Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR PRODUKSI ALAT TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus sp) DI DESA SUKOHARJO KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH Juliastuti, Merida Tri; Mudzakir, Abdul Kohar; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.774 KB)

Abstract

Desa Sukoharjo Kabupaten Rembang merupakan salah satu penghasil rajungan (Portunus sp) dengan alat tangkap jaring pejer yang dominan digunakan. Permintaan akan rajungan di pasar lokal maupun luar sangat tinggi sehingga banyak nelayan yang mengoperasikan jaring pejer untuk menangkap rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan nelayan jaring insang (gill net) rajungan dan menganalisis faktor produksi yang paling berpengaruh dan seberapa besar pengaruh faktor produksi terhadap hasil tangkapan rajngan di Desa Sukoharjo Kabupaten Rembang Jawa Tengah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling.Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang berperan nyata pada unit penangkapan jaring insang di Desa Sukoharjo Kabupaten Rembang terdapat tiga faktor dari tujuh variabel, diantaranya bahan bakar (X1), jumlah tenaga kerja (X2) dan daya mesin (X5). Hubungan antara faktor-faktor produksi dengan produksi unit penangkapan jaring insang di Desa Sukoharjo Kabupaten Rembang Jawa Tengah dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu sebagai berikut: Ln Y = 0,938 – 0,597 ln X1 + 0,539 ln X2 + 0,391 ln X5. Sukoharjo village, Rembang is one of the largest swimming crab (Portunus sp) with pejer net fishing gear (gill nets). The demand for crab in local and foreign markets are very high, that’s why there are many fishermen who operate nets pejer (gill nets) to catch swimming crabs. This study aims to identify factors that affect the production of swimming crab catches using gill nets (gill net) and analyze the factors of production that very influential and how big the influence of factors production to catch swimming crab in the village of Sukoharjo, Rembang, Central Java. The method used in this research is descriptive case studies and purposive sampling method. The analytical method used is the classic assumption test and the Cobb-Douglas production function. The results showed that the factors that contribute to the gill net fishing unit in the village of Sukoharjo, Rembang were three factors of seven variables, they are fuel (X1), the number of workers (X2), power machines (X5). The relation between the factors of production to the production of gill net fishing unit in the village of Sukoharjo, Rembang, Central Java can be represented in the model of the Cobb-Douglas function, namely as follows: Ln Y = 0,938 – 0,597 ln X1 + 0.539 ln X2 + 0,391 ln X5.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN PAYANG JABUR (Boat Seine) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI ASEMDOYONG KABUPATEN PEMALANG Ningsih, Rahayu Septia; Mudzakir, Abdul Kohar; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.64 KB)

Abstract

Alat tangkap Payang Jabur di Pelabuhan Perikanan Pantai Asemdoyong dari tahun ke tahun mengalami perkembangan. Dengan demikian, perlu diketahui seberapa jauh kegiatan perikanan Payang Jabur masih dapat berjalan dan layak untuk diusahakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pengoperasian Payang Jabur, menganalisis besarnya biaya, keuntungan dan tingkat kelayakan finansial dari usaha perikanan Payang Jabur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus. Metode pengumpulan datanya berupa metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini populasi berjumlah 35 pemilik kapal (juragan) maka diambil semua untuk responden. Hasil analisis finansial diketahui bahwa investasi yang diperlukan dalam usaha perikanan payang jabur di Asemdoyong rata-rata sebesar Rp. 37.242.857,- penerimaan rata-rata Rp. 155.158.494,- per tahun dengan biaya total rata-rata sebesar Rp. 121.675.211,- per tahun. Dengan demikian rata-rata keuntungan yang didapat dalam satu tahun sebesar Rp. 33.483.283,-. Analisis kelayakan diketahui rata-rata nilai NPV sebesar Rp. 134.856.778,- nilai B/C Ratio adalah 1,28; nilai IRR sebesar 76 % dan PP 1,11 tahun. Analisis tersebut memiliki nilai NPV positif, B/C Ratio > 1 dan IRR > discount rate. Hal ini menunjukkan usaha perikanan payang jabur di Pelabuhan Perikanan Pantai Asemdoyong memiliki peluang yang baik dan layak untuk dikembangkan.
PENGEMBANGAN BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN PEKALONGAN Mustofa, Nova Rodhiyana; Mudzakir, Abdul Kohar; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.402 KB)

