Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) MODEL EXAMPLE NON-EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII-1 DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014-2015. ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) model example non-example pada mata pelajaran IPS kelas VII-1 di SMP N 2 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2014-2015 dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) mengetahui apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) model example non-example pada mata pelajaran IPS kelas VII-1 di SMP N 2 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2014-2015 dapat meningkatkan hasil belajar siswa, (3) untuk mengetahui tanggapan siswa kelas VII-1 di SMP N 2 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2014-2015 dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah (PBL) example non-example pada mata pelajaran IPS . Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata motivasi belajar siswa kelas VII-1 di SMP Negeri 2 Singaraja pada siklus I adalah 66,19% dengan kategori sangat positif, meningkat menjadi 67,85% pada siklus II dengan kategori sangat positif; (2) persentase rata-rata hasil belajar siswa kelas VII-1 di SMP Negeri 2 Singaraja pada siklus I adalah 81%. dengan kategori baik, meningkat menjadi 86,25% pada siklus II dengan kategori sangat baik; (3) tanggapan siswa kelas VII-1 di SMP Negeri 2 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) model example non-example mencapai kategori sangat positif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) model example non-example dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa kelas VII-1 SMP Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Model Pembelajaran berbasis masalah (PBL) example non-example, Motivasi belajar, Hasil Belajar. This research aims to (1) determine the application of problem-based learning model (PBL) model of example non-example in social studies class VII-1 in SMP N 2 Singaraja in the second semester of academic year 2014-2015 can increase students motivation, (2) determine the application model of problem-based learning (PBL) model of example non-example in social studies class VII-1 in SMP N 2 Singaraja in the second semester of academic year 2014-2015 can improve student learning outcomes, (3) to determine the response class VII-1 in SMP N 2 Singaraja in the second semester of school year 2014-2015 with the implementation model of problem-based learning (PBL) example non-example in social studies. This research is a classroom action research (PTK). The stages are done in the classroom action research (PTK), namely: (1) determining the subject of research, (2) make a plan of action, (3) implement measures, (4) to make observations, (5) reflection and evaluation, The results showed: (1) the average percentage of students' motivation in class VII-1 SMP Negeri 2 Singaraja in the first cycle was 66.19% with a very positive category, increased to 67.85% in the second cycle categorized as very positive ; (2) the average percentage of student learning outcomes in grade VII-1 in SMP Negeri 2 Singaraja in the first cycle was 81% in both categories, increased to 86.25% in the second cycle with very good category; (3) the responses class VII-1 in SMP Negeri 2 Singaraja on the implementation model of problem-based learning (PBL) model of example non-example achieving very positive category. Based on these results it can be concluded that the application of the model of problem-based learning (PBL) model of example non-example can improve motivation and learning outcomes of students of class VII IPS-1 SMP Negeri 2 Singaraja school year 2014/2015.keyword : Problem Based Learning (PBL) example non-examples, Learning Motivation, Learning Outcome.
MAKAM KERAMAT AGUNG PEMECUTAN DI KELURAHAN PEMECUTAN, KOTA DENPASAR (Studi Tentang Latar Belakang Sejarah, Struktur, Fungsi dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal) ., Ni Luh Putu Sri Adnyani; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Drs. Wayan Sugiartha, M.Si.