Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Self Regulated Learning Religiusitas Terhadap Student Engagement Pada Siswa Madrasah Aliyah Swasta Muallimin Univa Medan Izdiharunnisa, Izdiharunnisa; Hasanuddin, Hasanuddin; Lubis, Suaidah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4593

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh self regulated learning dan religiusitas terhadap student engagement di Madrasah Aliyah Swasta Muallimin Univa Medan. Student engagement adalah keterlibatan siswa dalam berpartisipasi pada setiap kegiatan rutin maupun program sekolah, baik di dalam dan di luar kelas dengan indikator perilaku, emosional, dan kognitif. Hipotes yang diajukan yaitu ada pengaruh positif antara self regulated learning dan religiusitas terhadap student engagement. Tekni sampling dengan total sampling, sampel berjumlah 189 siswa. Penelitian ini menggunakan skala Self Regulated learning, religiusitas, dan skala student engagement. Metode analisis data adalah regresi berganda. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka diperoleh hasil determinan (Rxy) = 0,804 dengan p = 0.000 < 0.050, artinya ada pengaruh positif self regulated learning dan religiusitas terhadap student engagement, semakin tinggi self regulated learning dan semakin tinggi religiusitas, maka semakin tinggi student engagement. Sumbangan self regulated dan religiusitas terhadap student engagement sebesar 64,6%. Dengan demikian, masih terdapat 35,4% pengaruh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kepercayaan diri dan dukungan orang tua terhadap minat penerima bantuan sosial melanjutkan ke perguruan tinggi Hutabarat, Ester; Lubis, Suaidah; Indrawan, Yudhistira Fauzy
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202423859

Abstract

Tidak hanya terkait dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga rendahnya pendidikan, kesehatan, dan ketidakberdayaan untuk berpartisipasi dalam pembangunan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepercayaan diri dan dukungan orang tua terhadap minat melanjutkanke perguruan tinggi pada siswa SMA/SMK penerima bantuan sosial. Penelitian dengan metode kuantitatif melalui skala likert, dengan sampel 130 siswa penerima bantuan sosial di Kecamatan Medan Deli. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkanterdapat pengaruh signifikan kepercayaan diri dan dukungan orang tua terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, dengan nilai signifikansi masing-masing 0,000 < 0,05. Dan hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kepercayaan diri dan dukungan orang tua terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi pada siswa ini dapat dilihat dari nilai F hitung sebesar 393.139 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sedangkan nilai F tabel pada taraf signifikan 95% (α = 0,05) adalah 2,68 dimana (F hitung > F tabel) sehingga 393,139 > 2,68 dan nilai sig < 0,05 (0,000 < 0,05).
THE INFLUENCE OF EMOTIONAL INTELLIGENCE ON DATING BEHAVIOR WITH PARENT–CHILD RELATIONSHIPS AS A MEDIATING VARIABLE Lubis, Suaidah; Situmeang, Sintong Ekapriasi; Nurhandayani, Ika; Manurung, Irma; Ningsih, Dwi Ayu; Hafnizar, Hafnizar; Syam, Tengku Nuranasyah; Simbolon, Lenny Marlina; Manurung, Dohar Mauli
Journal Analytica Islamica Vol 15, No 1 (2026): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v15i1.28385

