p-Index From 2021 - 2026
5.138
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika E-Journal Of Animal Science Udayana University Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Prosiding Seminar Nasional MIPA Wahana Matematika dan Sains JURNAL MATEMATIKA STATISTIKA DAN KOMPUTASI Jurnal Pengajaran MIPA Jurnal Sains dan Teknologi Electronic Journal of Graph Theory and Applications (EJGTA) AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Journal on Mathematics Education (JME) Journal on Mathematics Education (JME) Jurnal Pendidikan Matematika AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Jurnal Elemen JURNAL SIMETRIK Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan International Journal on Emerging Mathematics Education WIDYA LAKSANA MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Indonesian Journal of Combinatorics Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio EIGEN MATHEMATICS JOURNAL JURNAL PENDIDIKAN MIPA Thinking Skills and Creativity Journal Indonesian Values and Character Education Journal Jurnal Pendidikan Guru (JPG) Jurnal Math-UMB.EDU Indonesian Journal of Chemistry and Environment Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan Indonesian Journal of Instruction Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Al-Irsyad Journal of Mathematics Education JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro International Journal of Education, Management, and Technology Jurnal Pendidikan MIPA MEDIA EDUKASI: JURNAL ILMU PENDIDIKAN Exploration In Early Childhood Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerincing Berbantuan Kartu Masalah Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Sukasada Ni Made Irma Dwi Purnamayanti .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .; I Wayan Puja Astawa,S.Pd,M.Stat.Sci .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing berbantuan kartu masalah lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VII SMP Negeri 3 Sukasada tahun ajaran 2015/2016 yang tersebar dalam 4 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, sehingga terpilih kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis siswa dengan soal uraian berjumlah 5 butir. Selanjutnya data kemampuan komunikasi matematis siswa dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung (2,596) > t tabel (1,671). Akibatnya H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing berbantuan kartu masalah lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : kancing gemerincing, kartu masalah, komunikasi matematis This study aimed at determing wheter the mathematical communication skills of students that learned by using cooperative learning model aided by talking chip technique and problem card is higher than the direct learning model. This study is a quasi-experimental research that used the post-test only control group design. The research was conducted on class VII SMP Negeri 3 Sukasada in the academic year 2015/2016 which are grouped into 4 classes. Sample was taken by random sampling technique, in which class VII A was selected experimental class and class VII B as the control one. The data collection was using mathematical communication ability test with 5 grains questionnaires description. Furthermore, the data of students mathematical communication analyzed using t-test with significance level of 5%. Hypothesis test result show that t (2,596) > t table (1,671). Consequently Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that mathematical communication skills of students who learned by using cooperative learning model aided by talking chip technique and problem card is better than that of students who learnined by using direct learning modelkeyword : talking chip, probem card, mathemathical communication
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERORIENTASI MASALAH MATEMATIKA TERBUKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 SINGARAJA I Wayan Kumarayasa .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berorientasi masalah matematika terbuka lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 3 yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunaan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=1,86491 >〖 t〗_tabel= 1,68595. Hal ini menjelaskan bahwa H_(0 ) ditolak, yang berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berorientasi masalah matematika terbuka lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini terjadi karena adanya fakta-fakta empiris bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berorientasi masalah matematika terbuka lebih aktif bertanya, lebih bersemangat dalam memecahkan masalah matematika, dan lebih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model pembelajaran generatif, masalah matematika terbuka, pemecahan masalah matematika This study was aimed at investigating whether mathematical problem solving ability of students who were taught with