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.2126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang didirikannya Makam Keramat Agung Pemecutan di Kelurahan Pemecutan Kota Denpasar. (2) Mengetahui struktur dan fungsi Makam Keramat Agung Pemecutan di Kelurahan Pemecutan Kota Denpasar. (3) Mengetahui aspek yang terdapat di Makam Keramat Agung Pemecutan yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: (1) Heuristik (pengumpulan data), (2) Kritik sumber, (3) Interpretasi, (4) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 2 (dua) faktor yang melatar belakangi didirikannya Makam Keramat Agung Pemecutan yaitu faktor sejarah (historis) dan faktor agama. (2) Struktur dan fungsi. Struktur makam terdiri dari 2 (dua) halaman. Halaman pertama terdiri dari candi bentar, tempat peristirahatan juru kunci, pohon kepuh kembar. Halaman kedua terdiri dari candi kurung, bale saka enam, Makam Raden Ayu Siti Khotijah. Fungsi makam yaitu: (a) fungsi religius, (b) fungsi magis, (c) fungsi sosial budaya. (3) Aspek yang terdapat di Makam Keramat Agung Pemecutan yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal yaitu, (a) Aspek sejarah (historis), (b) Aspek bangunan, dan (c) Aspek nilai pendidikan karakter. Kata Kunci : Makam Keramat, Fungsi, Sumber Belajar Sejarah Lokal This study aims to: (1) Knowing the background of the establishment of the Supreme Sacred Tomb of acceleration in the Village Pemecutan Denpasar. (2) Knowing the structure and function of the Supreme Sacred Tomb of acceleration in the Village Pemecutan Denpasar. (3) Knowing the aspects contained in the Sacred Tomb of the Great acceleration that can be used as a source of learning local history. The method used in this study is the method of historical research with a qualitative descriptive approach steps, namely : (1) Heuristics (data collection), (2) a source of criticism, (3) Interpretation, (4) Historiography (history of writing). These results indicate that there are two (2) establishment of background factors, namely acceleration Supreme Sacred Tomb of historical factors (historical) and religious factors. (2) The structure and function. The structure of the tomb consists of two (2) pages. The first page consists of the temple briefly, caretaker resting place, billowing trees twins. The second page consists of the temple brackets, bale saka six, Tomb Raden Ayu Siti Khotijah. Function tomb is: (a) a religious function, (b) a magical function, (c) socio-cultural functions. (3) aspect contained in the Sacred Tomb of the Great acceleration that can be used as a source of learning local history, among others, (a) Aspects of history (historical), (b) aspects of the building, and (c) the value aspect of character education.keyword : Sacred Tomb , Function , Learning Resources Local History
Tradisi Ngejot di Desa Lenek, Aikmel, Lombok Timur (Potensinya Sebagai Media Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Aikmel) ., Fiani Yulistia; ., Dr. I Ketut Margi, M.Si; ., Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.12552

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lenek, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, NTB. penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui latar belakang adanya tradisi ngejot di Desa Lenek, (2) mengetahui tradisi ngejot dapat dipertahankan oleh masyarakat Desa Lenek, (3) mengetahui nilai-nilai karakter yang ada dalam tradisi ngejot di Desa Lenek, (4) mengetahui cara memamfaatkan tradisi ngejot sebagai media pendidikan karakter melalui pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Aikmel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah, (1) metode penentuan informan, (2) metode pengumpulan data (teknik observasi, teknik wawancara, teknik studi dokumentasi), (3) metode validitas data, (4) metode analisis data, (5) penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) latar belakang adanya tradisi negejot di Desa Lenek, untuk mempererat silaturhomi, menjaga solidaritas antar sesama, (2) tradisi ngejot dipertahankan oleh masyarakat Desa Lenek, karena adanya faktor kepercayaan, faktor budaya, meningkatkan solidaritas sosial, faktor pendidikan, pemenuhan kebutuhan akan keselamatan, (3) nilai-nilai karakter yang ada dalam tradisi ngejot yaitu religius, cinta damai, disiplin, tanggung jawab, peduli lingkungan, (4) pemanfaatan tradisi ngejot sebagai media pendidikan karakter melalui pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Aikmel yaitu sebagai ajang pengenalan budaya terhadap siswa, agar nantinya budaya tersebut bisa memperkaya materi pembelajaran sejarah dan karakter siswa.Kata Kunci : Ngejot, Media Pendidikan Karakter, Pembelajaran Sejarah. This research was conducted in the Lenek village, Aikmel district, East Lombok Regency, NTB. The aims of study: (1) to know the background of the tradition of ngejot in the village of Lenek, (2) to know the tradition of ngejot can be maintained by the villagers of Lenek, (3) to know the values of characters that exist in tradition ngejot in Lenek Village, (4) ) to know how to utilize tradition ngejot as character education media through learning history in SMA Negeri 2 Aikmel. This reseach used descriptive qualitative