Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

NEW MEANING OF I'JÂZ AL-QUR`ÂN IN M. QURAISH SHIHAB'S THINKING Musyafa, Mochamad Choirul; Abidin, Ahmad Zainal
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2021.9.1.1-28

Abstract

Abstract The meaning of I’jaz underwent development in the hand of Quran believers. Quraish Shihab, one of Indonesia mufassir said that the Holy Quran and its miracles do not know the limit of time and space. In ‘Ulûm al-Qur`ân, the speciality which is owned by the Holy Quran is its miracle’s aspects. Those aspects include the spects of its literary, law and creed, science and unseen signals. According to Quraish Shihab, the speciality of the Holy Quran is divided into two; miracles and privileges. For him, the miracle’s aspects of the Holy Quran are literary aspects, scientific and unseen signals. While the privilege of the Holy Koran are another things which are not included in the Holy Koran’s miracles. The things under consideration to say about the miracle of the Holy Quran is that the Prophet Muhammad is an ummî, social circumstances of the Arab community when The Holy Koran was revealed and the type of the Holy Quran’s gradual revelation in some years. Keywords: I’jaz, Miracle, Privilege, Ummi Abstrak Makna I'jaz mengalami perkembangan di tangan orang-orang yang mengimani Al-Quran. Quraish Shihab sebagai salah satu mufassir Indonesia mengatakan bahwa Alquran dan mukjizatnya tidak menegenal batas waktu dan ruang. Dalam ‘Ulûm Al-Quran, kekhasan yang dimiliki oleh Al-Quran adalah aspek i’jaz-nya. Aspek itu meliputi sastra, hukum dan kepercayaan, sains dan isyarat gaib. Menurut Quraish Shihab, kekhasan atau spesialisasi Al-Quran dibagi menjadi dua; keajaiban dan hak istimewa. Baginya, aspek mukjizat Al-Quran adalah aspek sastra, ilmiah dan berita gaib. Sementara keistimewaan Alquran adalah aspek lain yang tidak termasuk dalam mukjizat Alquran. Hal-hal yang mesti dipertimbangkan untuk mengatakan tentang realitas mukjizat Al-Quran adalah bahwa Nabi Muhammad SAW tidak bisa baca tulis (ummî), keadaan sosial jahiliyyah masyarakat Arab ketika Al-Quran diturunkan dan pola pewahyuan Al-Quran bertahap dalam beberapa tahun. Kata kunci: I'jaz, Keajaiban, Keistimewaan, Ummi
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU NON SUISIDAL SELF INJURY (NSSI) PADA REMAJA DI DESA SUMBERREJO TRUCUK BOJONEGORO Julianto, Errix Kristian; Ardianti, Ikha; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.309

Abstract

ABSTRAK Fenomena saat ini, masalah kesehatan jiwa yang banyak jumpai pada remaja adalah ansietas, depresi, dan risiko bunuh diri. Remaja yang mengalami masalah psikososial seperti depresi, cemas, stres, gangguan tidur, traumatic dan sedih berkepanjangan akan tetapi tidak tau apa yang harus mereka lakukan sehingga cenderung melampiaskan kearah perilaku negatif dan destruktif seperti penyalahgunaan napza, kekerasan, kriminalitas, putus sekolah, hingga kondisi paling jauh yaitu memiliki pemikiran terhadap bunuh diri. Kurangnya upaya deteksi dini melalui screening dan minimnya informasi kesehatan khususnya kesehatan jiwa, baik pencegahan maupun penatalaksanaanya akan meningkatkan resiko remaja mengalami putus asa bahkan berpikiran bunuh diri atau yang sering disebut dengan istilah Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) (Ramadia,A et.al (2023).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa sumberrejo trucuk bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah remaja usia 12-17 tahun sebanyak 45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga lebih dari sebagian adalah kategori cukup yaitu 26 responden (57,8%) dan perilaku NSSI mayoritas kategori tidak pernah yaitu 38 responden (84,4%). Serta nilai hasil uji analisis kendall’s tau yaitu dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,358 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,015. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa Sumberrejo Trucuk Bojonegoro.
HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA: HEALTH CARE FUNCTION DENGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI KELURAHAN KEPATIHAN KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO Suryani, Renita Dwi; Efendi, Yusuf; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro sebagian besar menyerang kelompok usia produktif yang menjadi tumpuan perekonomian keluarga. Kontribusi fungsi perawatan kesehatan (Health Care Function) sangat penting untuk di optimalkan melalui tugas anggota keluarga dan untuk menekan angka kejadian penyakit HIV/AIDS, contohnya melalui pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS yang diberikan keluarga sesuai tugas fungsi keluarga, mengingat remaja termasuk dalam usia produktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga: health care function terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak remaja usia 17-21 tahun sebanyak 66 keluarga dan sampel sebanyak 66 responden. Hasil penelitian menunjukkan keluarga kurang dari sebagian melaksanakan fungsi keluarga: health care function kategori cukup dengan pengetahuan remaja cukup sebanyak 18 responden (27%), fungsi keluarga: health care function kategori kurang dengan pengetahuan remaja kurang sebanyak 16 responden (24%), fungsi keluarga: health care function kategori baik dengan pengetahuan remaja baik sebanyak 16 responden (24%). Berdasarkan uji kendall Tau didapatkan hasil p value sebesar 0,000 yang bearti nilai signifikansinya adalah < 0,005 dan nilai r sebesar 0,524 yang berarti terdapat arah positif dengan kekuatan hubungan yang kuat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan fungsi keluarga: health care function terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro.
VERNACULARIZATION ASPECTS IN BISRI MUSTOFA'S AL-IBRIZ TAFSIR Abidin, Ahmad Zainal; Thoriqul Aziz; Rizqa Ahmadi
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol 7 No 1 (2022): Volume 7 No. 1, June 2022
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v7i1.3383

