Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas L.) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TENSILE STRENGTH KWETIAU IKAN KURISI (Nemipterus sp.) Subianto, Purwanti Fadiah Kusuma Sari; Anggo, Apri Dwi; Riyadi, Putut Har
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2023.15965

Abstract

Kwetiau merupakan variasi produk mi yang sering dikonsumsi sebagai makanan pokok, sehingga perlu adanya pengkayaan nilai gizi kwetiau. Ikan kurisi (Nemipterus sp.) selain mengandung yodium juga memiliki kadar protein dan kadar lemak, sehingga dapat digunakan sebagai sumber protein dalam produk kwetiau. Substitusi tepung ubi jalar ungu diharapkan dapat meningkatkan nilai fungsional kwetiau ikan terutama aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ubi jalar ungu terhadap aktivitas antioksidan kwetiau ikan kurisi. Penelitian ini bersifat experimental laboratories model rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu perbedaan konsentrasi substitusi tepung ubi jalar ungu (0%, 10%, 20% dan 30%) terhadap tepung tapioka dengan 3 kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah uji aktivitas antioksidan, tensile strength, kekenyalan, warna, kadar protein, kadar air dan hedonik. Hasil pengujian berdasarkan Analysis of Variance (ANOVA) menunjukkan bahwa penambahan tepung ubi jalar ungu berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap aktivitas antioksidan, tensile strength, kekenyalan, warna, kadar protein, dan kadar air kwetiau ikan kurisi. Perlakuan konsentrasi 10% paling disukai oleh panelis dengan nilai hedonik sebesar 7,74 < µ < 7,88. Kwetiau ikan kurisi dengan substitusi tepung ubi jalar ungu 10% menunjukkan nilai aktivitas antioksidan (6,05%), tensile strength (0,73 N/m2), kekenyalan (3,05 kgf), kadar protein (13,62%), dan kadar air (59,01%).
ANALISIS KADAR TANIN DENGAN PERBEDAAN SUMBER ADSORBEN PADA PEREBUSAN TERHADAP TEPUNG MANGROVE DARI BUAH LINDUR (Bruguiera gymnorrhiza) Nurafifah, Diyah Ayu; Sumardianto, Sumardianto; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.144-157

Abstract

Buah lindur (Bruguiera gymnorrhiza) adalah salah satu buah tumbuhan mangrove yang umumnya dikenal sebagai bakau daun besar. Buah lindur (Bruguiera gymnorrhiza) memiliki peluang untuk dieksplorasi menjadi bahan pangan alternatif karena mengandung karbohidrat yang tinggi sehingga dapat diolah menjadi tepung. Buah lindur mengandung zat antinutrisi, yaitu tanin sehingga kadarnya harus diturunkan terlebih dahulu sebelum diolah supaya aman untuk dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan sumber adsorben pada perebusan terhadap tepung mangrove dan adsorben terbaik pada perebusan dalam mendapatkan kualitas tepung mangrove. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental laboratories dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kali pengulangan yaitu perbedaan absorban: kontrol, abu gosok, arang dan abu sekam padi. Data dianalisis menggunakan software SPSS. Data nilai kadar tanin, kadar amilosa, kadar amilopektin, kadar serat kasar dan kadar air dianalisis dengan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji BNJ sedangkan nilai hedonik menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sumber adsorben pada perebusan terhadap tepung mangrove berpengaruh nyata (P<5%) terhadap uji kadar tanin, kadar amilosa, kadar amilopektin, serat kasar dan kadar air. Perlakuan abu gosok merupakan perlakuan terbaik karena memberikan hasil kadar tanin rendah yaitu 1,10% atau jika dikonversikan kedalam syarat bahan pangan yang ditetapkan ADI (Acceptable Daily Intake) maka diperoleh 6,16 mg/kg berat badan/hari. Hasil yang diperoleh dari kadar amilosa yaitu 14,69%, kadar amilopektin 59,95%, serat kasar 13,62%, kadar air 7,03%, dan rata-rata hasil uji hedonik yaitu 6,71<µ< 7,33.
Downstream strategies of liquid smoke products as a preservative and smoke aroma in fishery products: Strategi hilirisasi produk asap cair sebagai pengawet dan aroma asap pada produk perikanan Budiati, Lilin; Swastawati, Fronthea; Syakur, Abdul; Suharto, Slamet; Hasthi, Saputra; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i8.53690

Abstract

Smoked fish is a fishery product that meets the nutritional needs of the population. The traditional smoking method leads to the production of H2S, which reduces the aroma and is carcinogenic. The liquid smoke technology offers a solution to the challenges associated with the application of traditional smoking methods. However, the use of the liquid smoke method remains limited in smoked fish businesses. This study aimed to evaluate and develop a downstream strategy for producing and distributing liquid smoke to facilitate its implementation by smoked fish businesses based on SWOT analysis. This study employed a quantitative descriptive methodology utilizing the strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) analytical framework. The data were collected through interviews and questionnaires. The obtained data were subjected to weight calculations using the Expert Choice tool. The research findings indicate that the optimal approach for developing downstream liquid smoke products is to create a novel product in the form of liquid smoked fish. Liquid-smoked fish are immersed in or coated with liquid smoke to achieve an extended shelf life and smoky aroma, without traditional smoking methods. In addition, it establishes a strategic alliance between scholars, entrepreneurs, and the government. Strategic relationships can be established by developing a shared agenda focusing on fostering a sustainable blue economy. The blue economy refers to the use of hygienic, healthy, and non-carcinogenic fishing products such as smoked fish to promote sustainable economic growth and enhance community welfare.
PERUBAHAN KUALITAS FISIK DAN KIMIA DAGING IKAN KARPER (Cyprinus carpio) AKIBAT TREATMENT KEJUT LISTRIK VOLTASE TINGGI Anggo, Apri Dwi; Suharto, Slamet; Riyadi, Putut Har
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.1.40-46

Abstract

Kandungan nutrisi daging ikan karper (Cyprinus carpio) membuatnya mudah mengalami kerusakan. Berbagai upaya untuk mempertahankan kualitas daging ikan dan mempunyai masa simpan yang lebih lama telah dilakukan diantaranya dengan metode nonthermal seperti penggunaan kejut listrik voltase tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian kejut listrik voltase tinggi terhadap perubahan sifat fisik dan kimia daging ikan karper. Alat utama yang digunakan adalah seperangkat alat kejut listrik voltase tinggi dan materi yang diamati adalah daging ikan karper. Metode penelitian bersifat eksperimental laboratoris menggunakan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan kekuatan voltase listrik yaitu 30 kV, 60 kV, dan 90 kV dan tanpa perlakuan kejut listrik. Parameter yang diamati berupa kandungan TVB-N, aw, storage loss, water holding capacity (WHC) serta perubahan warna daging ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging yang diberikan perlakuan kejut listrik voltase tinggi mempunyai perbedaan nyata antara kontrol dengan perlakuan terhadap kualitas daging pada parameter TVB-N, WHC dan whiteness serta nilai L* (lightness) pada indikator warna, sedangkan parameter Aw, storage loss dan nilai a* dan nilai b* pada indikator warna, tidak terjadi perbedaan nyata antara kontrol maupun antar perlakuan. Nilai TVB-N dan nilai L* (lightness) semakin rendah sedangkan nilai storage loss, WHC dan indikator whiteness semakin tinggi seiring dengan kenaikan voltase kejut listrik. Dalam penelitian ini, perlakuan dengan kejut listrik voltase tinggi bisa mempengaruhi kualitas fisik dan kimiawi daging ikan karper dengan voltase 60 kV paling banyak memberikan perubahan pada kualitas daging ikan karper. The nutritional content in the carp meat makes the meat easier to spoil. Various methods to maintain the quality of fish meat and to have a longer shelf life have been carried out, including non-thermal methods such as the use of high-voltage electric shocks. The purpose of this study was to examine the effect of high-voltage electric shock on changes in the physical and chemical properties of carp meat. The main equipment used is a set of high-voltage electric shocks and the material being observed is carp fish. The research method is an experimental laboratory using a research design that is a completely randomized design (CRD). The treatment was the difference in electric voltage strength of 30 kV, 60 kV, and 90 kV and untreated with electric shock. The parameters determined are TVB-N, aw, Storage loss, water holding capacity (WHC) and changes in the color of fish flesh. The results showed that the meat that was given high-voltage electric shock treatment had a significant difference between the control and the treatment of meat quality on the TVBN, WHC and whiteness parameters as well as the L* (lightness) value on the color indicator, while the parameters Aw, storage loss and the a* and b* values in color indicators did not show a significant difference between the control and between treatments. The TVB-N and L* (lightness) values are getting lower while the storage loss, WHC and whiteness indicators are getting higher along with the increase in the electric shock voltage. In this study, treatment with high-voltage electric shock could affect the physical and chemical quality of carp meat with a voltage of 60 kV giving the most changes to the quality of carp meat.
THE EFFECT OF SEAWEED FLOUR (Gracilaria verrucosa) SUBSTITUTION ON THE QUALITY CHARACTERISTICS AND FIBER CONTENT OF BISCUITS Cahya, Ira Cindy Dwi; Agustini, Tri Winarni; Anggo, Apri Dwi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.223-230

Abstract

Biscuits with specific treatments can become functional foods made from wheat flour and are often consumed as snacks. Biscuits usually contain high carbohydrates and fats, but low protein and fiber. G. verrucosa is a red algae rich in dietary fiber (53.57%). Adding G. verrucosa flour to biscuits can increase the natural fiber content, and be an alternative nutritious and affordable product. This study aims to determine the effect of seaweed flour substitution as a reference for high-fiber biscuits, quality characteristics and nutritional content, and the best concentration based on sensory tests. The research method for this biscuit was carried out experimentally in the Laboratory using a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications of RL (0%), RL (2%), RL (4%) and RL (6%). Research parameters observed include : protein content, fat content, moisture content, ash content, food fibre, texture, color test and sensory analysis. Data analysis were carried out using SPSS 16 software. Parametric data were analyzed using ANOVA, Duncan and Independent Sample T-test (food fibre, while non-parametric data were analyzed using Kruskall-Wallis and Mann-Whitney tests. The results of the study showed that the higher the concentration of G. verrucosa flour substituted into biscuits, the more it would increase the nutritional content, such as protein, fat, moisture, ash, fiber and texture that met the requirements of SNI 2973:2022. In addition, it reduces the carbohydrate value and sensory characteristics such as a darker color and distinctive odor. The best results were the RL (4%) treatment with dietary fiber (3.52%), protein (8.58%), water (3.54%), fat (22.34%), ash (1.71%), carbohydrates (63.84%), crispness (629.42 gf - more cryspy), and color with L* values 53.28, a* (-10.35), b* 19.21, and panelist sensory had a 95% confidence interval of 7.83 <µ <8.26.
Aplikasi Metode TTSR (Tekanan Tinggi Suhu Rendah) Dalam Pengolahan Bandeng Duri Lunak anggo, apri dwi; Riyadi, Putut Har; Rianingsih, Laras '-; Wijayanti, Ima '-
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2058

