Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Utilization of Mass Media for Preaching Activities Suhadah, Suhadah; Nasir, Yazid Qomar Abdul; Alfarizi, Muhammad Imam; Alfananda, Rizqi; Ramadhan, Muhammad Luthfi
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8, No 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v8i2.30315

Abstract

Abstrak:   Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah memasuki berbagai bidang kehidupan masyarakat, yang akan berdampak pada kehidupan masyarakat. Perkembangan informasi dan teknologi (IT) saat ini menjadi sebuah keniscayaan di era saat ini. Di era teknologi ini, setiap manusia akan selalu terikat dengan alat informasi visual yang menyertainya, yaitu media massa. Munculnya era digital ini akan memberikan manfaat yang besar untuk melakukan kegiatan dakwah Islam. Media massa dianggap sebagai pilar keempat dalam menegakkan demokrasi di suatu negara, menandakan bahwa media massa sangatlah penting. Secara umum, media massa merupakan sarana komunikasi massa. Dakwah merupakan suatu proses penyampaian, ajakan atau seruan kepada orang lain atau kepada masyarakat agar bersedia memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama dengan penuh kesadaran. Keberadaan media massa memberikan suasana baru bagi penyampaian pesan-pesan dakwah yang lebih dinamis dan fleksibel, tentunya mengikuti perkembangan zaman. Dalam konteks dakwah Islam, media massa memiliki peran penting sebagai sarana untuk menyebarkan pesan-pesan Islam secara global.   Abstract:  The progress and development of science and technology has now entered various fields of community life, which will have an impact on people's lives. The development of science in the field of information and technology (IT) is currently a necessity in the current era. In this technological era, every human being will always be bound by the visual information tools that accompany him, namely the mass media. The emergence of this digital era will provide great benefits for carrying out Islamic preaching activities. The mass media is considered the fourth pillar in upholding democracy in a country, showing that the mass media is very important. In general, mass media is a means of mass communication. Da'wah is a process of delivery, invitation or appeal to others or to the community to embrace, study, and practice religious teachings consciously. The existence of mass media provides a new atmosphere for the delivery of da'wah messages that are more dynamic and flexible, of course following the times. In the context of Islamic da'wah, mass media has an important role as a means to spread Islamic messages globally.
ABRIDGING SENTENCES OF PRÉCIS WRITING IN AESOP FABLES Shandy, Muhammad Luthfi; Natsir, Muhammad
TRANSFORM: Journal of English Language Teaching and Learning Vol. 2 No. 4 (2013): December, 2013
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tj.v2i4.952

Abstract

ABSTRACTThis study is concerned with writing, focusing on the abridging sentences ofprécis writing used in Aesop Fables. This study was conducted by using descriptivequalitative design. There are ten fables of Aesop in this study taken from The Book ofAesop (Townsend: 1869). There were 103 forms. The result of data analysis showed thetotal number in types of abridging were: by reducing a clause to a phrase 55.34 %, byreducing a phrase to a word 10.68 %, change the direct speech to indirect speech 16.5%, and by reducing a clause to a word 17.48 %. It means that by reducing a clause to aphrase is the dominant types of abridging sentences used in Aesop fables. It is 52.7 %.The reason why abridging sentences by reducing a clause to a phrase is dominantbecause in all ten of the fables use many long clauses that can be reducing to phrases.There are many clauses which can be reducing to a simpler term of phrases. And theresult based on the context of the form were: human 9.2 %, animal 73.55 %, thing 5.75%, and situation 11.5 %. It means that the context of animal is the most dominantcontext. Then it is found that the ten fables are dominantly use the type of abridging byreducing a clause to a phrase in the context of animal.Keywords: Writing, Précis writing, Abridging Sentences*Graduate
Mitologi Arabisasi Peraturan Bupati (Perbup) Syari’ah di Tasikmalaya dan Implikasinya dalam Sistem Hukum Nasional Qalyubi, Syihabuddin; Hak, Nurul; Luthfi, Khabibi Muhammad
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 51 No 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v51i2.495

