Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Optimalisasi Peluang Pertumbuhan: Analisis Strategis Pengembangan Usaha Peternakan Ayam Petelur di Kabupaten Rejang Lebong Arif Rahman Azis Azis; Muhammad Subhan Hamka; Woki Bilyaro; Muhammad Dani; Wahidin
AgriMalS Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v4i1.1215

Abstract

Usaha peternakan ayam petelur memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani dan mendorong ekonomi lokal. Kabupaten Rejang Lebong memiliki potensi besar untuk pengembangan usaha ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi usaha peternakan ayam petelur di Kabupaten Rejang Lebong melalui analisis IFE dan EFE dan merumuskan strategi pengembangan yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode analisis IFE dan EFE dengan data primer yang diperoleh dari wawancara dengan 27 peternak ayam petelur dan data sekunder dari Bdan Pusat Statistik Kabupaten Rejang Lebong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam petelur di Kabupaten Rejang Lebong memiliki potensi besar untuk berkembang. Faktor-faktor internal yang mendukung adalah kepemilikan penggilingan pakan mandiri, ketersediaan lahan yang luas, kualitas telur yang sesuai standar, hubungan konsumen yang baik, dan reputasi yang baik terhadap lembaga keuangan. Namun, terdapat beberapa kelemahan yang perlu diatasi, seperti produksi yang belum optimal, sistem pencatatan keuangan yang belum terstruktur, proses produksi yang belum efisien, upaya promosi yang belum optimal, dan pemanfaatan teknologi yang belum maksimal. Faktor-faktor eksternal yang mendukung adalah permintaan pasar yang tinggi akan telur, masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya konsumsi protein hewani, kebijakan pemerintah yang sangat mendukung, efektivitas managemen komunikasi dan informasi, dan sektor peternakan yang tetap bertahan dalam keadaan krisis. Terdapat beberapa ancaman yang perlu diwaspadai, seperti pengaruh negatif fluktuasi harga pakan dan harga telur, pendatang baru dalam pengembangan usaha ayam petelur, kemudahan pelanggan untuk pindah ke produsen lain, dan kenaikan harga BBM. Penerapan strategi-strategi tersebut secara konsisten dan terarah, diiringi dengan penelitian lebih lanjut, sosialisasi, edukasi, pendampingan, dan pembinaan dari pihak terkait, diharapkan mampu mengantarkan usaha peternakan ayam petelur di Kabupaten Rejang Lebong menuju kesuksesan yang berkelanjutan dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal.
Pelatihan Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal Di Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang Muhammad Subhan Hamka; Andika Prawanto; Ikromatun Nafsiyah; Maisya Zahra Al Banna; Widiastini Arifuddin; Arif Rahman Azis
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i1.308

Abstract

Seberang Musi sub-district launched a food security program through catfish farming using tarpaulins in 2020. This is one way for the sub-district government to socialize household-scale fish farming, especially catfish commodities, so that people get additional income benefits by utilizing the yard around the house. The problems that exist in the residents of Talang Babatan Village and Benuang Galing Village are the lack of technical skills in fish farming, because both villages are villages that produce plantation products. Therefore, the service team was invited to provide training in an effort to succeed the village development program. In addition to being an effort to alleviate poverty in rural communities, and accelerate poverty alleviation programs in rural areas. The purpose of this activity is to provide training in catfish farming in tarpaulin ponds as well as a medium for disseminating knowledge and transferring technology through community service activities. The methods used were: 1. counseling to participants about catfish farming in tarpaulin ponds; 2. demonstration of methods and practices by giving examples of how to assemble tarpaulins as maintenance containers and how to handle fish directly to participants; 3. evaluation. The collected data were tabulated and analyzed using descriptive analysis method. The purpose of the evaluation was to assess the response of participants in the transfer of knowledge and skills. This was done by assessing the results of the initial and final questionnaires filled out by the participants. The results of the questionnaire showed that there was an increase in participants' knowledge by 12.5% with a minimum value in the pre-test of 37.5 and a maximum value of 87.5 while the minimum value in the post-test was 50.0 and a maximum value of 87.5.
Pemanfaatan Kulit Kopi sebagai Media Tanam Budidaya Jamur Tiram oleh Kelompok Tani di Desa Tebat Laut Nurfitrisari, Kiky; Muhammad Subhan Hamka; Andika Prawanto; Indriati Meilina Sari
DHARMA RAFLESIA Vol 21 No 2 (2023): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v21i2.30189