Abstract

This study aimed to examine the effect of emotional intelligence on adolescents’ dating behavior, with the parent–child relationship as a mediating variable. Adolescent dating behavior is influenced by emotional regulation abilities and the quality of relationships with parents. This research employed a quantitative approach using an explanatory survey design and mediation analysis. The participants consisted of 209 twelfth-grade students from SMK Imelda Medan. Data were collected using emotional intelligence, parent–child relationship, and dating behavior scales developed in a 4-point Likert format. The results of validity testing indicated that all items were valid, while reliability analysis showed Cronbach’s Alpha coefficients exceeding 0.70, indicating good reliability. The findings revealed that emotional intelligence had a significant direct effect on adolescents’ dating behavior. Furthermore, emotional intelligence also demonstrated a significant indirect effect on dating behavior through the parent–child relationship, confirming its mediating role. These results suggest that higher emotional intelligence, supported by positive parent–child relationships characterized by emotional closeness, open communication, and a sense of security, contributes to healthier and more adaptive dating behavior among adolescents. This study contributes to the field of adolescent developmental psychology by providing empirical evidence on the psychological mechanisms linking emotional intelligence and dating behavior, particularly in the context of vocational secondary education. The findings also have practical implications for schools, parents, and psychology practitioners in developing intervention programs that focus on strengthening emotional intelligence and enhancing the quality of parent–child relationships to promote healthy adolescent dating behavior aligned with prevailing social values.
Peran Orang Tua dalam Membentuk Regulasi Emosi dan Kemandirian Anak Usia Dini Lubis, Suaidah; Situmeang, Sintong Ekapriasi; Nurhandayani, Ika; Manurung, Irma; Ningsih, Dwi Ayu; Hafnizar, Hafnizar; Syam, Tengku Nuranasyah; Simbolon, Lenny Marlina; Manurung, Dohar Mauli
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam membentuk regulasi emosi dan kemandirian anak usia dini di TK Bhineka Tunggal Ika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas lima orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun dan terlibat langsung dalam pengasuhan sehari-hari, serta didukung oleh informasi dari guru kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap subjek menerapkan pola pendampingan yang berbeda dalam membentuk regulasi emosi dan kemandirian anak. Regulasi emosi anak terbentuk melalui respon emosional orang tua yang hangat, keteladanan dalam mengelola emosi, serta komunikasi yang membantu anak mengenali dan mengekspresikan perasaannya. Sementara itu, kemandirian anak berkembang melalui pembiasaan aktivitas sehari-hari, pemberian kesempatan untuk mencoba secara mandiri, serta penguatan positif dari orang tua. Faktor pendukung dalam pendampingan meliputi kesabaran dan kesadaran orang tua, sedangkan faktor penghambat berupa keterbatasan waktu dan kelelahan. Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pendampingan orang tua berperan penting dalam mendukung perkembangan regulasi emosi dan kemandirian anak usia dini. This study aims to describe the role of parents in shaping emotional regulation and independence in early childhood at TK Bhineka Tunggal Ika. This research employed a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of five parents of children aged 4–6 years who were directly involved in daily caregiving, supported by information from classroom teachers. Data were collected through in-depth interviews and participant observation. The findings indicate that each subject applied different parenting practices in supporting children’s emotional regulation and independence. Emotional regulation was developed through warm emotional responses, parental role modeling, and communication that helped children recognize and express their emotions. Children’s independence was fostered through daily habituation, opportunities for autonomous practice, and positive reinforcement. Supporting factors included parental patience and awareness, while inhibiting factors involved time constraints and parental fatigue. This study highlights that the quality of parental involvement plays a crucial role in promoting emotional regulation and independence in early childhood.
Pengaruh Kepemimpinan Otoriter terhadap Burnout dengan Psychological Capital sebagai Mediasi pada Karyawan Lubis, Suaidah; Oktavely, Anggita Dwi; Damanik, Anggi Hayani; Sitorus, Dinda Fernando; Sinaga, Herna Juniar; Tarihoran, Mia Solistika; Panjaitan, Naomi Anggriani; Wikayatuddini
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4261

