Claim Missing Document
Check
Articles

MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS BERITA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KECAMATAN GEROKGAK Kadek Ayu Dwi Handayani .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis-jenis media yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis berita (2) respons siswa terhadap penggunaan media dalam pembelajaran menulis berita, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam penggunaan media pembelajaran pada pembelajaran menulis berita. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia kelas VIII se-Kecamatan Gerokgak dan siswa kelas VIII di SMP Negeri se-Kecamatan Gerokgak dengan objek penelitian berupa media pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis berita. Ada tiga metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) jenis-jenis media yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis berita cukup bervariasi, yaitu media berbasis manusia, media berbasis teks, media berbasis audio visual, dan media berbasis komputer. (2) respons siswa terhadap penggunaan media pembelajaran menulis berita tergolong baik, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam penggunaan media pembelajaran pada pembelajaran menulis berita meliputi kendala dalam pemilihan media, penyediaan fasilitas, waktu, dan karakteristik siswa.Kata Kunci : media pembelajaran menulis, menulis berita. This research aimed to describes (1) the types of media used by teacher in writing news (2) the student’s response to the effectiveness of the use of media in teaching writing news, and (3) the constraints that faced by teacher when using media in teaching writing news. This research uses descriptive qualitative and quantitative research design. Subject in this research is Indonesia teacher of 8th grade and Students of 8th grade in SMP Negeri districts Gerokgak with the research object is instructional media used by teachers in writting news. Data collection method that used in this research are observation, interviews, and questionnaires. The data obtained is analyzed using descriptive qualitative and quantitative analysis technique. The results of this research showed that (1) the types of media that used by teachers in teaching writing news is varies, it is human media, text media, audio visual media, and computer media, (2) the response of students to the useness of the instructional media in writting news is belong good, and (4) the constraints faced by teacher to the use of media in writting news involved obtacles of choosing media, facilities, time, and students characteristic.keyword : write learning media, writing news
JENIS, BENTUK, DAN FUNGSI TINDAK TUTUR MEME COMIC PADA FACEBOOK I Gusti Ayu Ratih Sintya Dewi .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8777

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis tindak tutur bahasa meme comic pada facebook. (2) bentuk tindak tutur bahasa meme comic pada facebook, dan (3) fungsi tindak tutur bahasa meme comic pada facebook. Subjek penelitian ini adalah tuturan yang terdapat dalam meme comic pada facebook. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalaui metode dokumentasi dengan instrumen tabel data. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan, (1) bahasa meme comic pada facebook mengandung tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi, (2) bentuk yang paling dominan digunakan dalam meme comic adalah bentuk deklaratif sebanyak 28 bentuk, 1 merupakan bentuk interogatif dan 1 lagi adalah bentuk imperatif, (3) meme comic mengandung fungsi tindak tutur, fungsi asertif sebanyak 16, fungsi ekspresif sebanyak 9, fungsi direktif sebanyak 4, fungsi deklaratif sebanyak 1 dan fungsi komisif tidak ada. Di antara fungsi tersebut terdapat fungsi yang lebih dominan digunakan pada meme yaitu fungsi asertif. Fungsi asertif dapat dibagi menjadi tiga, yaitu asertif menegaskan, asertif mengumumkan, dan asertif menduga. Fungsi asertif lebih dominan digunakan karena fungsi tersebut berguna sebagai ungkapan untuk tuturan menegaskan, menduga, dan mengumumkan sesuatu kepada mitra tutur. Kata Kunci : jenis tindak tutur, bentuk tindak tutur, fungsi tindak tutur, meme comic This descriptive study aimed to determine (1) the type of speech act comic meme language on facebook. (2) forms of speech act comic meme language on facebook, and (3) the function of speech act comic meme language on facebook. This research subject is contained in the speech comic meme on facebook. Data was collected via tail documentation method with instrument data table. Based on the analysis performed, the results of this study show that (1) the language meme comic on facebook containing speech acts locutions, illocutionary, and perlokusi, (2) form the most dominant use in meme comic is a form of declarative as many as 28 forms, one is a form of interrogative and one more is the imperative form, (3) contains functions meme comic speech acts, as many as 16 functions assertive, expressive function as much as 9 function as much as 4 directive, declarative function 1 and function as commissive no. Among these functions are functions which are predominant use memes are assertive function. Assertive function can be divided into three, namely assertive assert, assertive announced, and assertive suspect. Assertive more dominant function used for the function is useful as an expression of speech asserts, suspect, and announced something to the hearerkeyword : of speech acts, the form of speech act, speech act function, meme comic
