Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Effect of Ice Breaking on Student Learning Outcomes in Islamic Religious Education Subjects in Elementary Schools Nurhidayah, Anita; Nawawi, M. Latif; Muamalah, Husnul
GENIUS: Journal of Elementary Pedagogy and Innovation Studies Vol. 1 No. 1 (2025): GENIUS: Journal of Elementary Pedagogy and Innovation Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul 'Ulum Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62448/genius.v1i1.72

Abstract

This study examines the effect of the application of ice breaking techniques on students' learning outcomes in Islamic Religious Education subjects at State Elementary School 2 Bandarsari, Padangratu District, Central Lampung Regency. Against the background of the increasing importance of creating an inclusive and interactive learning environment, the aim of this study is to evaluate the effectiveness of the ice breaking method in improving students' understanding of religious materials. This study used a quantitative approach by involving IV A and IV B students as research samples. Data were collected through tests before and after the application of ice breaking and analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The results showed a significant increase in students' learning outcomes after the application of the ice breaking method, indicating the positive impact of this approach on students' understanding of Islamic Religious Education materials. The implications of the findings highlight the importance of integrating ice breaking methods in religious learning at the primary school level to improve students' engagement and their overall learning outcomes. This research provides a basis for teachers and educational policy makers to consider the use of ice breaking methods as an effective learning strategy in the context of religious learning.
Pelatihan Penyusunan Artikel Ilmiah Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Rohman, Miftahur; Kurniawan, Wakib; Nawawi, Muhammad Latif; Yana, Hawwin Huda
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v4i2.364

Abstract

Rendahnya tingkat publikasi artikel ilmiah di kalangan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Bustanul Ulum Lampung Tengah. Hal ini menjadi tantangan signifikan dalam meningkatkan reputasi akademik dan penyebaran pengetahuan. Pengabdian Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penyusunan karya ilmiah bagi mahasiswa STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah. PkM ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), yakni dengan menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa yang akan dijadikan objek pengabdian. Identifikasi masalah, perencanaan, hingga tindakan pengabdian. Identifikasi masalah bagi mahasiswa STIT Bustanul Ulum adalah kurangnya kemampuan dalam menulis artikel jurnal ilmiah yang mencakup aspek penulisan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, dan proses pengiriman naskah. Memperhatikan masalah yang dihadapi objek pengabdian tersebut, tindakan yang diberikan adalah dengan melaksanakan bimbingan penulisan artikel ilmiah selama dua hari agar dapat memberikan perubahan bagi mahasiswa objek pengabdian dalam penyusunan artikel jurnal. Hasil pengabdian ini adalah dapat diukur melalui beberapa indikator utama, yaitu: pertama, para mahasiswa mampu menyusun artikel jurnal ilmiah yang siap untuk dikirimkan ke beberapa jurnal yang sesuai bidang masing-masing; kedua, terdapat peningkatan kompetensi penulisan, di mana peserta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menulis artikel ilmiah serta memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai standar internasional dalam publikasi akademik; ketiga, dalam jangka menengah, jumlah artikel yang berhasil dipublikasikan di jurnal terakreditasi mengalami peningkatan; dan keempat, program ini turut memperkuat jaringan akademik melalui kolaborasi antara STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah sebagai PTKI di bawah naungan Kementerian Agama dan Universitas Lampung sebagai PTN di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta mendorong peserta untuk berpartisipasi aktif dalam konferensi ilmiah dan seminar di tingkat nasional maupun internasional.
Pengembangan Madrasah Unggul Berbasis Pesantren Di MA Unggulan Darul Ulum Jombang Muhammad Latif Nawawi
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2022): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.325 KB) | DOI: 10.53649/taujih.v4i1.103

Abstract

Di bawah latar belakang dinamika perubahan sosial, pesantren dapat dikatakan sebagai salah satu alternatif dan lembaga pendidikan Islam yang maju, khususnya pesantren di pesantren. Meski begitu, Pendidikan formal di kalangan pondok pesantren masih dianggap lembaga yang terpinggirkan. Dari sinilah revitalisasi Pendidikan formal di pesantren harus diwujudkan dengan mengembangkan madrasah yang bermutu di kalangan Pondok Pesantren, sehingga mampu menciptakan pendidikan formal yang unggul, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang bernilai agama tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan pesantren lanjutan berbasis Madrasah Aliyah Unggulan Darul 'Ulum Jombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Sekolah Tinggi Islam Negeri Islam Negeri untuk mengembangkan pesantren berbasis pengembangan meliputi aspek-aspek sebagai berikut: pengembangan mata kuliah yang komprehensif, pengembangan bakat dan minat, pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia, pembinaan dan administrasi, dan terakhir pembinaan perwakilan Sarana dan prasarana representatif.
RELIGIOUS STRENGTHENING IN CYBER SPACE BETWEEN INDONESIA AND PAKISTAN Nawawi, Muhammad Latif; Andrianto, Dedi; Kurniawan, Wakib; Al Ayyubi, Ibnu Imam; Sain, Zohaib Hassan
SYAIKHONA: Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) - STAI Nida El-Adabi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59166/syaikhona.v3i2.381