method with steps, (1) determination the informant, (2) data collection (observation , interview technique, engineering studies document ), (3) data validity, (4)data analysis, (5) writing the research result. The results showed that (1) Background of the negejot tradition in the village of Lenek, (2) the tradition of ngejot is maintained by the people of Lenek Village, due to the belief, cultural factor, social solidarity, the education factor, the fulfillment of the need for safety, (3) the values of the characters that exist in the tradition ngejot (rligius, love of peace, discipline, responsibility, care for the environment), (4) the use of ngejot tradition ngejot as a medium of character education through learning history in SMA Negeri 2 Aikmel that is as a place of cultural recognition of the side, so that later culture can enrich the learning material of history and character of student.keyword : Ngejot, Media Character Education, Teaching History
Biografi I Nyoman Jirna Studi Nilai-Nilai Kepahlawanan dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah Revolusi Fisik di SMA ., Gede Aris Adi Sanjaya; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Biografi I Nyoman Jirna; dan. (2) nilai-nilai kepahlawanan yang terdapat dalam biografi I Nyoman Jirna. (3) Aspek-aspek yang terdapat pada Biografi I Nyoman Jirna dan Nilai-nilai kepahlawanannya yang dapat di kembangkan sebagai sumber pembelajaran Sejarah Revolusi Fisik di SMA. Menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik (studi dokumen, wawancara, dan observasi); (2) kritik sumber (ekstern dan intern); (3) intepretasi data; (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Biografi I Nyoman Jirna dibagi menjadi lima tahapan, yaitu (a) situasi politik pada revolusi fisik (b) latar belakang keluarga; (c) masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa; (d) masa perjuangan I Nyoman Jirna ; dan (e) masa-masa akhir kehidupan I Nyoman Jirna. Biografi kepahlwanan I Nyoman Jirna dijabarkan sebagai berikut: (1) I Nyoman Jirna adalah putra ketiga dari I Ketut Pasek dan Ni Nengah Seroni. I Nyoman Jirna lahir pada tahun 1927 di Desa Banyuning Barat. (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung pada I Nyoman Jirna yaitu : (a) patriotisme; (b) keberanian; (c) kemandirian; (d) solidaritas; dan (e) tanpa pamrih. Biografi kepahlawanan I Nyoman Jirna, dapat dijadikan sumber belajar sejarah pada pembelajaran sejarah materi Revolusi Fisik di SMA kelas XII pada silabus dan kurikulum 2013Kata Kunci : Biografi, Nilai Kepahlawanan, Sumber Belajar Sejarah This study aimed to determine : ( 1 ) Biography I Nyoman Jirna ; and . ( 2 ) heroic values contained in the biography I Nyoman Jirna . ( 3 ) The aspects contained in the biography I Nyoman Jirna and heroic values that can be developed as a source of learning history in high school physical revolution. Using the methods of historical research , namely : ( 1 ) heuristic ( study of documents , interviews , and observations ) ; ( 2 ) criticism of sources ( external and internal ) ; ( 3 ) interpretation of the data ; ( 4 ) historiography . Results showed ( 1 ) Biography I Nyoman Jirna divided into five stages , namely ( a) the political situation in the physical revolution ( b ) family background ; ( c ) childhood , adolescence , and adulthood ; ( d ) the struggle I Nyoman Jirna ; and ( e ) the last years of life , I Nyoman Jirna . Biography kepahlwanan I Nyoman Jirna described as follows : ( 1 ) I Nyoman Jirna was the third son of I Ketut Pasek and Ni Nengah Seroni . I Nyoman Jirna was born in 1927 in the village of West Banyuning . ( 2 ) The values of heroism is contained in I Nyoman Jirna namely : ( a) patriotism ; ( b ) courage ; ( c ) independence ; ( d ) solidarity ; and ( e ) unconditionally. I Nyoman Jirna heroic biography, can be a source of learning the history of the teaching of history in high school physical revolution material class XII syllabus and curriculum in 2013 . keyword : Biography , Heroic Value , Source of Learning History