Abstract

Burnout adalah kondisi kelelahan psikologis yang dialami karyawan akibat tekanan kerja yang berkepanjangan serta gaya kepemimpinan yang maladaptif, salah satunya kepemimpinan otoriter. Kepemimpinan otoriter ditandai dengan kontrol yang ketat, minimnya partisipasi bawahan, dan komunikasi satu arah, yang berpotensi meningkatkan tingkat burnout pada karyawan. Di sisi lain, modal psikologis (psychological capital) yang terdiri dari harapan (hope), keyakinan diri (self-efficacy), ketangguhan (resilience), dan optimisme (optimism), diyakini berperan sebagai sumber daya psikologis yang mampu melindungi karyawan dari dampak negatif lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan otoriter terhadap burnout, dengan modal psikologis sebagai variabel mediasi pada karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan otoriter berpengaruh positif terhadap burnout, modal psikologis berpengaruh negatif terhadap burnout, serta kepemimpinan otoriter berpengaruh negatif terhadap modal psikologis. Selain itu, modal psikologis terbukti memediasi hubungan antara kepemimpinan otoriter dan burnout. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan modal psikologis sebagai upaya untuk meminimalkan burnout pada karyawan yang dipicu oleh gaya kepemimpinan otoriter.
Gambaran Kesejahteraan Subjektif pada Siswa SMAN 2 Yayasan Soposurung Balige: Gambaran Kesejahteraan Subjektif pada Siswa SMAN 2 Yayasan Soposurung Balige Suaidah Lubis Suaidah; Dotor Hartaty Silaban; Iqbal Maulana Hasibuan Hasibuan; Nadya Bella Aritonang; Suhaimi Erfiranda; Rifa Mulyani; Rohimatun Fadilah Munte
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas serta gambaran tingkat kesejahteraan subjektif pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kesejahteraan subjektif merupakan evaluasi individu terhadap kepuasan hidup serta pengalaman afek positif dan afek negatif dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji kesejahteraan subjektif pada remaja, kajian yang secara khusus menggambarkan kesejahteraan subjektif siswa SMA dalam konteks lingkungan sekolah lokal masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa SMA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui skala kesejahteraan subjektif yang disusun berdasarkan teori Diener. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan indeks daya beda atau rentang 0,311-0,836. Kemudian untuk reliabilitas skala kesejahteraan subjektif itu sendiri diketahui bahwa nilai reliabilitas memiliki nilai reliabel yaitu 0,753. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa rata-rata kesejahteraan subjektif pada siswa berada pada kategori sedang. Sebanyak 77,78% siswa berada pada kategori sedang, 14,81% pada kategori tinggi, dan 7,41% pada kategori rendah. Temuan ini penting sebagai dasar bagi pihak sekolah, khususnya layanan bimbingan dan konseling, agar dapat memaksimalkan dalam merancang program pendampingan psikologis dan penguatan kesehatan mental siswa.
