Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Variasi Campuran Air Suling dan Air Mineral pada Larutan Elektrolit terhadap Tegangan Aki Saputra, Hildar; Hurung Anoi, Yano; Ratnawati; Norhidayah, Siti
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/fym0zz84

Abstract

Accumulator/aki adalah suatu jenis baterai yang banyak digunakan untuk  kendaraan  bermotor. Aki motor secara umum dibedakan menjadi dua jenis yaitu aki basah dan aki kering. Di dalam aki basah terdapat cairan yang disebut elektrolit, elektrolit ini terbuat dari kandungan asam dengan air. Namun kandungan asam yang dihasilkan terkadang tidak sama dikarenakan pemilihan campuran air yang digunakan kurang tepat. Tujuan dalam penelitan ini adalah untuk mengetahui campuran elektrolit paling efektif terhadap perfoma tegangan pada aki dengan membandingkan penggunaan antara air suling dan air mineral. Metode penelitian ini bersifat eksperimental dengan membandingkan variasi larutan elektrolit pada dua aki berkapasitas 35Ah dan 45Ah. Output yang menjadi perbandingan yaitu pengukuran nilai tegangan yang dihasilkan oleh dua buah aki yang diuji. Pengujian dilakukan dalam kurun waktu 15 menit sampai 120 menit sebelum dan setelah charge. Pengukuran pada mobil berkapasitas 1200 cc dengan putaran 1000 rpm sampai 3000 rpm, larutan elektrolit pada air suling mendapatkan nilai tegangan yang lebih tinggi daripada air mineral, dengan tegangan saat penuangan pertama setelah 120 menit yaitu 12.9 volt dan setelah dicharge naik menjadi 13.6 volt.  Kemudian di mobil pada putaran 1000 rpm mendapatkan tegangan stabil 14.5 volt dan saat start engine pertama 10.2 volt. Kesimpulan dari penelitian ini elektrolit air suling terbilang lebih cocok digunakan untuk air aki ketimbang elektrolit air mineral. Untuk pemakaian jangka lama elektrolit air suling lebih baik dibandingkan elektrolit air mineral yang mudah panas saat digunakan pada jangka waktu yang lama dan diputaran rpm tinggi
PENGUATAN SISTEM INFORMASI LINGKUNGAN MELALUI PEMETAAN PARTISIPATIF DAN PEMBUATAN DENAH WILAYAH RT 25 DAN RT 27 DI KELURAHAN PRAPATAN KOTA BALIKPAPAN: PENGUATAN SISTEM INFORMASI LINGKUNGAN MELALUI PEMETAAN PARTISIPATIF DAN PEMBUATAN DENAH WILAYAH RT 25 DAN RT 27 DI KELURAHAN PRAPATAN KOTA BALIKPAPAN Kartika, Siska Ayu; Supardi, Crespo Yushar; Permana, Aditya Ramadhan; Pasau, Fransye Joni; Norhidayah, Siti; Fattah, Anwar
ABDIMAS UNWAHAS Vol. 11 No. 1 (2026): Abdimas Unwahas
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v11i1.15458

Abstract

Perkembangan kawasan permukiman di wilayah RT 25 dan RT 27 Kelurahan Prapatan Kota Balikpapan menuntut tersedianya sistem informasi lingkungan yang terstruktur pada tingkat rukun tetangga (RT). Wilayah ini memiliki karakteristik pemukiman padat dengan jalur akses yang saling terhubung namun sempit, sehingga memerlukanvisualisasi tata letak yang sistematis. Keterbatasan informasi spasial di lingkungan masyarakat seringkali menyebabkan kesulitan dalam mengidentifikasi lokasi rumah warga maupun memberikan informasi alamat kepada pihak luar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan bertujuan untuk menyediakan media informasi spasial berupa denah wilayah partisipatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi partisipatif, dimana kegiatan ini diawali dengan survey untuk pengumpulan data spasial wilayah, pembuatan denah wilayah, serta pemasangan denah pada lokasi strategis di lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemasangan denah wilayah mampu meningkatkan aksesibilitas informasi bagi warga maupun pihak luar, memudahkan identifikasi lokasi rumah warga, serta mendukung efektivitas pelayanan administrasi pada tingkat RT. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pemetaan partisipatif tidak hanya menghasilkan luaran fisik, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan literasi spasial masyarakat dalam mengenali struktur lingkungannya.
Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Mengembangkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Kuala Pembuang Abdullah, Abdullah; Saudah, Saudah; Yuwandi, Muhamad Fikri; Norhidayah, Siti
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 12 (2026): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i12.806

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan metode pembelajaran yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta mengidentifikasi kendala dan solusi dalam penerapannya pada Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Kuala Pembuang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif fenomenologis. Informan terdiri atas guru PAI, wali kelas, dan peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan berbagai metode pembelajaran, seperti ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi, studi kasus, dan penugasan berbasis proyek. Metode tersebut berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, evaluatif, dan kreatif peserta didik. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, keragaman kemampuan peserta didik, serta perlunya penguatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbasis HOTS. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran guru PAI berperan penting dalam mendukung pengembangan HOTS dan sejalan dengan Kurikulum Merdeka, meskipun masih diperlukan optimalisasi melalui pelatihan guru, pengelolaan pembelajaran, dan strategi diferensiasi.
Penerapan Metode Least Square Pada Peramalan Penggunaan Naocl Pada Proses Produksi Di Unit KPB Wardhani, Rachmasari Pramita; Norhidayah, Siti
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i1.469

Abstract

Companies engaged in processing including manufacturing industry must be oriented to the process in addition to production results, in this case the quality of the output must be improved or even maintained, this is to support services to the community of users of the production results. The selection of main raw materials and supporting raw materials and their needs must also be considered and must be right on target so that they can produce production as expected. The existence of forecasting is the one of important ways for companies to face future risks. Therefore, the preparation of the need for the use of Naocl materials in production must certainly be calculated so it will effective when use and efficient in financing. The method can be a method of forecasting the use of raw material needs because this method becomes the form of periodic series data’s that uses historical usage data in the past to forecast the next needs. The method used in this research is the method of quantitative descriptive by taking historical datas by using Naocl raw materials and then processing it using the least square method and obtaining forecast results in the 9th, 10th, 11th, and 12th months in 2023, then the data is processed again based on the annual amount for 2024 and 2025 based on data from 2020, 2021, 2022 and 2023. So the forecast for use in 2024 is 64446.3 liters and in 2025 it is 59662.4 liters from the equation Y = 88365.8 + (-4783.9) X. then the analysis result of the amount of Naocl usage can be predicted that the use of Naocl will decrease, it could be causing from the presence of other raw materials used, or the use of other equipment as support so as reduce using the chemicals material in production process.