Claim Missing Document
Check
Articles

The Use of Google Classroom in Facial Skin Care Courses with Technology: Penggunaan Google Classroom pada Mata Kuliah Perawatan Kulit Wajah dengan Teknologi Putri, Hasri Mutiara; Arum, Aniesa Puspa; Ambarwati, Neneng Siti Silfi
RADIANT: Journal of Applied, Social, and Education Studies Vol. 2 No. 3 (2021): RADIANT: Journal of Applied, Social, and Education Studies
Publisher : Politeknik Harapan Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52187/rdt.v2i3.78

Abstract

Learning outcomes are a learning carried out by someone after  going through the process of learning activities, which uses an assessment tool prepared by the teacher, such as an evaluation test that includes cognitive, affective and psychomotor aspects. This study aims to determine the relationship between student interest in the use of Google Classroom with learning outcomes of facial skin care with technology. This research is a quantitative research with a survey method with a sample of 65 students of the Cosmetology Education study program batch 2020. The data for the X variable (student interest in using Google Classroom) was obtained by distributing questionnaires with a Likert scale. Meanwhile, the Y variable data (Learning Results of Facial Skin Care with Technology) was obtained from Form 06. The results of the analysis with product moment correlation showed that there was no positive and significant relationship between students' interest in learning outcomes of facial skin care with technology. Based on the calculations obtained a significance value of 0.274 which means it is greater than 0.05. So it can be concluded that Ho which reads: "Students' Interest in Using Google Classroom does not have a positive effect on Learning Outcomes of Facial Skin Care with Technology" is accepted. On the other hand, "Students' Interest in Using Google Classroom has a positive effect on Learning Outcomes of Facial Skin Care with Technology" is rejected. The effective contribution was obtained by 1.9% and the remaining 98.1% was not examined in this study.   Hasil belajar adalah suatu pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang setelah melalui proses kegiatan belajar, dimana menggunakan suatu alat penilaian yang disusun oleh pengajar, seperti tes evaluasi yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat mahasiswa dalam penggunaan Google Classroom dengan hasil belajar perawatan kulit wajah dengan teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei dengan jumlah sampel 65 mahasiswa program studi Pendidikan Tata Rias angkatan 2020. Data untuk variabel X (minat mahasiswa dalam penggunaan Google Classroom) didapat dengan cara penyebaran kuesioner dengan skala likert. Sedangkan, data variabel Y (hasil belajar Perawatan Kulit Wajah dengan Teknologi) didapat dari Form 06. Hasil analisis dengan korelasi product momen menunjukkan tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat mahasiswa terhadap hasil belajar perawatan kulit wajah dengan teknologi. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,274 yang berarti lebih besar dari pada 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho yang berbunyi: “Minat Mahasiswa Dalam Penggunaan Google Classroom tidak berpengaruh positif terhadap Hasil Belajar Perawatan Kulit Wajah dengan Teknologi” diterima. Sebaliknya, “Minat Mahasiswa Dalam Penggunaan Google Classroom berpengaruh positif terhadap Hasil belajar Perawatan Kulit Wajah dengan Teknologi” ditolak. Sumbangan efektif diperoleh sebesar 1,9% dan sisanya 98,1% tidak diteliti dalam penelitian ini.
JAGUNG SEBAGAI MASKER TERHADAP KESEHATAN KULIT WAJAH KERING SECARA ALAMI KHANSA, MUTHIA; Titin Supiani; Neneng Siti Silfi Ambarwati
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/9.2.4.2009

Abstract

Advances in science and technology have significantly impacted cosmetic products, particularly those made with masks. Many people still believe that natural facial treatments are safer because they don't contain chemicals. Skin health is also a visible indicator of whether someone is young or old. Skin that has difficulty retaining water will become damaged and dry. Traditional beauty treatments utilize readily available natural ingredients, such as corn. Corn contains vitamins A, B, B1, C, E, and K, as well as carbohydrates, protein, and minerals, all of which are beneficial for skin health. Corn is a natural ingredient rich in these nutrients. This study aims to determine the effectiveness of corn as a mask for naturally improving dry facial skin health.
FORMULASI DAN EVALUASI EKSTRAK KULIT BATANG SECANG (Caesalpinia sappan L) SEBAGAI PEWARNA PADA SEDIAAN BLUSH ON GEL PATI KENTANG (Amylum solanni L) Hanawara, Neta; Eti Herawati; Neneng Siti Silfi Ambarwati
Jurnal Tata Rias Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/10.1.4.2009

