to enhance the motivation history learn students class X1 at SMA N 1 Sukasada. The research model used in this research is the model of development research ADDIE which includes Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The results of this study indicate (1) Media learning Interactive multimedia on subjects history worth according to characteristics of students the class X1 in SMAN 1 Sukasada. The quality of learning media interactive multimedia are developed is a very well. Data validation results indicate the level of achievement of interactive multimedia This is are (1) expert of learning materials with the level of achievement in the excellent category (96.6%), (2) instructional design experts with the level of achievement in both categories (83.3 %), (3) instructional media expert with the level of achievement in both categories (85.7%), (4) individual test with a level of achievement in the excellent category (91.9%), (5) small group trials with the level of achievement in the excellent category (90.1%), and (6) field test with the level of achievement in the excellent category (93,1%). Based on results these we can conclude learning media interactive multimedia can be used in SMAN 1 Sukasada second semester class X1 (2) There was a significant increase motivation to learn history after applying learning using interactive multimedia (t arithmetic = 3.179> t table = 1.725).keyword : Development, Learning Media, Interactive Multimedia, Improvement, Motivation, History
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 1 SAWAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., I Kadek Wiradarma; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.4846

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan partisipasi aktif siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan semester genap tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) pada pelajaran Sejarah, (2) mengetahui peningkatan prestasi belajar sejarah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan semester genap tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT), (3) mengetahui respon siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan semester genap tahun pelajaran 2014/2015 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) pada pelajaran Sejarah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata partisipasi aktif siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan pada siklus I adalah 52,96% dengan kategori sedang, meningkat menjadi 77,3% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) rata-rata prestasi belajar siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan pada siklus I adalah 70,26 dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 82,89 pada siklus II dengan kategori sangat tinggi; (3) respon siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) mencapai kategori positif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan partisipasi aktif dan prestasi belajar Sejarah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan semester genap tahun pelajaran 2014/2015 serta memperoleh respon yang positif.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT), Partisipasi Aktif, Prestasi Belajar, Sejarah. This research aims to (1) know the increase active participation of students in class XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan in the second semester of the school year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model type Teams Games Tournaments (TGT) on History lesson, (2) know the increase learning achievement history of students in class class XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan in the second semester of the school year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model type Teams Games Tournaments (TGT), (3) know response of students in class XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan in the second semester of the school year 2014/2015 towards the implementation of cooperative learning model type Teams Games Tournaments (TGT) on History lesson. This research is a classroom action research (CAR). Phases performed within classroom action research (CAR), is: (1) determining the subject of research, (2) create a plan of action, (3) implement the action, (4) conducting observations, (5) conducting reflection and evaluation. The results of this research showed: (1) the average percentage of active participation of students in class XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan in the first cycle was 52.96% with moderate category, increased to 77.3% in the second cycle with high category; (2) the average of learning achievement of students in class class XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan in the first cycle is 70.26 with the high category, increased to 82.89 in the second cycle with very high category; (3) the response of students in class XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan towards the implementation of cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT) reached the positive category. Based on these results it can be concluded that the implementation of cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT) may increase the active participation and learning achievement History of students in class XI IPS 3 SMA Negeri 1 Sawan in the second semester of the school year 2014/2015 and also obtain get positive respon.keyword : Cooperative Learning Model type Teams Games Tournament (TGT), Active Participation, Learning Achievement, History.
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., Dania Fakhrunnisa ., Fiani Yulistia ., I Gede Arcana ., I Ngh Semaranata ., Mia Lutfitasari Adnyani, Ni Luh Putu Sri Ahmad Ardiyansah Aizil Mamnun Ali Rausan Fikri . Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariska, Firawati Ayang Pradana . Ayang Pradana ., Ayang Pradana Azura, Vina Damayani, Kadek Putri Meita Dania Fakhrunnisa . Darmadi, Ni Putu Erna Sri Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Eky Hardiyana Fantiya, Hetwin Fiani Yulistia . Firawati Ariska Fitri Noviani Gede Adi Putra . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Mas Mahendradita . Gede Senjaya . Handoko Satrio Prakoso . Handoko Satrio Prakoso ., Handoko Satrio Prakoso Hardiyana, Eky Hetwin Fantiya I Gede Arcana . I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Wiradarma . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Suartana . I Komang Sudarma I Made Budiana . I Made Pageh I Made Sarmita I Made Yasa I Nengah Narendra Permana I Ngh Semaranata . I Nyoman Mantaka I Putu Eka Noviantara . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Wayan Gunawan . I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Bagus Ari Jaya Putra Iin Melya Parlina Irwan Nur Jamilah . Kadek Putri Meita Damayani Ketut Sedana Arta Ketut Sedana Arta Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Made Dian Hermi . Made Dian Hermi ., Made Dian Hermi Mamnun, Aizil Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mia Lutfitasari . Muhammad Sariman . Muhammad Sariman ., Muhammad Sariman Nangraini, Wayan Pina Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ayu Aryani Ni Kadek Dwiyanti . Ni Kadek Rustini Wati . Ni Kadek Rustini Wati ., Ni Kadek Rustini Wati Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Indah Juliantari Ni Luh Rika . Ni Made Ary Wahyuni . Ni Made Wiyanthini . Ni Putu Ayu Widiastuti Ni Putu Erna Sri Darmadi Ni Wayan Astini . Nur Kamilah Nurohmah, Melinda Parlina, Iin Melya Permana, I Nengah Narendra Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Purnamasari, Sri Cahaya Putra, Ida Bagus Ari Jaya Putu Suryani Rahman, Taufikur Safina Nurul Hidayah Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Sari, Nela Agustin Permata Sri Cahaya Purnamasari Sukadi Sukadi Suryani, Putu Taufikur Rahman Vina Azura Wattini Wattini Wattini, Wattini Wayan Devi Damayanti . Wayan Pina Nangraini Wedastri, Ni Luh Gede Mardewi Widiastuti, Ni Putu Ayu Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wirawan, Luh Berlian Maharani