Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengembangan Kelembagaan Pemasaran Ikan Komoditas Utama Di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Morodemak, Kabupaten Demak Manik, Dessyanti; Bambang, Azis Nur; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.099 KB)

Abstract

Kelembagaan pemasaran ikan sangat penting dalam kegiatan pemasaran dan kelembagaan pemasaran berfungsi dalam mendukung keberhasilan nelayan dalam mengoptimalkan kegiatan pemasaran. Kurang berfungsinya kelembagaan pemasaran menyebabkan pemasaran tidak efisien, seperti biaya pemasaran tinggi dan distribusi marjin tidak merata. Untuk itu diperlukan adanya strategi pengembangan kelembagaan pemasaran agar secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai pemasaran kelembagaanikan komoditas utama, menganalisis margin pemasaran yang diterima oleh masing-masing pelaku pemasaran dan menganalisis strategi pengembangan kelembagaan pemasaran ikan di PPP Morodemak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Penentuan responden dengan dua cara yaitu melakukan wawancara terhadap beberapa key person berjumlah 6 responden dalam penentuan strategi pada Analisis SWOT serta Analisis Marjin Pemasaran menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu nelayan 12 orang, bakul besar 10 orang dan bakul kecil 10 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran yang berada di PPP Morodemak terdapat 6 saluran. Marjin pemasaran yang diperoleh oleh pedagang pengumpul besar lebih besar dibandingkan pedagang pengumpul kecil serta memiliki keuntungan yang maksimal dan strategi pengembangan yang menjadi prioritas utama dalam pemasaran ikan Kembung dan ikan Tongkol di PPP Morodemak yaitu didapatkan hasil S-O (Strength -Opportunity) dengan total skor 1,0 yaitu memperluas distribusi pemasaran ikan sesuai dengan tingginya permintaan.
ANALISIS EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN PANDEGA PADA ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE DI PPP TASIKAGUNG REMBANG Mutmainnah, Mutmainnah; Mudzakir, Abdul Kohar; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1458.106 KB)