generative learning model oriented on open-ended mathematical problem was better than those who were taught with conventional learning model. This study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this study was all students of XI MIPA class at SMA Negeri 3 Singaraja in the academic year 2015/2016. Cluster random sampling was used as the sampling technique in this study, in which XI MIPA 1 and XI MIPA 3 classes were selected randomly as the samples of the study. Essay test was used to gather the students’ mathematical problem solving ability as the data of this research. One tail independent t-test with 5% significance level was used to analyze the data. The result of the study showed that the tscore = 1,86491 > ttable = 1,68595. Based on the data analysis, it can be concluded that the nul hypothesis was rejected. This means that the students’ mathematical problem solving ability who were taught with generative learning model oriented on open-ended mathematical problem was better than the one of students who were taught with conventional learning model. This result was supported by the findings that the students who were taught with generative learning model oriented on open-ended mathematical problem were more active, enthusiastic, and curious than those who were taught with conventional learning model.keyword : Generative learning model, open-ended mathematical problem, mathematical problem solving
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII A3 SMP NEGERI 3 SAWAN Ni Made Suastini; I nengah Suparta; I Gst Nyoman Yudi Hartawan
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i1.19895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A3 SMP Negeri 3 Sawan yang berjumlah 28 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, dan penyebaran angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar matematika siswa meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I, siswa yang berada pada kriteria kurang aktif sebanyak 1 orang, kriteria cukup aktif sebanyak 26 orang, dan kriteria aktif sebanyak 1 orang. Pada sikus II, siswa yang berada pada kriteria cukup aktif sebanyak 17 orang dan kriteria aktif sebanyak 11 orang. Pada siklus III, siswa yang berada pada kriteria aktif sebanyak 26 orang dan kriteria sangat aktif sebanyak 2 orang. Peningkatan rata-rata nilai pemahaman konsep matematika siswa dari tahun-tahun sebelumnya yaitu dari 65,48 menjadi 75,55 pada siklus I, dari 53,74 menjadi 75,83 pada siklus II, dan dari 53,74 menjadi 78,43 pada siklus III. Peningkatan tersebut dapat tercapai karena siswa berperan sebagai fasilitator, memfasilitasi siswa lain dalam kegiatan pembelajaran sehingga melatih keaktifan siswa untuk berusaha memahami suatu materi, meningkatkan kemampuan saling bertukar pendapat, dan keberanian mengutarakan pendapat secara tebuka yang menyebabkan terjadinya interaksi, baik antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru. Skor tanggapan seetiap siswa terhadap model pembelajaran yang diterapkan berada pada kriteria positif.Kata kunci: Student Facilitator and Explaining, aktivitas belajar, pemahaman konsep matematika, tanggapan siswa.
MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN MATEMATIKA I Nengah Suparta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN BERBANTUAN PERTANYAAN WHAT-IF DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENANGANI PERMASALAHAN MATEMATIKA TERBUKA I Putu Ade Andre Payadnya; I Nengah Suparta; Gede Suweken
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan teori pembelajaran lokal pada materi luas daerah lingkaran. Penelitian menitikberatkan pada peningkatan kemampuan siswa menangani permasalahan matematika terbuka. Sebagai bantuan, dalam pembelajaran disertai pertanyaan what-if untuk mengembangkan pemikiran siswa. Penelitian ini menggunakan metode design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Aktivitas pembelajaran disusun berdasarkan prinsip-prinsip permasalahan matematika terbuka. Implementasi pembelajaran dilakukan di Kelas VIII SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis siswa di LKS, hasil post-test, wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Lintasan pembelajaran dari penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut: (1) menghitung luas daerah gambar danau menggunakankertas berpetak, (2) menghitung luas daerah lingkaran menggunakan kertas berpetak , (3) menemukan nilai π dan rumus luas daerah lingkaran, (4) menyelesaikan berbagai permasalahan matematika terbuka. Temuan yang diperoleh peneliti adalah dimana siswa sempat kesulitan menemukan metode lain dan banyak variasi jawaban siswa yang tidak diprediksi sebelumnya. Siswa sudah mampu melakukan reasoning dengan baik meskipun masih ada yang kurang efektif. Pemahaman siswa pada permasalahan matematika terbuka meningkat. Peneliti mementingkan aspek keterhubungan dan realitas sajian dalam lintasan pembelajaran. Kata-kata Kunci: Luas Daerah Lingkaran, Permasalahan Matematika Terbuka, Pertanyaan What-If, Teori Pembelajaran Lokal  AbstractThe purpose of the study was to obtain a local instructional trajectory for the area of the circle materials. The focus of the study was on the improvement of students’ ability on solving open-ended problems. As supports, the what-if type questions are used to developed student thinking ability. Design research was deliberately chosen as the method of the present study, with three following steps: (1) preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The teaching implementation was carried out at Grade VIII SMP Negeri 1 Singaraja Academic Year 2015/2016. The data related to student’ activities and strategies that students used to solve the given problems during learning processes were collected through students’ written works in the worksheets, result of post-test, interviews, and observations. The gathered data were analysed descriptively. Learning trajectory of this research has four steps: (1) counting the area of lake pictures using grid paper, (2) counting the area of the circle using grid paper, (2) refinding π and the area of the circle formula, and (4) solving open-ended problems. From the research we found that in the beginning students are difficultto find another method when counting the area of the circle using grid paper. The other finding show that there are many variation in students’ answer. The students was capable to do reasoning although there are the reasoning that not effective. Students’ understanding in open-ended problems was increased. Researcher put important point in conecctivity and object reality in learning trajectory. Key words: Area of The Circle, Open-Ended Problems, What-if Questions, Design Research, Local Instructional Theory
PEMBELAJARAN DENGAN VISUAL SCAFFOLDING UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TERBUKA MATERI FUNGSI KUADRAT N. L. T Rahmawati; I Nengah Suparta; Gede Suweken
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu lintasan pembelajaran dengan visual scaffolding pada materi fungsi kuadrat. Peneliti menitikberatkan pada kemampuan siswa menyelesaikan masalah terbuka. Pembelajaran ini disertai dengan penggunaan media pembelajaran geogebra untuk membantu siswa mengeksplorasi konsep fungsi kuadrat. Penelitian ini menggunakan design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis siswa di LKS, hasil post test, wawancara dan observasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Rumusan akhir lintasan pembelajaran dari penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut : (1) mengeksplorasi karakteristik grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (2) mengeksplorasi titik potong grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (3) mengeksplorasi titik puncak grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (4) menemukan kemungkinan jawaban permasalahan open ended dengan memanipulasi media visual. Dari temuan yang diperoleh, dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan visual scaffolding dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan menyelesaikan permasalahan open ended. Kata-kata kunci: fungsi kuadrat,permasalahan open ended, visual scaffolding AbstractThis research aims at designing a learning trajectory with visual scaffolding on quadratic functions. The study emphasized the student’s ability on solving open-ended problems. This learning is supported by the use of instructional media GeoGebra to help students to explore the concept of quadratic function. Design research was deliberately chosen as the method of this study, with the following three steps: preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The data related to student’s activities and strategies that students used to solve the given problems during learning processes were collected using student’s written works on some worksheets, post tests, interviews and observations. Final learning trajectory of this research has four steps: (1) exploring characteristic of quadratic function graph by manipulating visual media, (2) exploring intersection point of quadratic function graph with x-axes by manipulating visual media, (3) exploring vertex point of quadratic function graph by manipulating visual media, (4) finding possible solutions in solving open ended problems by manipulating visual media. The results showed that visual scaffolding was able to develop the students’ ability on solving open ended problems on quadratic function materials. Keywords: quadratic function, open-ended problems, visual scaffolding