Identifikasi Masalah-masalah yang dihadapi oleh Guru Sejarah dalam Manajemen Kelas pada Pembelajaran Sejarah di SMA (Studi Kasus di SMA N 1 Kubu Desa Sukadana, Kubu, Karangasem, Bali ) ., Ni Luh Rika; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.3813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui mengapa guru menghadapi masalah dalam manajemen kelas pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kubu. (2) Mengetahui kesulitan apa yang dihadapi guru dalam melakukan manajemen kelas pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kubu. (3) Mengetahui cara guru mengatasi masalah manajemen kelas dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kubu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: (1) Penentuan Lokasi Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Teknik Pengumpulan Data (Observasi, Wawancara, Studi Dokumen) , (4) Teknik Validitas Data, (5) Teknik Pengolahan Data, (6) Penulisan Hasil Penelitian. Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Penyebab guru menghadapi masalah dalam manajemen kelas pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kubu yaitu disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, faktor siswa dan faktor fasilitas/sarana prasara. (2) Kesulitan yang dihadapi guru dalam melakukan manajemen kelas pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kubu disebabkan oleh beberapa komponen yaitu pengelolaan kelas/tempat belajar, pengaturan alat-alat pengajaran, pengaturan anak didik, pengelolaan isi/materi pelajaran dan pengelolaan sumber belajar. (3) Cara guru mengatasi masalah manajemen kelas dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kubu yaitu mengidentifikasi masalah siswa, menganalisis masalah, menilai alternatif-alternatif pemecahan, dan mendapatkan balikan (feed-back). Dengan menggunakan cara penyelesaian ini guru sejarah mampu mengatasi masalah dalam manajemen kelas pada pembelajaran sejarah di SMA N 1 Kubu.Kata Kunci : Masalah Manajemen Kelas, Guru Sejarah, Pembelajaran Sejarah. This research aimed at finding out: (1) Find out why the teacher faced problem in class management on history learning at SMA Negeri 1 Kubu. (2) To find out the difficulties faced by the teacher in applying class management on history learning at SMA Negeri 1 Kubu. (3) To find out the teacher’s technique in facing class management problem on history learning at SMA Negeri 1 Kubu. Methods used in this research is descriptive qualitative research approach with steps, namely: (1) Determination of Location Research, (2) Determination Technique informant, (3) Data Collection Techniques (observations, interviews, document studies), (4) Engineering Data Validity, (5) Data Processing Techniques, (6) Writing Research. This research resulted in findings, among others: (1) The teacher faced problem in class management on history learning was caused by some factors, such as: the teacher it self, the students, and the facilities. (2) The difficulties faced by the teacher in applying class management on history learning at SMA Negeri 1 Kubu was caused by components, such as: class management/location, managing the media of learning, handling the students, managing the materials and the references. (3) The way how the teacher faced the problem in class management on history learning at SMA Negeri 1 Kubu were: to indentify students’ problem, to analyze the problem, to judge the alternatives, solving and getting feedback. By using these problem solving strategies, the history teacher was able to solve the problem in class management on history in class SMA N 1 Kubu. keyword : Class Management Problem, History Teacher, History Learning.
GEREJA PNIEL DI DESA BLIMBINGSARI, JEMBRANA, BALI (SEJARAH PENDIRIAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., Ida Ayu Komang Natika Wuni; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.4150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) sejarah berdirinya Gereja Pniel di Desa Blimbingsari, Jembrana, Bali, (2) nilai-nilai yang terdapat pada Gereja Pniel yang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (dokumentasi, observasi, wawancara); (3) teknik validitas data; (4) analisis data dan (5) teknik penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah berdirinya Gereja Pniel di Desa Blimbingsari ini berkaitan erat dengan masuknya Bangsa Barat ke Indonesia khususnya ke Bali. Keberadaan Gereja Pniel diperkirakan di bangun pada tahun 1939. Latar belakang pendirian Gereja Pniel sebagai media pemujaan yang merupakan penghormatan kepada Tuhan, dan sebagai simbol kepercayaan masyarakat Desa Blimbingsari sebagai tanah perjanjian yang diberikan oleh Tuhan untuk masyarakat Desa. Struktur Gereja Pniel mengadopsi dua pola yaitu (1) Tri Mandala (jaba sisi atau nista mandala, jaba tengah atau madya mandala dan jeroan atau mandala utama); (2) Bait Allah di Yerusalem. Nilai-nilai karakter yang di wariskan Gereja Pniel yang berpotensi sebagai sumber belajar sejara di SMA ada 5 yaitu (1) keberanian; (2) solidaritas; (3) religius; (4) cinta damai; (5) tanggung jawab yang dijabarkan ke dalam silabus dan RPP berbasis kurikulum 2013 kelas XI. Kata Kunci : Sejarah, Gereja, Sumber Belajar This research was aimed to know (1) the history of