Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Modal Nafkah Rumahtangga Petani Padi pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang. Putri Cahyaning Ramadhan; Kuswarini Sulandjari; Suhaeni Suhaeni
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 22 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.514 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7325275

Abstract

The Covid-19 pandemic has spread massively in various countries, including Indonesia. Various sectors of the national economy have experienced the impact of the Covid-19 pandemic, including the agricultural sector. During the Covid-19 pandemic, rice farmer households in Pasirtalaga Village used livelihood capital to protect their livelihoods from being vulnerable. The purpose of this study was to analyze the characteristics of rice farmers' households and identify the use of capital for rice farmers' households during the Covid-19 pandemic in Pasirtalaga Village, Telagasari District, Karawang Regency. Determination of the sample by a simple random sampling technique through the Slovin formula, totaling 35 respondents. The data in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data collection was carried out in several ways, namely the distribution of questionnaires, interviews, and observations. Secondary data is collected by analyzing documents, such as theses, theses, books, journals, articles, and the internet that are related to this study. The data analysis technique used scoring, category, and descriptive analysis. The results of the research on the characteristics of farmer households in Pasirtalaga Village, the majority live at home, have a land tenure pattern of < 0.65 ha, have two livelihoods, and have more than 3 family members. The subsistence capital bases of lower-level households are natural capital, social capital and physical capital, all at level 3. The capital base for middle-class households is natural capital, human capital and financial capital, all at level 3. Capital base The upper layers of household income are human capital, physical capital and financial capital with each being at level 3.
Inovasi Dalam Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi: Dari Pertanian Vertikal hingga Bioinformatika Pertanian Mewujudkan Sumber Pangan yang Lebih Berkelanjutan Kuswarini Sulandjari; Dewa Oka Suparwata
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 09 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i09.667

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi prospek dan tantangan inovasi dalam pertanian berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi, Indonesia. Penelitian ini menyelidiki kelayakan penerapan pertanian vertikal dan bioinformatika pertanian, dengan mempertimbangkan lanskap pertanian yang unik di kabupaten tersebut. Melalui pendekatan metode campuran yang melibatkan survei, wawancara, dan observasi lapangan, penelitian ini mengkaji kondisi pertanian saat ini, potensi manfaat dan kekurangan inovasi, serta hambatan utama yang dihadapi petani. Karakteristik demografis responden menambah kedalaman analisis. Temuan-temuan menunjukkan adanya kelangkaan sumber daya, degradasi lingkungan, dan kerentanan iklim pada pertanian tradisional. Meskipun pertanian vertikal dan bioinformatika pertanian menawarkan solusi yang menjanjikan, tantangan yang dihadapi meliputi kesenjangan infrastruktur, defisit pengetahuan, dan kesenjangan digital. Penelitian ini menyerukan investasi yang ditargetkan, program pelatihan, peraturan perlindungan data, dan inisiatif akses internet untuk memajukan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.
Pemberdayaan Komunitas Lokal dalam Pelestarian Lingkungan: Tinjauan atas Proyek Kolaboratif, Keberlanjutan, dan Pengambilan Keputusan Tera Lesmana; Kuswarini Sulandjari
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 09 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i09.668

Abstract

Penelitian ini menyelidiki hubungan yang rumit antara pemberdayaan masyarakat lokal, proyek lingkungan kolaboratif, keberlanjutan, dan proses pengambilan keputusan di pedesaan Jawa Timur. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, data dikumpulkan dari berbagai komunitas yang terlibat dalam upaya konservasi kolaboratif. Temuan menunjukkan bahwa proyek-proyek kolaboratif memiliki potensi untuk memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan sosial, serta berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan. Proses pengambilan keputusan yang transparan, inklusif, dan mudah beradaptasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek. Namun, masih ada tantangan dalam mencapai pemberdayaan politik dalam struktur tata kelola yang kompleks. Wawasan ini menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan untuk inisiatif lingkungan kolaboratif di pedesaan Jawa Timur untuk mendorong kesejahteraan holistik dan konservasi lingkungan.
Trends and Influential Works in Sustainable Crop Management: A Bibliometric Study Pieter J. Kunu; Roosganda Elizabeth; Kuswarini Sulandjari; Arief Yanto Rukmana
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 1 No. 09 (2023): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v1i09.237