Motherhood pada Remaja yang Hamil di Luar Nikah Samsul Bahri; Hurriyatuddaraini Hurriyatuddaraini; Marzatillah Zuhra; Zikrina Sari; Nadya Bella Aritonang; Suhaimi Erfiranda; Risydah Fadilah; Suaidah Lubis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena kehamilan di luar nikah pada masa remaja yang cenderung mengalami peningkatan serta menimbulkan dampak psikologis, sosial, dan pendidikan yang signifikan, khususnya bagi remaja perempuan. Penolakan sosial, stigma masyarakat, tekanan dari keluarga, serta keterbatasan pengetahuan mengenai kesiapan psikologis sering kali menjadi faktor pemicu munculnya stres pada remaja yang mengalami kondisi tersebut. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara penerimaan sosial dan tingkat stres pada remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah berdasarkan pengalaman subjektif yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan sosial memiliki peran penting dalam memengaruhi tingkat stres pada remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah. Remaja yang memperoleh penerimaan dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sosial cenderung mampu mengelola stres dengan lebih baik, sedangkan remaja yang mengalami penolakan sosial menunjukkan tingkat stres yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam menjaga kondisi psikologis remaja yang menghadapi kehamilan di luar nikah. Oleh karena itu, penguatan penerimaan dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sosial diperlukan sebagai upaya preventif dan intervensi untuk menurunkan tingkat stres pada remaja.
Pengaruh Social Media Influencer terhadap Impulsive buying Produk Kosmetik: FOMO Sebagai Variabel Mediasi pada Mahasiswi di Kota Banda Aceh Samsul Bahri Samsul; Hurriyatuddaraini Hurriyatuddaraini; Marzatillah Zuhra; Zikrina Sari; Suaidah Lubis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh social media Influencer terhadap impulsive buying produk kosmetik dengan Fear of Missing Out (FOMO) sebagai variabel mediasi pada mahasiswi di Kota Banda Aceh. Perkembangan media sosial telah mendorong munculnya Influencer sebagai sumber rujukan utama dalam pengambilan keputusan pembelian, khususnya pada produk kosmetik yang berkaitan dengan penampilan dan identitas diri. Paparan konten Influencer yang intens dan persuasif berpotensi menimbulkan FOMO, yaitu perasaan takut tertinggal tren, yang selanjutnya mendorong perilaku pembelian secara impulsif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah mahasiswi di Kota Banda Aceh yang aktif menggunakan media sosial dan produk kosmetik. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari skala Social Media Influencer , FOMO, dan Impulsive buying menggunakan skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media Influencer berpengaruh signifikan terhadap FOMO dan impulsive buying. Selain itu, FOMO juga berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying serta memediasi pengaruh social media Influencer terhadap impulsive buying. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor emosional berperan penting dalam mendorong perilaku pembelian impulsif produk kosmetik pada mahasiswi.
EXPLORING THE PERCEPTION OF ONLINE GAME ADDICTION IN ADOLESCENTS: IDENTITY, MOTIVATION, AND SOCIAL INTERACTION PATTERNS: Eksplorasi Persepsi Kecanduan Game Online Remaja: Identitas, Motivasi Dan Pola Interaksi Sosial Fadilah, Risydah; Lubis, Suaidah; Harianty, Widya; Sintyasari, Desi; Yanuar, Hendra; Taremica, Graris; Hermina, Mutia; Suri, Atikah; Khaliza, Dina; Maulana, Iqbal
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 1 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i1.7378