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KOMIK DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENULIS PARAGRAF NARASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X MADRASAH ALIYAH MANBAUL ULUM NEGARA Hasyamuddin Hadi .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media komik dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar menulis paragraf narasi siswa kelas X di MA Manbaul Ulum. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen quasi. Seluruh kelas X di MA Manbaul Ulum yang totalnya berjumlah 50 orang dijadikan populasi dalam penelitian ini. Penentuan sampel dari populasi tersebut dilakukan dengan cara random sampling dengan teknik undian. Dari hasil pengundian tersebut didapat kelas X.1 dengan 25 orang siswa untuk kelas eksperimen dan kelas X.2 dengan 25 orang siswa sebagai kelas kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) terdapat pengaruh penggunaan media komik terhadap aktivitas belajar siswa pada siswa kelas X di MA Manbaul Ulum. Siswa yang menggunakan media komik jauh lebih aktif dengan hasil aktivitas 81,6 daripada siswa yang menggunakan media teks cerita pendek yang hanya mendapatkan hasil aktivitas 67,2., (2) hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media komik terhadap hasil belajar siswa pada siswa kelas X di MA Manbaul Ulum. Hasil perhitungan yang dilakukan secara manual didapatkan t hitung sebesar 2,65 dan harga t tabel dengan taraf signifikasi 5% adalah 2,06. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima.Kata Kunci : media komik, aktivitas, hasil belajar The aim of this study is to know the differences of students’ activities and students’ achievement in writing narrative paragraph between students’ group that used comic and students’ group that used short story as learning media in MA Manbaul Ulum. This research is a quasy experiment in which fifty students were involved as overall ten grade students of the school to be the population. The samples were chosen randomly involving 25 students in X.1 class as the experimental group and 25 students in X.2 as the control group. The data collected was analyzed using t test of descriptive quantitative. The result of this study shows that there are significant differences between those two groups toward students‘ activity and students’ achievement. The t test results 81.6 for he experimental group which used comic as media, while the control group which used short story as media results 62.7. It means the experimental group was more active than control group. The t test also shows that there is significant difference between those two groups toward students’ achievement in which t observed is 2.65 and t table is 2.06 in significance level 5%. It means number of t observed is bigger than t table so that HO is rejected and H1 fails to be rejected.keyword : media comics, activities, result write
PRINSIP KESANTUNAN PADA TALKSHOW RUMPI (NO SECRET) DI TRANS TV Ni Made Anggun Purwati .; Drs. I Wayan Rasna,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pemenuhan prinsip kesantunan pada Talkshow Rumpi (No Secret) di Trans TV; (2) pelanggaran prinsip kesantunan pada Talkshow Rumpi (No Secret) di Trans TV; dan (3) dampak psikologis dari pemenuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan oleh penutur terhadap mitra tutur pada Talkshow Rumpi (No Secret) di Trans TV. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dengan menyasar tuturan pembawa acara dan bintang tamu sebagai objek penelitian. Subjek penelitian ini adalah pembawa acara dan bintang tamu Talkshow Rumpi (No Secret) yang disiarkan di Trans TV. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi dan observasi. Tahap analisis data meliputi (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpilan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 50 tuturan yang memenuhan prinsip kesantunan dan 21 tuturan yang melanggaran prinsip kesantunan Leech. Pemenuhan maksim Leech meliputi maksim penerimaan 34,54% (19 tuturan), maksim kecocokan 27,27% (15 tuturan), maksim kerendahan hati 16,36% (9 tuturan), maksim kebijaksanaan 12,72% (7 tuturan), maksim kesimpatian 7,27% (4 tuturan), dan maksim kemurahan hati 1,81% (1 tuturan). Pelanggaran maksim Leech melitupi, maksim kecocokan 52,38% (11 tuturan), maksim penerimaan 14,28% (3 tuturan), maksim kerendahan hati 14,28% (3 tuturan), maksim kesimpatian 9,52% (2 tuturan), maksim kebijaksanaan 4,76% (1 tuturan), dan maksim kemurahan hati 4,76% (1 tuturan). Pemenuhan dan pelanggaran maksim kesantunan menimbulkan dampak psikologis positif dan negatif.Kata Kunci : prinsip kesantunan, Talkshow Rumpi (No Secret), teori Geoffery Leech This study aimed at describing (1) the fulfillment of the politeness principles on Rumpi (No Secret) Talk Show on Trans TV; (2) The violation of the politeness principles on Rumpi (No Secret) Talk Show on Trans TV; and (3) the psychological impact of compliance and violation of the politeness principles by the speaker on the interlocutor on Rumpi (No Secret) Talk Show on Trans TV. To achieve these objectives, the researcher used a qualitative descriptive design by targeting the speech of the host and guest stars as the objects of the study. This research subjects were the host and the guest stars of Rumpi (No Secret) Talk Show which was aired on Trans TV. The data were collected by using documentation and observation methods. The data analysis stages included (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) conclusion drawing / verification. The results showed that there were 50 utterances that fulfilled the politeness principles and 21 utterances that violate the Leech’s politeness principles. The fulfillment of Leech’s maxims included approbation maxims by 34.54% (19 utterances), agreement maxims by 27.27% (15 utterances), modesty maxims by 16.36% (9 speech), tact maxims by 12.72% (7 of speech), sympathy maxims by 7.27% (4 utterances), and generosity maxims by 1.81% (1 utterances). Leech’s violation maxims included agreement maxims by 52.38% (11 utterances), approbation maxims by 14.28% (3 utterances), modesty maxims by 14.28% (3 utterances), sympathy maxims by 9.52% (2 of utterances), tact maxims by 4.76% (1 utterances), and generosity maxim by 4.76% (1 utterances). The fulfillment and the violation of politeness maxims emerged positive and negative psychological impacts.keyword : politeness principles, Rumpi (No Secret) Talk Show, Geoffery Leech’s teory
PELAKSANAAN PENGAJARAN PENGAYAAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI TKJ2 SMK NEGERI 3 SINGARAJA Ni Komang Yuni Tri Antari .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11251

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pengajaran pengayaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dilihat dari segi (1) pemahan guru terhadap pelaksanaan pengajaran pengayaan, (2) pelaksanaan pengajaran pengayaan, dan (3) masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan pengajaran pengayaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas XI TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan metode observasi. Prosedur analisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif sebagai berikut (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman guru terhadap pelaksanaan pengajaran pengayaan berada pada kategori memahami yang tercermin dari jawaban yang diberikan oleh guru dari hasil wawancara. (2) pelaksanaan pengajaran pengayaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja berjalan dengan baik. (3) masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan pengajaran pengayaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu, (a) karakteristik siswa, (b) pengaturan waktu pembelajaran, dan (c) ketersediaan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pengajaran pengayaan.Kata Kunci : pengajaran pengayaan, bahasa Indonesia. *This study aims to describe the implementation of enrichment teaching in Indonesian language learning in terms of (1) teachers' understanding of the implementation of enrichment teaching, (2) implementation of enrichment teaching, and (3) problems faced by teachers in the implementation of enrichment teaching in Indonesian language learning In class XI TKJ2 of SMK Negeri 3 Singaraja. This study used descriptive qualitative research. The subject of this research was the teachers of class XI TKJ2 of SMK Negeri 3 Singaraja. The data was collected by interview method and observation method. The data were analysed by using descriptive qualitative techniques, as follow (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) data verification. This study showed that (1) Teachers’ understanding abaout the impletation of enrichment teaching was in the category of understanding that was indicated from interview results given by the teachers. (2) Implementation of enrichment teaching in Indonesian language learning in class XI TKJ2 of SMK Negeri 3 Singaraja run well in accordance with enforcement teaching enforcement procedures listed in Curriculum 2013. (3) The problems faced by teachers in implementing enrichment teaching in language learning were (a) students’ characteristics, (b) time management of the study, and (c) availability of the infrastructure and facilities of the school.keyword : *Enrichment teaching, Indonesian language.