Abstract

Komoditas unggulan merupakan komoditas yang mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif sehingga mampu bersaing di pasar dengan  komoditas pesaingnya karena mempunyai jumlah produksi tinggi. Penelitian  ini bertujuan untuk menentukan komoditas unggulan di Kabupaten Pekalongan dan merumuskan strategi pengembangan perikanan tangkap. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu LQ (Location Quotient), analisis Shift share, analisis Spesialisasi, dan analisis SWOT untuk mengetahui strategi pengembangan. Kategori penentuan komoditas unggulan perikanan tangkap, diperoleh dari nilai LQ, Shift share, dan Spesialisasi yang menunjukkan nilai positif. Berdasarkan analisis LQ, Shift share, dan Spesialisasi, dari 23 jenis ikan yang ada di Kabupaten Pekalongan, komoditas unggulannya yaitu Simping (Amusium sp) dengan nilai LQ 17,40, Dj 10,41, dan Spesialisasi 4,20%. Strategi pengembangan yang dapat direkomendasikan yaitu perbaikan sarana kebersihan TPI dan akses transportasi menuju ke TPI; penambahan armada; pembuatan pabrik es, cold storage dan teknologi untuk menjaga mutu hasil tangkapan; dan bantuan alat tangkap ramah lingkungan.
ANALISIS ASPEK TEKNIS DAN FINANSIAL ALAT TANGKAP TONDA DI TPI WATUKARUNG KABUPATEN PACITAN Wijaksono, Bayu Putra Nur; Mudzakir, Abdul Kohar; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.761 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan Mengetahui konstruksi alat tangkap tonda terutama perbedaan hook buatan nelayan dan pabrik di TPI Watukarung, Kabupaten Pacitan; mengetahui berapa besar nelayan mampu menekan biaya produksi dengan membuat hook dan roller sendiri; menganalisis aspek finansial usaha penangkapan dengan Tonda (tonda) di TPI Watukarung, Kabupaten Pacitan.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2013. Materi penelitian ini adalah unit usaha perikanan Tonda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jumlah sampel 25 nelayan. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara dengan kuisioner, dan pengambilan data sekunder di instansi yang mendukung penelitian.Dari hasil penelitian diperoleh, alat tangkap tonda di TPI Watukarung Kabupaten Pacitan yang digunakan menggunakan ukuran pancing No.6 berbahan kawat baja. Panjang main line 150 m. Dan kapal yang digunakan berukuran panjang 3,5 m, lebar 0,8 m dan tinggi 0,4 m. Mesin yang digunakan pada kapal mancung adalah mesin honda GX. Mesin tempel tersebut memiliki kekuatan 5,5 PK. Selisih harga antara hook buatan nelayan dan buatan pabrik dapat melakukan penghematan sebesar Rp1.622.000,- per tahun.Penerimaan rata-rata per tahun nelayan Tonda sebesar Rp 30.109.840,- dengan biaya total Rp 21.012.157,-/tahun dan keuntungan rata-rata per tahun sebesar Rp 9.097.683,-. Analisis finansial rata-rata yang didapatkan adalah nilai NPV sebesar Rp 17.971.575,-, nilai IRR 40%, PP 11,8 bulan, dan R/C Ratio sebesar 1,43. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa usaha penangkapan tersebut layak untuk dijalankan atau diusahakan. The purposes of research were to analyzed technical aspect of Troll Line fishing gear, to count how much they can reduce their cost with own hook, to assessed economical aspects of asset, cost, revenue and profit, to count the NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), PP (Payback Period), and R/C Ratio for financial fishing analysis.The research conduct on June-July 2013.The subject of the research was  unit of Troll Line fishing efforts. The research used descriptive method with 25 samples of fishermen. The method of collecting the primary data was used sampling method and observation by interview and questionnaire. The secondary data was collected in research-supported instantions.The result of the research shown, Troll Line fishing gear use hook no.6 for fishing. The main line between 150 m. Troll Line fishing gear  used the boat  with 3,5 m long, 0,8 m width and 0,4 m high. The boat called mancung use honda machine with 5,5 PK to sea.The average revenue of fishermen was Rp 30.109.840,- with total cost Rp 21.012.157,- per year and profit Rp 9.097.683 per year. The result of a financial analysis were Rp 17.971.575,- for NPV, 40% for IRR, 11,8 months for PP and 1,43 for R/C Ratio. From these result, artisanal fishing with Troll Line fishing gear in watukarung is profitable and feasible to do.
PERBANDINGAN EFISIENSI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR Atid, Afaf Munirohq; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tuban memiliki lima Tempat Pelelangan Ikan untuk melakukan pelelangan ikan, melalui pelelangan dimana proses penjualan ikan dilakukan dihadapan umum dengan cara penawaran tertingkat. Usaha peningkatan efisiensi umumnya dihubungkan dengan biaya kecil untuk memperoleh suatu hasil tertentu sehingga diperoleh hasil yang lebih banyak. Lokasi penelitian di 5 TPI yaitu yaitu TPI Bulu Bancar, TPI Glodonggede Tambakboyo, TPI Kaliuntu Jenu, TPI Karangagung Palang dan TPI Karangsari Tuban Penelitian ini mengidentifikasi fasilitas, mengukur tingkat efisiensi dan mengetahui tingkat pemanfaatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kabupaten Tuban. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2017. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan pendekatan dokumentasi, observasi dan wawancara. Metode yang digunakan untuk menganalisis efisiensi TPI menggunakan analisis DEA (Data Envelopment Analysis)dan memakai software aplikasi Banxia Frontier analyst 3. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 4 TPI di Kabupaten Tuban yang telah efisien dengan skor 100% yaitu TPI Bulu Bancar, TPI Glodonggede Tambakboyo, TPI Kaliuntu Jenu, dan TPI Karangagung Palang. Sedangkan yang belum mencapai efisien ada 1 yaitu TPI Karangsari Tuban dengan nilai efisiensi sebanyak 41,5%. TPI yang tidak efisien disebabkan oleh tidak adanya aktivitas pelelangan,beberapa faktor diantaranya area TPI sedang dalam pembangunan banyak karyawan yang mengaggur, tidak ada aktifitas pelelangan karena hasil tangkapan ikan tidak tentu maka nelayan beralih buruh pabrik.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN TERHADAP PELAYANAN PENYEDIAAN KEBUTUHAN MELAUT DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK, JAWA TIMUR Nurhayatin, Okta Tri; Mudzakir, Abdul Kohar; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.69 KB)