Abstract

Blush on adalah jenis kosmetika dekoratif yang dapat digunakan untuk meningkatkan estetika dalam tata rias wajah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi dan evaluasi sediaan blush on dalam bentuk semi padat menggunakan pati kentang sebagai gelling agent dan kulit batang secang sebagai pewarna. Kulit kayu secang yang mengandung pigmen braizilin,brailien dan senyawa flavonoid yaitu antosianin dalam jumlah yang besar sebagai pewarna. Pati kentang yang digunakan sebagai gelling agent memiliki nilai swelling power dan viskositas tinggi dibandingkan dengan pati lainnya. Pada formulasi konsentasi ekstrak kulit batang secang dibagi dalam 3 formula 1%, 3%, dan 6%. Tiap formula dilakukan pengujian selama 4 minggu pengujian yang dilakukan meliputi organleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, , freeze thaw. Dari data hasil penelitian pada evaluasi sediaan blush on gel menunjukan stabilitas fisik blush on gel tidak mengalami perubah pada uji organoleptik, homogen tidak terdapat gumpalan, memiliki daya sebar 5 – 7,9 cm, pH yang dihasilkan 6,38 – 6,89, viskositas 2131 – 3029 cPs dan tidak terjadi pemisahan fase. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan ekstrak kulit batang secang dapat digunakan sebagai pewarna alam pada sediaan kosmetik.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KOSMETIK PEWARNA RAMBUT DARI EKSTRAK KULIT BATANG SECANG ( Caesalpinia sappan L) Nabilah, Fildzah; Eti Herawati; Neneng Siti Silfi Ambarwati
Jurnal Tata Rias Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/10.1.5.2009

Abstract

Sediaan kosmetika pewarna rambut pada umumnya menggunakan jenis pewara sintetik yang seringkali menimbulkan reaksi alergi. Melimpah nya hasil tanaman secang (Caesalpinia sappan L) di indonesia membuat adanya penelitian tentang pemanfaatan kulit batang secang sebagai bahan dasar pewarna alami yang dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menggantikan pewarna sintetik, selain itu juga untuk meminimalisir efek toksik yang dihasilkan oleh pewarna berbahan kimia. yang dapat digunakan dalam sediaan kosmetika salah satunya adalah sediaan pewarna rambut. Kandungan antosianin yang dapat menghasilkan warna orange hingga merah. Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui apakan sediaan pewarna rambut ekstrak kulit batang secang berpengaruh terhadap rambut.pada penelitian ini dibuat 3 jenis formula. F1= konsentrasi ekstrak 20%, F2= konsentrasi ekstrak 25%, F3= konsentrasi ekstrak 25%. Penelitian sediaan ini menghasilkan warna rambut dari merah terang hingga merah gelap. Evaluasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah berupa pengujian organoleptik, uji homogenitas sediaan pewarna rambut, pengujian pH, pengujian stabilitas warna terhadap sinar matahari , pengujian stabilitas pencucian dan uji biiologis (uji iritasi). Rambut yang di ujikan di rendam dalam cairan pewarna selama 30 menit lalu dibilas dan dilihat hasil nya. Penelitian ini menunjukan bahwa konsentrasi yang menghasilkan warna terbaik adalah formula 3 yang menghasilkan warna merah terang pada rambut. Kata Kunci : Caesalpinia sappan L. Sediaan pewarna rambut. Antosianin. Ekstrak.
PEMANFAATAN EKSTRAK KENTAL KULIT BATANG SECANG (Caesalpinia sappan L) SEBAGAI ZAT PEWARNA PADA SEDIAAN BLUSH ON COMPACT Fitri, Zulfa; Eti Herawati; Neneng Siti Silfi Ambarwati
Jurnal Tata Rias Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/10.1.6.2009

