Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan K3 Dengan Perilaku Aman Pekerja Di Salon X Kelapa Gading: Studi Korelasional Kuantitatif: Penelitian Rasifah; Nurina Ayuningtyas; Neneng Siti Silfi Ambarwati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan perilaku aman pekerja di Salon X cabang Kelapa Gading. Menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik sensus pada 18 pekerja, data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan korelasi Pearson via SPSS. Hasil menunjukkan rata-rata pengetahuan K3 dan perilaku aman dalam kategori sangat tinggi (4,469 dan 4,467), namun kepatuhan SOP dan sistem pengawasan formal masih rendah. Terdapat hubungan positif signifikan antara pengetahuan K3 dan perilaku aman (r=0,731; Sig.=0,001), dengan pengetahuan K3 menjelaskan 53,44% variasi perilaku aman. Rekomendasi meliputi penguatan pelatihan K3 berbasis studi kasus, peningkatan sistem pengawasan formal, dan penyediaan media visual edukatif. Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi faktor lain seperti budaya organisasi dan ketersediaan APD dengan sampel yang lebih luas.
Hubungan Hasil Belajar Teori dengan Hasil Belajar Praktik Pewarnaan Rambut pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Gustanto, Zefanya Christy; Armandari, Mari Okatini; Silfi Ambarwati, Neneng Siti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i4.8233

Abstract

Pewarnaan rambut adalah kompetensi esensial dalam program Tata Kecantikan di SMK, yang menuntut penguasaan teori dan praktik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan hasil belajar teori dengan hasil belajar praktik Pewarnaan Rambut pada siswa kelas XI Program Keahlian Tata Kecantikan di SMK Negeri 27 Jakarta.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah 69 siswa kelas XI Kecantikan dan SPA, yang dipilih melalui teknik total sampling. Hasil belajar teori, yang didapatkan dari nilai tes teori merupakan variabel independen.  Sementara hasil belajar praktik, yang didapatkan dari nilai rubrik penilaian adalah variabel dependen. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan uji regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan (p-value < 0,001) antara hasil belajar teori dan hasil belajar praktik Pewarnaan Rambut, dengan nilai korelasi 0,551 (kategori sedang). Ini berarti semakin tinggi hasil belajar teori siswa, semakin baik pula hasil belajar praktik mereka. Terdapat juga pengaruh hasil belajar teori terhadap praktik. Berdasarkan hasil ini, disarankan bagi pihak sekolah dan guru untuk terus mengoptimalkan pengajaran materi teori sebagai dasar kuat untuk menunjang peningkatan kualitas praktik siswa
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sabun Padat Antiseptik Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Longa L.) Wengi, Lintang Ayu Panjer; Supiani, Titin; Ambarwati, Neneng Siti Silfi
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1164

Abstract

Bekas luka pada kulit dapat menurunkan rasa percaya diri dan mendorong penggunaan produk perawatan berisiko yang mengandung bahan berbahaya. Diperlukan alternatif pengobatan yang alami, aman, dan efektif. Kunyit merupakan tanaman herbal yang dapat membantu mengobati hiperpigmentasi, dan infeksi kulit karena memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antiseptik alami karena mengandung kurkumin yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan dan mengevaluasi sabun padat antiseptik berbasis ekstrak rimpang kunyit berdasarkan standar SNI 3532-2016. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, rimpang kunyit diekstraksi dengan etanol 96%. Formula yang dibuat adalah konsentrasi 0,47%, 1,40%, dan 2,00% dengan metode hot process dengan bahan utama minyak zaitun, virgin coconut oil (VCO), natrium hidroksida (NaOH), akuades, dan ekstrak rimpang kunyit sebagai bahan aktif. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptis, pH, daya busa, kekerasan, antiseptik terhadap keberadaan pertumbuhan mikroba, dan stabilitas dipercepat dengan penyimpanan pada suhu 40°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memiliki kestabilan bentuk, bau, dan warna, dengan pH antara 9,42-9,66 yang sesuai dengan standar. Daya busa stabil dengan ketinggian 15 mL dan tekstur busa yang lembut. Kekerasan sabun mencapai 2,5 kg/cm², memenuhi standar ketahanan fisik. Ketiga formula menunjukkan hasil negatif terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, yang mengindikasikan adanya potensi aktivitas antiseptik dari ekstrak rimpang kunyit, serta memiliki stabilitas fisik dan kimia yang baik selama 4 minggu penyimpanan pada suhu 40°C. Hasil keseluruhan menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar kualitas sabun padat, dengan Formula F2 dipilih sebagai yang optimal karena memiliki warna dan aroma yang sesuai dengan karakteristik rimpang kunyit.
Analisis Kebutuhan E-Modul Minyak Esensial Serai (Cymbopogon citratus) sebagai Bahan Sediaan Aromaterapik Kosmetik pada Mata Kuliah Workshop Aromatherapy: Systematic Literature Review Hidayah, Nurul; Armandari, Mari Okatini; Ambarwati, Neneng Siti Silfi
Academy of Education Journal Vol. 16 No. 2 (2025): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v16i2.3022

Abstract

The Aromatherapy Workshop course requires interactive learning media to improve students' practical skills. E-modules can be a solution to teach the use of lemongrass essential oil (Cymbopogon citratus) in making aromatherapy cosmetics. This study aims to analyze the need for the development of an effective lemongrass essential oil-based e-module in vocational beauty education. The method used is Systematic Literature Review (SLR) by collecting and analyzing relevant literature. The results of the study indicate that the use of e-modules can improve students' understanding and skills in practicing the use of lemongrass essential oil, as well as provide insight into the quality indicators of e-modules in learning. The development of lemongrass essential oil e-modules can be a solution to support more effective and contextual learning.
Hubungan Pengetahuan Kandungan Merkuri dengan Keputusan Pembelian Produk Kecantikan pada Siswa Kelas XI SMK X: Penelitian Mutiah Azizah; Sri Irtawidjajanti; Neneng Siti Silfi Ambarwati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan kandungan merkuri dengan keputusan pembelian produk kecantikan pada siswa kelas XI SMK X. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Kecantikan dan Spa SMK X tahun ajaran 2024/2025 yang menggunakan produk kecantikan sebanyak 66 siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan teknik total sampling. Data sikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Guttman untuk variabel pengetahuan dan skala Likert untuk variabel keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa mengenai kandungan merkuri berada pada kategori tinggi (68,2%) dan keputusan pembelian produk kecantikan pada kategori sedang (43,9%). Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai korelasi sebesar 0,185 dengan signifikan 0,136 (p>0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kandungan merkuri dengan keputusan pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan pembelian siswa lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain seperti iklan dengan harga murah, tren, serta pengaruh teman sebaya.
JAGUNG SEBAGAI MASKER TERHADAP KESEHATAN KULIT WAJAH KERING SECARA ALAMI KHANSA, MUTHIA; Titin Supiani; Neneng Siti Silfi Ambarwati
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.885 KB) | DOI: 10.21009/9.2.4.2009

Abstract

Advances in science and technology have significantly impacted cosmetic products, particularly those made with masks. Many people still believe that natural facial treatments are safer because they don't contain chemicals. Skin health is also a visible indicator of whether someone is young or old. Skin that has difficulty retaining water will become damaged and dry. Traditional beauty treatments utilize readily available natural ingredients, such as corn. Corn contains vitamins A, B, B1, C, E, and K, as well as carbohydrates, protein, and minerals, all of which are beneficial for skin health. Corn is a natural ingredient rich in these nutrients. This study aims to determine the effectiveness of corn as a mask for naturally improving dry facial skin health.
FORMULASI DAN EVALUASI EKSTRAK KULIT BATANG SECANG (Caesalpinia sappan L) SEBAGAI PEWARNA PADA SEDIAAN BLUSH ON GEL PATI KENTANG (Amylum solanni L) Hanawara, Neta; Eti Herawati; Neneng Siti Silfi Ambarwati
Jurnal Tata Rias Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.275 KB) | DOI: 10.21009/10.1.4.2009