Abstract

Nelayan sebagai pengguna fasilitas pelabuhan sangat menginginkan pelayanan yang optimal, sehingga setiap pelabuhan perikanan seharusnya dapat memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh nelayan secara tepat, cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang yang ada di PPN Prigi, menganalisis tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan penyediaan kebutuhan perbekalan melaut, mengenalisis tingkat prioritas pelayanan setiap atribut pelayanan terhadap kinerja pelayanan penyediaan kebutuhan perbekalan melaut, menganalisis tingkat kesenjangan tingkat kinerja dan tingkat kepentingan kebutuhan melaut. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode deskriptif. Analisis yang digunakan menggunakan analisis tingkat kepuasan pelanggan diantaranya Customer Satisfaction Indeks (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan tingkat kesenjangan (Gap). Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat kepuasan nelayan terhadap kebutuhan solar diperoleh sebesar 55,21% cukup puas, kebutuhan air bersih diperoleh sebesar 73,9% puas, kebutuhan es sebesar 62,3% puas.Tingkat kesenjangan terbesar terhadap kebutuhan solar 1,80 (pengetahuan petugas dalam menangani pembayaran), kesenjangan terkecil (-2,13) (harga solar) dan kebutuhan air bersih terbesar 2,40 (kapasitas fasilitas produksi), terkecil (-0,93) (ketersediaan air bersih, dan sistem penerimaan keluhan). Tingkat kesenjangan kebutuhan es terbesar 0,23 (pengaruh  keberadaan agen dan terkecil (-2,63) (ketersediaan jumlah es). Fisherman as user of port facilities has hope an optimal services, so every fishing port should be providing service which it take of fisherman in the right, fast and efficient. This research had purpose to identify of basic facilities, functional facilities, and supporting facilities on Prigi Archipelago Fishing Port, to analized level of satisfaction fisherman in providing service of supply, and to analized level of services priority every attribute service on the performance service of providing supply. This research used descriptive method. This research used several analysis level satisfaction customer, which were Customer Satisfaction Indeks (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), anddiscrepancy level (Gap). Result from this researched, showed between level of satisfaction fisherman to level solar need  55.21% enough satisfied, fresh water need 73.9% satisfaction, ice needed 62.3% satisfied. The highest level gap toward solar needed 1.80 ( by the officer handled payment), The lowest gap (-2.13) (solar price), and fresh water needed 2.40 ( capacity production facility), the lowest (-0.93) ( availability fresh water, and system acceptance of gripe). The highest level ice needed 0.23 (influence by existence agent and the lowest (-2.63) (the availability of ice).
ANALISIS RANTAI NILAI KOMODITAS IKAN TERI (Stolephorus sp.) DI PPP MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH Miftahurrahmi, Miftahurrahmi; Mudzakir, Abdul Kohar; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.225 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, marjin pemasaran, fisherman’s share, dan keuntungan masing-masing pelaku usaha (nelayan, pedagang teri segar, pengolah teri kering rebus, pengolah teri kering tawar, pengolah teri kering asin, pedagang teri kering tawar, dan pedagang teri kering asin). Penelitian menggunakan metode deskriptif. Metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling dan sensus. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis rantai nilai, pendapatan, keuntungan, analisis saluran distribusi, analisis marjin pemasaran, dan analisis fisherman’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat saluran pemasaran komoditas ikan teri. Marjin pemasaran  saluran pertama adalah 84%, saluran kedua 88%, saluran ketiga 87%, dan saluran keempat 93%. Analisis fisherman;s share saluran pertama adalah 16%, saluran kedua adalah 12%, saluran ketiga 13%, dan saluran keempat 7%. Nilai tambah saluran pertama adalah Rp 10.083,-, saluran kedua adalah Rp 23.847,-, saluran ketiga Rp 77.300,-, dan saluran keempat Rp 50.620,-. Analisis nilai tambah menunjukkan bahwa populasi yang menikmati keuntungan terbesar adalah pengolah teri kering rebus yaitu sebesar 74,78% dan terkecil adalah pedagang teri segar yaitu sebesar 13,76%. Pelaku usaha yang menikmati keuntungan per individu terbesar adalah pengolah teri kering rebus sebesar 18,70% dan terkecil nelayan ABK sebesar 0,03%.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP CANTRANG DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) BULU TUBAN JAWA TIMUR Listiana, Solely Ermin Dwi; Mudzakir, Abdul Kohar; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.45 KB)