Abstract

Pengolahan bandeng duri lunak sangat rentan untuk menurunkan kualitas nutrisi produk yang dihasilkan. Telah dilakukan percobaan tentang penggunaan tekanan yang berbeda pada pengolahan bandeng duri lunak menggunakan metode TTSR (Tekanan Tinggi Suhu Rendah). Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pengolahan bandeng duri lunak biasa dengan metode TTSR serta mengkaji pengaruh perbedaan tekanan pada pengolahan bersuhu rendah (+100oC) terhadap kualitas bandeng duri lunak yang dihasilkan. Bahan baku penelitian adalah ikan bandeng dengan berat 200-250g dari Semarang. Alat yang digunakan adalah seperangkat peralatan autoclave termodifikasi, thermocouple serta beberapa peralatan uji fisik dan kimiawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode pemasakan memberikan pengaruh nyata terhadap kualitas bandeng duri lunak yang dihasilkan. Tekanan yang berbeda selama pengolahan bersuhu rendah belum bisa menurunkan kekerasan tulang sampai batas yang dikehendaki. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa semua parameter diterima konsumen, tetapi untuk nilai kekerasan tulang menunjukkan nilai tinggi yang berarti tulang tersebut masih keras. Perbedaan perlakuan memberikan berpengaruh nyata terhadap penurunan available lysin, protein terlarut dan nilai proksimatnya. Kata Kunci: Bandeng duri lunak, suhu, tekanan, autoclave termodifikasi.
Energi Aktivasi Perubahan Nilai Free Fatty Acid pada Abon Ikan Lele Dumbo (Clarias sp) Selama Penyimpanan anggo, apri dwi
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.1834

Abstract

Salah satu penyebab timbulnya bau tidak enak pada abon ikan adalah terakumulasinya senyawa free fatty acid (ffa) akibat proses hidrolisis dari lemak pada abon tersebut. Perlakuan panas selama penyimpanan abon akan semakin memicu terbentuknya ffa sehingga baunya akan semakin tidak enak. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan fenomena perubahan kualitas abon lele dumbo dari parameter nilai ffa sebagai akibat perlakuan suhu dan waktu, dengan cara mencari nilai energi aktivasi perubahan nilai ffa tersebut. Materi yang dipelajari adalah abon ikan lele dumbo (Clarias sp). Peralatan yang digunakan adalah container penyimpan abon yang telah didesain pada suhu tertentu yaitu 10, 25, 35 dan 45oC. Waktu pengambilan sampel dilakukan pada hari ke-1, 8, 16, 24 dan 32. Metode penentuan energi aktivasi dengan pendekatan metode Arrhenius berdasarkan parameter perubahan nilai ffa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju peningkatan nilai ffa terjadi seiring dengan pertambahan waktu dan suhu penyimpanan. Hasil perhitungan energi aktivasi pada reaksi orde pertama diperoleh nilai 22,97 kj/mol dengan faktor frequensi (ko) sebesar 211,706 (1/hari). Model persamaan Arrhenius yang diperoleh adalah k= 211,706. e(-22,97/RT).
Kualitas Kerupuk Kulit Ikan Nila Selama Penyimpanan Purnamayati, Lukita; Dewi, Eko Nurcahya; Sumardianto, Sumardianto; Rianingsih, Laras; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i2.3216

Abstract

Kulit ikan nila merupakan hasil samping dari produk filet ikan nila yang kurang dimanfaatkan, sedangkan apabila tidak segera diproses, kulit ikan nila akan mengalami kebusukan. Salah satu pemanfaatan kulit ikan nila adalah diolah menjadi kerupuk kulit. Kualitas kerupuk kulit ikan nila dipengaruhi oleh kandungan minyak setelah penggorengan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kerupuk kulit ikan nila yang diproses dengan perlakuan spinner maupun tanpa spinner selama penyimpanan. Kerupuk kulit ikan nila dilakukan pengamatan kadar air, angka TBA dan analisis sensoris selama penyimpanan. Pengamatan dilakukan pada hari ke 0, 5, 10, dan 15. Hasil menunjukkan bahwa selama penyimpanan, kerupuk kulit ikan nila baik dengan perlakuan spinner maupun tanpa spinner mengalami peningkatan kadar air dan angka TBA tetapi masih memenuhi standar sampai pada penyimpanan hari ke 15, yaitu kadar air 5,43% dan angka TBA 0,36 mg malonaldehid/kg untuk kerupuk kulit ikan nila dengan perlakuan spinner sedangkan kerupuk kulit ikan nila tanpa perlakuan spinner memiliki kadar air 6,53% dan angka TBA 0,40 mg malonaldehid/kg. Secara keseluruhan, kerupuk kulit ikan nila dengan perlakuan spinner masih diterima panelis sampai pada penyimpanan hari ke 15 sedangkan kerupuk kulit ikan nila tanpa perlakuan spinner masih diterima panelis pada penyimpanan hari ke 10.
Pengaruh Penambahan Gelatin dari Berbagai Limbah Ikan Nila Terhadap Karakteristik Beras Analog Tepung Talas dan Tepung Caulerpa racemosa Wahyuningsih, Tri; Darmanto, Yudhomenggolo Sastro; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v5i2.9716