Pniel church in Desa Blimbingsari, Jembrana, Bali, (2) the values which were contained in Pniel church that were pontential to be used as reference in learning history for senior high school students. This research was used qualitative approach : (1) choosing the informants, (2) collecting the data (documentation, observation, and interview), (3) data validation (4) data analysis (5) writing. The results showed that the history of Pneil church was related to the invasion of western countries to indonesia, especially Bali. The exsistence of Pniel church was approximately established in 1939. Pniel Church was established as a media of veneration which was a form of honour to God and also as a symbol of belief that Desa Belimbing was a land that God gave to society of Desa Belimbing. The structure of Pniel Church adopted two patterns (1) Tri Mandala ( Jaba sisi or nista mandala, jaba tengah or madya mandala, and jeroan or utama mandala) (2) Text of Allah in Yerussalem. There were five character values that were contained in Pniel church as the reference of learning history for senior high school students (1) bravery (2) solidarity (3) religious (4) love and peace (5) responsibility that were described in syllable and lesson plan in curriculum 2013. keyword : History, church, source of teaching
Sistem Pemerintahan Ulu-Apad Di Desa Pakraman Sukawana, Bangli, Bali (Struktur, Fungsi, dan Persepsi Siswa dan Guru Terhadap Pemanfaatannya Sebagai Sumber Pengayaan IPS di SMP Negeri 7 Kintamani) ., I Putu Eka Noviantara; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i1.4180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui bagaimana struktur dan dinamika struktur pada sistem pemerintahan Ulu-Apad di Desa Pakraman Sukawana, Bangli, Bali. (2) Untuk mengetahui bagaimana fungsi sistem pemerintahan Ulu-Apad di Desa Pakraman Sukawana, Bangli, Bali dalam rangka pemertahanan filsafat Tri Hita Karana. (3) Untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa dan guru terhadap pemanfaatan sistem pemerintahan Ulu-Apad sebagai sumber pengayaan IPS di SMP Negeri 7 Kintamani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: (1) Teknik Penentuan Informan. (2) Teknik Pengumpulan Data (Observasi, Wawancara, Kuisioner/ Angket, Studi Dokumen). (3) Teknik Penjamin Keaslian Data (Triangulasi Data, Triangulasi Metode). (4) Teknik Analisis Data. Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Struktur Sistem Pemerintahan Ulu-Apad di desa Pakeraman Sukawana berdasarkan konsep Rwabineda (Kiwa-Tengen) yang mengutamakan senioritas perkawinan, (2) Dinamika Struktur Sistem Pemerintahan Ulu-Apad berdasarkan urutan (senioritas), dimana untuk mencapai posisi utama dalam sistem pemerintahan harus melalui beberapa tahapan, diantaranya harus melangsungkan upacara Mapiuning Menek Madesa dan akhirnya tercatat sebagai anggota Krama Pamugbung dengan urutan mulai dari posisi paling bawah, hingga akhirnya jika ada Krama yang keluar maka secara otomatis urutan akan naik, (3) Fungsi Sistem Pemerintahan Ulu-Apad terhadap pemertahanan konsep Tri Hita Karana telah berjalan sesuai posisi masing-masing, diman Jero Kubayan bertindak di bidang Parahyangan, Jero Pengelanan bertindak di bidang Pawongan, dan Jero Mekel bertindak di bidang Palemahan, (4) persepsi guru dan siswa di SMP N 7 Kintamani sebagian besar menyatakan setuju dengan Sistem Pemerintahan Ulu-Apad dijadikan sebagai sumber pengayaan IPS.Kata Kunci : Ulu-Apad, Struktur, Fungsi, Persepsi, Sumber Pengayaan IPS This study aims to: (1) To determine how the structure and dynamics of the structure of the governance system in the Ulu-Apad Pakraman Sukawana, Bangli, Bali. (2) To determine how the system functions of government in the Ulu-Apad Pakraman Sukawana, Bangli, Bali in order preservation philosophy of Tri Hita Karana. (3) To determine how the perceptions of students and teachers to use the Ulu-Apad system of government as a source of enrichment IPS in SMP Negeri 7 Kintamani. The method used in this research is descriptive qualitative research method steps, namely: (1) Determination Technique informants. (2) Data Collection Techniques (Observation, Interview, Questionnaire, Study Document). (3) Data Authenticity Assurance Techniques (Data Triangulation, Triangulation Method). (4) Data Analysis Techniques. This research resulted in findings, among others: (1) Structure-Government System Ulu-Apad Pakeraman village Sukawana based concept Rwabineda (Kiwa-Tengen) that prioritizes seniority marriage, (2) Structural Dynamics Government Systems Ulu-Apad based sequence (seniority), in which to achieve their central position in the system of government