Abstract

Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi perikanan laut dengan produksi Rp 36.227.170.000/tahun. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Bulu Tuban mempunyai aksesibilitas transportasi yang baik, karena letaknya berada di jalur pantura. Alat tangkap Cantrang di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Bulu Tuban merupakan alat tangkap mendominasi. Usaha penangkapan cantrang yang dilakukan harus menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa tingkat kelayakan usaha dari usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap cantrang ditinjau dari finansial. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2013 di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Bulu Tuban Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Studi kasus adalah pengamatan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus dengan jumlah yaitu sebesar 48. Analisis usaha menggunakan metode discounted criterion. Dari metode ini diperoleh nilai rata-rata NPV sebesar Rp 256.452.573,-(NPV bernilai positif), nilai rata-rata B/C Ratio sebesar 1,17 ( B/C > 1), rata-rata IRR sebesar 50 %,dan PP (Payback Period) 2 tahun yang berarti usaha perikanan Cantrang di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Bulu Tuban Jawa Timur dapat dikatakan layak (feasible) dilanjutkan.
ANALISIS KINERJA KUD MINA MISOYO MAKMUR DALAM USAHA PERMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PEMALANG JAWA TENGAH Utami, Nadya Damayanti; Mudzakir, Abdul Kohar; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.714 KB)