Abstract

Blush on (Rouge) merupakan serbuk warna yang dipadatkan dan menghasilkan warna yang sangat nyata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari sediaan blush on compact dengan 3 formula yang berbeda dan untuk mengethui hasil evaluasi sediaan tersebut. Formula dibedakan pada seberapa banyak kandungan dari pewarna secang tersebut karena untuk mendapatkan formula yang bagus dan sesuai bagi kulit manusia di Indonesia. Metode ekstraksi yang dilakukan untuk mengambil zat warna pada kayu secang dengan menggunakan metode maserasi agar warna yang dihasilkan lebih pekat dan menggunakan etanol 70%. Teknik analisis data yang dipakai pada penelitian ini merupakan data primer yaitu data yang diperoleh dari sediaan pewarna pipi meliputi: uji pH, uji daya lekat, uji homogenitas, uji organoleptik, dan uji poles. Berdasarkan uji organoleptik yang dilakukan selama satu bulan menandakan bahwa tidak adanya perubahan warna dan kestabilan yang baik. Hasil pemeriksaan uji homogenitas dan uji poles bahwa tidak adanya butiran kasar dan warna yang tidak merata.hasil uji pH berkisar antara 6-7 (sesuai dengan pH kulit normal) dan tidak menmbulkan iritasi sehingga aman digunakan pada kulit. Kata Kunci: Blush on, ekstrak kulit batang secang, teknik analisa data.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KOSMETIK PEWARNA LIPSTIK DARI EKSTRAK KULIT BATANG SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L) Nurmala Santi, Rafika; Eti Herawati; Neneng Siti Silfi Ambarwati
Jurnal Tata Rias Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/10.1.7.2009

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Secang (Caesalpinia Sappan L) termasuk familia Caesalpiniaceae. Warna oren hingga merah tua pada kulit batang secang disebabkan oleh brazilin dalam antosianin. Antosianin ialah pigmen yang dapat digunakan pada lipstik dan menggantikan pewarna lipstick yang pada umumnya menggunakan pewarna sintetis. Tujuan: Penelitian ini untuk memformulasikan sediaan pewarna lipstik menggunakan zat warna dari kulit batang secang. Metode Penelitian: Pembuatan ekstrak kulit batang secang dilakukan dengan metode maserasi selama 1x24jam dalam suhu kamar menggunakan pelarut etanol 70% dengan bantuan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental rendemen 75%. Bahan sediaan lipstik terdiri dari carnauba wax, cera alba, setil alcohol, vaselin, oleum ricini, lanolin, propilen glikol, butil hidroksitoluen, nipagin, dan pewarna dari ekstrak kulit batang secang dengan konsentrasi 14%, 22%, dan 30%. Pengujian sediaan yang dibuat meliputi, uji daya oles, uji homogenitas, uji titik leleh, uji pH, uji kekuatan dan uji organoleptik. Hasil: Sediaan lipstik yang dihasilkan memberikan warna merah muda hingga merah tua yang mudah dioleskan. Titik lebur lipstik 64,20C; 61,90C dan 60,60C. Nilai pH sediaan adalah 5; 5,7 dan 6,4. Stabilitas warna, bentuk, dan bau stabil.. Kesimpulan: Pengembangan pembuatan sediaan pewarna lipstik dengan ekstrak kulit batang secang dapat digunakan sebagai pengganti pewarna sintetis. Kata kunci: secang, lipstick, pewarna, zat warna
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIPSTIK EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) Faradilla, Jihan; Ambarwati, Neneng Siti Silfi
Jurnal Tata Rias Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/10.2.3.2009

Abstract

Lipstik merupakan salah satu kosmetika dekoratif yang mana zat warna merupakan salah satu elemen terpenting dari formula lipstik. Penggunaan zat warna sintetik dalam sediaan lipstik dapat menimbulkan efek yang cukup berbahaya bagi kesehatan kulit. Salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan yaitu buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami dalam formulasi sediaan lipstik. Buah naga merah memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan juga mengandung pigmen antosianin yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna lipstik alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sediaan lipstik dari ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami dengan konsentrasi 5% (F1), 10% (F2), dan 20% (F3), dan mengetahui mutu sediaan lipstik dengan uji organoleptik dan uji pH. Hasil dari uji organoleptik menunjukan bahwa sediaan lipstik mempunyai kestabilan warna yang baik. Pada uji pH menunjukkan bahwa F1, F2, dan F3 memiliki rerata pH berturut-turut 4,6, 4,3, dan 4,1. Berdasarkan hasil uji tersebut, sediaan lipstik dari ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) aman digunakan dan tidak menimbulkan reaksi negatif pada bibir.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN PEWARNA RAMBUT EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Polyrhizus) Farhanah, Aulia; Ambarwati, Neneng Siti Silfi
Jurnal Tata Rias Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/10.2.2.2009

Abstract

Salah satu jenis sediaan kosmetik yang digemari adalah pewarna rambut. Sediaan pewarna rambut adalah sediaan kosmetika yang digunakan dalam tata rias rambut untuk mewarnai rambut asalnya atau dengan warna lain. Tujuan penelitian ini ialah untuk memformulasi dan evaluasi sediaan pewarna rambut ekstrak kulit buah naga sebagai pewarna. Kulit buah naga memiliki unsur senyawa pewarna alami yang tinggi atau yang disebut antosianin, selain itu juga mengandung vitamin E yang tinggi, Vitamin C, Vitamin A. Pada formulasi konsentrasi ektrak kulit buah naga dibagi menjadi 3 formula yaitu F1= 8%, F2 = 10%, dan F3 = 12%. Evaluasi yang dilakukan pada penelitian ini berupa pengujian organoleptik yang dinilai oleh dosen ahli dan pegujian pH. Hasil dari uji organoleptik ialah mendapatkan hasil kestabilan yang baik serta penelitian sediaan ini menghasilkan warna rambut dari merah tua hingga merah gelap. Penelitian ini menunjukan bahwa konsentrasi yang menghasilkan warna terbaik ialah formula 2 yang menghasilkan warna merah keungu-unguan pada rambut. Dan pada uji pH menunjukan angka 4,5-5,0 sesuai dengan pH kulit rambut normal, berdasarkan hasil uji tersebut sediaan pewarna rambut ekstak kulit buah naga merah (Hylocereus Polyrizhus) aman digunakan dan dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah dapat digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan kosmetik.
UJI COBA KELAYAKAN PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI PEWARNA PADA CAT KUKU restu, rizkya; Ambarwati, Neneng Siti Silfi
Jurnal Tata Rias Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/10.2.7.2009

Abstract

Pewarna kuku cair atau cat kuku merupakan bahan berbentuk cair yang biasanyadigunakan untuk mewarnai dan mempercantik penampilan kuku. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk melakukan uji coba pemanfaatan pada bahan alam untuk dijadikan cat kuku.Bahan alam yang digunakan di bedakan dengan 3 bahan yaitu, kulit buah naga merah,rimpang kunyit dan umbi bit. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen.Dengan demikian hasil yang diperoleh dari kelayakan pewarna kuku oleh ahli farmasi yaitubahan alam 1 dan bahan alam 3 belum layak digunakan karena tidak memberikan warna danketercampuran bahan yang maksimal. Pewarna alami yang digunakan dalam sediaan pewarnakuku tidak dapat bercampur dengan baik sehingga terlihat gumpalan di dasar wadah sediaan.Pada bahan alam 2 sudah cukup layak untuk digunakan karena kunyit yang ditambahkandapat bercampur dengan baik dengan sediaan formulasi pewarna kuku sehingga dapatmemberikan warna yang baik setelah diaplikasikan. Namun, masih terlihat gumpalan di dasarwadah sediaan. Sedangkan hasil kuesioner, nilai kesukaan yang tertinggi pada indikatorbentuk atau tekstur yaitu bahan alam 2 (rimpang kunyit), indikator aroma pada bahan alam 1(buah naga) dan indikator warna pada bahan alam 2 (rimpang kunyit).
ANALISIS PENGETAHUAN TATA RIAS WAJAH SEHARI-HARI DAN PERILAKU PENGGUNAAN KOSMETIKA : Indonesia Gautama, Chika; Ambarwati, Neneng Siti Silfi
Jurnal Tata Rias Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Tata Rias
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtr.11.1.13

Abstract

CHIKA ERFIANDI GAUTAMA. Analisis Pengetahuan Tata Rias Wajah Sehari-hari dan Perilaku Penggunaan Kosmetika (Studi pada PNS Wanita di Kementriaan Pendidikan dan Kebudayaan). Jakarta. Program Studi Diploma Tiga Tata Rias, Fakultas Teknik, Universitas Negri Jakarta, 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai gambaran pengetahuan tata rias wajah dan perilaku penggunaan kosmetika di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) wanita di KEMENDIKBUD. Objek penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu sebanyak 25 orang. Penelitian ini dibuat menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebar kuesioner kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) wanita yang bekerja di KEMENDIKBUD. Berdasarkan kajian teoritis dan pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menghasilkan nilai pengetahuan tata rias sebesar 92.5% dan perilaku penggunaan kosmetika sebesar 86.04%. Maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tata rias serta perilaku penggunaan kosmetika di kalangan PNS wanita KEMENDIKBUD termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil ini dapat diperoleh karena didukung oleh faktor-faktor seperti faktor pendidikan, faktor pekerjaan, dan faktor pengalaman.
Co-Authors . Azizahwati Adibah Muthi’ah Ahda Sabilla Ramadhani Aini Nurul Alifah Syahirah Syahirah Amanda, Kerin Nadila Amanda, Reistha Fazlia Amarila Malik Amelia Sabella Andani Putri, Rafifta Hasna Angela Zefanya Aniesa Puspa Arum Aniesa Puspa Arum Araminta Leilani Armandari, Mari Okatini Arum, Aniesa Puspa Asnia, Marisa Asri Fuji Astuti Atikah Nur Rahmawati Atmanto, Dwi Audrey Febrina Hidajatulloh Auriah Isahsyah Nathania Awalia, Fadilla Putri Ayudyah Khusuma Wardani Azizahwati Azizahwati Azkia Silmi Kaaffah Azminah Azminah Bagus Nur Listiyono Berna Elya Chanar Mutiara Putri Chandra, Amelia Chevytta, Kirana Dinda Devi Sulastiowati Dian Pertiwi Josua Dudung R, Agus Dwi Atmanto Dwi Atmanto Dwi Fitri Rachmawati Efri Sandi Elvyra Yulia Endang Hanani Endang Hanani Erfina Nurfitria Rifani Esti Suntari Eti Herawati Eti Herawati Faradilla, Jihan Farah Fatmasari Munandar Farah Zhafirah Feisal Farhanah, Aulia Filli, Btari Annisaa Firda Fairuz Karimah Fitri Ana, Elsa Fitri, Zulfa Fitria, Alfi Nur Gautama, Chika Gustanto, Zefanya Christy Hakim, Ratu Mayra Hanawara, Neta Hanita Omar Hasri Mutiara Putri Hidajatulloh, Audrey Febrina Hilman Syafei Syafei Imani, Cinta Kharisma Irwan Saputra Islamudin Ahmad Jenny Sista Siregar Kartika Agustina Karuniawaty, Aldes Kezia Pratiwi Khansa, Muthia Khoerunnisa, Echa Nabila Laksmi, Nilam Amelia Lidya Jesika Sinaga Lilis Jubaedah Lutfia Miftah Palah Mardiana Mulia Ningsih, Ajeng Mari Okatini Mari Okatini Armandani Mari Okatini Armandari Mari Okatini Armandari Mari Okatini Armandari Marisa Asnia Marketplace Mega Gladiani Sutrisno Minda Hurulaini Muhammad Hanafi Mutiah Azizah Nabila Aulia Rahmah Nabilah, Fildzah Nabillah, Naflah Lutfi Nada Afifah Naflah Lutfi Nabillah Norma Nurul Ilmi Novia Sagita Noviani, Yuslia NURINA AYUNINGTYAS Nurina Ayuningtyas, Nurina Nurmala Santi, Rafika Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Hidayah Putri Dwi Candra Putri, Hasri Mutiara Putu GMW Mahayasih Qonitah, Zahrah Rifa Raisa Aulia Hamid Ramadina, Nafia Rasifah restu, rizkya Riezqa Nur Attazqiah Rita Susesty Salma Indah Maharani Salsabila, Fahira Salvana Laviola Luciano Sapitri, Desti Amalia Sekar Jatiningsih Setia Budi Setia Budi Shynta Ramadhan Siregar, Jenny Sista Siska Marlina Sitti Nursetiawati Sri Irta Widjajanti Sri Irta Widjajanti Sri Irtawidjajanti SRI WULANDARI Supiani, Titin Tetha, Mediefa Ayu Raraendra Eday Tiara Fahriza Titin Supiani Triastity, Sarinah Triraharja, Shirley Gemilang Triyani, Yulia Valeria Vinta Marito Vira Tri Handriana Wafiq Nur Azizah Wahyudi, Dion Wengi, Lintang Ayu Panjer Yasmin Savitri Yasmin, Salwa Nabilah Yesi Desmiaty, Yesi Yolanti Yuditya Artha Yulia, Elvyra Yussi Pratiwi Zaeny, Lia Laelliyah Zahira, Alya Juwita