Abstract

Nelayan pandega merupakan nelayan buruh/ABK pada usaha penangkapan ikan dan memperoleh upah dari bagi hasil pada setiap trip penangkapan. Upah yang diterima lebih rendah dibanding dengan juragan, nahkoda dan juru mesin. Pendapatan yang diperoleh tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, namun dengan terbatasnya pendapatan, maka pemenuhan kebutuhan pangan dan non pangan dalam rumah tangganya pun akan mengalami kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik nelayan pandega, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dan pengeluaran rumah tangga nelayan pandega Mini purse seine di PPP Tasik Agung. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2017. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus.Jumlah sampel 84 orang nelayan pandega.Teknik pengambilan sampel menggunakan metode incidental sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, studi pustaka, dokumentasi dan observasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan software SPSS 20. Hasil penelitian yaitu usia nelayan pandega mini purse seine di PPP Tasikagung berada pada usia produktif, pendidikan terakhir nelayan pandega mayoritas pada tingkat SD. Pengalaman melaut nelayan pandega selama 21-30 tahun dan jumlah tanggungan keluarga yaitu 2–3 orang. Faktor yang mempengaruhi pendapatan rumah tangga nelayan pandega yaitu jumlah ABK, jumlah trip, jumlah hasil tangkapan, dan GT kapal  dengan R square 84%. Secara parsial, faktor yang mempengaruhi yaitu jumlah ABK, jumlah trip, jumlah hasil tangkapan dan GT kapal. Faktor yang mempengaruhi pengeluaran rumah tangga nelayan pandega yaitu pendapatan rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga dan pendidikan nelayan dengan R square 71%. Secara parsial, faktor yang mempengaruhi yaitu pendapatan rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga dan pendidikan nelayan.
ANALISIS DAYA SAING DAN SALURAN PEMASARAN IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER SP.) DI KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH Pangastuti, Wahyu Novia; Mudzakir, Abdul Kohar; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.078 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif makarel dan menganalisis margin dan efisiensi rantai pemasaran ikan kembunng (Rasrelliger sp). Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi sedangkan metode yang digunakan untuk menganalisis daya saing menggunakan Matriks Analisis Kebijakan, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran. Jumlah responden yang diperoleh di TPI Morodemak terdiri dari 39 nelayan mini purse seine, sedangkan responden di TPI Wedung terdri dari 7 nelayan cantrang. Penentuan jumlah responden jumlah kapal dilakukan dengan cara snowball sampling. Jumlah responden pada pedagang di TPI Morodemak terdiri dari 9 pedagang, 11 pedagang menengah, dan 12 pedagang kecil. Sedangkan jumlah pedagang di TPI Wedung terdiri dari 2 pedagang besar, 3 pedagang sedang dan 3 pedagang kecil. Penentuan responden pada pedagang ini dilakukan dengan stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing keunggulan kompetitif ikan kembung (Rastrelliger sp) yang terlihat dari nilai DRC di TPI Morodemak dan TPI Wedung adalah 0,30 dan 0,13 sedangkan untuk nilai komparatif nilai PCR TPI Morodemak dan TPI Wedung adalah 0, 65 dan 0,44. Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa nilai margin tertinggi adalah pedagang besar yaitu Rp. 8.000, sedangkan nilai margin terkecil adalah pedagang kecil yaitu Rp.3.000.
ANALISIS CPUE, MSY, DAN USAHA PENANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Febriani, Putri Rizki; Mudzakir, Abdul Kohar; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.317 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui CPUE lobster yang ada di Kabupaten Gunungkidul, mengetahui besarnya potensi lestari lobster di Kabupaten Gunungkidul, dan menganalisis kelayakan ekonomi usaha penangkapan lobster di Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Data yang diambil berupa data primer, meliputi konstruksi dan cara pengoperasian jaring lobster dan krendet, daerah penangkpaan lobster, serta besarnya biaya, modal, dan harga lobster, juga data sekunder, meliputi data produksi dan jumlah upaya penangkapan lobster tahun 2007-2013, serta peta lokasi Kabupaten Gunungkidul. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode propotional sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 nelayan. Analisis Catch Per Unit Effort (CPUE) dilakukan sebagai indikasi kelimpahan stok. Analisis MSY dilakukan untuk mengetahui besarnya potensi lobster di Kabupaten Gunungkidul. Analisis ekonomis digunakan untuk mengetahui besarnya investasi, biaya, pendapatan, dan keuntungan, serta kelayakan usaha penangkapan lobster di Kabupaten Gunungkidul dilakukan analisis dengan menggunakan discounted criterion dengan pendekatan finansial yang meliputi NPV, B/C Ratio, IRR, dan PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CPUEstd lobster selama periode 2007-2013 adalah 3,38 kg/trip. Nilai MSY lobster tahun 2007-2013 adalah 70851 kg, dengan fMSY 26618 trip. Berdasarkan analisis CPUE dan MSY menunjukkan penangkapan lobster di Kabupaten Gunungkidul telah mencapai overfishing. Analisis kelayakan ekonomi usaha penangkapan lobster rata-rata per tahun diperoleh investasi sebesar Rp 37.495.800,00; biaya sebesar Rp 73.284.667,00; pendapatan sebesar Rp 93.440.000,00; keuntungan sebesar Rp 20.155.333,00; NPV sebesar Rp 265.052.914,00; B/C Ratio sebesar 1,41; IRR sebesar 71%; Payback Period (PP) sebesar 3,2 tahun atau sekitar 3 tahun 2 bulan 12 hari. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi usaha penangkapan lobster di Kabupaten Gunungkidul dapat dikatakan layak secara ekonomi. The purpose of this research to determine CPUE of lobster, to determine Maximum Sustainable Yield of lobster and  analysis economic feasibility fishing lobster in Gunungkidul Regency. The research used descriptive method. Data collected basic data include gear construction and fishing method bottom gillnet and krendet, fishing ground lobster, and cost, invest, and lobster price, also second data include production data and amount of effort lobster from 2007 to 2013, also map of Gunungkidul Regency. This research used descriptive method, sampling respondent amount 25 fishermen with proportional sampling. Data was collected through direct observation and interviews with lobster fishermen in Gunungkidul Regency. Analysis of CPUE as an indication of stock abundance. Analysis of MSY to determine the potential of the lobster. Economic analysis used to determine about investment, cost, income, profit and also feasibility fishing catch lobster using discounted criterion on financial namely NPV, B/C Ratio, IRR, and PP. The result from this research is the average CPUEstd of lobster periode 2007-2013 about 3.38 kg/trip. MSY of lobster periode 2007-2013 is 70851 kg, with the fMSY 26618 effort. Based on the analysis of CPUE and MSY show catching lobsters in Gunungkidul has reached overfishing. Analysis feasibility fishing catch lobster in a year with an investment Rp 37.495.800,00; cost Rp 73.284.667,00; revenue Rp 93.440.000,00,00; profit Rp 20.155.333,00; NPV is about Rp 265.052.914,00; B/C Ratio about 1.41; IRR about 71%; Payback Period (PP) about 3.2 a year approximately in 3 years 2 months 12 days. Based on the analysis economics feasibility of lobster in Gunungkidul regency can be feasible (feasible) forwarded.
Analisis Kinerja Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra dalam Usaha Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Kabupaten Indramayu Nurhayati, Eka Siwi; Mudzakir, abdul Kohar; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.683 KB)