Abstract

Analisis kinerja KUD Mina Misoyo Makmur sangat penting dalam pelayanan kepada anggotanya. Koperasi juga memiliki peranan penting dalam perekonomian rakyat, sebagai sarana untuk mewujudkan kesejahteraan bagi nelayan. Untuk mengetahui apakah suatu koperasi sudah baik maka koperasi tersebut perlu dilihat kinerjanya. Tujuan ini adalah untuk menganalisis kinerja usaha KUD Mina Misoyo Makmur dalam usaha simpan pinjamnya dan menganalisis kinerja KUD Mina Misoyo Makmur perspektif pelanggan dan anggota KUD dengan analisis Balanced Score Card (BSC). Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode studi kasus untuk menilai kinerja KUD. Alat analisis menggunakan Balanced Score Card (BSC) dengan 4 perspektif yaitu perspektif keuangan, perfsfektif pelanggan, perspektif bisnis internal serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Perspektif keuangan dihitung menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas. Metode pengambilan sample untuk angota KUD menggunkan metode quota sampling dan karyawan KUD menggunkan metode purposive sampling. Berdasarkan dari hasil penilaian kinerja KUD Mina Misoyo Makmur dengan BSC dapat diketahui total score yaitu 87,93% , nilai tersebut menunjukkan bahwa kinerja KUD Mina Misoyo Makmur termasuk ke dalam kategori baik. Dalam perspektif keuangan dengan rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas didapatkan total skor 17,5% kemudian perspektif pelanggan 25,59%, bisnis internal 25,34% dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan 19,5%. Hal ini menunjukkan bahwa KUD Mina Misoyo Makmur telah memberikan pelayanan terbaik terhadap anggotanya.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN, BAKUL DAN PENGOLAH IKAN TERHADAP KINERJA PELAYANAN TPI BANYUTOWO, KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH Fitriani, Fitriani; Wibowo, Bambang Argo; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TPI Banyutowo merupakan TPI yang aktif dalam kegiatan lelang dari proses bongkar muat hasil tangkapan ikan hingga memberikan pelayanan bagi peserta lelang yang selama ini diberikan kepada nelayan, bakul dan pengolah ikan sesuai dengan kebutuhan. Pada tahun 2017 dengan jumlah produksi 530 ton. Selama ini pelayanan jasa mengenai tingkat kepuasan peserta lelang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan penyediaan pelayanan. Analisis tingkat kepuasan peserta lelang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan TPI. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelayanan yang telah memenuhi unsur pengukuran kepuasan kinerja pelayanan, menganalisis atribut pelayanan jasa apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan peserta lelang, menganalisis tingkat kepuasan peserta lelang terhadap kinerja pelayanan dan meng analisis presepsi peserta lelang terhadap kualitas dan kepentingan kinerja pelayanan di TPI Banyutowo Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 80 orang. CSI, IPA dan Gap digunakan untuk mengukuran kepuasan. Hasil yang diperoleh memiliki nilai CSI