has to go through several phases, of which should solemnize Mapiuning Menek Madesa and finally registered as a member of Krama Pamugbung the sequence starting from the bottom position, and finally if there Krama is out then the order will automatically go up, (3) Function Government System Ulu-Apad against the concept of Tri Hita Karana retention has aligned positions, respectively, Diman Jero Kubayan act in the field of Parahyangan, Jero Pengelanan Pawongan act in the field, and Jero Mekel Palemahan act in the field, (4) the perception of teachers and students in SMP N 7 Kintamani largely agreed with the Government System Ulu-Apad IPS used as a source of enrichment.keyword : Ulu-Apad, Structure, Function, Perception, Enrichment IPS Resources
Identifikasi Arca Megalitik di Pura Ulun Suwi Desa Pakraman Selulung, Kintamani, Bangli (Kajian tentang Sejarah dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran IPS pada Sekolah Menengah Pertama berdasarkan Kurikulum 2013). ., I Wayan Gunawan; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3822

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui sejarah keberadaan arca megalitik di Pura Ulun Suwi Desa Pakraman Selulung, Kintamani, Bangli. (2) Mengetahui karakteristik arca megalitik di Pura Ulun Suwi Desa Pakraman Selulung, Kintamani, Bangli. (3) Mengetahui aspek yang terdapat di arca megalitik yang bisa dikembangkan menjadi sumber pembelajaran IPS berdasarkan kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: (1) Penentuan Lokasi Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Teknik Pengumpulan Data (Observasi, Wawancara, Studi Dokumen) , (4) Teknik Validitas Data, (5) Teknik Pengolahan Data, (6) Penulisan Hasil Penelitian. Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Sejarah keberadaan Arca Megalitik di Pura Ulun Suwi Desa Pakraman Selulung kemungkinan ditemukan pada masa transisi antara masa prasejarah dengan masa Hindu, tepatnya sebelum ajaran Hindu masuk ke Desa Pakraman Selulung. Keberadaan Arca ini tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan masyarakat terhadap roh nenek moyang. (2) Arca Megalitik di Pura Ulun Suwi Desa Pakraman Selulung memiliki karakteristik antara lain, bentuk muka bulat dan haus, hidung mancung, telinga panjang, mata setengah terpejam bibir tebal (3). Aspek yang terdapat pada Arca Megalitik yang bisa dikembangkan menjadi sumber pembelajaran IPS antara lain, aspek bentuk fisik arca, aspek historis, aspek keyakinan atau kepercayaan, aspek sosial, aspek ekonomi, aspek geografis. Kata Kunci : Arca Megalitik, Sumber Pembelajaran IPS, Kurikulum 2013 ABSTRACT This research aimed at finding out: (1) Knowing the history of megalithic statues at Ulun Suwi Temple in Pakraman Village of Selulung, Kintamani, Bangli. (2) Knowing the characteristics of megalithic statues at Ulun Suwi Temple in Pakraman Village of Selulung, Kintamani, Bangli. (3) Knowing the aspects contained in megalithic statues that could be developed into a source of learning social studies by curriculum 2013. Methods used in this research is descriptive qualitative research approach with steps, namely: (1) Determination of Location Research, (2) Determination Technique informant, (3) Data Collection Techniques (observations, interviews, document studies), (4) Engineering Data Validity, (5) Data Processing Techniques, (6) Writing Research. This research resulted in findings, among others: (1) The history of the megalithic statues at Ulun Suwi Temple in Pakraman Village of Selulung likely to be found in the transition between prehistory to the Hindu, Hinduism precisely before entering into Pakraman Village of Selulung. The existence of this statue cannot be separated from the believe of the society to their ancestor. (2) Megalithic statue at Ulun Suwi Temple in Pakraman Village of Selulung has characteristics, among others, forms a round face and thirst, sharp nose, ear length, eyes half-closed, thick Lips. (3) Aspects found in megalithic statues that could be developed into a source of learning social studies, among others, the aspect of physical form statues, the historical aspect, aspects of belief or confidence, social aspect, economy aspect and geografys asfect. keyword : Megalithic Statue, IPS Learning Resources, Curriculum 2013
MONUMEN TUGU PERJUANGAN WIRA WIJAYA SAKTI DI DESA GALUNGAN, SAWAN, BULELENG (DITINJAU DARI LATAR BELAKANG, FUNGSI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., I Ketut Agus Adijaya; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3610