Abstract

Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra memiliki peran menggerakkan perekonomian anggota. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alat ukur untuk mengetahui kinerja dan capaian sasaran sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam menyusun strategi di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja Tempat Pelalangan Ikan (TPI) Karangsong dan KPL Mina Sumitra. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi. Pengambilan sampel anggota KPL menggunakan metode quota sampling sedangkan pengambilan sampel karyawan menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis kinerja TPI menggunakan Manufacturing Cycle Efficiency (MCE) sedangkan analisis kinerja koperasi menggunakan Balanced Scorecard (BSC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja TPI mendapatkan skor 1,048, artinya kegiatan lelang di TPI Karangsong berjalan efisien. Adapun analisis  kinerja KPL Mina Sumitra dilihat dari empat perspektif menunjukkan bahwa perspektif keuangan dinilai dengan pencapaian 75%, perspektif pelanggan dengan pencapaian 90,64%, perspektif bisnis internal dengan pencapaian 93,75% sedangkan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dengan capaian 87,25%. Hasil pengukuran kinerja dengan metode BSC ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi KPL Mina Sumitra dalam menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang.
ANALISIS KINERJA KOPERASI UNIT DESA (KUD) MISOYO MARDI MINO DALAM USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN SARANG, KABUPATEN REMBANG Merdiana, Shervinda Eky; Wibowo, Bambang Argo; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.705 KB)

Abstract

Koperasi memiliki peranan penting dalam perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mengetahui apakah koperasi sudah baik, maka perlu diketahui kinerjanya. Analisis kinerja KUD Misoyo Mardi Mino  sangat penting dalam pelayanan kepada anggotanya. Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengidentifikasi unit – unit usaha yang dikelola KUD Misoyo Mardi Mino 2) menganalisis kinerja KUD Misoyo Mardi Mino dengan menggunakan analisis Balance Score Card (BSC). Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dengan 100 responden, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis menggunakan Balanced Score Card (BSC) dengan empat perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Perspektif keuangan dihitung menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rentabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUD Misoyo Mardi Mino mempunyai beberapa unit usaha diantaranya penjualan solar (SPDN), pembayaran rekening listrik dan air, dan jasa sewa gedung atau waserda. Adapun analisis hasil perspektif keuangan dengan indikator rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas didapatkan hasil sebesar 17,5 %, sedangkan analisis perspektif non keuangan menunjukkan bahwa perpektif pelanggan (anggota) KUD Misoyo Mardi Mino mendapatkan hasil sebesar 32,11%, sedangkan perspektif bisnis internal mendapatkan hasil sebesar 36,36%, Terakhir adalah perspektif pembelajaran dan pertumbuhan didapatkan nilai sebesar 22,5%.  Hasil keseluruhan empat perspektif Balanced Score Card sebesar 85,97% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Sesuai dengan standar penilaian kinerja BSC, kriteria sangat baik dengan tingkat pencapaian >81%. 
ANALISIS BIOEKONOMI RAJUNGAN (Portunus pelagicus) MENGGUNAKAN PENDEKATAN SWEPT AREA DAN GORDON-SCHAEFER DI PERAIRAN DEMAK Istikasari, Ika; Mudzakir, Abdul Kohar; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.496 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kepadatan stok dan biomassa rajungan, menganalisis kondisi Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), dan Open Access Equilibrium (OAE) rajungan di perairan Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang di dasarkan pada studi kasus. Keterbatasan data dalam penelitian, khususnya data jumlah produksi dan upaya penangkapan (jumlah trip), maka penelitian ini mengkombinasikan pendekatan  swept area dan model Gordon-Schaefer. Hasil penelitian  menunjukkan kepadatan stok sebesar 0,04249991 ton/km2 dan biomassa sebesar  10,06276 ton. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Sustainable Yield  (MSY) sebesar  5.120 kg/tahun dan effort optimal (Eopt) sebesar 128 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Economic Yield (MEY) sebesar 5.114 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 124 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Open Access  Equilibrium (OAE) sebesar  693 kg/tahun  dan effort optimum (Eopt) sebesar 247 trip/tahun.  Hasil penelitian membuktikan jika eksploitasi sumberdaya rajungan di perairan Demak mengindikasikan indikator overfishing. The research objective were to measure a stock density, and biomass, and to also analys MSY, MEY, and OAE of blue swimming crab (Portunus pelagicus) in  Demak  seawaters. The research used descriptif method based on case study. This research have limited data, especially catch and effort data, so this research combine swept area and Gordon-Schaefer model approach. The research proved the stock density of 0.04249991 tonnes/km2, biomass of 10.06276 tonnes, CMSY of 5,120 kg/year, EMSY of 128 trips/year, CMEY of 5,114 kg/year, EMEY of 124 trips/year, COAE of 693 kg/year and EOAE of 247 trips/year of BSC. The research also proved if the exploitation of BSC in Demak seawater indicates of overfishing level.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEJAHTERAAN NELAYAN PANCING ULUR (HAND LINE) DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA Safa'ah, Kurniyati; Mudzakir, Abdul Kohar; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.327 KB)