sebesar 63,11% yang artinya peserta lelang cukup puas terhadap pelayanan yang diberikan, ada 7 unsur yang dinilai sudah memenuhi kepuasan peserta lelang. Atribut yang perlu diperbaiki dalam analisis IPA yaitu keamanan TPI, pemahaman pegawai untuk memenuhi kebutuhan lelang, kemampuan pegawai untuk menerima saran dan keluhan peserta lelang, kebersihan lantai pelelangan dan ketersediaan fasilitas sanitasi. Pelayanan jasa TPI Banyutowo menurut presepsi peserta lelang memiliki kualitas yang rendah dengan nilai Gap -1,10.
Co-Authors - Asriyanto - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Rosyad Abdul Rosyid Adhiatma Mario Sipahutar Adhyaksa Dault Adlina, Karisma Safira Agnes Puspitasari Sudarmo Agus Hartoko Agus Santoso Agus Suherman Agustakristi, Ribka Elda Aisah Aisah Aldise Kresna Dewi Tutianvia Aliyah, Siti Himamul Ardianti, Desi Dwi Arif Rahman Aristi Dian Purnama Fitri Ashad, Haendra Kusuma Putra Atid, Afaf Munirohq Azis Nur Bambang Bambang A Wibowo Bambang Argo Wibowo Bayu Putra Nur Wijaksono Bunasor Sanim Dersi Herka Mayu Desi Dwi Ardiati Dian Ayunita N N D Dian Ayunita NN Dewi, Dian Ayunita NN Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi Dian Wijayanto Dyah Rahayu Ningtyas Edwi Ria Agustina EDY H.P. MELMAMBESSY Faik Kurohman Fitriani Fitriani Fransius Try Syahputra Siahaan, Fransius Try Syahputra Haendra Kusuma Putra Ashad Haeruddin Haeruddin Hakimul Bahri, Aushov Dzaky Hendrik Anggi Setyawan Herna Octivia Damayanti Hernuryadin, Yayan Herry Boesono Herry Boesono Husnul Yaqin Harahap, Husnul Yaqin Hutama, Darmadi Pergala Ika Istikasari, Ika Imam Triarso Indradi Setiyanto Indradi Setiyanto Indradi Setiyanto Indradi Setyanto Jaya, Sutrisman Amei Juniko, Nidia Karimah, Siti Rohmatul Kukuh Prakoso, Kukuh Kurniawan Kurniawan Lusy Maulia Juliani Manik, Dessyanti Melina Antika Merdiana, Shervinda Eky Merida Tri Juliastuti, Merida Tri Miftahurrahmi, Miftahurrahmi Muhammad Rizqi Saputra Mulyono S. Baskoro Mustofa, Nova Rodhiyana Nadya Damayanti Utami Nugraha Permana, Nugraha Nugroho, Kun Budi Nurhayati, Eka Siwi Okta Tri Nurhayatin, Okta Tri Padmi Areta Pamuji, Lestiana Dwi Pangastuti, Wahyu Novia Pramonowibowo Pramonowibowo Pramudya, Ega Anatya Furi Putri Rizki Febriani Rahayu Septia Ningsih Rahmad Dharmawan Rengganis, Aninda Reza Kukuh Febrianto Rifa, Muhamad Rinda Noviyanti, Rinda Rizki Wahyuni Batubara Rochmat, Rochmat Rosanti, Dwike Primadita Safa'ah, Kurniyati Saputra, Muhammad Rizqi Sardiyatmo Sardiyatmo Sardiyatmo Sardiyatmo Sella Nazda, Sella Selvi Marcellia Setyanto, Indradi Setyawan, Hendrik Anggi Shiffa Febyarandika Shalichaty Siti Annisa Dwi Setiani Nurfadillah Siti Himamul Aliyah Soepanto Soemokaryo Solely Ermin Dwi Listiana Sri Lestari SRI LESTARI Sudarmo, Agnes Puspitasari Sugeng H. Wisudo Sugiarto S Sulistyani Dyah Pramitasari Suradi Wijaya Saputra Suryanti Taniasari, Nungky Taufik Yulianto Tiffany, Annas Erina Trisnani Dwi Hapsari Tutianvia, Aldise Kresna Dewi Utami, Nadya Damayanti Wardini, Tuty Maria Werdani, Riandhita Eri Yusrin, Fildah Latifi