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA NASKAH MONOLOG SURAT KEPADA SETAN KARYA PUTU WIJAYA Ni Nyoman Anna Pratiwi .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk implikatur percakapan pada naskah monolog Surat kepada Setan karya Putu Wijaya (2) fungsi implikatur percakapan pada naskah monolog Surat kepada Setan karya Putu Wijaya dan (3) implikasi naskah monolog Surat kepada Setan karya Putu Wijaya terhadap situasi politik Indonesia. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah naskah drama monolog Surat kepada Setan karya Putu Wijaya. Objek penelitian ini adalah bentuk dan fungsi implikatur percakapan Searle.Dari 46 tuturan pada naskah Surat kepada Setan, terdapat 25 tuturan yang mengandung implikatur percakapan. (1) Terdapat 16 tuturan yang berbentuk asertif, 4 tuturan direktif, 2 tuturan berbentuk komisif, 16 tuturan dengan bentuk ekspresif, dan 1 tuturan dengan bentuk deklaratif. (2) Fungsi implikatur percakapan yang diungkapkan oleh Searle pada naskah Surat kepada Setan sebagian besar berfungsi mengritik, mengeluh, berpendapat, menasihati, menawarkan, dan menetapkan sesuatu. Fungsi implikatur percakapan yang dominan pada naskah Surat kepada Setan karya Putu Wijaya ialah fungsi mengritik dan berpendapat. (3) Implikasi naskah Surat kepada Setan terhadap kondisi politik Indonesia menunjukkan sebuah pertanyaan tentang siapa setan dalam kehidupan bangsa dan bernegara. Implikasi yang ada pada naskah merupakan sebuah refleksi kepada pembaca maupun penontonnya. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan ketika mencari maksud atau pesan sebuah karya sastra ketika akan dipentaskan. Selain itu, hasil penelitian ini direkomendasikan agar dijadikan salah satu bahan pembelajaran materi implikatur.Kata Kunci : implikatur percakapan, naskah monolog. This research aimed to describe (1) the form of conversational implicatures on the monologue Surat kepada Setan by Putu Wijaya (2) the function of speech implicatures on the monologue Surat kepada Setan by Putu Wijaya and (3) the implications of the monologue Surat kepada Setan by Putu Wijaya on the Indonesian politics’ situation. The type of this research is qualitative descriptive. The subject of this research is the script of monologue drama Surat kepada Setan by Putu Wijaya. The object of this research is form and function of Searle conversational implicature. Data were collected by documentation method and interview. Of the 46 speech in the text of the Surat kepada Setan, there are 25 speeches that contain conversational implicatures. (1) There are 16 speeches in the form of assertive, 4 directive speeches, 2 commissive speeches, 16 speeches with expressive form, and 1 speech with a declarative form. (2) The function of speech implicatures disclosed by Searle on the Surat kepada Setan largely serves to criticize, complain, argue, advise, offer, and establish something. The dominant conversation implicature function of the Putu Wijaya Surat kepada Setan script is a criticizing and argument function. (3) The textual implications of the Surat kepada Setan on the political condition of Indonesia show a question of who the devil is in the life of the nation and the state and then of the text are a reflection to the reader as well as the audience. The result of this study can be taken into consideration when looking for the purpose or message of a literary work when it will be staged. In addition, the result of this study is recommended to be used as one material learning material implicature. keyword : conversational implicatur, monologue script
Kesesuaian antara Asesmen Guru dan Kemampuan Siswa dalam Mengonstruksi Teks Laporan Hasil Observasi di Kelas X SMAN 3 Singaraja I Putu Yoga Sadhu .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11310

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) cara guru dalam melakukan asesmen, (2) hasil asesmen yang diberikan oleh guru, (3) kemampuan siswa dalam mengonstruksi teks laporan hasil observasi, dan (4) kesesuaian antara asesmen guru dan kemampuan siswa dalam mengonstruksi teks laporan hasil observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X dan siswa kelas X SMAN 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah asesmen dan kemampuan dalam mengonstruksi teks laporan hasil observasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) cara guru dalam melakukan asesmen berpedoman pada Kurikulum 2013 Edisi Revisi (2) hasil asesmen yang diberikan guru menyatakan bahwa seluruh siswa mencapai kompetensi yang dituntut (KKM), (3) kemampuan siswa dalam mengonstruksi teks laporan hasil observasi dari segi proses menunjukkan hanya sebagian siswa yang aktif dalam melakukan observasi atau pengamatan. Hasil analisis teks laporan hasil observasi siswa menunjukkan siswa yang mencapai kompetensi sebesar 62 % sedangkan siswa yang tidak mencapai kompetensi sebesar 37 %.