Abstract

This study aims to explain how aspects and forms of vernacularization in Tafsir al-Ibriz li Ma'rīfati Tafsīr Qur'ān al-'Azīz by Bisri Mustofa. As an interpretation still being studied from the beginning until today, especially in pesantren in Java, Tafsir al-Ibriz occupies an important position in the community. This interpretation, completed in 1964, shows the form and aspects of the Qur'an's localization in the context of Javanese society. Based on library research and the descriptive-analytical method, this article indicates that Bisri Mustofa's vernacularization can be seen from two aspects: firstly, in terms of language or terms. Generally, the language used in the interpretation of al-Ibriz is the Javanese language and some terms for laypeople. Therefore, some local languages and terms appear, such as Rojo Koyo, Sathu Galak, and Celathu. From the aspect of vernacular, it can be said that Tafsir al-Ibriz describes the social context of Javanese Islam well at the time when this interpretation of the Qur'an was written.
Create A Safe Environment by First Aid Demonstrating Based On Family Health In Banjarsari Village, Trucuk District, Bojonegoro Regency Abidin, Ahmad Zainal; Julianto, Errix Kristian
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health in society is a vital need in the development and development of the nation's health, so it is very important to be able to create and foster healthy lifestyles in society. Health is not limited to aspects of disease threat conditions alone, but also environmental threat conditions and also other aspects that can affect health. Some things that often have an influence on health conditions are human error conditions (such as choking and so on), cardiac arrest, trauma/accidents, bite attacks from wild and venomous animals. This is also an aspect of health that must be well known by every community, both in terms of knowledge, causes, prevention and at least knowing how to deal with it, so that with adequate community capacity in responding to problems that occur in the surrounding environment, there will be a great opportunity to be able to create environmental conditions. safe, healthy and prosperous based on individual, family and community awareness. The aim of implementing this community service is to improve the level of community health: creating a safe, healthy and prosperous environment by providing assistance to families. Assistance for assisted families is carried out in Banjarsari village, Bojonegoro subdistrict, Bojonegoro district. The families who will be accompanied are 11 assisted families. The implementation of mentoring for assisted families will be carried out based on the POA (Planning Of Action) that has been created. Lecturers and students will visit the target families according to the previously agreed time contract. The results of this research were that the status of the assisted families before being given the program had an average PHBS of 73.8% in the pre-healthy category with an average independence of 75.33% in the independent category. Meanwhile, after being given the health program, the average PHBS was 79.98% in the pre-healthy category with an average independence of 82.17% in the very independent category and as a result of this service the knowledge possessed by the family before being given the first aid program was average. -The average is 58.7%, the majority is in the poor category, while the results after being given the program are knowledge acceptance, namely 76.18% in the medium category. We are making this effort to foster community health by stimulating families as the pillars of health so that they are able to create a safe environment together and be more aware of health, safety and security together. So that a more effective and productive environment will develop in carrying out all forms of activities and work.
Tafsir Nusantara dan Isu-isu Global: Studi Kasus Relevansi Pemikiran Hamka tentang Keadilan Sosial, Kesetaraan Gender dan Pluralisme Aziz, Thoriqul; Abidin, Ahmad Zainal; Nafiah, Muthmainnatun
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 19 No. 2 (2020): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v19i2.16791

Abstract

This article discusses the relevance of Hamka's thought in Tafsir al-Azhar pertaining to global issues in modern life. Hamka is an Indonesian Muslim scholar who is well recognized. He is a modernist interpreter who writes his tafsir in Indonesian. With a descriptive-analytical method, this study reveals the contribution of Hamka's thinking in the three most challenging global domains in Muslim scholarship on issues of social justice, gender equality and religious plurality. From his thoughts it can be concluded: First, in the realm of social justice; according to Hamka, all humans have the same rights and degrees in the social and legal perspective. Second, in the realm of gender equality; men and women have equal right and there is no difference in the realm of humanity. Third, in the realm of religious plurality, Hamka believes that there is plurality in diversity. Therefore, tolerance is a necessity for every human being. The three themes carried by Hamka are based on the teachings of Islam that are very concerned about human values. Hamka's interpretation above confirms the teachings of Islam which are apropriate for all times.
Pemberdayaan Mahasiswa Teknik Di JABODETABEK melalui Pelatihan Pembuatan Desain Gambar Bendungan Menggunakan Software Autocad Winita, Asri; Fato, Adri; Artiani, Gita Puspa; Melsandi, Shinta Elsa; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.234