Abstract

Abstract: The purpose of this paper is to analyze the reason, form and meaning of arabization regent regulation (perbup) in Tasikmalaya and its implications for the national legal system. This departs from the arabization of Tasikmalaya regency that tends to be unilateral and less concerned about Sundanese writing. Using the approach of political linguistics and the theory of Mythology from Roland Barthes, it shows that Perbup arabization in Tasikmalaya district was underlied by history and sociological majority of Santri with Islam ideology since 19th centuries until now. In addition, the emergence of Arabization is legally inspired by the vision and mission of Tasikmalaya Regency itself as it wants to become an Islamic religious district. The implementation of Perbup arabization uses Pegon Arabic-Sundanese with three forms called the name of the Regional Work Unit, the official manuscript and the monument. Connotatively or mythologically, the Arabization shows that the regent of Tasikmalaya seeks to spread the ideology of Islamic Nusantara or Islamic Santri to Tasikmalaya society specifically and Indonesian people in general. While the implication to the national legal system is the incoherence of the legal system components in Indonesia. Abstrak: Tujuan tulisan ini adalah menganalisis alasan, bentuk dan makna dari arabisasi dalam Peraturan Bupati di kabupaten Tasikmalaya dan implikasinya dalam hukum nasional. Ini berangkat dari adanya arabisasi pada Peraturan Bupati Kabupaten Tasikmalaya yang cenderung sepihak dan kurang peduli tulisan Sunda. Dengan pendekatan politik linguistik dan teori mitologi Roland Barthes, ditemukan bahwa arabisasi dalam Peraturan Bupati di kabupaten Tasikmalaya dilatarbelakangi oleh sejarah dan sosiologis mayoritas kaum santri yang berideologi Islam Nusantara sejak abad ke-19 hingga sekarang. Selain itu munculnya arabisasi ini secara hukum diilhami oleh visi dan misi Kabupaten Tasikmalaya itu sendiri yang ingin menjadi kabupaten religius islami. Adapun implementasi arabisasi Peraturan Bupati tersebut menggunakan Pegon Arab Sunda dengan tiga bentuk yaitu nama satuan kerja perangkat daerah, naskah dinas dan monumen. Secara konotatif atau mitologis arabisasi itu menunjukkan bahwa bupati Tasikmalaya berusaha menyebarkan ideologi Islam Nusantara atau Islam Santri kepada masyarakat Tasikmalaya itu sendiri secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum. Sementara implikasinya terhadap hukum nasional adalah adanya ketidakpaduan antara komponen sistem hukum di Indonesia.
Tindak Tutur Ilokusi dalam Khotbah Idul Adha di Alun-Alun Kabupaten Sragen Tahun 2024 Hidayati, Tri Yanti Nurul; Farhah, Eva; Arifuddin, Arifuddin; Arummi, Afnan; Nugraha, Reza Sukma; Luthfi, Khabibi Muhammad; Anis, Muhammad Yunus; Ridwan, Muhammad
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2024.8.2.101-113

Abstract

Language is a means of communication used by people to interact. There are two types of communication, namely one-way communication and two-way communication. Sermons are an example of one-way communication. This study discusses the forms and functions of illocutionary speech acts in the Eid al-Adha sermon at Sragen Regency Square in 2024. The purpose of this study is to describe the forms and functions of illocutionary speech acts included in the Eid al-Adha sermon at Sragen Regency Square in 2024. The subject of this study is the illocutionary speech act in the Eid al-Adha sermon. The data in this study are speeches containing illocutionary acts in the Eid al-Adha sermon. This study uses the pragmatic equivalent method, which is recording and note-taking techniques. The results of this study show that the illocutionary speech acts used by khaṭīb during his sermon are assertive, directive, commisive, expressive, and declarations. The expressiveness of the Eid al-Adha sermon is to suggest, confirm, and inform. The directive function found is to request. The commisive function found is to guarantee. The expressive function is to praise. At the same time, the explanatory form of the Eid al-Adha sermon has a state function. In the Eid al-Adha sermon, utterances in the form of declarative sentences are frequently used. Those that are rarely used are commisive forms.
Digitalisasi Pasar Desa (DIPASAR) Berbasis Web Dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Di Desa Bojongsari Kab. Bandung Nur, Siti; Roseptry, Ricky; Fatman, Yenni; Azhari, Jihan Dzakiyyah; Ramadhan, Muhammad Luthfi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1651