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang pendirian Monumen Tugu Perjuangan Wijaya Sakti di Desa Galungan, Sawan,Buleleng; (2) fungsi serta nilai-nilai sejarah yang terkandung pada Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Desa Galungan; (3) potensi dari Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik validasi data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti yaitu peristiwa pertempuran antara pasukan pejuang lokal (Nyoman Ratep dan Ketut Neca) yang ikut tergabung dalam pasukan dari I Gusti Ngurah Rai melawan pasukan Belanda pada tanggal 12 Juni 1946 dalam rangka mempertahankan kemerdekaan NKRI. (2) Fungsi dari Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti yaitu (a) fungsi edukatiif; (b) inspiratif; (c) rekreatif; dan Nilai-nilai yang terkadung di dalamnya yaitu : (a) pendidikan; (b) patriotisme; (c) persatuan dan kesatuan; (d) keindahan. (3) Potensi Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti sebagai sumber belajar sejarah dapat dilihat pada aspek sejarah dan nilai-nilai yang terkadung pada monumen. Potensi ini dapat memberikan sumbangan pada pembelajaran sejarah di SMA kelas XII semester ganjil pada silabus dan RPP kurikulum 2013. Kata Kunci : monumen, fungsi dan nilai-nilai sejarah, sumber belajar sejarah. ABSTRACT This research aims to identify (1) the grounds of the installation of Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Monument in Galungan Village, Sawan District, of Buleleng Regency; (2) the historical functions and values of the monument; (3) the potential of the monument as a learning source of history subject in senior high school. In the research, the data were collected using qualitative method through the steps (1) location determining technique, (2) informant determining technique, (3) data collection techniques (observation, interview, document investigation), (4) data validation technique (data triangulation, triangulation methods) and (5) data analysis technique. The results of the research indicated (1) a historical event as the background of the installation of Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Monument, which was a battle between the local militia forces (Nyoman Ratep dan Ketut Neca), which was a detachment of the armed forces led by I Gusti Ngurah Rai, against the Dutch military, on the day of 12 June 1946, a struggel to defend Indonesian newly-achieved sovereignty. (2) The functions of Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Monument includes (a) educative; (b) inspirative; (c) recreative; dan the values embedded in the monument comprises of: (a) educative value; (b) patriotism; (c) coalescence and unity; (d) beauty; (3) The potential of the Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti monument as as a learning source of history subject in senior high school are available from the historical aspects and the values embedded into the monument. This potential could contribute to the history subject teaching and learning in senior high school, expecially class XII, odd semester on their syllabus and lesson plan for Curriculum 2013. keyword : monument, functions and historical values, history subject learning sourc.
Pura Puseh, Di Desa Pakraman Manuaba, Tegallalang, Gianyar, Bali (Tinjauan Sejarah, Fungsi Pura Dan Potensinya Sebagai Pewarisan Nilai Dalam Pembelajaran IPS Tingkat SMP Berdasarkan Kurikulum 2013) ., Ni Kadek Dwiyanti; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.3815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui Sejarah Pura Puseh Desa Pakraman Manuaba. (2) Mengetahui Fungsi Pura Puseh Desa Pakraman Manuaba. (3) Mengetahui Potensi Pura Puseh Desa Pakraman Manuaba Sebagai Pewarisan Nilai Dalam Pembelajaran IPS Tingkat SMP. Model penelitian yang digunakan untuk menyusun penelitin ini adalah pendekatan kualitatif yang lebih menekankan pemecahan masalah kekinian,dengan tahap- tahap: (1) Rancangan Penelitian, (2) Lokasi Penelitian, (3) Teknik Penentuan Informan, (4) Teknik Pengumpulan Data (Observasi, Wawancara, Studi Pustaka / Dokumen, Teknik Validitas Data (triangulasi data dan Triangulasi Metode)), (5) Analisis Data, dan (6) Penulisan Hasil Penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Sejarah Pura Puseh Desa Pakraman Manuaba, bersamaan dengan berdirinya Desa Manuaba pada tahun 1222- 1417. Pura Puseh mengandung nilai kepurbakalaan, terbukti dengan beberapa peningalan arca di Pura Puseh seperti, arca Ganesa, arca perwujudan, lingga, fragmen cetakan nekara dan beberapa buah fragmen arca.Dengan ditemukanya seni arca di Pura Puseh, hal tersebut membuktikan lokasi Pura Puseh sekarang diyakini sebagai sentral dari Desa Manuaba, maka di bangunlah Pura Kahyangan Jagat di lokasi Pura Puseh saat ini. Fungsi dari