(4) kesesuaian antara asesmen guru dan kemampuan siswa mengonstruksi teks laporan hasil observasi menunjukkan bahwa hasil asesmen yang diberikan oleh guru sesuai dengan kemampuan siswa mengonstruksi teks laporan hasil observasi dari segi angka sebesar 57 % sedangkan hasil asesmen yang diberikan oleh guru tidak sesuai dengan kemampuan siswa sebesar 43 %. Dari segi ketuntasan hasil asesmen yang diberikan guru sesuai dengan kemampuan siswa sebesar 62% sedangkan hasil asesmen yang diberikan guru tidak sesuai dengan kemampuan siswa sebesar 38%. Guru perlu mencermati asesmen yang digunakan dengan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis teks laporan observasi.Kata Kunci : asesmen guru-siswa , teks laporan observasi This qualitative and quantitative descriptive study aims to describe (1) the way teacher conduct assessment, (2) the results of the assessment given by the teacher, (3) the students' ability to construct the observed report text, and (4) the suitability between the teacher assessment and the ability Students in constructing the observed report text. The subjects in this study are the teacher of Indonesian class X subjects and students of grade X SMAN 3 Singaraja. The object of this research is the assessment and ability in constructing the observation report text. The method used in this research is the method of observation, test, and documentation.The result of the research shows that (1) the way of the teacher in conducting the assessment is based on the Curriculum 2013 Revised Edition (2) the result of the assessment given by the teacher stated that all students achieve the required competence (KKM), (3) the student's ability in constructing the observation report text from In terms of process shows only some students who are active in making observations. The results of the text analysis of the results of students observations show students who achieve competence of 62% while students who do not achieve competence of 37%. (4) the suitability between teacher assessment and students' ability to construct the text of the observation result indicates that the result of the assessment given by the teacher is in accordance with the students' ability to construct the observation report text in terms of the figure of 57% while the result of the assessment given by the teacher is not in accordance with the students' by 43%. In terms of completeness of the assessment results given by teacher in accordance with the ability of students by 62%, while the results of teacher assessments are not in accordance with students' ability of 38%. Teacher need to examine the assessment used with the students’ ability in learning to write the text of observation report text.keyword : assessment of teacher and students, observation report text
ANALISIS JENIS, BENTUK, DAN FUNGSI TINDAK TUTUR BERITA UTAMA PADA KORAN BALI POST Luh Yuli Purnamentari .; Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12411

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis tindak tutur yang terdapat dalam berita utama pada koran Bali Post, (2) bentuk tindak tutur yang terdapat dalam berita utama pada koran Bali Post, dan (3) fungsi tindak tutur yang terdapat dalam berita utama pada koran Bali Post. Subjek penelitian ini adalah tuturan yang terdapat dalam berita utama pada koran Bali Post. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode dokumentasi dengan instrumen kartu data. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan (1) berita utama pada koran Bali Post mengandung tindak tutur lokusi dan ilokusi, (2) bentuk yang dominan digunakan dalam berita utama adalah bentuk deklaratif sebanyak 27 bentuk, (3) berita utama mengandung fungsi tindak tutur, fungsi asertif sebanyak 27, fungsi direktif sebanyak 4, fungsi ekspresif sebanyak 1, fungsi deklarasi sebanyak 1 dan tidak ada fungsi komisif. Di antara fungsi tersebut terdapat fungsi yang lebih dominan digunakan pada berita utama yaitu fungsi asertif. Fungsi asertif dapat dibagi menjadi tiga, yaitu asertif menegaskan, asertif mengumumkan, dan asertif menduga. Fungsi asertif lebih dominan digunakan karena fungsi tersebut berguna sebagai ungkapan untuk tuturan menegaskan, menduga, dan mengumumkan sesuatu kepada mitra tutur. Berdasarkan hasil analisis, ada beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan. Bagi penulis berita utama agar tetap memperhatikan gaya bahasa yang dipakai dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik namun masih memiliki makna yang implisit di dalamnya agar pembaca mudah mengerti apa yang hendak penulis