Abstract

This bibliometric study examines how the field of sustainable crop management research is developing through an analysis of publications and their citations. We use VOSviewer software and sophisticated bibliometric approaches to find emergent research subjects, co-authorship networks, trends, and influential publications. Our data shows a significant increase in research publications over the course of four decades, which is indicative of the growing understanding of the significance of sustainable agriculture. Key publications by well-known writers offer fundamental information, and co-authorship networks emphasize cooperative research initiatives. Agroecology and climate-resilient agriculture are two emerging study subjects that provide insights into the field's future orientations. Through an awareness of these trends and key publications, this research helps to support well-informed decisions about food security and sustainable agriculture.
Respon Petani Terhadap Penyuluhan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Kelompok Tani Pusaka I, Desa Babakan Kabupaten Purwakarta Siti Mariyani; Kuswarini Sulandjari; Puji Raihani
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 3 No. 1 (2022): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v3i1.6869

Abstract

Farmer groups Pusaka 1 Babakan Village, Purwakarta Regency is one of the farmer groups who have received P2L assistance since 2020 but there are still some obstacles in implementing the P2L program, including the knowledge of members in cultivation activities in the yard of the house. Efforts to increase farmers' knowledge is through counseling by BPP Wanayasa. This study aims to determine the response of farmers from the Pekarangan Pangan Lestari (P2L) program to the extension activities carried out by BPP Wanayasa by assessing the knowledge, attitudes and skills of farmer group members. The research method is a survey using quantitative data supported by qualitative data. Respondents were selected by simple random sampling as many as 15 farmers. The research object was chosen purposively, namely the Farmer groups Pusaka 1 Babakan village because it received P2L assistance. The results showed that the knowledge of farmers after counseling in the form of making compost increased to 73.3%, pest control methods became 100%, knowing plants that have a value high economic value to 93.3% and good land management to 86.7%. The attitude of farmers to extension activities gave a very good response, namely 80%. Farmers' skills in marketing aspects of crop yields and the added value of crop yields did not change too much before and after the extension was held, so it was concluded that farmers gave a very good response to extension and there was an increase in knowledge. However, the extension has not completely changed the skills of members of the heritage farmer group 1 program of the Sustainable Food Garden (P2L). Kata kunci: farmer groups, food, counseling, response, yard.
Peranan Penyuluh Pertanian Perusahaan Swasta (Kasus di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat) Kuswarini Sulandjari; Yusuf Muhyiddin
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4748

Abstract

Sektor swasta merupakan salah satu stakeholder penyuluhan pertanian di Indonesia. Diantara penyuluh swasta adalah penyuluh pertanian perusahaan swasta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan penyuluh pertanian perusahaan swasta. Merupakan peneltian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dan lokus penelitian ditentukan secara purposive dengan pertimbangan secara kuantitas dan kualitas terdapat aktifitas yang dilakukan oleh penyuluh pertanian perusahaan swasta lebih tinggi dibandingkan dengan di wilayah lainnya. Narasumber ditentukan secara purposive yang mewakili informasi, terdiri dari penyuluh perusahaan swasta, Ketua Gapoktan, Ketua Kelompok Tani, petani, pemilik kios sarana produksi pertanian. Data diambil dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Analisis data pada penelitian ini dengan teknik tematik. Hasil penelitian, peranan penyuluh pertanian perusahaan swasta diantaranya : memasarkan, penjual, berdagang, perantara antara perusahannya dengan petani, agen informasi teknologi, agen perubahan, pengajar, pelatih, membimbing, konsultan, memberi semangat, pemberi layanan ketersediaan input produksi, mengisi kekosongan penyuluhan, menyediakan media interaksi antar petani, memberi hiburan.
Perilaku Petani Rumput Laut dalam Menghadapi Perubahan Iklim (Kasus di Desa Laea Boasing Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara) Wa Ode Sifatu; Kuswarini Sulandjari
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4749