Abstract

Upaya pemberdayaan ekonomi di Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang memiliki potensi besar namun terhambat oleh manajemen usaha yang lemah dan pasar konvensional yang tidak terintegrasi dengan teknologi. Dengan populasi 18.342 jiwa, mayoritas penduduk berada dalam usia produktif dan memiliki pendidikan yang memadai, tetapi menghadapi tantangan dalam pengelolaan usaha yang efisien. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manajemen usaha dan menerapkan sistem digitalisasi dalam pengelolaan usaha berbasis web. Kegiatan ini sejalan dengan program MBKM dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui pelatihan manajemen dan pengembangan aplikasi digital, diharapkan terjadi peningkatan kemampuan manajerial pelaku usaha dan integrasi teknologi dalam pemasaran. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama delapan bulan, diakhiri dengan evaluasi dan laporan akhir. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan publikasi ilmiah dan meningkatkan pengalaman mahasiswa yang terlibat.
Peningkatan Keterampilan Penerjemahan Teks Akademik Indonesia-Arab untuk Penerjemah Pemula Nugraha, Reza Sukma; Arifuddin, Arifuddin; Luthfi, Khabibi Muhammad; Arummi, Afnan
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i1.411

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan penerjemahan teks akademik dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Arab. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para penerjemah pemula mengenai hal-hal pokok yang perlu diperhatikan dalam menerjemahkan teks akademik, khususnya dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Arab. Pelatihan diselenggarakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting pada 1 Juni 2024 oleh Grup Riset Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, bekerja sama dengan Penerbit Dikara. Kegiatan diikuti oleh 150 peserta yang terdiri atas penerjemah lepas (72%) dan mahasiswa, pengajar, serta profesi lain yang memiliki ketertarikan terhadap dunia penerjemahan (28%). Hasil kegiatan merumuskan tiga pokok bahasan utama yang perlu diperhatikan penerjemah, yakni pemahaman struktur teks akademik, penguasaan struktur bahasa Arab sebagai bahasa sasaran, dan persoalan yang sering muncul dalam proses penerjemahan. Persoalan yang ditemukan meliputi perbedaan struktur kalimat, penerjemahan istilah akademik, penggunaan kata ganti, aspek kala (tenses), dan kesepadanan budaya. Penerjemah perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai karakteristik kedua bahasa dan bidang keilmuan yang diterjemahkan untuk menghasilkan terjemahan yang akurat dan berkualitas.
Tafsir Ayat-Ayat Aqidah Hari Kebangkitan: Yaumul Ba'ats Luthfi, Muhammad Luthfi Asy-Syaukanie; Khairul Umam; Muhammad Iqbal Arrasid; Ali Akbar
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 1 No 01 (2024): Transformasi Nilai-Nilai Islam dalam Era Digital: Harmoni Tradisi dan Wahyu
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hari kejadian menggambarkan momen di mana seluruh makhluk dibangkitkan setelah kematian untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep hari kebangkitan berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an dan interpretasi ulama. Dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), penelitian ini mengeksplorasi tema-tema yang berkaitan dengan hari kebangkitan seperti kematian (QS. Al-Qashash: 88), alam barzakh (QS. Al-Mu'minun: 99-100), peniupan sangkakala (QS. Az-Zumar: 68), dan balasan amal bagi orang kafir dan mukmin (QS. An-Naba: 21-37). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan, sementara data sekunder mencakup tafsir-tafsir seperti Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, serta artikel ilmiah dan buku yang mendukung. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk menguraikan makna ayat, membandingkan pandangan ulama, dan mengidentifikasi pola-pola Al-Qur'an dalam memastikan hari kebangkitan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Al-Qur'an menggunakan berbagai pendekatan, seperti perumpamaan, sumpah Allah, dan permulaan penciptaan manusia, untuk menjelaskan kepastian hari kebangkitan. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi sejarawan Islam dan memperkuat akidah setiap mukmin dalam memahami konteks hari kebangkitan sesuai perspektif Al-Qur'an.    
EPISTEMOLOGI NAHW TA‘LÎMÎ DALAM PERSEPEKTIF LINGUIS ARAB KONTEMPORER Luthfi, Khabibi Muhammad
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/a.v5i2.7959