Pura Puseh Desa Pakraman Manuaba adalah; (1) Fungsi Religius, (2) Fungsi Sosial dan (3) Fungsi Budaya. Nilai- nilai yang terdapat pada Pura Puseh Desa Pakraman Manuaba diantaranya: (1) Nilai Religius, (2) Nilai Sosial, (3) Nilai Estetik, (4) Nilai Politik, (5) Nilai Ekonomi, dan (6) Nilai Teoritik. Nilai-nilai ini nantinya akan diwariskan melalui lembaga sekolah, dengan guru sebagai agen pewarisan nilai.Kata Kunci : Pura Puseh, Pewarisan Nilai, Arca This study aimed at: (1) Knowing the history of Puseh Temple in the village of Manuaba. (2) Knowing the functions of Puseh Temple in the village of Manuaba. (3) Knowing the potencies of Puseh Temple in the village of Manuaba as the values inheritance in learning Social Science at Junior High School based on the Curriculum 2013. This research was a qualitative study in which it emphasized the problem solving in some stages, that is, (1) Research Planning, (2) Research Location, (3) Criteria of Informants Selection, (4) Method of Data Collection (Observation, Interview, Document Research, Data Validation Techniques (data triangulation and Triangulation method), (5) Data Analysis, (6) The Writing of Research results. The results of this study shows that the history of Puseh Temple in the village of Manuaba was proven by the finding of some statues, that is, the Ganesh statue, the phallus, the fragment of kettledrum, and some statue fragments. By the findings of the statues in Puseh Temple, it had been proven that the location of the Puseh Temple was the central of Manuaba Village. That was the reason of the built of Pura Kahyangan Jagat in this location. Puseh Temple in the village of Manuaba has some functions, that is, (1) Religious Functions, (2) Social Functions, and (3) Cultural Functions. The values contained in Puseh Temple in the village of Manuaba are: (1) Religious Values, (2) Social Values, (3) Esthetical Values, (4) Political Values, (5) Economical Values, (6) Theoritical Values. These values will be inherited through school institutions where teachers as the values inheritance agents.keyword : Puseh Temple, values inheritance, statue
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., Dania Fakhrunnisa ., Fiani Yulistia ., I Gede Arcana ., I Ngh Semaranata ., Mia Lutfitasari Adnyani, Ni Luh Putu Sri Ahmad Ardiyansah Aizil Mamnun Ali Rausan Fikri . Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariska, Firawati Ayang Pradana . Ayang Pradana ., Ayang Pradana Azura, Vina Damayani, Kadek Putri Meita Dania Fakhrunnisa . Darmadi, Ni Putu Erna Sri Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Eky Hardiyana Fantiya, Hetwin Fiani Yulistia . Firawati Ariska Fitri Noviani Gede Adi Putra . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Mas Mahendradita . Gede Senjaya . Handoko Satrio Prakoso . Handoko Satrio Prakoso ., Handoko Satrio Prakoso Hardiyana, Eky Hetwin Fantiya I Gede Arcana . I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Wiradarma . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Suartana . I Komang Sudarma I Made Budiana . I Made Pageh I Made Sarmita I Made Yasa I Nengah Narendra Permana I Ngh Semaranata . I Nyoman Mantaka I Putu Eka Noviantara . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Wayan Gunawan . I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Bagus Ari Jaya Putra Iin Melya Parlina Irwan Nur Jamilah . Kadek Putri Meita Damayani Ketut Sedana Arta Ketut Sedana Arta Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Made Dian Hermi . Made Dian Hermi ., Made Dian Hermi Mamnun, Aizil Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mia Lutfitasari . Muhammad Sariman . Muhammad Sariman ., Muhammad Sariman Nangraini, Wayan Pina Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ayu Aryani Ni Kadek Dwiyanti . Ni Kadek Rustini Wati . Ni Kadek Rustini Wati ., Ni Kadek Rustini Wati Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Indah Juliantari Ni Luh Rika . Ni Made Ary Wahyuni . Ni Made Wiyanthini . Ni Putu Ayu Widiastuti Ni Putu Erna Sri Darmadi Ni Wayan Astini . Nur Kamilah Nurohmah, Melinda Parlina, Iin Melya Permana, I Nengah Narendra Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Purnamasari, Sri Cahaya Putra, Ida Bagus Ari Jaya Putu Suryani Rahman, Taufikur Safina Nurul Hidayah Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Sari, Nela Agustin Permata Sri Cahaya Purnamasari Sukadi Sukadi Suryani, Putu Taufikur Rahman Vina Azura Wattini Wattini Wattini, Wattini Wayan Devi Damayanti . Wayan Pina Nangraini Wedastri, Ni Luh Gede Mardewi Widiastuti, Ni Putu Ayu Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wirawan, Luh Berlian Maharani