Abstract

This study examines the strengthening of religious values in cyberspace in Indonesia and Pakistan two countries with the world’s largest Muslim populations and significant influence on contemporary Islamic discourse. The rapid advancement of digital technology and the widespread use of social media have created new arenas for religious transmission, especially among younger generations who are deeply engaged in online communication. In Indonesia, platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok are extensively used by preachers to convey Islamic teachings in creative, simplified, and engaging formats, reflecting an approach rooted in Islamic moderation (Wasathiyah). In contrast, in Pakistan, digital preaching has also flourished but tends to adopt a more conservative tone and operates under stricter government regulation due to historical sectarian tensions and concerns about extremist influence. Employing a qualitative approach with interactive analysis techniques, this study investigates the roles of governments, religious institutions, and civil society in shaping religious narratives within digital spaces. The findings reveal that while both countries acknowledge the transformative potential of cyberspace for promoting religious education and identity formation, they also face persistent challenges such as radicalization, misinformation, and online hate speech. Consequently, the study underscores the importance of strengthening digital religious literacy and fostering collaborative regulatory frameworks to ensure that cyberspace evolves into an inclusive, constructive, and peaceful environment for reinforcing Islamic values. These insights contribute to broader academic discussions on religion, media, and the transformation of Islamic education in the digital age.
Penerapan Pendidikan Kreatif melalui Pelatihan Pembuatan Sempol Kekinian Berbasis Kuliner Lokal Andrianto, Dedi; Kurniawan, Wakib; Nawawi, M. Latif; Al Ayyubi, Ibnu Imam; Putra, Ari Limay Trisno; Fitriani, Namiyah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20851

Abstract

Background: Kegiatan pelatihan pembuatan sempol kekinian sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam bidang keterampilan produksi makanan ringan berbasis lokal serta strategi pemasaran kuliner secara digital. Metode: Pelatihan ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemanfaatan aset dan potensi lokal yang telah dimiliki oleh masyarakat. Hasil: Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya mampu menguasai keterampilan teknis pembuatan sempol, tetapi juga menerapkannya dalam praktik wirausaha secara mandiri maupun kelompok. Dampak dari kegiatan ini mencakup dimensi ekonomi melalui peningkatan pendapatan rumah tangga, dimensi sosial melalui penguatan partisipasi dan jejaring komunitas, serta dimensi budaya melalui inovasi produk kuliner lokal yang relevan dengan selera pasar. Pelatihan ini juga mengintegrasikan soft skills kewirausahaan, seperti pengelolaan usaha kecil dan promosi digital. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh, pelatihan pembuatan sempol kekinian memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya dalam aspek keterampilan produksi kuliner dan semangat kewirausahaan. perubahan perilaku yang positif, baik secara individu maupun kolektif, dalam membangun usaha mikro yang berorientasi pada kemandirian ekonomi keluarga. Integrasi antara keterampilan teknis dan soft skills kewirausahaan juga menjadi nilai tambah yang penting, terutama dalam mendorong adaptasi terhadap perkembangan ekonomi digital. Dengan mempertimbangkan keberhasilan pelatihan ini, program serupa sangat potensial untuk direplikasi di wilayah lain, dengan catatan perlu adanya penyesuaian berdasarkan karakteristik, kebutuhan, dan aset lokal masing-masing komunitas.
Relevansi Nilai-Nilai Akhlak Islami dalam Membentuk Etika Digital dan Karakter Peserta Didik Sebagai Respon Terhadap Tantangan Disinformasi dan Cyberbullying Di Era 5.0 Puji Rahayu; Muhammad Latif Nawawi
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 02 (2025): Taujih: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/taujih.v7i02.1444

Abstract

The Society 5.0 era demands that humans have strong character and morals to be able to use technology wisely. This study aims to analyze the relevance of Islamic moral values ​​in shaping digital ethics and student character in response to disinformation and cyberbullying. The method used is descriptive qualitative through literature review with thematic analysis. The results show that Islamic moral values ​​play a significant role in fostering ethical awareness, media responsibility, and critical thinking in the digital space, making them relevant to facing the moral challenges of the Society 5.0 era. This study provides important implications for the development of Islamic education in the Society 5.0 era, particularly in the context of shaping digital ethics and student character. Theoretically, this research affirms that Islamic moral values can be formulated as an Islamic digital ethics framework capable of bridging technological advancement with religious morality. Practically, Islamic educational institutions need to integrate these values into digital literacy curricula through contextual learning and teacher role-modeling. Collaboration between the government, educators, and parents is also essential in creating a morally grounded educational ecosystem. Socially, the implementation of Islamic moral values serves as a preventive measure against disinformation, cyberbullying, and other negative behaviors, while simultaneously fostering a generation of digitally literate Muslims with strong Islamic ethical awareness.
Islamic Self-Moderation as a Spiritual Remedy for Fear of Missing Out in the Digital Age Zainuddin Zainuddin; Mustafiyanti Mustafiyanti; Ulfa Hoyriah; Saskia Pungki; Nurdiana Sari; Muhammad Latif Nawawi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5875

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the way humans interact, communicate, and access information. However, this advancement has also created new psychological challenges, such as the Fear of Missing Out a sense of anxiety arising from the fear of being left behind from others’ experiences. This phenomenon negatively affects mental health, social relationships, and spiritual balance. This article aims to analyze the concept of self-moderation in Islam as a spiritual solution to the Fear of Missing Out in the digital era. Using a qualitative phenomenological approach, this study examines relevant Qur’anic verses and Hadiths, interpreting Islamic principles applicable to managing digital behavior. The findings indicate that values such as qana‘ah (contentment), tawakkal (trust in God), and life balance form a spiritual foundation that helps individuals use social media proportionally. By practicing self-moderation, Muslims can avoid social anxiety and maintain harmony between worldly and spiritual needs