Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Pembelajaran Teorema Phytagoras menggunakan E-Comic Berbantuan Pixton Rahmawati, Melita; Yani T, Ahmad; Sayu, Silvia; Fitriawan, Dona; Suratman, Dede; BS, Dian Ahmad
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2023): Inovasi Teknologi, Psikologi Belajar, dan Adaptasi Pembelajaran Matematika di E
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v6i1.2086

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran teorema phytagoras menggunakan e-comic berbantuan pixton yang layak dan efektif digunakan dalam mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Waktu dan tempat penelitian ini di SMP Negeri 1 Rasau Jaya kelas VIII D semester genap tahun ajaran 2021/2022. Subjek penelitian ini berjumlah 24 peserta didik dan objek penelitian ini adalah media pembelajaran teorema phytagoras dengan menggunakan e-comic berbantuan pixton yang telah dikembangkan. Teknik pengumpulan data penelitian ini berupa angket dan dokumentasi. Uji kelayakan dilihat dari angket penilaian ahli yaitu ahli media dan ahli materi serta tanggapan peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kelayakan ahli media memperoleh persentase 77,5% (sangat layak), (2) kelayakan ahli materi memperoleh persentase 76,92% (sangat layak), (3) tanggapan peserta didik terhadap pembelajaran. media teorema phytagoras menggunakan e-comic berbantuan pixton sangat layak dengan persentase 85,97%. Jadi media pembelajaran teorema phytagoras dengan menggunakan e-comic berbantuan pixton sangat layak dan efektif untuk digunakan.
Moral Message-Based Deep Learning in Mathematics Instruction for Mathematics MGMP Teachers of Kubu Raya Basuni, Bistari; Mikraj, Hamdani; Rustam, Rustam; Ahmad, Dian; Zubaidah, Zubaidah; Winarji, Agus; Nurfadilah, Nurfadilah; Pasaribu, Revi Lestari; Jamilah, Jamilah; Junarti, Junarti
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 1 (2025): January - July 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i1.4722

Abstract

The seminar titled "Deep Learning Based on Moral Messages in Mathematics Learning" was conducted for mathematics teachers in the MGMP (Subject Teacher Forum) of Kubu Raya Regency as a response to the need for enhancing the quality of learning that emphasizes not only cognitive but also affective aspects. The concept of deep learning in this seminar was emphasized through three core principles: awareness, meaningfulness, and enjoyment. These principles aim to create reflective, contextual learning experiences that motivate students to think critically and develop deep, lasting understanding. In addition, the integration of moral messages in mathematics learning referred to Thomas Lickona’s theory, which includes moral knowing, moral feeling, and moral action as a comprehensive foundation for character education. Attended by 31 junior high school mathematics teachers, the seminar ran smoothly and was met with high enthusiasm. Questionnaire results showed that 93.7% of teachers agreed on the importance of deep conceptual understanding in learning, while 87.5% emphasized the importance of discipline and mutual respect in classroom interactions. These findings indicate strong teacher support for a holistic learning approach that fosters both conceptual mastery and moral character development among students.Deep Learning Berbasis Pesan Moral dalam Pembelajaran Matematika bagi Guru MGMP Matematika Kubu RayaABSTRAKSeminar bertajuk "Deep Learning Berbasis Pesan Moral dalam Pembelajaran Matematika" diselenggarakan untuk guru MGMP Matematika Kabupaten Kubu Raya sebagai respons terhadap kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif. Konsep deep learning dalam seminar ini ditekankan melalui tiga prinsip utama, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Ketiganya bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang reflektif, kontekstual, dan memotivasi siswa untuk berpikir kritis serta membangun pemahaman yang mendalam. Di sisi lain, penguatan pesan moral dalam pembelajaran matematika mengacu pada teori Thomas Lickona yang mencakup pengetahuan, perasaan, dan tindakan moral sebagai satu kesatuan dalam pembentukan karakter siswa. Seminar ini diikuti oleh 31 guru dan berlangsung lancar serta penuh antusiasme. Hasil angket menunjukkan bahwa 93,7% guru menyatakan pentingnya pemahaman konsep secara mendalam dalam pembelajaran, sementara 87,5% guru menilai sikap disiplin dan saling menghargai dalam lingkungan kelas sebagai aspek penting yang perlu ditanamkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa guru sangat mendukung pendekatan pembelajaran yang holistik, yang tidak hanya menumbuhkan pemahaman konsep, tetapi juga membentuk karakter peserta didik secara menyeluruhKata Kunci :Deep Learning; Pesan Moral; Pembelajaran Matematika
DESKRIPSI PEMAHAMAN PESERTA DIDIK TERHADAP BARISAN ARITMATIKA DIKAITKAN DENGAN SURAH AL-KAHF AYAT 22 Sulala, Anis; Rustam, Rustam; BS, Dian Ahmad
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 14, No 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v14i4.93170