Abstract

Technological developments have made online gaming a part of teenagers' lifestyles, but excessive use can trigger addiction (gaming addiction). This phenomenological qualitative study aims to explore the meaning of online gaming addiction among teenagers, its relationship with self-identity, motivation to play, and social interaction patterns. The research subjects were three individuals (aged 13 – 16 years) who played online games for more than three hours per day and were active at least four to five times a week, using purposive sampling techniques. Data were collected through observation and interviews with research respondents. The results showed that online games are perceived as a space for virtual identity construction, emotional regulation, and alternative social interaction. Adolescents with online gaming addiction experience shifts in self-identity, gaming motivations driven by challenge, stress avoidance, and the need for recognition, as well as significant changes in social interaction patterns, particularly reduced quality of family relationships. This study highlights that online gaming addiction affects not only individual behavior but also adolescents’ real-life social dynamics.
The effect of social support on the self-efficacy of parents of children with autism through the mediation of emotional intelligence Anwar, Aini Shafra; Dewi, Salamiah Sari; Lubis, Suaidah
Science Midwifery Vol 13 No 6 (2026): February: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i6.2278

Abstract

Parenting a child with Autism Spectrum Disorder (ASD) presents unique challenges that can lower parents' self-confidence and self-efficacy. While social support is considered a crucial external factor, its effectiveness in boosting self-confidence often depends on internal factors, such as emotional intelligence. The purpose of this study was to examine the mediating role of emotional intelligence in the relationship between social support and self-confidence in parents of children with autism. This study used a quantitative approach with a purposive sampling technique. Data were collected from respondents, parents of children with autism, using instruments such as the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Data analysis was performed using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS). The results of a study of 153 parents of autistic children showed that social support influenced self-confidence by 51.7% with a p value <0.001. Social support influenced emotional intelligence by 57.3% with a p value <0.001, and emotional intelligence influenced self-confidence by 36.5% with a p value <0.001. Thus, it can be concluded that increasing social support can increase the self-confidence of parents of autistic children through their emotional intelligence.
Co-Authors Achyar, Ahmad Juliansyah Aldo Rihdo Adytia Lubis Amanah Surbakti Anggi Damanik Anggita Oktavely Annisa Putri Anwar, Aini Shafra Balqis, Qurratu Meutia Bangun, Siti Sariah Butar Butar, Fransisca Mularia Cut Kesuma Pahluvi Damanik, Anggi Hayani Devi Eka Yulita Dinda Dotor Hartaty Silaban Dotor Hartaty Silaban Dwi Putri, Dwi Effendi, Robby Eka Puji Safitri Eka Setiawati Fadhillah Salsabila Putri Fadilah Husna Fernando Sitorus Friska Berliana Berliana Hafnizar, Hafnizar Hafnizar, Hafnizar Harianty, Widya Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hermina, Mutia Herna Sinaga Hurriyatuddaraini Hurriyatuddaraini Hutabarat, Ester Ilma, Yana Nazela Indah Puspita Sari, Indah Puspita Indrawan, Yudhistira Fauzy Iqbal Maulana Iqbal Maulana Hasibuan Hasibuan Izdiharunnisa Izdiharunnisa Izdiharunnisa, Izdiharunnisa Jeane Agustientje Frans Juliana Khairun Nisa Khaliza, Dina Khoiriyah Nurul Abdulloh Krisman Krisman Lahmuddin Lubis Lijma Uliana Ritonga Lita Rasonia Saragih Lubis, Rizky Amelia Manurung, Dohar Mauli Manurung, Dohar Mauli Manurung, Irma Manurung, Irma Marbun, Risma Anjelita Marzatillah Zuhra Mehri Hubbi Apmarja Mia Tarihoran Muhammad Nur Habibie Muhammad Syahreza Andrian Nadya Bella Aritonang Naomi Panjaitan Nasution, Muhammad Faisal Ramadhan Nefi Darmayanti Ningrum, Sekar Dwi Ningsih, Dwi Ayu Ningsih, Dwi Ayu Noka, Isara Abda Nurhandayani, Ika Nurhandayani, Ika Nurhasanah Nurhasanah Nurianda, Wahna Oktavely, Anggita Dwi Panjaitan, Naomi Anggriani Parinduri, Rusdah Patisina Putri, Nikmah Indah Rahmi Lubis Raja Bob Ridwan Rambe, Rifatun Nihayah Ratna Dewi Rifa Mulyani Rifa Mulyani Risydah Fadilah Rohimatun Fadilah Munte Salamiah Sari Dewi Samsul Bahri Samsul Bahri Samsul Sari, Yuli Novia Sekar Dwi Ningrum Shafira, Ridna Silaban, Sondang Simbolon, Lenny Marlina Simbolon, Lenny Marlina Sinaga, Herna Juniar Sintyasari, Desi Sinurat, Jakobus Maruli Tua Siregar, Hirmar Waki Omnihara Sitorus, Dinda Fernando Situmeang, Sintong Ekapriasi Situmeang, Sintong Ekapriasi Spreckhelsen, Tariza Yuvi Yolanda Suhaimi Erfiranda Sukamto, Ika Sumiyarsi Suri, Atikah Suryani Hardjo Syahputra, Tengku Havidz Syam, Tengku Nuranasyah Syam, Tengku Nuranasyah Tanjung, Pangihutan Syepriady Tantri, M. Miftahul Rizki Taqiyah Anasa Irsyah Taremica, Graris Tarigan, Siska Tarihoran, Mia Solistika Tasya Salsabila Teti Kristiani Ziliwu Tresna, Nurayu Resmara Wikayatuddini Wikayatuddini Yanuar, Hendra Yuningsih Yuningsih Zikrina Sari Ziliwu, Teti Kristiani