Abstract

Pelatihan pembuatan desain gambar bendungan menggunakan perangkat lunak Autocad dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa teknik di wilayah JABODETABEK. Kegiatan ini berlangsung di Universitas Dian Nusantara Kampus Cibubur dengan metode pelatihan tatap muka berbasis praktik langsung (hands-on training), mencakup pengenalan dasar Autocad, teknik menggambar komponen bendungan, dan simulasi proyek sederhana. Evaluasi efektivitas pelatihan dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 35,5%, dari 48,7% sebelum pelatihan menjadi 84,2% setelah pelatihan. Aspek yang mengalami peningkatan signifikan mencakup pemahaman komponen desain bendungan, penguasaan dasar Autocad, keterampilan menggambar teknis, ketepatan penggunaan layer dan dimensi, serta kerapian dalam penyusunan gambar. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam desain teknis berbasis Autocad.
Analisis Tematik Kata Al-Insan (Manusia) yang Diiringi dengan Sifat-Sifat Tercela dalam Al-Qur’an Abidin, Ahmad Zainal; Rofiah, Karinatur; Abidin, Alhadi Zaenal
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.267

Abstract

The figure of a creature created by the Creator with glory and perfection inherent in him is the meaning of human beings. However, with this perfection, there are also shortcomings that accompany it, namely the despicable character in human identity. The aim of this research is to explain and explore related issues the despicable characteristics of humans through the word al-Insan which accompanied this characteristic along with its interpretation. With this, the author uses the thematic interpretation method in presenting explanations related to these characteristics, namely by referring to data, literature, reference sources through library research. The results of research into many despicable human traits in the Koran have been found, some of which include complaints, arrogance, love of material possessions, stubbornness, ungratefulness of favors, and forgetfulness of Allah. These characteristics arise because humans have followed their desires rather than their intellect, which ultimately leads to them falling into things that are prohibited by the Creator.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU NON SUISIDAL SELF INJURY (NSSI) PADA REMAJA DI DESA SUMBERREJO TRUCUK BOJONEGORO Julianto, Errix Kristian; Ardianti, Ikha; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.309

Abstract

Fenomena saat ini, masalah kesehatan jiwa yang banyak jumpai pada remaja adalah ansietas, depresi, dan risiko bunuh diri.  Remaja yang mengalami masalah psikososial seperti depresi, cemas, stres, gangguan tidur, traumatic dan sedih berkepanjangan akan tetapi tidak tau apa yang harus mereka lakukan sehingga cenderung melampiaskan kearah perilaku negatif dan destruktif seperti penyalahgunaan napza, kekerasan, kriminalitas, putus sekolah, hingga kondisi paling jauh yaitu memiliki pemikiran terhadap bunuh diri. Kurangnya upaya deteksi dini melalui screening dan minimnya informasi kesehatan khususnya kesehatan jiwa, baik pencegahan maupun penatalaksanaanya akan meningkatkan resiko remaja mengalami putus asa bahkan berpikiran bunuh diri atau yang sering disebut dengan istilah Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) (Ramadia,A et.al (2023).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa sumberrejo trucuk bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah remaja usia 12-17 tahun sebanyak 45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga lebih dari sebagian adalah kategori cukup yaitu 26 responden (57,8%) dan perilaku NSSI mayoritas kategori tidak pernah yaitu 38 responden (84,4%). Serta nilai hasil uji analisis kendall’s tau yaitu dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,358 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,015. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa Sumberrejo Trucuk Bojonegoro.
HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA: HEALTH CARE FUNCTION DENGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI KELURAHAN KEPATIHAN KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO Suryani, Renita Dwi; Efendi, Yusuf; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/gzdcbz58

Abstract

HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro sebagian besar menyerang kelompok usia produktif yang menjadi tumpuan perekonomian keluarga. Kontribusi fungsi perawatan kesehatan (Health Care Function) sangat penting untuk di optimalkan melalui tugas anggota keluarga dan untuk menekan angka kejadian penyakit HIV/AIDS, contohnya melalui pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS yang diberikan keluarga sesuai tugas  fungsi keluarga, mengingat remaja termasuk dalam usia produktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga: health care function terhadap  pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak remaja usia 17-21 tahun sebanyak 66 keluarga dan sampel sebanyak 66 responden. Hasil penelitian menunjukkan keluarga kurang dari sebagian melaksanakan fungsi keluarga: health care function kategori cukup dengan pengetahuan remaja cukup sebanyak 18 responden (27%), fungsi keluarga: health care function kategori kurang dengan pengetahuan remaja kurang sebanyak 16 responden (24%), fungsi keluarga: health care function kategori baik dengan pengetahuan remaja baik sebanyak 16 responden (24%). Berdasarkan uji kendall Tau didapatkan hasil p value sebesar 0,000 yang bearti nilai signifikansinya adalah < 0,005 dan nilai r sebesar 0,524 yang berarti terdapat arah positif dengan kekuatan hubungan yang kuat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan fungsi keluarga: health care function terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro.