Claim Missing Document
Check
Articles

Kemudahan Konsumsi dalam Komunikasi Personal sebagai Strategi Pemasaran Digital Sangulicious Wiratama, Gio; Agustini; Setiawan, Koesworo
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21831

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap pemasaran, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner. Artikel ini mengkaji bagaimana komunikasi interpersonal yang didukung oleh kemudahan konsumsi produk dapat  menjadi strategi pemasaran digital yang efektif untuk meningkatkan minat beli konsumen Sangulicious melalui platform WhatsApp. Dengan menggunakan metode kajian pustaka deskriptif, penelitian ini menganalisis kontribusi komunikasi interpersonal via WhatsApp, serta kemasan praktis dan proses pemesanan yang cepat, terhadap peningkatan minat beli dan loyalitas pelanggan. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal mampu membangun kedekatan emosional dan kepercayaan, sementara kemudahan konsumsi memberikan nilai fungsional yang sangat dihargai konsumen. Sinergi kedua aspek ini terbukti menjadi strategi yang adaptif dan berfokus pada kebutuhan konsumen Indonesia, khususnya dalam menghadapi persaingan di era digital.
Komunikasi Mengatasi Kekerasan Psikis Dalam Meningkatkan Self Love Siswi SMK Amaliah Ciawi Amira, Rizqa; Kusumadinata, Ali Alamsyah; Agustini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk transaksional dalam komunikasi ini memiliki peran penting selama proses interaksi. Kekerasan psikis sering kali dihadapi oleh remaja, terutama siswi yang sedang berada dalam fase perkembangan identitas diri. Dampak dari kekerasan psikis yang dialami oleh siswi dapat merusak harga diri dan menghilangkan self love, yang pada gilirannya mempengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan emosional siswi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transaksional komunikasi interpersonal terhadap kekerasan psikis dalam meningkatkan self love siswi SMK Amaliah Ciawi. Metode penelitian disini adalah fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi dan kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, langkah selanjutnya adalah pengolahan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk transaksional komunikasi interpersonal seperti umpan balik, gangguan, pengalaman bersama dan efek membantu siswi yang menjadi korban kekerasan psikis dalam meningkatkan self love. Kata Kunci: kekerasan psikis, siswi, self love
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI KANTOR POS CABANG DEPOK 2 Pasaribu, Raya; Agustini
Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal Vol 2 No 1 (2022): Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi saat ini setiap perusahaan tentunya mempunyai tujuan, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang melalui aktivitas yang dilakukan organisasi dan perusahaan. Maka agar tujuan yang ditetapkan dapat tercapai diperlukannya mengelola sumber daya manusia dengan baik. Tujuan dengan adanya penelitian ini ialah untuk dapat mengetahui serta menganalisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap kinerja karyawan Kantor Pos Cabang Depok 2. Berikut adalah jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisi data ialah dengan memberikan penjelasan dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sedagkan untuk model yang digunakan dalam analisi data ialah model analisi regresi linear berganda. Pada hasil uji regresi menunjukkan dengan angka 55,0% menjelaskan dengan faktor-faktor kinerja karyawan oleh gaya kepemimpinan, motivasi kerja dan budaya organisasi sedangkan untuk sisanya 54% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Sedagkan pada hasil uji F semua variabel menunjukan secara simultan kepada variabel gaya kepemimpinan, motivasi kerja dan budaya organisasi secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan hasil analisis yaitu nilai Fhitung 14,461 > Ftabel = 2,920. Untuk hasil uji T menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan menunjukkan hasil thitung (0,969) budaya organisasi menunjukkan hasil analisis yaitu thitung (4,096) yang dimana ttabel (2,042) maka secara parsial budaya organisasi berpengaruh signifikan untuk kinerja karyawan di Kantor Pos Cabang Depok 2. Sedangkan untuk variabel gaya kepemimpinan menunjukkan hasil thitung (0,969) motivasi kerja menunjukkan hasil analisis thitung (0,038) dimana ttabel (2,042) tidak berpengaruh signifikan bagi kinerja karyawan di Kantor Pos Cabang Depok 2. Variabel yang begitu dominan dalam mempengaruhi kinerja karyawan di Kantor Pos Cabang Depok 2 ialah budaya organisasi.
Artificial Intelligence and Education: Examining Ethical Awareness and Social Responsibility in Classroom Applications Agustini; Danellie C. Llamas
Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/educationaldynamics.v2i4.250

Abstract

Artificial Intelligence (AI) has increasingly become an integral component of modern education, offering significant opportunities to improve accessibility, efficiency, and personalized learning. This study explores students’ perceptions of AI in educational contexts, focusing not only on its practical benefits but also on ethical concerns, particularly regarding data privacy and social responsibility. Adopting a mixed-method design, the research collected data through surveys and classroom observations. The survey responses were analyzed using descriptive statistics to identify trends in perceptions, while observation notes were thematically coded to capture students’ real interactions with AI applications. The findings reveal that students generally exhibit a positive attitude toward AI, recognizing its potential to enhance learning experiences by making education more accessible and efficient. However, the study also highlights that concerns over data privacy and the potential misuse of information remain central issues. Moreover, a notable gap exists between students’ appreciation of the practical benefits of AI and their awareness of ethical dimensions such as algorithmic bias and digital responsibility. This imbalance suggests that while students are ready to embrace AI as a tool, they may not yet be adequately prepared to address the broader ethical implications of its use. The discussion situates these findings within the framework of digital ethics, emphasizing the need for education systems to integrate ethical literacy alongside technological skills. By doing so, schools and universities can ensure that students are both technologically competent and socially responsible. The study concludes that although AI is welcomed in educational settings, greater emphasis on digital ethics education is essential to maximize its benefits and minimize potential risks. This research provides a basis for future studies on policy development and ethical practices for AI in the classroom.
Counseling Entrepreneurship Based on Technology for Beginners at SMAN 7 Kepulauan Selayar Sukarman; Agustini
GoodWill Journal of Economics, Management, and Accounting Vol. 5 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : www.amertainstitute.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65246/m2ht6w11

Abstract

This study aims to explore the implementation and effectiveness of technology-based entrepreneurship counseling for beginner-level students at SMAN 7 Kepulauan Selayar. The counseling program was designed using an interactive and participatory approach to improve students' understanding, interest, and readiness in initiating digital-based business ventures. The research employed a descriptive qualitative method involving 50 students, with data collected through observation, open interviews, documentation, and pre-post tests. The counseling activities included modules on formulating business ideas, simple business planning, digital marketing strategies, technology risk management, and ethical aspects of digital entrepreneurship. Findings indicate that 85% of participants improved their conceptual understanding, and 70% successfully developed simple business plans, while most showed significant enthusiasm in digital marketing practices. SWOT analysis revealed that while the content was accessible and well-received, challenges such as unequal access to digital devices persisted. Evaluation results further showed that 92% of participants were satisfied with the program, and 80% expressed interest in continuing to more advanced stages. This study underscores the importance of integrating technology in entrepreneurship education to build digital business competencies among youth. It recommends extending the training duration, involving local business practitioners, and forming school-based digital entrepreneur communities. Overall, the program proved effective in enhancing entrepreneurial knowledge, skills, and confidence, while fostering innovation and contributing to the local entrepreneurial ecosystem. The findings highlight the need for continuous support and structured follow-up to ensure sustainable impact.
Impulsive Buting Mahasiswa sebagai Respons terhadap Interaksi Live Streaming TikTok Shop Assyifaturrohmah, Nurul; Agustini; Suryatna, Undang
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22157

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi telah mendiring strategi pemasaran digital yang semakin interaktif, salah satunya melalui fitur live streaming pada TikTok Shop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses interaksi dalam sesi live streaming TikTok Shop serta dampaknya terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa Universitas Djuanda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, serta teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi real-time, daya tarik konten, dan promosi eksklusif menjadi stimulus komunikasi yang memengaruhi persepsi dan emosi mahasiswa. Kondisi internal tersebut kemudian mendorong tindakan pembelian yang bersifat impulsif. Temuan dianalisis menggunakan pendekatan komunikasi pemasaran berbasis Stimulus–Organism– Response (SOR), yang menunjukkan bahwa interaksi dalam sesi live streaming tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu membentuk pola konsumsi yang cepat dan emosional.
Pelatihan Urban Farming Untuk Meningkatkan Pemahaman Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat Di Bandar Lampung Carolina, Thabita; Sundari, Susanti; Agustini; Suharyono, Heru
Pucuk Rebung: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): May
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pure.v3i1.p62-72

Abstract

This community service in the form of urban farming training aims to increase the people of Bandar Lampung's understanding of urban farming so that they are motivated to become new entrepreneurs. At least they can build family food security. The method used is Community Empowerment to increase community capacity through training. The results of this training were that 100% of participants considered this training interesting and useful, there was an increase in the understanding of participants as much as 60% who were the younger generation, most of whom were high school students along with teachers, students and the younger generation of Lazdai. They gain interesting experience and knowledge and hope there will be an advanced program that involves more young people so that a generation concerned with food security will emerge.