Abstract

This research seeks to explore students"™ comprehension of the concept of arithmetic sequences in relation to Surah Al-Kahf verse 22 at MTs Al-Ihsan Pontianak. This topic was chosen because many students still struggle to master arithmetic sequence material, particularly in determining the value of then term and the sum of all terms up to n. The study employed a descriptive qualitative method using specific data gathering techniques consisting of open-ended tests and semistructured interviews. The research subjects were eighth-grade students who had already studied arithmetic sequences. The research instruments were developed based on indicators of mathematical understanding and modified to integrate the concept of arithmetic sequences with Islamic values found in Surah Al-Kahf verse 22. It was found that 29% of participants demonstrated well-developed understanding, 59% moderate, also 12% low. The main difficulties included applying formulas, identifying patterns, and making deep connections between the mathematical concepts and the Qur"™anic verse. However, some students were able to recognize the number pattern in the verse (3, 5, 7) as an arithmetic sequence with a constant difference. These findings indicate that integrating Qur"™anic verses into mathematics instruction has the potential to enhance students"™ understanding, both cognitively and spiritually. The study recommends the development of contextual and religious learning models to strengthen the connection between mathematical concepts and Islamic values.
LITERASI NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA DITINJAU DARI RESILIENSI MATEMATIS Savitri, Vira; Edy Yusmin; Hamdani Mikraj; Dede Suratman; Dian Ahmad BS
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.4052

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam menjelaskan literasi numerasi siswa ketika menuntaskan soal PISA dilihat dari resiliensi matematis. Metode yang dipakai berupa metode deskriptif kualitatif dengan teknik mengumpulkan datanya memakai tes PISA konten uncertainty and data, angket resiliensi matematis serta pedoman wawancara. Subjek dari penelitian ini terdiri dari 25 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batu Ampar. Dari 25 siswa dipilih 1 siswa yang memilikii tingkat resiliensi matematis tinggi, sedang dan rendah untuk diwawancarai guna mengetahui lebih dalam jawaban siswa dari tes yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek pada saat wawancara mengaku belum mengetahui simbol matematika dasar, walaupun begitu siswa yang mempunyaitingkat resiliensi matematis tinggi dapat menganalisa informasi yang terdapat dalam tabel dan grafik, kemudian menggunakan hasil analisis tersebut untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, dapat memakai angka dan simbol dengan cermat untuk menyelesaikan masalah dengan efektif serta mampu mengambil kesimpulan dari analisa yang sudah dijalankan. Sedangkan, siswa dengan tingkat resiliensi matematis sedang cenderung dapat menganalisa informasi yang terdapat dalam tabel dan grafik, kemudian menggunakan hasil analisis tersebut untuk menuntaskan persoalan yang diberikan, dapat memakai angka dan simbol untuk menyelesaikan masalah dengan baik, serta mampu mengambil kesimpulan dari analisa yang sudah dijalankan. Namun, terdapat beberapa kekeliruan karena kurangnya ketelitian. Dan siswa yang memiliki tingkat resiliensi matematis rendah cenderung dapat meganalisa informasi yang terdapat dalam tabel dan grafik, kemudian menggunakan hasil analisis tersebut dalam memecahkan persoalan yang diberikan, serta mampu memakai angka dan simbol untuk menyelesaikan persoalan dengan baik.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PERKULIAHAN MATAKULIAH KALKULUS INTEGRAL DALAM PENYELESAIAN LUAS DAERAH ANTARKURVA Meldi, Nadya Febriani; Khoriyani, Rohmah Pila; Susanti, Widya; Ahmad, Dian; Rif'at, Mohamad
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v8i2.1506

