Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Evaluasi Terhadap Distorsi dan Ketidakpuasan Citra Tubuh pada Anak Berusia 8-12 Tahun Mayumi, Catherine; Angelina, Angelina; Dharen, Sri
Sari Pediatri Vol 26, No 6 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.6.2025.350-7

Abstract

Latar belakang. Citra tubuh terbentuk sejak usia dini dan berkembang seiring bertambahnya usia anak. Gangguan citra tubuh pada usia anak berdampak pada kesejahteraan serta risiko psikopatologi dan gangguan medis di kemudian hari. Di Indonesia belum banyak dilakukan penelitian mengenai citra tubuh pada dimensi persepsi dan sikap anak usia 8-12 tahun.Tujuan. Melihat gambaran citra tubuh pada anak berusia 8-12 tahun dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode. Penelitian dengan desain studi potong lintang menggunakan kuesioner Children’s Body Image Scale (CBIS), Rosenberg’s Self Esteem Scale (RSES), kuesioner pengaruh orang tua dan data mengenai berbagai faktor independen terkait citra tubuh. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar (SD) di Kota Tangerang pada bulan Maret hingga Mei 2024. Hasil penelitian diolah menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 29.Hasil. Dari 225 responden didapatkan prevalensi gangguan citra tubuh berupa distorsi persepsi sebesar 76,44% dan ketidakpuasan sebanyak 64,44%. Berdasarkan uji chi-square didapatkan hubungan signifikan antara citra tubuh dimensi persepsi dengan kepemilikan idola (p=0,039), citra tubuh dimensi sikap dengan jenis kelamin (p<0,001), kepemilikan idola (p=0,002) dan pengaruh orang tua (p=0,016). Kesimpulan. Prevalensi distorsi citra tubuh dan ketidakpuasan terhadap tubuh pada anak usia 8-12 tahun tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara citra tubuh dengan jenis kelamin, kepemilikan idola dan pengaruh orang tua.
Analisis Kritis Terkait Manajemen dan Luaran Pasien Anak di Unit Perawatan Intensif Anak Level Sekunder Angelina, Angelina; Aviana, Ruthie; Ardelia, Yolanda; Dewi, Arfianti Chandra
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.109-15

Abstract

Latar belakang. Setiap unit perawatan intensif anak (UPIA) memiliki karakteristik berbeda. Evaluasi terhadap manajemen dan luaran pasien penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Data publikasi penelitian terkait UPIA umumnya dikerjakan pada level tersier.Tujuan. Melakukan tinjauan terhadap manajemen yang diberikan kepada pasien UPIA level sekunder, dan hubungannya dengan luaran pasien.Metode. Penelitian potong lintang retrospektif menggunakan data rekam medis pasien yang dirawat di UPIA Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja selama tahun 2022. Data yang diambil mencakup data demografis (usia, jenis kelamin, berat badan), diagnosis utama, komorbiditas, terapi selama perawatan, dan parameter laboratorium. Hasil uji statistik disajikan dalam nilai p serta interval kepercayaan 95%, besarnya hubungan dinyatakan dengan nilai Odds ratio. Hasil. Seratus satu pasien masuk dalam penelitian. Sebagian besar berusia di bawah 1 tahun, dengan pneumonia dan infeksi sistem saraf pusat merupakan diagnosis terbanyak. Terdapat 32 pasien (31,6 %) meninggal dunia, penggunaan ventilator mekanik (OR36,75; IK95%:8,014-168,519; p<0,001) dan pemberian obat vasoaktif (OR11; IK95%:4,137-29,295; p<0,001) berhubungan bermakna dengan tingkat mortalitas. Kesimpulan. Sebagian besar pasien adalah bayi yang didominasi dengan masalah medis akibat infeksi. Tingkat mortalitas cukup tinggi, berhubungan bermakna dengan penggunaan ventilator mekanik invasif serta obat vasoaktif.
Co-Authors Abduh Ridha Afriatmei, Feny Agung, Fransisca Handy Ahmad Fuad Ahmad Zakaria Andrianus, Lian Angela, Angela Annabel, Angela Arafah, St Nur Indah Sari Ardelia, Yolanda Ardimansyah Ardimansyah Arfianti Chandra Dewi, Arfianti Chandra Arfriandri, M. Armijon . Aurelis, Grefa Aviana, Ruthie Benardi Bistari Budiman, Rivan Buntu Laulita, Nasar Carmel Meiden CINDY CINDY Dharen, Sri Dini Anggorowati Efendy, Dudy Fahlezi, Renza Fahriati, Andriyani Rahma Fahrurrozi Fahrurrozi Farisi, Ahmad Firda yanti, Firda Galuh Desfianti, Winda Gilbert Sterling Octavius Graciela, Michelle Gunarian, Nathalia Hartanto, Chintya Lyra Hery Widijanto Humolta, Marco Rene Jennifer Jennifer Jesica Handoko Josephine, Clara Valentia Josephine, Jodie Kartono, Rico Khan, Habiburrahman Ahmad Lady, Lady Lesmanadjaja, Alicya Liana, Sesa Safitrah Love, Anjel Lysion, Olivia Mamamoba, Paulus Yusuf Margaretha . Martina, Wiwin Maulana, Muhammad Iqbal Mayumi, Catherine MUHAMMAD ALI Mutiara, Maitri Widya Nugraha, Zaskia Ema Pane, Sri Fariyanti Patamorgana, M. Surya Purnama, Fenita Purnomo, Sheva Readyanda Puspitasari, Veny Anindya Pusung, Kevin Pusung Putri, Arshinta Chandra Putri, Liza Agista Syafana Rama, Adi Ratno Juniarto Marulitua Sidauruk, Ratno Juniarto Marulitua Revita, Nasya Regi Rohman, Qodratur Rotua, Manuntun Saffira, Mega Said, Awayundu Sapriansyah, Sapriansyah Sarwo Edy Handoyo, Sarwo Edy Sentoso, Antony Septian Bayu Kristanto Septriana, Septriana Shafira, Baiq Alyandini Shintia, Dina Siti Hadijah Siti Halidjah Siti Nur Aisah Sriwiyanti, Sriwiyanti Syamsiar, Syamsiar Tan, Alexa Ovilia Taruna, Malvin Telisa, Imelda Theophilia, Jocelyn TIUAJ, Yanto Vinnchi, Chrisielle Wafa, Muhammad Ali Wibawa Prasetya Wicaksono, Michael Hizkia Widjaya, Valerie Arielle Wulandari, Yessy Putri Yandhika, Charles Yuswardi yuswardi, Yuswardi Zahratin, Nur Zai, Immanuel Zuikrufullah, Moch Aloef