Abstract

Kegiatan ini merupakan bentuk pemanfaatan kulit kopi sebagai media tanam jamur tiram yang diangkat untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa khususnya kelompok tani di Desa Tebat Laut, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu dalam pengelolaan limbah pertanian yang dihasilkan dari perkebunan kopi secara optimal yang dikarenakan rendahnya IPTEK masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan memberikan IPTEK kepada kelompok tani di Desa Tebat Laut berupa usaha budidaya jamur tiram melalui teknologi pemanfaatan kulit kopi sebagai bahan campuran media tanam dalam menangani pengelolaan limbah yang dihasilkan dari perkebunan kopi dengan suatu kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat. Kegiatan ini melibatkan satu mitra yaitu Kelompok Tani Bina Warga di Desa Tebat Laut. Tahapan Kegiatan yang dilakukan yaitu sosialisasi dan penyuluhan, demonstrasi dan praktik, pendampingan melalui monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan IPTEK masyarakat dalam mengolah limbah kulit kopi sebagai bahan campuran media tanam untuk budidaya jamur tiram dari 30% menjadi 100%.
PENINGKATAN DAYA SIMPAN TELUR MELALUI PELAPISAN EGGSHELL MENGGUNAKAN BAHAN ALAMI Saputri, Kade Wahyu; Nur’aini, Nur’aini; Hamka, Muhammad Subhan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.16771

Abstract

Metode pengawetan telur diperlukan untuk meningkatkam daya simpan dan menjaga mutu telur. Mutu (kualitas) telur akan menurun selama disimpan. Salah satu metode pengawetan telur yang sederhana adalah pelapisan eggshell atau sering disebut kerabang atau cangkang telur, menggunakan extrak tumbuhan dengan kandungan antibakteri dan antioksidan. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengaruh pelapisan eggshell menggunakan extrak tumbuhan selama disimpan pada temperatur rendah terhadap indeks albumen, indeks yolk dan kedalaman kantung udara. Metode penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 3 kali. Pelapisan eggshell terdiri dari kontrol, sereh daun jeruk dan daun pandan. Telur ayam disimpan selama 35 hari dalam refrigerator. Data pengamatan dianalisis dengan ANOVA satu arah kemudian uji lanjut Duncan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian yaitu metode pelapisan eggshell dengan extrak tumbuhan berpengaruh nyata terhadap mutu telur. Pelapisan eggshell menghasilkan nilai indeks albumen mutu III, indeks yolk mutu III dan kedalaman kantung udara mutu I setelah disimpan 35 hari. Kesimpulan penelitian adalah pelapisan eggshell dengan sereh dapat menjaga mutu telur paling baik dengan nilai indeks albumen, indeks yolk dan kedalaman kantung udara lebih rendah selama disimpan pada temperatur rendah 35 hari.
Analisis Kelayakan Usaha Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) (Studi Kasus: Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan Mina Mandiri Muara Enim) Triayu Rahmadiah; Muhammad Subhan Hamk; donny prariska
Clarias : Jurnal Perikanan Air Tawar Vol. 4 No. 2 (2023): Clarias Jurnal Perikanan Air Tawar
Publisher : Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze the feasibility of tilapia seed production. Research location in Independent Training Center of Marine and Fisheries Mina Mandiri Muara Enim. The method used in this research is decriptive method. Data analysis methods are cost structure analysis, total production costs, total income, benefit analysis, revenue cost ratio (R/C ratio). From the results of data analysis has total income of Rp 150.000.000,-/month with a benefit cost of Rp 55.236.453,-/month, R/C ratio 1.58/ The results of the feasibility show that tilapia seed production in P2MKP Mina Mandiri Muara Enim is said to be feasible to be developed
Analisis Location Quotient (LQ) dan Model Rasio Pertumbuhan (MRP) Usaha Peternakan Sapi Potong di Provinsi Bengkulu Azis, Arif Rahman; Hamka, Muhammad Subhan; Bilyaro, Woki; Dani, Muhammad
Buletin Peternakan Tropis Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.5.1.46-54

