Claim Missing Document
Check
Articles

All Indonesia Early Warning System Intelijen Imigrasi terhadap Penumpang Internasional Bermasalah ke Indonesia Gempita, Fajar; Riyanta, Stanislaus
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7636

Abstract

Peningkatan signifikan mobilitas internasional pascapandemi mendorong urgensi penguatan deteksi dini pada pengawasan perbatasan Indonesia, terutama setelah implementasi All Indonesia sebagai sistem deklarasi kedatangan terpadu yang berfungsi sebagai Early Warning System (EWS) Intelijen Keimigrasi­an. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana All Indonesia bekerja sebagai instrumen deteksi dini terhadap penumpang internasional bermasalah serta mengidentifikasi tantangan koordinasi, integrasi data, dan implikasi sosial-institusional dari penerapannya. Menggunakan desain penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif-analitis, data didapatkan melalui studi pustaka serta dikaji mempergunakan teknik analisis sekunder terhadap literatur, regulasi, dan temuan operasional terkait API/PNR, profiling risiko, dan praktik intelijen keimigrasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi data pra-kedatangan melalui API/PNR dan deklarasi digital mendukung peningkatan akurasi analisis risiko dan efektivitas pengambilan keputusan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi; namun berbagai kendala muncul, seperti keterbatasan interoperabilitas sistem, kurang optimalnya koordinasi lintas-instansi, serta risiko privasi dan keamanan data pribadi. Temuan ini berkontribusi pada penguatan teori integrasi EWS dalam tata kelola perbatasan modern serta menawarkan rekomendasi terkait peningkatan kapasitas SDM, penguatan SOP berbasis fusion desk, dan perlindungan data untuk membangun sistem deteksi dini yang lebih andal. Kesimpulannya, All Indonesia memiliki potensi strategis sebagai infrastruktur intelijen nasional, tetapi efektivitasnya bergantung pada integrasi data yang konsisten, mekanisme koordinasi yang solid, dan pemutakhiran tata kelola teknologi; studi lanjutan disarankan menggunakan metode campuran dan data primer untuk mengevaluasi efektivitas operasional di berbagai TPI.
Analisis Naratif Kebijakan Golden Visa dan Implikasinya terhadap Peningkatan Perekonomian Indonesia Muharam, Romi; Riyanta, Stanislaus; Priyanto, Sapto
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7682

Abstract

Kebijakan Golden Visa diperkenalkan untuk menarik investasi asing, talenta global, dan individu kaya guna meningkatkan daya saing nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji konstruksi narasi kebijakan ini dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemerintah membingkai kebijakan Golden Visa, mengidentifikasi kontra narasi yang muncul, dan mengeksplorasi metanarasi yang mendasari perdebatan tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dengan kerangka Narrative Policy Framework (NPF), melalui analisis dokumen kebijakan, pernyataan resmi, dan respons publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah membingkai kebijakan Golden Visa sebagai instrumen strategis untuk mempercepat investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong transfer pengetahuan. Namun demikian, kontra narasi menyoroti isu keadilan distribusi, potensi ketimpangan sosial-ekonomi, serta dampak fiskal jangka panjang yang belum sepenuhnya terukur. Analisis metanarasi menunjukkan adanya pertentangan antara paradigma pertumbuhan ekonomi berbasis investasi global dan paradigma pembangunan yang menekankan keadilan sosial dan keberlanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas kebijakan Golden Visa dalam meningkatkan perekonomian nasional sangat bergantung pada desain regulasi yang selektif, transparansi implementasi, serta keselarasan kebijakan dengan prinsip pembangunan inklusif.
Tantangan Reliabilitas OSINT dalam Intelligence Collection dan Implikasinya terhadap Ketahanan Wilayah Jakarta Riyanta, Stanislaus
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.117084

Abstract

Penggunaan Open Source Intelligence (OSINT) dalam pengumpulan intelijen di Indonesia meningkat signifikan, terutama dalam memantau dinamika di Jakarta sebagai pusat saraf nasional. Namun, kualitas dan reliabilitas informasinya menjadi tantangan krusial bagi upaya menjaga Ketahanan Wilayah Jakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan penggunaan OSINT, khususnya terkait reliabilitas dan kredibilitas informasi dalam mendukung keamanan wilayah perkotaan yang kompleks. Melalui survei terhadap 217 profesional intelijen negara yang memiliki pengalaman operasional di wilayah metropolitan, hasil penelitian menunjukkan bahwa OSINT dianggap sangat penting dengan skor 4,35 dari skala 5. Meskipun demikian, terdapat keraguan signifikan mengenai keandalan informasi, di mana rata-rata penilaian berada pada tingkat fairly reliable (C) dan kredibilitas possibly true (3) berdasarkan matriks 6x6 Admiralty System. Temuan menunjukkan bahwa 52% responden memprioritaskan keakuratan data di atas kecepatan pengumpulan, mengingat informasi yang tidak akurat dapat memicu instabilitas di Jakarta yang berdampak langsung pada Ketahanan Nasional. Untuk memperkuat resiliensi wilayah, lembaga intelijen disarankan menerapkan metodologi verifikasi yang lebih ketat melalui standar SANS Institute, mengintegrasikan teknologi analitik canggih, serta meningkatkan kompetensi analis agar OSINT dapat menjadi instrumen deteksi dini yang andal bagi stabilitas ibu kota.