Abstract

This paper amis to analyze the essence, source, approach and validity of syntax of pedagogical Arabic in the perspective of contemporary linguists. This was based on linguists who hold a classical syntax, saying renewal of pedagogical syntax in the contemporary era is not yet epistemological because it only redefines and implies classical syntax. With the philosophy approach of language education and educational linguistic theory based on library data with discourse analysis, it is found that pedagogical syntax iss Arabic grammar for learning to be proficient in speaking; derived from the Quran, hadith, poetry and syntax of classical schools and modern Arabic writing. The drafting approach is structural-behavioral with prescriptive, relevance, gradation, structural, clarity and simple principles. The methods are naqd, damj, tarjîh al-’arâ’, ziyâdah, tabwîb and ikhtishâr. The validity is pragmatic. On this basis, pedagogical syntax has its own distinct epistemology with classical syntax.
MISREPRESENTATION OF THE INDONESIAN ULEMA COUNCIL IN FATWAS ON SHI'A: NORMAN FAIRCLOUGH MODEL OF CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS Ridwan, Muhammad; Arifudin, Arifudin; Varhah, Eva; Anis, Muhammad Yunus; Arummi, Afnan; Hidayati, Tri Yanti Nurul; Nugraha, Reza Sukma; Luthfi, Khabibi Muhammad
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 17, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v17i2.63062