Abstract

The cattle industry has a strategic role in supporting food security and national economic growth. Bengkulu Province with sufficient area, a tropical climate suitable for feed growth, and adequate human resources is the main capital to support the beef cattle development sector. Location Quotient (LQ) and Growth Ratio Model (MRP) analysis approaches were used to evaluate the condition and development potential of this sector. Secondary data from 2018-2022 were analyzed using these methods. The results of the LQ analysis revealed significant variations in the specificity of the beef cattle sector across districts. Meanwhile, the MRP analysis showed that although the overall growth of the beef cattle population was not very prominent, some districts showed higher growth compared to the province as a whole. In conclusion, a targeted and contextualized development strategy is required to increase the beef cattle population in Bengkulu Province. Further research is needed to understand the factors underlying variations in beef cattle development potential and performance across districts and to develop innovative and environmentally friendly livestock technologies. With the right strategy, Bengkulu Province can increase its beef cattle population, improve the welfare of local farmers, and boost regional economic growth.   Key words: Beef Cattle, Bengkulu Province, Location Quotient, Growth Ratio Model   ABSTRAK Industri peternakan sapi potong memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Provinsi Bengkulu dengan luas wilayah yang cukup, iklim tropis yang cocok untuk pertumbuhan pakan, dan sumber daya manusia yang memadai menjadi modal utama untuk mendukung sektor pengembangan sapi potong. Pendekatan analisis Location Quotient (LQ) dan Model Rasio Pertumbuhan (MRP) digunakan untuk mengevaluasi kondisi dan potensi pengembangan sektor ini. Data sekunder dari 2018-2022 dianalisis menggunakan metode ini. Hasil analisis LQ mengungkapkan variasi signifikan dalam kekhususan sektor sapi potong di berbagai kabupaten. Sementara itu, analisis MRP menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan populasi sapi potong secara keseluruhan tidak terlalu menonjol, beberapa kabupaten menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi secara keseluruhan. Kesimpulannya, strategi pengembangan yang terarah dan kontekstual diperlukan untuk meningkatkan populasi sapi potong di Provinsi Bengkulu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang mendasari variasi potensi dan kinerja pengembangan sapi potong di berbagai kabupaten, serta untuk mengembangkan teknologi peternakan yang inovatif dan ramah lingkungan. Dengan strategi yang tepat, Provinsi Bengkulu dapat meningkatkan populasi sapi potongnya, meningkatkan kesejahteraan peternak lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.   Kata kunci: Sapi Potong, Provinsi Bengkulu, Location Quotient, Model Ratio Pertumbuhan.  
Integrasi Location Quotient (LQ) dan Model Ratio Pertumbuhan (MRP) untuk Pemetaan Potensi Pengembangan Sapi Potong Azis, Arif Rahman; Pramusintho, Bagus; Yurleni, Yurleni; Hamka, Muhammad Subhan; Bilyaro, Woki
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.200

Abstract

Integrasi Location Quotient (LQ) dan Model Ratio Pertumbuhan (MRP) menawarkan pendekatan inovatif dalam pemetaan potensi pengembangan sapi potong di Indonesia. Melalui review sistematis literatur terkini, analisis menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi ini secara signifikan meningkatkan akurasi identifikasi wilayah potensial dibandingkan penggunaan metode secara terpisah. Keunggulan utama terletak pada kemampuannya menggabungkan aspek statis dan dinamis, memungkinkan identifikasi komprehensif wilayah dengan keunggulan komparatif saat ini serta potensi pertumbuhan masa depan. Implementasi di Indonesia telah berkontribusi pada reorientasi kebijakan pengembangan sapi potong di tingkat provinsi dan nasional, termasuk adopsinya dalam pemetaan potensi peternakan nasional. Meskipun demikian, tantangan utama meliputi keterbatasan dalam menangkap faktor-faktor kualitatif dan ketersediaan data yang reliabel di tingkat kabupaten/kota. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan peningkatan kapasitas pemangku kepentingan, investasi dalam sistem data, pengembangan framework mixed-method, dan integrasi faktor lingkungan dalam analisis. Implikasi dari pendekatan ini signifikan bagi perumusan kebijakan pengembangan sapi potong yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di Indonesia, menawarkan landasan untuk optimalisasi strategi pengembangan sektor peternakan secara nasional.
Food and Livestock Sustainability in the Modern Era: Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Peternakan di Era Modern Azis, Arif Rahman; Hamka, Muhammad Subhan; Bilyaro, Woki; Dani, Muhammad
Buletin Peternakan Tropis Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.5.2.187-195

Abstract

The article delves into the intricate relationship between food security and livestock sustainability in today's world. With the global population on the rise and evolving consumption patterns, the livestock sector is tasked with the dual challenge of meeting the growing demand for animal protein while minimizing environmental impacts. By conducting a thorough review of literature and analyzing recent case studies, this research investigates the crucial role of livestock farming in global food security and the sustainability hurdles it confronts. Key findings indicate that technological advancements like precision livestock farming, integrated food system approaches, and circular economy concepts hold promise as solutions to enhance production efficiency and decrease environmental impacts. Additionally, the article underscores the significance of effective policies, good governance, and shifts in consumer consumption patterns in propelling the transition towards more sustainable livestock systems. In conclusion, achieving a balance between food security and livestock sustainability necessitates a comprehensive approach that integrates technological innovation, appropriate policies, and collaborative efforts across sectors. This research offers valuable insights for policymakers, industry professionals, and researchers as they work towards establishing a sustainable, fair, and resilient food system in the modern era.
Growth performance and immune response of catfish Clarias sp. given probiotics Bacillus megaterium PTB 1.4 and Pediococcus pentosaceus E2211 Muhammad Subhan Hamka; Anja Meryandini; Widanarni
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 19 No. 1 (2020): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.487 KB) | DOI: 10.19027/jai.19.1.50-60