Abstract

Usaha perikanan pancing ulurmendominasi produksi hasil tangkapan di Pulau Pramuka, sehingga nelayan pancing ulur hidup dalam taraf yang sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraannelayan pancing ulur di Pulau Pramuka berdasarkan indikatorBadan Pusat Statistik (BPS) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN), mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan nelayandan menganalisis faktor yang mempengaruhi kesejahteraan nelayan pancing ulur. Jumlah sampel yang diambil yaitu 62 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi langsung. Teknik analisis data menggunakan indikator kesejahteraan BPS dan NTN. Metode analisis yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan nelayan adalah metode analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan indikator BPS memiliki interval 35-42, dengan 58 responden termasuk kriteria kesejahteraan tinggi dan 4 responden termasuk kriteria kesejahteraan sedang. Berdasarkan perhitungan NTN memiliki skor dengan interval 102%-155% yang berarti seluruh responden memiliki skor NTN > 100%, sehingga dapat disimpulkan seluruh responden nelayan berada pada tingkat kesejahteraan yang relatif baik atau dengan kata lain indeks yang diterima lebih besar daripada indeks yang harus dibayarkan (surplus). Berdasarkan uji analisis jalur, H1 diterima, karena terdapat variabel-variabel yang mempengaruhi variabel pendapatan yaitu variabel hasil tangkapan dan variabel biaya operasional, sedangkan yang mempengaruhi variabel kesejahteraan nelayan adalah variabel pengeluaran rumah tangga dan variabel pendapatan.
PEMANFAATAN DAN PEMASARAN SUMBERDAYA CUMI-CUMI (Loligo Sp) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KEJAWANAN KOTA CIREBON, JAWA BARAT Permana, Nugraha; Mudzakir, Abdul Kohar; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.463 KB)