HUBUNGAN JENIS KELAMIN, LITERASI MATEMATIKA, DAN DISPOSISI MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK SMA NEGERI DI DENPASAR Made Widya Suryaprani; I Nengah Suparta; I Gusti Putu Suharta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis hubungan dan besar hubungan antara jenis kelamin, literasi matematika, dan disposisi matematika terhadap prestasi siswa di kelas X SMA Negeri se Denpasar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri se–Denpasar. Sampel yang digunakan terdiri dari empat sekolah dengan perwakilan satu sekolah setiap kecamatan di Denpasar. Penelitian ini merupakan path analysis yang merupakan teknik statistik yang digunakan menguji hubungan langsung dan tak langsung antara dua atau lebih variabel. Instrumen pengambilan data menggunakan angket disposisi, dokumetasi, dan tes literasi matematika yang kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi. Berdasarkan pustaka yang ada kemampuan literasi matematika siswa dan laki laki memiliki perbedaan signifikan. Begitu juga disposisi matematika siswa pria lebih baik dari siswa perempuan. Hal ini erat kaitannya dengan prestasi belajar matematika siswa itu sendiri. Jenis kelamin berpengaruh langsung terhadap prestasi matematika dan juga tidak langsung di lihat dari kemampuan literasi dan disposisi matematikanya. Kata-kata Kunci : Literasi Matematika, Disposisi Matematika, Jenis Kelamin, dan Prestasi Siswa AbstractPurpose this research was to determine the type of relationship and the great relationship between the sexes, mathematical literacy and mathematics disposition on student performance in class X SMA in Denpasar. Research population was all students of class X SMA in Denpasar. Sample consisted of four schools with a representative of the school every district in Denpasar. This research is path analysis which is a statistical technique used to test both direct and indirect relationships between two or more variables. Instruments data aquisition using a questionnaire disposition, dokumetation, and mathematical literacy tests were then analyzed using regression analysis. Based on existing literature mathematical literacy and male students have significant differences. Likewise, male students' mathematical disposition better than female students. It is closely related to the students' mathematics achievement in itself. Gender direct effect on math achievement and also indirectly in view of literacy and math disposition. Keywords: Mathematical Literacy, Mathematics Disposition, Sex, and Student Achievement
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI MASALAH MATEMATIKA TERBUKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 DENPASAR Ni Komang Wirasti; I Nengah Suparta; Sariyasa Sariyasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah; (2) mengetahui ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016 yang terdistribusi dalam sepuluh kelas. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling, diperoleh siswa pada kelas X IPA 1, X IPA 2, dan X IPA 5 sebagai kelompok eksperimen dan X IPA 3, X IPA 4, dan X IPA 6 sebagai kelompok kontrol. Hasilnya dianalis menggunakan analisis varian dua jalur (anava dua arah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah; (2) terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah. Kata-kata Kunci : model pembelajaran, pemecahan masalah, masalah matematika terbuka, kemampuan pemecahan masalah, kecerdasan logis matematis. AbstractThe study was conducted in order to analyze: (1) the different ability of problem solving between the students following learning model application of problem solution oriented open ended mathematics and another group joining problem solving Learning; (2) the contribution of interaction between instructional model and logical mathematical intelligences towards problem solving skills. The study involved the students of class X SMAN 2 Denpasar in 2015/2016 spread out into ten different classes with homogeneous ability as the population. Based on random sampling the classes X IPA 1, X IPA 2, and X IPA 5 were determine as experimental groups, while classes X IPA 3, X IPA 4, dan X IPA 6 as control groups. The technique analysis Two Way Analysis of Varians. The result of data analysis this research that (1) the student’s ability of problem solving following learning model application of problem solution oriented open ended mathematics in which it is better, compared which student’s ability of problem solving following problem solution learning model ; (2) there was a significant contribution of interaction between learning model application and logical mathematical intelligences towards ability of problem solving. Key word : problem solution learning model, problem solving, open-ended mathematics, ability of problem solving, logical mathematics intelligences
PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MASALAH MATEMATIKA TERBUKA DENGAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA Ni Kadek Suryantini; I Nengah Suparta; I Gusti Putu Sudiarta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelajaran matematika diberikan kepada siswa untuk semua jenjang pendidikan formal dengan tujuan agar siswa dapat bernalar, berpikir secara logis, analitis, kritis, kreatif serta mandiri. Hal ini dapat ditumbuhkembangkan dengan pembelajaran matematika berbasis masalah matematika. Pembelajaran matematika dan kemampuan pemecahan masalah mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Masalah dalam matematika dapat berupa masalah tertutup dan masalah terbuka. Pada artikel ini akan difokuskan pada pembelajaran berbasis masalah matematika terbuka. Tujuan dari pembelajaran matematika berbasis masalah matematika terbuka ialah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan kemampuan berpikir matematis siswa dalam pemecahan masalah. Pembelajaran matematika yang berorientasi pada pengembangan masalah matematika terbuka, yang disusun sedemikian rupa sehingga masalah tersebut memiliki lebih dari satu jawaban yang benar, dengan lebih dari satu prosedur dan argumentasi pula. Faktor kognitif juga berpengaruh terhadap kesuksesan siswa, diperlukan kemampuan untuk mengontrol kognitif yang disebut kemampuan metakognitif. Secara ringkas metakognitif dapat diistilahkan sebagai thinking about thinking. Guru diharapkan dapat meningkatkan kemampuan metakognitif siswa melalui keterampilan metakognitif. Dari paparan sebelumnya diharapkan bahwa pembelajaran berbasis masalah terbuka dan keterampilan metakognitif akanber kontribusi positif terhadap prestasi belajar matematika siswa. Dalam artikel ini dibahas penerapan pembelajaran berbasis masalah yang dikombinasikan dengan keterampilan metakognitif untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Kata-kata Kunci: Pembelajaran berbasis masalah matematika terbuka, Keterampilan metakognitif, Prestasi belajar matematika siswa AbstractMath is given to students for all levels of formal education with the aim that students can reason, think logically, analytically, critically, creatively and independently. It can be cultivated with problem based learning. Math learning and problem solving skills have a very close relationship. The problem in mathematics can be a closed and open problem. This paper will focus on open ended problem. Its objective is to develop creative activities and students' mathematical thinking skills in problem solving. Math learning which orients on the development of an open ended problem, is designed as the problem has more than one correct answer, with more than one procedure and arguments. Cognitive factors also affect the success of the students, in which the capability to control the cognitive called metacognitive skills is highly required. Briefly, metacognitive can be defined as thinking about thinking. Teachers are expected to improve students' metacognitive capability through metacognitive skills. From the previous elaboration, it is expected that an open ended problem and metacognitive skills will contribute positively to students' mathematics achievement. In this paper, the application related to the combination of an open ended problem with metacognitive skills to improve mathematics achievement of students will be discuss thoroughly. Keywords: Open ended problem, metacognitive skills, mathematics achievement
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA: PENGETAHUAN AWAL, APRESIASI MATEMATIKA, DAN KECERDASAN LOGIS MATEMATIS I Putu Eka Irawan; I Gusti Putu Suharta; I Nengah Suparta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan memecahkan masalah matematika dengan menggunakan pemahaman sebelumnya atau kajian-kajian yang relevan secara logis dan teliti untuk menghadapi situasi yang tidak rutin. Para guru cenderung hanya menyoroti tentang metode pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Akan tetapi ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa terutama faktor internal seperti kemampuan pengetahuan awal, apresiasi matematika, dan kecerdasan logis matematis. Pengetahuan awal mempermudah dan membantu siswa untuk menguasai materi pokok. Apabila pengetahuan awal dapat dimanfaatkan dengan baik dalam memahami materi baru, maka akan berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Apresiasi matematika dapat menimbulkan gairah dan perhatian serius dalam belajar matematika. Gairah dan perhatian serius dalam belajar matematika dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Kecerdasan logis matematis membuat siswa dapat mengaitkan informasi-informasi yang terdapat dalam masalah dengan metode-metode yang tepat untuk menyelesaikan masalah matematika dan dalam melakukan perhitungan matematis. Sehingga kecerdasan logis matematis sangat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika. Pengetahuan awal, apresiasi matematika, dan kecerdasan logis matematis dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa. Kata-kata Kunci: pengetahuan awal, kecerdasan logis matematis AbstractAbility to solve mathematical problems using a previous understanding or relevant studies logically and carefully to deal with situations that are not routine. Teachers tend to only sheds light