Abstract

ABSTRACT Motile aeromonad septicaemia (MAS) in catfish can be done by improving the immune responses through probiotic administration. Co-administering probiotics producing digestive enzymes are expected to have an impact on fish growth. This study was aimed to evaluate the effectivity of probiotics B. megaterium PTB 1.4 and P. pentosaceus E2211 to improve the growth performance and immune response of catfish infected by Aeromonas hydrophila. Catfish with the initial body weight of 7.36 ± 0.21 g were reared in a pond. This study was conducted with five treatments, i. e. K- (without probiotic addition and A. hydrophila injection), K+ (no probiotic addition with A. hydrophila injection), Bm (B. megaterium PTB 1.4 addition and A. hydrophila injection), Pp (P. pentosaceus E2211 addition and A. hydrophila injection), and Bm+Pp (B. megaterium PTB 1.4 addition and P. pentosaceus E2211 and A. hydrophila injection). The study results showed that Bm, Pp, and Bm+Pp treatments were able to improve the growth performance of catfish including digestive enzyme activity, daily growth rate, feed conversion ratio, and final biomass with the best results was Bm+Pp treatment. The immune response of catfish before and after the challenge test showed better survival rate, higher total leukocytes, phagocytic activity, respiratory burst, and lysozyme activity on Bm, Pp, and Bm+Pp treatment (P<0.05) than the control treatment. In conclusion, the combination of probiotics B. megaterium PTB 1.4 and P. pentosaceus E2211 in feed synergistically improved the growth performance and immune response on catfish against A. hydrophila infection. Keywords: Aeromonas hydrophila, catfish, growth performance, immune response, probiotics ABSTRAK Motile aeromonad septicaemia (MAS) pada ikan lele dapat dikendalikan melalui respons imun inang dengan pemberian probiotik. Pemberian bersama probiotik penghasil enzim pencernaan diharapkan dapat berdampak pada pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pemberian probiotik B. megaterium PTB 1.4 dan P. pentosaceus E2211 terhadap kinerja pertumbuhan dan respons imun ikan lele terhadap infeksi A. hydrophila. Ikan lele dengan bobot 7.36 ± 0.21 g dipelihara pada kolam beton yang diberi waring. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan, yaitu: K- (tanpa probiotik dan tanpa diinjeksi A. hydrophila), K+ (tanpa probiotik dan diinjeksi A. hydrophila), Bm (diberi B. megaterium PTB 1.4 dan diinjeksi A. hydrophila), Pp (diberi P. pentosaceus E2211 dan diinjeksi A. hydrophila), dan Bm+Pp (diberi B. megaterium PTB 1.4 dan P. pentosaceus E2211 dan diinjeksi A. hydrophila). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan Bm, Pp, dan Bm+Pp mampu meningkatkan pertumbuhan ikan lele. Aktivitas enzim pencernaan, laju pertumbuhan harian, rasio konversi pakan, dan biomassa panen dengan hasil terbaik yaitu perlakuan Bm+Pp. Respons imun ikan lele dengan kombinasi probiotik B. megaterium PTB 1.4 dan P. pentosaceus E2211 mampu meningkatkan sintasan, total leukosit, aktivitas fagositosis, respiratory burst, dan aktivitas lisozim, baik pada sebelum dan setelah uji tantang. Pemberian kombinasi probiotik B. megaterium PTB 1.4 dan P. pentosaceus E2211 pada pakan mampu bekerja sinergis dalam meningkatkan kinerja pertumbuhan dan respons imun ikan lele terhadap infeksi A. hydrophila. Kata kunci: A. hydrophila, ikan lele, kinerja pertumbuhan, probiotik, respons imun
Tingkat Penerimaan Konsumen Terhadap Kaldu Bubuk Penyedap Rasa Berbahan Baku Udang Rebon (Acetes Erythraeus), Limbah Ikan Gabus (Channa Striata), Dan Limbah Udang Windu (Penaeus Monodon) Ikromatun Nafsiyah; Muhammad Subhan Hamka; Triayu Rahmadiah; Muhammad Sumsanto
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v2i2.2721

Abstract

Broth is a flavoring product which is generally produced from the process of cooking high-protein ingredients such as meat with water, with or without other additions. The flavoring broth that is favored generally made from chicken and beef, although fish and shrimp and even their waste can also be used to make natural flavoring broth. This research aims to determine the level of consumer preference of flavoring powder broth made from 3 ingredients/samples, namely snakehead fish waste, tiger prawn waste and rebon shrimp. This research was carried out by making powdered broth and hedonic test to determine the level of preference from consumers. This test used 25 semi-trained panelists with color, aroma, texture and taste parameters. The test results showed that flavoring powder broth made from snakehead fish waste was preferred by consumers in terms of texture, broth made from tiger prawn waste was highly preferred in terms of taste parameters, and samples made from rebon shrimp as raw materials were preferred in terms of color and aroma parameters