sampaikan. Bagi dosen pengampu mata kuliah pragmatik hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan pembelajaran materi tindak tutur yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahaiswa. Bagi peneliti lain, penelitian ini baru sebatas pengkajian jenis, bentuk dan fungsi tindak tutur, peneliti lain diharapkan melakukan pengkajian terhadap dampak psikologis yang bisa dilihat dari tuturan berita utama.Kata Kunci : bentuk, fungsi, jenis, berita utama, tindak tutur. This descriptive research aimed at understanding (1) kind of speech act on main news of Bali Post newspaper, (2) form of speech act on main news of Bali Post newspaper, and (3) the function of speech act on the main news of Bali Post newspaper. The subject of the study were phrase on the main news of Bali Post newspaper. The data were obtained through the documentation method by using data card instruments. Based on the analysis that had been done, the result of this study showed (1) main news on Bali Post newspaper contained speech act of locution and ilocution, (2) the dominant form used on main news was 27 declarative form, (3) Main news that contained the function of speech act, the assertive function were 27, directive were 4, expressive function was 1, declaration function was 1 and there were no commissive function. Among those functions, there were more dominant function that was used on the main news that was assertive function. Assertive function was divided into three such as, explaining assertive, announcing assertive, and presuming assertive. Assertive function dominantly used because that function was useful as an expression to explaining speech, presuming speech and announcing speech to the opponent of speech. Based on the result of analysis, there are some suggestion from the researcher. For the researcher, main news have to pay attention on dialect that are used and used Indonesian properly however the language has implicit meaning that make the reader easy to understand about what the researcher wants to explain. For the pragmatic lecturer, the result of this research could be used as one of learning material speech act that can improve critical thinking of the university students. For the other researcher, this research is a study of kind, form and speech act function, the other researcher are expected to examine the psychology impact that can be seen from main news speech. keyword : Form, Fuction, Kind, Main News, Speech Act
PILIHAN BAHASA PADA UPACARA PERKAWINAN ADAT DI DESA NENU, KECAMATAN CIBAL, KABUPATEN MANGGARAI Bernadeta Diung .; Prof. Dr. I Nengah Martha, M.Pd. .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.13746

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) pilihan bahasa yang digunakan oleh ketua adat pada perkawinan adat di Desa Nenu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, (2) dasar pemilihan bahasa yang digunakan oleh ketua adat pada perkawinan adat di Desa Nenu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, dan (3) makna bahasa yang terkandung pada perkawinan adat di Desa Nenu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah ketua adat, dan objek penelitiannya adalah pilihan bahasa yang digunakan pada upacara perkawinan adat. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan (1) pilihan bahasa yang digunakan oleh ketua adat pada upacara perkawinan adat adalah bahasa Manggarai, (2) dasar pilihan bahasa yang digunakan oleh ketua adat bersifat tradisi atau pemertahanan tradisi dan berkaitan dengan adiluhur bahasa Manggarai, dan (3) pilihan bahasa yang digunakan pada upacara perkawinan adat mengandung makna yang dalam mengenai makna hidup dan kehidupan dalam keluarga.Kata Kunci : pilihan bahasa, perkawinan adat, desa Nenu. This study aimed describe (1) the laguage choice which used by the leader at traditional marriage in Nenu Village, Cibal district , Manggarai Regency, (2) the basic language selection used by the leader at traditional marriage in Nenu Village, district Cibal, Manggarai regency, and (3) the language meaning contained at traditional marriage, Cibal district, Manggarai district.This research used qualitative descriptive design. The subject of this research is the adat chairman, and the object of his research is the choice of language used in the customary marriage ceremony. This research uses observation method and interview method. The results of this study indicate that (1) the choice of language used by the adat leader in the adat marriage ceremony is the Manggarai language, (2) the basic choice of language used by the adat chairman is tradition or traditional defense and related to the Manggarai language, and (3) the choice the language used in traditional adat ceremonies contains deep meaning about the meaning of life and life in the family.keyword : language choice, traditional marriage, Nenu village.
PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN TELEVISI “PADA ZAMAN DAHULU” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI CERITA FABEL PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 3 MENGWI Ida Ayu Gede Pramiari .; Drs. I Wayan Wendra, M.Pd. .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14356

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (2) hasil penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (3) respons siswa terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel. Subjek dalam peneliitian ini yaitu guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Mengwi. Objek dalam penelitian ini yaitu langkah-langkah penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu”, kemampuan hasil belajar siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel dan respons siswa terhadap pengunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu”. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunanakan metode (1) Observasi, (2) Tes, (3) Angket, dan (4) Wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tehnik diskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terdapat tiga langkah dalam pembelajaran menceritakan kembali isi cerita fabel yaitu pendahuluan, inti, dan penutup, (2) kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel meningkat dengan perolehan skor rata-rata refleksi awal yaitu 59,35 (kurang), menjadi 70,11 (cukup) pada siklus I dan menjadi 81,41 (baik) pada siklus II, dan (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel dengan skor rata-rata respons siswa 30,88 (positif) pada siklus I menjadi 32,41 (sangat positif) pada siklus II. Kata Kunci : Tayangan Televisi, Menceritakan Cerita Fabel This classroom action research (PTK) aimed for investigating 1) the steps to use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. 2) result of using television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. 3) student’s response towards the use of use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. The subject of this study is the teacher of Bahasa Indonesia and students of class VII B in SMP N 3 Mengwi. The objects of this study are the steps of using television program “Once Upon a Time”, the ability of student learning outcomes in retelling the contents of fable stories, and student’s response towards the use of use television program “Once Upon a Time”. Data collection in this research (1) observation, (2) Test, (3) Questionnaire, and (4) Interview. The data were analyzed by using descriptive- qualitative and descriptive-quantitative techniques. The result showed that: 1) There are three steps of re-telling the content of the story such as opening, whilst-activity, and closing. 2) the student’s skill in re-writing the story increased from 59.35 (low) in pre-reflection into 70,11 (satisfactory) in 1st cycle and 81.41 (good) in 2nd cycle. 3) the student’s response towards the use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill was positive with the average score 30.08 in 1st cycle into 32.41 in 2nd cycle. keyword : Television Impressions, Telling Fable Stories