on learning methods are used to improve students' mathematical problem solving abilities. But there are other factors that affect students' mathematical problem solving ability, especially internal factors such as the ability of prior knowledge, appreciation of mathematics and mathematical logical intelligence. Prior knowledge can help students to master the subject matter. If the initial knowledge can be put to good use in understanding the new material, it will affect the ability of mathematical problem solving. Appreciation of mathematics can passion and serious attention in learning mathematics. Passion and serious attention in learning mathematics can improve the ability of mathematical problem solving. Logical mathematical intelligence enables students to associate the information contained in trouble with the appropriate methods for solving mathematical problems and to perform mathematical calculations. So the logical mathematical intelligence greatly affect the ability of solving mathematical problems. Prior knowledge, appreciation of mathematics and mathematical logical intelligence may affect the ability of mathematical problem solving in students.  Keyword: prior knowledge, mathematical logical intelligence
Co-Authors ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed. ., Gede Purwandika ., I Komang Widanto ., I Made Yoga Emma Prasetya ., I Pt Ade Andre ., I PUTU ADE ANDRE PAYADNYA ., I PUTU EDITIA MIUSENA ., I Wayan Kumarayasa ., IDA AYU IKA TRISNA DEWI ., IDA AYU NGURAH SULASMINIYATI ., KADEK YUDISTA WITRAGUNA ., MADE WIDYA SURYAPRANI ., NI KOMANG WIRASTI ., NI LUH TIA RAHMAWATI ., Ni Made Erlinta Devi ., Ni Made Irma Dwi Purnamayanti ., NI PUTU MEINA AYUNINGSIH ., NI WAYAN SANJIWANI UTAMI ., NI WAYAN SRI WIDHYANTARI ., NI WAYAN YUNIK WIDIA ASTUTI ., PANDE GEDE SUBIKSA BRAHMA RANDRA ., PUTU YULI SUWASTINI A. M. Sari Ade Dwi Utami Adi Saputra, Putu Resya Agustiari, Pande Kadek Rai Agustini, Kadek Trisna Anak Agung Lilyk Cahyani . Anak Agung Lilyk Cahyani ., Anak Agung Lilyk Cahyani Anak Agung Ngurah Gde Sapteka Annadhifi, Muhammad Ilham Nurfaizi Apriyanti, Muda Bgeholz, Susanne Budayana, I Made Cahyani, Ni Putu Candra D. Dafik Dewa Ayu Oka Setiawati Dewi, Putu Kartika Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Dr.I Wayan Sadra,M.Ed . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Findayani, Ni Kadek Gde Suweken Gede Purwandika . Gede Suweken Ghoffari, Lalu Hasan I Dewa M. Agus Ariawan I Dewa Made Agus Ariawan I Gede Adhitya Wisnu Wardhana I Gst Nyoman Yudi Hartawan I Gst Putu Sudiarta I GUSTI AGUNG EKA SURYANTARI . I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I GUSTI PUTU ARI SUGIANTARA . I Gusti Putu Suharta I Gusti Putu Suharta I KETUT GEDE BIRAWA ANURAGA . I Komang Sukendra I Komang Widanto . I Made Ardana I Made Chandra Adi Purnama I Made Satria Wiguna I Made Suarsana I Made Suarsana I Made Sumerta Yasa I Made Yoga Emma Prasetya . I MADE YOGA WICAKSANA . I Nyoman Gita I Nyoman Sukajaya I Pt Ade Andre . I Putu Ade Andre Payadnya I Putu Eka Irawan I PUTU EKA IRAWAN I WAYAN EKA ARYASUTA . I Wayan Kumarayasa . I Wayan Muderawan I Wayan Puja Astawa I Wayan Sadra Ida Ayu Purnama Bestari K. DEADY IRMAWAN . Kadek Amerta Yasa Kadek Pasek Budarsini KANISIUS MANDUR . Komang Agus Widyatmika Komang Tri Purnamayanthi Lestari, Sahin Two LUH DE IRIN PRADNYAWATI . Luh Mitha Priyanka Luh Putu Sri Lestari Made Widya Suryaprani Matthiesen, Finn Muhammad Naoval Husni Muhammad Turmuzi N. K. Nuraini N. L. T Rahmawati Narita, Ni Luh Putu Dinna Surya Narottama, Anak Agung Ngurah Made Ni Kadek Findayani Ni Kadek Suryantini Ni Komang Wirasti Ni Luh Dewi Sintiari Ni Luh Putu Dinna Surya Narita Ni Luh Suciari . Ni Luh Suciari ., Ni Luh Suciari Ni Made Erlinta Devi . Ni Made Irma Dwi Purnamayanti . Ni Made Sri Mertasari Ni Made Suastini Ni Made Suastini, Ni Made Ni Made Suwarnisi Ni Nyoman Parwati Ni Nyoman Riantini W. Ni Putu Ari Wiratini Ni Putu Darmayanti Ni Putu Nova Andriani Ni Putu Santhi Widiasih NI PUTU WIWIN SURYANTARI . Ni Wayan Ekayanti Ni Wayan Mei Ekayanti Ni Wayan Sanjiwani Utami . Ni Wayan Sri Maeti Pande Kadek Rai Agustiari Partayasa, Wayan Payadnya, I Putu Ade Andre Periandani, Putu Novi Pratiwi, Kadek Ayu Mutiara Priyanka*, Luh Mitha Purnama, I Made Chandra Adi Purnamayanthi, Komang Tri Putra, Komang Hendri Nugraha Putu Adhitya Santika Dharma Putu Kartika Dewi Putu Nanci Riastini, Putu Nanci Putu Novi Periandani Putu Resya Adi Saputra Rahmawati, N. L. T Rani Darmayanti Riantini W., Ni Nyoman Riza Aldira Robiatul Adawiyah Sapteka, Anak Agung Ngurah Gde Sapteka Sariyasa . SEBASTIANUS FEDI . Setiawan, Kadek Aldi Setiawati, Dewa Ayu Oka Srinivasa, Putu Winy Sudiarta, I Gst. Putu Suryantini, Ni Kadek Suryaprani, Made Widya Suweken, Gde Ulya, Viki Himatul Waluyo, D. Wayan Partayasa Wayan Sadra Wicaksana, I Made Yoga Widiantari, Ni Kadek Kasi Widiasih, Ni Putu Santhi Wikasari, Ayu Wirasti, Ni Komang