Abstract

Petani, termasuk pada budidaya rumput laut, biasa mengalami gagal panen akibat perubahan iklim. Namun tidak terdapat aturan untuk melindungi petani karena masalah iklim diatur melalui Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang tidak pernah bersinggungan dengan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami perilaku petani pada budidaya rumput laut dalam mengatasi masalah perubahan iklim. Teori untuk membaca data adalah pemikiran Bourdieu tentang capital. Hasil, petani berpedoman pada pengetahuan leluhur melalui kondisi daun pepohonan tertentu menentukan terjadinya perubahan iklim. Terdapat dua jenis musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Keduanya dapat mematikan tanaman rumput laut. Petani mengatasinya dengan memindahkan tanaman, yaitu: pada musim penghujan dan terdapat banjir, tanaman dipindahkan ke wilayah yang jauh dari muara sungai. Sedangkan pada musim kemarau tanaman dipindahkan ke wilayah muara sungai. Pengetahuan memindahkan tanaman merupakan kearifan lokal yang berkembang selama bertani rumput laut. Petani yang memiliki dua wilayah sekaligus di muara dan jauh dari muara biasanya tidak mengalami gagal panen terbantu oleh kearifan lokalnya. Pemerintah perlu hadir untuk pemilihan bibit, pencegahan penyakit tanaman, mengawasi interval masa panen, pengelolaan pascapanen, dan pemasaran hasil panen yang memberdayakan.
Analisis Pendapatan dan Nilai Tambah Pengolahan Kopi Sanggabuana Sachet di Bumdes Buana Mekar Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang Kuswarini Sulandjari; Juliana Margaretha
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 2 No. 1 (2021): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v2i1.5876

Abstract

Kopi menjadi salah satu komoditas yang diminati banyak orang.  Pengolahan kopi gren bean menjadi kopi bubuk siap seduh yang dikemas dalam sachet merupakan salah satu upaya untuk omset penjualan, meningkatkan pendapatan dan nilai tambah kopi.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C serta nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kopi Sanggabuana menjadi kopi siap seduh dalam kemasan sachet.   Penelitian  dilaksanakan di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Buana di Desa MuanaMekar Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang, dilaksanakan dari bulan Juli hingga bulan Desember tahun 2021.  Data penelitian berupa data primer  dan  data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, dan wawancara dengan petugas dan pekerja yang menangani pengolahan kopi.  Data dianalisis biaya, penerimaan, pendapatan,  R/C Ratio dan  analisis nilai tambah menggunakan metode Langitan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan 20 kg green bean kopi robusta menghasilkan  3.900 sachet dengan harga Rp 1000/sachet.   Biaya Rp1.683.965,  penerimaan sebesar Rp3.900.000,  pendapatan sebesar Rp2.216.035 dan   R/C sebesar 2,3 (>1)  dapat dikatakan layak. Nilai tambah  yang diperoleh  sebesar Rp 127.302 per satu kilogram baban baku.  Imbalan terhadap tenaga kerja  Rp 2.250/kg (1,76 % dari nilai tambah). Imbalan bagi modal dan manajemen  sebesar Rp 125.052 ( 98,83% dari nilai tambah).
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Mentimun ( Cucumis sativus L. ) di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Eitastsu Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta Dhiya Nida Ulhaq; Kuswarini Sulandjari
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 3 No. 1 (2022): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v3i1.7253

Abstract

Komoditas sayuran dan buah-buahan memegang bagian terpenting dari keseimbangan pangan, sehingga perlu tersedia setiap saat dalam jumlah yang cukup, mutu yang baik, aman konsumsi, harga yang terjangkau, serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Kecamatan Wanayasa merupakan daerah yang menghasilkan berbagai jenis sayuran, salah satunya adalah mentimun. Di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Eitastsu Wanayasa diusahakan komoditas mentimun. Kelayakan finansial perlu difahami untuk keberlanjutan suatu usaha. Penelitian ini dimaksudkan untuk : Menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, titik impas (Break Event Point=BEP) harga, titik impas produksi, dan R/C rasio usahatani mentimun di P4S Wanayasa. Merupakan penelitian kuantitatif. Data penelitian berupa data primer dan sekunder. Pengumpulan data dengan cara wawancara, studi dukomen dan pengamatan. Responden penelitian adalah pemilik dan pengelola lahan, pekerja kebun dan petugas administrasi. Data dianalisis secara kuantitatif melalui analisis pendapatan, analisis titik impas dan analisis R/C rasio. Hasil penelitian : dari analisis usahatani mentimun yang dilakukan dalam satu kali produksi pada lahan seluas 0,2 ha mengeluarkan biaya sebesar Rp. 21.140.100, menghasilkan penerimaan Rp 26.250.000, sehingga pendapatan Rp 5.109.900, titik impas (BEP) harga Rp 2.818/kg, sedangkan harga jual petani Rp. 3.500 artinya usahatani mentimun mengalami keuntungan. Titik impas (BEP) produksi 6.040 kg, sedangkan produksi yang diperoleh sebesar 7500 kg, berarti usahatani mentimun mengalami keuntungan. R/C ratio usahatani mentimun 1,2 yang artinya setiap Rp. 1 yang dikeluarkan oleh petani mentimun mendapatkan penerimaan sebesar Rp 1,2 dengan demikian layak untuk dijalankan.
Level of Farmers Satisfaction with Agricultural Extension Services in Gapoktan Mekarjaya Pulomulya Village Lemahabang District Karawang Regency Aisyah Maulidina; Muharam Muharam; Kuswarini Sulandjari
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v10i2.3322

Abstract

Agricultural extension is a non-formal education for farmers and their families with the aim of changing knowledge, attitudes, skills, and towards a better. The level of satisfaction is a feeling experienced by someone after making a comparison between the desired level of expectation and the level of service that has been felt. The problem in Gapoctan Mekarjaya is that the counseling that has been running so far is uncertain the role of extension agent when the counseling occurs if there is a program from the government, and when the program ends, there is no follow up of extension activities to meet the needs of farmers by existing counseling that can further increase the capacity of farmers. The sample is determined in a proportional stratified random sampling by using the purposive sampling method for farmers respondents with known population sizes, they can use slovin samples taken by 40 farmer respondents. Quantitative research techniques. The data analysis used is Likert scale, category, customer satisfaction index, importance performance analysis, and descriptive. The results showed that in general, the level of importance of extension services to farmers was included in the criteria for a high average score of 143,64 and a total average of 3,88. The performance of extension services to farmers is included in the medium criteria of an average total score of 120,16 and a total average total score of 120,16 and a total average of 3,11. The farmers satisfaction level is in the satisfied category of CSI value of 77,73. Extension services in meeting the needs and needs of farmers need to be prioritized. Keywords: extension service performance, importance level, satisfaction level, priority
Co-Authors Abadi, Slamet Abdulloh Yasin Abubakar Abubakar Abubakar Abubakar Agustina, Dessy Aisyah Maulidina Aji, Bagus Restu Alicia Nurfauzy Ani Lestari Anisa Syifa Salsabila Arief Yanto Rukmana Astari, Tiara Dewi Cindy Sofia Damay Indrianto, Putra Deni Mustopa Dessy Agustina Sari Devi Maratus Salamah Dewa Oka Suparwata Dhiya Nida Ulhaq Diah Retno Dwi Hastuti Diani Tari Elia Azizah Endah Dahlia Fatimah Azzahra Fatimah Azzahra Fawwaz, Andhika Nadhif FERRY FIRMANSYAH Ganjar Kurnia Hardy, Ratu Genialda Hayatul Rahmi Hepi Hapsari I Putu Eka Wijaya Ida Marina, Ida Ikhlasul Akbar Indrajit Wicaksana Indrianto, Putra Damay Istiqomah Nurul Fitri Jolanda, Hanifah Putri jujun hermawan Juliana Margaretha Mitra Musika Lubis Muhamad Rom Ali Fikri Muhammad Syafi'i Muharam Muharam Muharam, Muharam Mulyanto Mulyanto Muslimah, Tikka Najeela Zulaikha Nana Suryana Nasution Nur'azkiya, Luthfi Nur’azizah, Ismi Nur’azkiya, Luthfi Pebrin, Triana Pieter J Kunu Pramesty, Alma Dianika Puji Raihani Purnama, Reza Wahyu Putri Cahyaning Ramadhan R. Prasodjo Soedomo Rafif Ikhsan Mahadhika Rahmi, Hayatul Ratna Mufidah Restu Dinika, Aliffia Rhamadanty, Fadhila Arnelia Rizki Fauzi Rommy Andhika Laksono ROOSGANDA ELIZABETH Roosganda Elizabeth Salsabila Safitri Armei Rihadi Sarmidi, Suciati Shofa Hanis Aisyah Siti Mariyani Slamet Abadi Slamet Abadi Stefani Septi Anggraeni Suhaeni Suhaeni Suhaeni Suhaeni Suhaeni, Suhaeni Sultoni Alamsyah Syadiah, Siti Maulida Syahputra, Ali Fahmi Tampubolon, Fransisca Joana Tarya J. Sugarda Tera Lesmana Wa Ode Sifatu Wangga Gunadi Wijaya, I Putu Eka Yayu Sri Rahayu Yusiana, Ekalia Yusuf Muhyiddin Zainal Abidin