Co-Authors -, Imayatuddina ., Arista Ediawati ., Bernadeta Diung ., Hasyamuddin Hadi ., I A Putu Nikke Widhi Ariani ., I Gusti Ayu Ratih Sintya Dewi ., I Komang Dodik Muliarta ., I Putu Yoga Sadhu ., I Wayan Erwin Widyaswara ., Ida Ayu Gede Pramiari ., Kadek Ayu Dwi Handayani ., Kadek Desy Indah Sari ., Komang Desy Fridayanti ., Komang Surya Adnyana ., Ni Komang Yuni Tri Antari ., Ni Made Anggun Purwati ., Riza Fahmi A A N Bagus Janitra Dewantara Adnyana, Komang Surya Adnyani, Ni Luh Putu Sri Al Khatib, Nazila Aminatuzzahro . Anjani, Arnum Hardyanti Arista Ediawati . Arnum Hardyanti Anjani Artawan, Gede Ayu Widiastawa Bernadeta Diung . Br Ginting, Vibra Yanti Yulita Br Hutagalung, Lilis Cahyani, Ni Nyoman Trisya Indah Christina Purwanti, Christina Dewa Komang Tantra Dewa Putu Astawan Ariputra . Dewa Putu Astawan Ariputra ., Dewa Putu Astawan Ariputra Dewantara, A A N Bagus Janitra Dewi Rahmayanti . Diantari, I Dewa Ayu Merry Drs. I Nyoman Merdhana, M.Pd . Drs. I Nyoman Seloka Sudiara, M.Pd . Firda Lailia Firlisa Era Setiawati . Firlisa Era Setiawati ., Firlisa Era Setiawati Gde Artawan Gede Aditra Pradnyana Gede Artawan Gusti Ayu Nyoman Juliartini . Hasyamuddin Hadi . Hilmi, Muhammad Imam I A Putu Nikke Widhi Ariani . I Dewa Ayu Merry Diantari I Dewa Gede Budi Utama I Gede Budasi I Gede Nurjaya I Gusti Agung Galuh Wismadewi I Gusti Ayu Niken Launingtia, I Gusti Ayu Niken I Gusti Ayu Putu Pradnyani I Gusti Ayu Ratih Sintya Dewi . I Komang Dodik Muliarta . I M. Gosong I Made Ardwi Pradnyana I Made Maduriana I Nengah Martha I Nengah Suandi I Nyoman Yasa I Putu Agus Ari Satria Putra I Putu Gede Sutrisna . I Putu Mas Dewantara I Putu Yoga Sadhu . I Wayan Artika I Wayan Endriana . I Wayan Endriana ., I Wayan Endriana I Wayan Erwin Widyaswara . I Wayan Nayun I Wayan Nayun I Wayan Swandana I Wayan Wendra Ida Ayu Gede Pramiari Ida Ayu Gede Pramiari . Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Sutresna Imamah, Nur Aini Azmi Imayatuddina - Ira Rahmawati Jayani, Luh Sri Asih Kadek Ayu Dwi Handayani . Kadek Desy Indah Sari . Kadek Sintya Dewi Kadek Wirahyuni Karuna, Gede Budi Komang Desy Fridayanti . Komang Surya Adnyana Komang Surya Adnyana . Lailia, Firda Lidia Hindriyani, Ni Made Luh Ade Yuningsih Luh Widayanti Luh Yuli Purnamentari Luh Yuli Purnamentari . M.Pd Drs. I Nyoman Merdhana . M.Pd Drs. I Nyoman Seloka Sudiara . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Irma Dwijayanthi . Made Irma Dwijayanthi ., Made Irma Dwijayanthi Made Sri Indriani Menggo, Sebastianus Mustika, Dwi Bayu Nayun, I Wayan Nelly Hagashita . Nelly Hagashita ., Nelly Hagashita Ni Kadek Ayu Diah Prabasasti . Ni Kadek Devi Wiryanti . Ni Ketut Suliavitri Niranjani Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Yuni Tri Antari . Ni Made Anggun Purwati . Ni Made Lidia Hindriyani Ni Made Maret Mamiani . Ni Nyoman Anna Pratiwi . Ni Putu Ayu Novi Arini . Ni Putu Ayu Novi Arini ., Ni Putu Ayu Novi Arini Ni Putu Eka Purnama Dewi . Ni Putu Eka Purnama Dewi ., Ni Putu Eka Purnama Dewi Ni Putu Purnami Ni Putu Santri Sintia Dewi Ni Putu Seniwati Ni Putu Seniwati, Ni Putu Nur Aini Azmi Imamah Palguna, I Made Alfa Pande Putu Edi Harnata . Pradnyani, I Gusti Ayu Putu Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Purnamentari, Luh Yuli Purnami, Ni Putu Puspita, Nyoman Trisna Ari Putra, I Putu Agus Ari Satria Putri, Ida Ayu Puti Rika Wibawanti Putu Desi Arnadi . Putu Desi Arnadi ., Putu Desi Arnadi Putu Kerti Nitiasih Putu Rima Ruspitayanti . Putu Wiwin Meliana Dewi . Putu Wiwin Meliana Dewi ., Putu Wiwin Meliana Dewi Rinjani, Ida Rifaniah Riza Fahmi . Sang Ayu Putu Sriasih Sanusi, Bayyazid Ray Sanusi Sinta Nofia Sari Sudiana , I Nyoman Suryantini, Ni Kadek Nik Syahfitri, Dian Tania Dwitayanti Tantri, Ade Asih Susiari Wayan Febby Evayana Karnawa . Widayanti, Luh Widiastawa, Ayu Wiraningsih, Putu Xuan, Zhao Yuningsih, Luh Ade