Abstract

Berdasarkan data statistik di PPN Kejawanan tahun 2011, hampir setengahnya 47% hasil volume produksi jenis ikan yang didaratkan di PPN Kejawanan yaitu cumi-cumi (Loligo sp). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek biologi dan ekonomi tingkat pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi (Loligo sp) yang meliputi produksi per usaha penangkapan (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY),  Maximum Economic Yield (MEY), dan Open Access Equilibrium (OAE) serta alur pemasarannya yang berada di PPN Kejawanan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2013. Materi penelitian ini adalah unit usaha perikanan tangkap cumi-cumi (Loligo sp) yang didaratkan di PPN Kejawanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jumlah sampel 11 nelayan. Metode analisa data yang digunakan adalah metode bioekonomi model Gordon-Schaefer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata Catch per Unit Effort (CPUE) sumberdaya cumi-cumi pada tahun 2008-2012 di PPN Kejawanan adalah 6,54 ton/trip. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 2.186,47 ton/tahun dengan effort optimum (Eopt) 5848 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Economic Yield (MEY) sebesar 1.770,77 ton/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 309 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Open Access Equilibrium (OAE) sebesar 2.150,68 ton/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 618 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan rata-rata sumberdaya cumi-cumi selama 5 tahun terakhir di PPN Kejawanan sebesar 97,54%  dan alur pemasaran cumi yang didaratkan PPN Kejawanan secara langsung. Based on statistical data in the PPN Kejawanan in 2011, looks almost halved 47% of the volume production of fish landed in PPN Kejawanan is squid (Loligo sp). This research aims were to analyze biological and economic aspect of the utilization of the squid (Loligo sp) which includes Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), Open Access Equilibrium (OAE) and marketing grooves that are in PPN Kejawanan. This research conducted in April-May 2013. Research material was unit of fishing industries was put squid (Loligo sp) that landed in PPN Kejawanan. Research method was case study descriptive method. Sampling method was purposive sampling with 11 samples obtained. Data analysis method used bioeconomic method – Gordon-Schaefer Model. This study showed that the average of Catch per Unit Effort (CPUE) pelagical fish potency rate for 2008-2012 in PPN Kejawanan  6,54 tonnes/trip. The optimum product (Copt) of the Maximum Sustainable Yield (MSY) was 2.186,47 tonnes per year with optimum effort (Eopt) was 584 trip per year. The optimum product (Copt) of the Maximum Economic Yield (MEY) was 1.770,77 tonnes per year with optimum effort (Eopt) was 309 trip per year. The optimum product (Copt) of the Open Access Equilibrium (OAE) was 2.150,68 tonnes per year with optimum effort (Eopt) was 618 trip per year. Squid (loligo sp) resource utilization rate during the last 5 years in PPN Kejawanan has an average rating of 97,54%  and groove marketing squid landed directly in PPN Kejawanan.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN JARING PEJER (BOTTOM SET GILL NET) ANGGOTA KUB (KELOMPOK USAHA BERSAMA) DAN NON ANGGOTA KUB DI DESA SUKOHARJO KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG Nazda, Sella; Mudzakir, Abdul Kohar; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.777 KB)

Abstract

Mayoritas masyarakat Desa Sukoharjo bermatapencaharian sebagai nelayan penangkap rajungan. Jaring Pejer (bottom set gill net) adalah alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan Sukoharjo untuk menangkap rajungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis produksi hasil tangkapan rajungan dan pengaruhnya terhadap pendapatan nelayan jaring Pejer dan menganalisis perbedaan pendapatan nelayan anggota KUB dan non anggota KUB dalam satu tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan jaring Pejer di Desa Sukoharjo yang merupakan anggota KUB dan non-anggota KUB. Metode penelitian yaitu metode deskriptif studi kasus, dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan bersih yang diperoleh nelayan jaring Pejer anggota KUB adalah sebesar Rp 36.237.500,-/tahun atau Rp 3.675.000,-/bulan, sedangkan nelayan jaring Pejer non anggota KUB sebesar Rp 27.695.267,-/tahun atau Rp 3.258.267,-/bulan. Jumlah trip penangkapan dalam satu bulan adalah 20 trip dan dalam satu tahun terdapat 8,5 bulan operasi penangkapan. Rata-rata produksi rajungan dalam satu tahun sebanyak 675 kg. Berdasarkan hasil regresi linear sederhana yaitu nilai korelasi 0,775, produksi rajungan memiliki keeratan hubungan yang kuat pada pendapatan bersih yang diterima nelayan jaring Pejer, karena semakin besar jumlah produksi rajungan maka semakin tinggi tingkat pendapatannya. Berdasarkan hasil analisis Uji T, nilai Sig 2-tailed (0,002) < α = 5% (0,05) maka H1 diterima artinya pendapatan bersih nelayan anggota KUB lebih besar daripada nelayan non anggota KUB dalam satu tahun ini. Dana BLM dari pemerintah hanya diberikan satu kali saja, sehingga dana bantuan tersebut tidak memiliki pengaruh yang cukup besar dan berkelanjutan terhadap pendapatan nelayan jaring Pejer di Desa Sukoharjo. The majority of Sukoharjo villagers as a fishermen blue swimming crabs catcher. Pejer nets (bottom set gill net) is the gear used by fishermen to catch blue swimming crabs in Sukoharjo. The purposes of this research are analyzing the production of blue swimming crabs and its effect with fishermen’s income and analyzing the differences income of fishermen KUB’s member and non KUB’s member within a year. The population of this research is the Pejer’s fishermen in Sukoharjo village Pejer which is member of KUB and non-members of KUB. Research method is descriptive  case study, sampling method is used purposive sampling. The results showed that the members of KUB fishing income is Rp 36.237.500,-/year or Rp 3.675.000,-/month and non-members of KUB fishing income is Rp 27.695.267,-/year or Rp 3.258.267,-/month. Trips catching total in a month is 20 trip and within a year there are 8,5 months of fishing operated. Production of blue swimming crabs in the village of Sukoharjo average in one year is 675 kg. Based on the results of a simple linear regression correlation value 0,775, the production of blue swimming crab has a strong correlation with the Pejer’s fishermen income, because the greater production of blue swimming crab, then the level of fishermen’s income are upper. Based on the analysis of T-Test, Sig 2-tailed (0,002) < α = 5% (0,05) then H1 accepted so there are differences of net income per year between fishermen of KUB’s member and non KUB’s member. BLM funds from the government are only given one time, so that these funds do not have an appreciable impact on revenues and sustainable of fishermen Pejer net  in the Sukoharjo Village.
Co-Authors - Asriyanto - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Rosyad Abdul Rosyid Adhiatma Mario Sipahutar Adhyaksa Dault Adlina, Karisma Safira Agnes Puspitasari Sudarmo Agus Hartoko Agus Santoso Agus Suherman Agustakristi, Ribka Elda Aisah Aisah Aldise Kresna Dewi Tutianvia Aliyah, Siti Himamul Ardianti, Desi Dwi Arif Rahman Aristi Dian Purnama Fitri Ashad, Haendra Kusuma Putra Atid, Afaf Munirohq Azis Nur Bambang Bambang A Wibowo Bambang Argo Wibowo Bayu Putra Nur Wijaksono Bunasor Sanim Dersi Herka Mayu Desi Dwi Ardiati Dian Ayunita N N D Dian Ayunita NN Dewi, Dian Ayunita NN Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi Dian Wijayanto Dyah Rahayu Ningtyas Edwi Ria Agustina EDY H.P. MELMAMBESSY Faik Kurohman Fitriani Fitriani Fransius Try Syahputra Siahaan, Fransius Try Syahputra Haendra Kusuma Putra Ashad Haeruddin Haeruddin Hakimul Bahri, Aushov Dzaky Hendrik Anggi Setyawan Herna Octivia Damayanti Hernuryadin, Yayan Herry Boesono Herry Boesono Husnul Yaqin Harahap, Husnul Yaqin Hutama, Darmadi Pergala Ika Istikasari, Ika Imam Triarso Indradi Setiyanto Indradi Setiyanto Indradi Setiyanto Indradi Setyanto Jaya, Sutrisman Amei Juniko, Nidia Karimah, Siti Rohmatul Kukuh Prakoso, Kukuh Kurniawan Kurniawan Lusy Maulia Juliani Manik, Dessyanti Melina Antika Merdiana, Shervinda Eky Merida Tri Juliastuti, Merida Tri Miftahurrahmi, Miftahurrahmi Muhammad Rizqi Saputra Mulyono S. Baskoro Mustofa, Nova Rodhiyana Nadya Damayanti Utami Nugraha Permana, Nugraha Nugroho, Kun Budi Nurhayati, Eka Siwi Okta Tri Nurhayatin, Okta Tri Padmi Areta Pamuji, Lestiana Dwi Pangastuti, Wahyu Novia Pramonowibowo Pramonowibowo Pramudya, Ega Anatya Furi Putri Rizki Febriani Rahayu Septia Ningsih Rahmad Dharmawan Rengganis, Aninda Reza Kukuh Febrianto Rifa, Muhamad Rinda Noviyanti, Rinda Rizki Wahyuni Batubara Rochmat, Rochmat Rosanti, Dwike Primadita Safa'ah, Kurniyati Saputra, Muhammad Rizqi Sardiyatmo Sardiyatmo Sardiyatmo Sardiyatmo Sella Nazda, Sella Selvi Marcellia Setyanto, Indradi Setyawan, Hendrik Anggi Shiffa Febyarandika Shalichaty Siti Annisa Dwi Setiani Nurfadillah Siti Himamul Aliyah Soepanto Soemokaryo Solely Ermin Dwi Listiana Sri Lestari SRI LESTARI Sudarmo, Agnes Puspitasari Sugeng H. Wisudo Sugiarto S Sulistyani Dyah Pramitasari Suradi Wijaya Saputra Suryanti Taniasari, Nungky Taufik Yulianto Tiffany, Annas Erina Trisnani Dwi Hapsari Tutianvia, Aldise Kresna Dewi Utami, Nadya Damayanti Wardini, Tuty Maria Werdani, Riandhita Eri Yusrin, Fildah Latifi