Abstract

This writing aims to synthesize the misrepresentation strategy presented by the MUI in its fatwa on Shia. This writing is a descriptive qualitative type with a critical paradigm approach. The data sources for this writing are the Central Indonesian Ulema Council's 1984 Fatwa on Shia Beliefs and the 2012 East Java Provincial Indonesian Ulema Council's Fatwa on the Deviance of Shia Teachings. The research data consists of the vocabulary and grammar utilized and selected by the MUI in the fatwa on Shia. This issue is examined through Norman Fairclough's critical discourse analysis, including the experiential value and relational value of vocabulary and grammar. The results of this research show that the MUI, in its fatwa on Shia, displays and orchestrates with an excommunication approach. The fatwa succeeds in expressing the practice of domination by the fatwa producers over the followers of Shia beliefs. The fatwa successfully becomes a discourse that holds power. This is represented through linguistic units referenced to Shia beliefs. The MUI chooses and supports Sunni beliefs while marginalizing Shia beliefs. The representation of the linguistic units utilized by the MUI presents Shia beliefs as incorrect while portraying Sunni beliefs as correct. This shows the presence of misrepresentation or incorrect depiction by the text producers. This strategy is called a misrepresentation strategy. The model of misrepresentation employed by the MUI includes marginalization, delegitimization, and exclusivity.MISREPRESENTATION OF THE INDONESIAN ULEMA COUNCILIN FATWAS ON SHI'A: NORMAN FAIRCLOUGH MODEL OF CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS
ANALISIS JARINGAN AKSES OPTIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN BTS TELKOMSEL DI PT TELKOM WITEL BANDUNG Rafika Ratik Srimurni, Rafika Ratik Srimurni; Siti Nur, Siti Nur; Iwan Satriyo Nugroho, Iwan Satriyo Nugroho; Rantiyo, Rantiyo; Muhammad Luthfi Gozali, Muhammad Luthfi Gozali; Mochammad Rafi, Mochammad Rafi
Teknologi Nusantara Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Telkom Witel Bandung is committed to providing reliable and quality Internet services in the digital era. With a focus on MBB (Mobile Broadband) & BGES (Business Government Enterprise Services) Units. Optical access network analysis is a focus for improving service quality and maintaining service quality. Quality management, as a systematic approach, is used to understand customer needs and ensure products or services meet expectations. Factors such as quality control, quality assurance, and quality improvement become an integral part of the quality management strategy. Preventive maintenance provides benefits in extending asset life and increasing customer satisfaction. BTS as a telecommunications service, analysis is carried out on Packet Loss (Sending and receiving data packets), Latency (Delay), and Jitter on BTS services. The results show Packet Loss analysis of 0% (Specifications), Latency 470 ms (Under specifications), and Jitter 3 ms (Specifications). Analysis of the causes of high latency using QOS and fishbone diagrams identifies factors such as environment, machines, people and methods. Improvement proposals include device updates, natural disaster risk management and geographic distance, field technician convenience, checking or controlling. Thus, it can be concluded that the application of network analysis and quality management are key steps to improve the quality of Telkomsel BTS services at PT Telkom Witel Bandung. Improvement efforts are expected to optimize service performance and meet customer expectations in this digital era.
Co-Authors -, Irmayanti Adhi Syahbani Ahmidi, Ahmidi Akbar Cita Aldo Yanuarto, Aldo Yanuarto Alfananda, Rizqi Alfarizi, Muhammad Imam Alfiati Silfi Alhamdani, Alhamdani Ali Akbar Amie Kusumawardhani, Amie Andi Asadul Islam Arifuddin Arifuddin Arifudin arifudin Arummi, Afnan Azhari, Jihan Dzakiyyah Bachtiar, Rini R Bachtiar, Rini R Budu - Bukhari, Agussalim Claudianty, Grandita Satira Daud, Numan AS Delyara, Dea Ayu Dian Novita Eva Farhah, Eva Fajar Nugraha Fardah Akil Fatman, Yenni Fionasari, Dwi Fitriani Agustin, Fitriani Himmawan, Gathot Ibrahim Labeda Ilhamjaya Patellongi Inge Triguri Iwan Satriyo Nugroho, Iwan Satriyo Nugroho Khairul Umam Kusuma, Susanto H Laili, Aizzatul Luqman Hakim, Luqman Hakim Marcellus Simadibrata Masita, Tuti Syaima Maylana, Aninda Nisa Mochammad Hatta Mochammad Rafi, Mochammad Rafi Moh.Ibnu Sholeh Muh. Nasrum Massi Muhammad Alfikri Muhammad Dhiyaurrahman Hanafi Muhammad Iqbal Arrasid Muhammad Natsir Muhammad Natsir Muhammad Ridwan Muhammad Sahdan Siregar, Muhammad Sahdan Siregar Muhammad Yunus Anis Musyrifa, Furaida Ayu Nasir, Yazid Qomar Abdul Nur Azlina Nur Ila Ifawati NUR, siti Nurul Hak Popy Yuliarty, Popy Prastowo, Dwi Ady Prihantono Prihantono Putri, Annie Mustika Rafika Ratik Srimurni, Rafika Ratik Srimurni Rantiyo, Rantiyo Regia Dwi Umbara Reza Sukma Nugraha, Reza Sukma Rifai, Amelia Rina Masadah Rinda Nariswati Rizqia, Asa Qubaila Sitta Zidna Rohman Rosdiana Natzir Roseptry, Ricky Samad, Ibrahim Abd. Siti Nur, Siti Nur Suci, Rama Gita Suhadah Suhadah, Suhadah Susilo Toto Raharjo Syaf Putra, Rudi Syahnaz Khairunnisa Syihabuddin Syihabuddin Tjahjadi Robert Tedjasaputra Triyanti Nurul Hidayati Uleng Bahrun, Uleng Varhah, Eva Widji Indahing Tyas Wildana Wargadinata Yuliana Fatmawati, Yuliana Fatmawati Zamzami Dhiyaul Ulum