Abstract

In today's digital era, the use of digital technology is essential in learning mathematics to create exploratory learning spaces. From an early age, technology in learning needs to be known that it does not only produce manual calculators, but that extensive learning support is realized from various applications or websites used in learning at school or in lectures. However, the lack of knowledge of prospective teacher students is a limiting space for learning space. First, in the integral calculus course, students seem monotonous by only using pencil and paper in learning. This article aims to present the implementation of the use of digital technology in integral calculus lectures in determining the area between curves. The method used is descriptive to describe the implementation of the technology. This was obtained in the implementation of the website using geogebra and wolframalpha as an exploratory tool to create a comprehensive learning space in answering their needs regarding the difficulty of drawing graphs, the difficulty of determining intervals of curve areas, and integral calculations assisted by geogebra and wolframalpha. However, in its use, it is necessary to have a basic understanding of calculating the area between the curves as the main basis for the direction of implementing digital technology.
Technical Guidance for Student Creativity and Achievement Program Hamdani; Dona Fitriawan; Halini; Agung Hartoyo; R, Zubaidah; Revi Lestari Pasaribu; Dian Ahmad BS; Ade Mirza; Edy Yusmin; Asep Nursangaji
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v5i1.3148

Abstract

The purpose of the student creativity program in general is to prepare future-oriented student resources and forged with higher education transformation so that they become superior, competitive, adaptive, flexible, productive, competitive graduates with Pancasila character, and guide students to become individuals who know and obey the rules, creative and innovative, as well as objective and cooperative in building intellectual diversity. While the objectives of the Student Achievement Program are: 1) giving awards to students who have achieved high achievements; 2) motivating students to carry out curricular, co-curricular, and extra-curricular activities as a vehicle for synergizing student hard skills and soft skills; 3) encouraging universities to develop a campus life climate that can facilitate students to achieve proud achievements on an ongoing basis; 4) Student entrepreneurship; and 5) MBKM activities in higher education. The method of delivering the material in the zoom meeting and offline, accompanied directly by selected expert presenters who are able to provide motivation and strategies and often participate in the intended achievement event in the FKIP Hall, Classroom, and other rooms that are useful in implementing activities that are planned to be carried out continuously or sustainably between April and December 2023. The activities are in the form of continuous technical guidance periodically until students are proficient in uploading activity websites, making implementation proposals, and creating achievement and entrepreneurial ideas. The data collection technique is observation, interview, and documentation. With data collection tools in the form of observation sheets, interviews, and documentation sheets. The target audience is students and lecturers, especially the mathematics education study program at FKIP Tanjungpura University. With the results obtained are: 1) many students are ready to make a team of service implementers starting from the preparation of proposals to the hope that the product will be accepted by the ministry and other institutions that oversee it; 2) students play an active role in participating in competitions or student achievement activities and compete starting from the institutional, regional, national, and international levels. The product of the service activity is in the form of a Student Creativity Program (PKM) proposal and empirical evidence of students participating in outstanding student activities then articles made and then published in the National Journal of Community Service.
LITERASI NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA DITINJAU DARI RESILIENSI MATEMATIS Savitri, Vira; Edy Yusmin; Hamdani Mikraj; Dede Suratman; Dian Ahmad BS
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.4052

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam menjelaskan literasi numerasi siswa ketika menuntaskan soal PISA dilihat dari resiliensi matematis. Metode yang dipakai berupa metode deskriptif kualitatif dengan teknik mengumpulkan datanya memakai tes PISA konten uncertainty and data, angket resiliensi matematis serta pedoman wawancara. Subjek dari penelitian ini terdiri dari 25 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batu Ampar. Dari 25 siswa dipilih 1 siswa yang memilikii tingkat resiliensi matematis tinggi, sedang dan rendah untuk diwawancarai guna mengetahui lebih dalam jawaban siswa dari tes yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek pada saat wawancara mengaku belum mengetahui simbol matematika dasar, walaupun begitu siswa yang mempunyaitingkat resiliensi matematis tinggi dapat menganalisa informasi yang terdapat dalam tabel dan grafik, kemudian menggunakan hasil analisis tersebut untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, dapat memakai angka dan simbol dengan cermat untuk menyelesaikan masalah dengan efektif serta mampu mengambil kesimpulan dari analisa yang sudah dijalankan. Sedangkan, siswa dengan tingkat resiliensi matematis sedang cenderung dapat menganalisa informasi yang terdapat dalam tabel dan grafik, kemudian menggunakan hasil analisis tersebut untuk menuntaskan persoalan yang diberikan, dapat memakai angka dan simbol untuk menyelesaikan masalah dengan baik, serta mampu mengambil kesimpulan dari analisa yang sudah dijalankan. Namun, terdapat beberapa kekeliruan karena kurangnya ketelitian. Dan siswa yang memiliki tingkat resiliensi matematis rendah cenderung dapat meganalisa informasi yang terdapat dalam tabel dan grafik, kemudian menggunakan hasil analisis tersebut dalam memecahkan persoalan yang diberikan, serta mampu memakai angka dan simbol untuk menyelesaikan persoalan dengan baik.