Abstract

Blush on adalah jenis kosmetika dekoratif yang dapat digunakan untuk meningkatkan estetika dalam tata rias wajah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi dan evaluasi sediaan blush on dalam bentuk semi padat menggunakan pati kentang sebagai gelling agent dan kulit batang secang sebagai pewarna. Kulit kayu secang yang mengandung pigmen braizilin,brailien dan senyawa flavonoid yaitu antosianin dalam jumlah yang besar sebagai pewarna. Pati kentang yang digunakan sebagai gelling agent memiliki nilai swelling power dan viskositas tinggi dibandingkan dengan pati lainnya. Pada formulasi konsentasi ekstrak kulit batang secang dibagi dalam 3 formula 1%, 3%, dan 6%. Tiap formula dilakukan pengujian selama 4 minggu pengujian yang dilakukan meliputi organleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, , freeze thaw. Dari data hasil penelitian pada evaluasi sediaan blush on gel menunjukan stabilitas fisik blush on gel tidak mengalami perubah pada uji organoleptik, homogen tidak terdapat gumpalan, memiliki daya sebar 5 – 7,9 cm, pH yang dihasilkan 6,38 – 6,89, viskositas 2131 – 3029 cPs dan tidak terjadi pemisahan fase. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan ekstrak kulit batang secang dapat digunakan sebagai pewarna alam pada sediaan kosmetik.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KOSMETIK PEWARNA RAMBUT DARI EKSTRAK KULIT BATANG SECANG ( Caesalpinia sappan L) Nabilah, Fildzah; Eti Herawati; Neneng Siti Silfi Ambarwati
Jurnal Tata Rias Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.75 KB) | DOI: 10.21009/10.1.5.2009

Abstract

Sediaan kosmetika pewarna rambut pada umumnya menggunakan jenis pewara sintetik yang seringkali menimbulkan reaksi alergi. Melimpah nya hasil tanaman secang (Caesalpinia sappan L) di indonesia membuat adanya penelitian tentang pemanfaatan kulit batang secang sebagai bahan dasar pewarna alami yang dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menggantikan pewarna sintetik, selain itu juga untuk meminimalisir efek toksik yang dihasilkan oleh pewarna berbahan kimia. yang dapat digunakan dalam sediaan kosmetika salah satunya adalah sediaan pewarna rambut. Kandungan antosianin yang dapat menghasilkan warna orange hingga merah. Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui apakan sediaan pewarna rambut ekstrak kulit batang secang berpengaruh terhadap rambut.pada penelitian ini dibuat 3 jenis formula. F1= konsentrasi ekstrak 20%, F2= konsentrasi ekstrak 25%, F3= konsentrasi ekstrak 25%. Penelitian sediaan ini menghasilkan warna rambut dari merah terang hingga merah gelap. Evaluasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah berupa pengujian organoleptik, uji homogenitas sediaan pewarna rambut, pengujian pH, pengujian stabilitas warna terhadap sinar matahari , pengujian stabilitas pencucian dan uji biiologis (uji iritasi). Rambut yang di ujikan di rendam dalam cairan pewarna selama 30 menit lalu dibilas dan dilihat hasil nya. Penelitian ini menunjukan bahwa konsentrasi yang menghasilkan warna terbaik adalah formula 3 yang menghasilkan warna merah terang pada rambut. Kata Kunci : Caesalpinia sappan L. Sediaan pewarna rambut. Antosianin. Ekstrak.
PEMANFAATAN EKSTRAK KENTAL KULIT BATANG SECANG (Caesalpinia sappan L) SEBAGAI ZAT PEWARNA PADA SEDIAAN BLUSH ON COMPACT Fitri, Zulfa; Eti Herawati; Neneng Siti Silfi Ambarwati
Jurnal Tata Rias Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.772 KB) | DOI: 10.21009/10.1.6.2009

Abstract

Blush on (Rouge) merupakan serbuk warna yang dipadatkan dan menghasilkan warna yang sangat nyata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari sediaan blush on compact dengan 3 formula yang berbeda dan untuk mengethui hasil evaluasi sediaan tersebut. Formula dibedakan pada seberapa banyak kandungan dari pewarna secang tersebut karena untuk mendapatkan formula yang bagus dan sesuai bagi kulit manusia di Indonesia. Metode ekstraksi yang dilakukan untuk mengambil zat warna pada kayu secang dengan menggunakan metode maserasi agar warna yang dihasilkan lebih pekat dan menggunakan etanol 70%. Teknik analisis data yang dipakai pada penelitian ini merupakan data primer yaitu data yang diperoleh dari sediaan pewarna pipi meliputi: uji pH, uji daya lekat, uji homogenitas, uji organoleptik, dan uji poles. Berdasarkan uji organoleptik yang dilakukan selama satu bulan menandakan bahwa tidak adanya perubahan warna dan kestabilan yang baik. Hasil pemeriksaan uji homogenitas dan uji poles bahwa tidak adanya butiran kasar dan warna yang tidak merata.hasil uji pH berkisar antara 6-7 (sesuai dengan pH kulit normal) dan tidak menmbulkan iritasi sehingga aman digunakan pada kulit. Kata Kunci: Blush on, ekstrak kulit batang secang, teknik analisa data.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KOSMETIK PEWARNA LIPSTIK DARI EKSTRAK KULIT BATANG SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L) Nurmala Santi, Rafika; Eti Herawati; Neneng Siti Silfi Ambarwati
Jurnal Tata Rias Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.379 KB) | DOI: 10.21009/10.1.7.2009

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Secang (Caesalpinia Sappan L) termasuk familia Caesalpiniaceae. Warna oren hingga merah tua pada kulit batang secang disebabkan oleh brazilin dalam antosianin. Antosianin ialah pigmen yang dapat digunakan pada lipstik dan menggantikan pewarna lipstick yang pada umumnya menggunakan pewarna sintetis. Tujuan: Penelitian ini untuk memformulasikan sediaan pewarna lipstik menggunakan zat warna dari kulit batang secang. Metode Penelitian: Pembuatan ekstrak kulit batang secang dilakukan dengan metode maserasi selama 1x24jam dalam suhu kamar menggunakan pelarut etanol 70% dengan bantuan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental rendemen 75%. Bahan sediaan lipstik terdiri dari carnauba wax, cera alba, setil alcohol, vaselin, oleum ricini, lanolin, propilen glikol, butil hidroksitoluen, nipagin, dan pewarna dari ekstrak kulit batang secang dengan konsentrasi 14%, 22%, dan 30%. Pengujian sediaan yang dibuat meliputi, uji daya oles, uji homogenitas, uji titik leleh, uji pH, uji kekuatan dan uji organoleptik. Hasil: Sediaan lipstik yang dihasilkan memberikan warna merah muda hingga merah tua yang mudah dioleskan. Titik lebur lipstik 64,20C; 61,90C dan 60,60C. Nilai pH sediaan adalah 5; 5,7 dan 6,4. Stabilitas warna, bentuk, dan bau stabil.. Kesimpulan: Pengembangan pembuatan sediaan pewarna lipstik dengan ekstrak kulit batang secang dapat digunakan sebagai pengganti pewarna sintetis. Kata kunci: secang, lipstick, pewarna, zat warna
Co-Authors . Azizahwati Adibah Muthi’ah Ahda Sabilla Ramadhani Aini Nurul Alifah Syahirah Syahirah Alya Juwita Zahira Amanda, Kerin Nadila Amanda, Reistha Fazlia Amarila Malik Amelia Sabella Andani Putri, Rafifta Hasna Andretti, Vinessa Dilliana Angela Zefanya Aniesa Puspa Arum Aniesa Puspa Arum Araminta Leilani Armandari, Mari Okatini Arum, Aniesa Puspa Asnia, Marisa Asri Fuji Astuti Atikah Nur Rahmawati Atmanto, Dwi Audrey Febrina Hidajatulloh Auriah Isahsyah Nathania Awalia, Fadilla Putri Ayudyah Khusuma Wardani Azizahwati Azizahwati Azkia Silmi Kaaffah Azminah Azminah Bagus Nur Listiyono Berna Elya Chanar Mutiara Putri Chandra, Amelia Chevytta, Kirana Dinda Devi Sulastiowati Diah Pricilia Permata Putri Dian Pertiwi Josua Dudung R, Agus Dwi Atmanto Dwi Atmanto Dwi Fitri Rachmawati Efri Sandi Elvyra Yulia Endang Hanani Endang Hanani Erfina Nurfitria Rifani Esti Suntari Eti Herawati Eti Herawati Faradilla, Jihan Farah Fatmasari Munandar Farah Zhafirah Feisal Farhanah, Aulia Filli, Btari Annisaa Firda Fairuz Karimah Fitri Ana, Elsa Fitri, Zulfa Fitria, Alfi Nur Gautama, Chika Gustanto, Zefanya Christy Hakim, Ratu Mayra Hanawara, Neta Hanita Omar Hasri Mutiara Putri Hidajatulloh, Audrey Febrina Hilman Syafei Syafei Imani, Cinta Kharisma Irwan Saputra Islamudin Ahmad Jenny Sista Siregar Kartika Agustina Karuniawaty, Aldes Kezia Pratiwi Khansa, Muthia Khoerunnisa, Echa Nabila Laksmi, Nilam Amelia Lidya Jesika Sinaga Liliitya, Mayang Madana Lilis Jubaedah Lutfia Miftah Palah Mardiana Mulia Ningsih, Ajeng Mari Okatini Mari Okatini Armandani Mari Okatini Armandari Mari Okatini Armandari Mari Okatini Armandari Marisa Asnia Marketplace Mega Gladiani Sutrisno Minda Hurulaini Muhammad Hanafi Mutiah Azizah Nabila Aulia Rahmah Nabilah, Fildzah Nabillah, Naflah Lutfi Nada Afifah Naflah Lutfi Nabillah Norma Nurul Ilmi Novia Sagita Noviani, Yuslia NURINA AYUNINGTYAS Nurina Ayuningtyas, Nurina Nurmala Santi, Rafika Nurul Hidayah Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Padillah, Fani Pratiwi, Kezia Putri Dwi Candra Putri, Hasri Mutiara Putu GMW Mahayasih Qonitah, Zahrah Rifa Rahmah, Nabila Aulia Raisa Aulia Hamid Ramadina, Nafia Rasifah restu, rizkya Reza, Erika Syavita Auliana Riezqa Nur Attazqiah Rita Susesty Salma Indah Maharani Salsabila, Fahira Salvana Laviola Luciano Sapitri, Desti Amalia Sekar Jatiningsih Setia Budi Setia Budi Shynta Ramadhan Siregar, Jenny Sista Siska Marlina Sitti Nursetiawati Sri Irta Widjajanti Sri Irta Widjajanti Sri Irtawidjajanti SRI WULANDARI Supiani, Titin Syanindita Galuh Kirana Tetha, Mediefa Ayu Raraendra Eday Tiara Fahriza Titin Supiani Triastity, Sarinah Triraharja, Shirley Gemilang Triyani, Yulia Valeria Vinta Marito Vira Tri Handriana Wafiq Nur Azizah Wahyudi, Dion Wardani, Ayudyah Khusuma Wengi, Lintang Ayu Panjer Yasmin Savitri Yasmin, Salwa Nabilah Yesi Desmiaty, Yesi Yolanti Yuditya Artha Yulia, Elvyra Yussi Pratiwi Zaeny, Lia Laelliyah