Abstract

Analog rice is rice made from non-rice materials. One of the raw materials that can be used is taro flour. Other nutrient sources can be added to enrich the analog rice nutrients. Tilapia processing waste such as scales, skin, bones and spines can be reused into gelatin products. The purpose of this study was to determine the effects of gelatin addition from various types of tilapia waste on analog rice characteristics from taro flour and Caulerpa racemosa. The research method uses a Complete Randomized Design. The treatment in this study was the addition of gelatin from various tilapia wastes, namely scales, skin, bones, and spines, each with three repetitions. The parameters observed were proximate levels, crude fiber, dietary fiber, amino acid content, cooking time, and hedonic. The results showed that analog rice with the addition gelatin from the scales, skin, bones, and spines tilapia had a significantly different effect (P 0,05) on water content, protein content, carbohydrate content, and cooking time. The highest levels of crude fiber and dietary fiber were in control of analog rice, respectively 5,73% and 12,98%. The highest amino acid content was found in analog rice with addition of skin tilapia gelatin, namely glycine (24.911,16 mg/kg), proline (21.114,65 mg/kg) and glutamic acid (30.031,83 mg/kg). Analog rice with addition of skin tilapia gelatin is preferred by panelists with a confidence interval of 3,48 µ 3,68. Beras analog merupakan beras yang terbuat dari bahan non padi. Salah satu bahan baku yang dapat digunakan yaitu tepung ubi talas. Sumber nutrisi lain juga dapat ditambahkan untuk memperkaya nutrisi beras analog. Limbah pengolahan ikan nila seperti sisik, kulit, tulang dan duri dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk gelatin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan gelatin dari berbagai jenis limbah ikan nila terhadap karakteristik beras analog dari tepung ubi talas dan tepung Caulerpa racemosa. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan gelatin dari berbagai limbah ikan nila yaitu sisik, kulit, tulang, dan duri, masing-masing tiga kali pengulangan. Parameter yang diamati yaitu kadar proksimat, kadar serat kasar, kadar serat pangan, kandungan asam amino, waktu tanak, dan nilai hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras analog dengan penambahan gelatin dari sisik, kulit, tulang, dan duri ikan nila berbeda nyata (P0,05) terhadap kadar air, kadar protein, kadar karbohidrat, dan waktu tanak. Kadar serat kasar dan serat pangan tertinggi pada beras analog kontrol yaitu dengan nilai berturut-turut 5,73% dan 12,98%. Kandungan asam amino tertinggi terdapat pada beras analog dengan penambahan gelatin kulit ikan nila yaitu glisin (24.911,16 mg/kg), prolin (21.144,65 mg/kg), dan asam glutamat (30.031,83 mg/kg). Nasi analog yang lebih disukai oleh panelis yaitu nasi analog dengan penambahan gelatin kulit ikan nila yang mempunyai selang kepercayaan 3,48 µ 3,68.
Optimization of Catfish (Pangasius sp) Bone Bio-calcium Production with Different Concentrations of Citric Acid and Stirring Time Using the Response Surface Method (RSM) Approach Wijayanti, Ph.D, Ima; Agustini, Tri Winarni; Swastawati, Fronthea; Anggo, Apri Dwi; Afifah, Diana Nur
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 19, No 2 (2024): August 2024
Publisher : :Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resources, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.867

Abstract

Calcium is an important macro-mineral that is really needed by the body.Calcium from fish bones can be an alternative source of calcium for thosewho are allergic to milk lactose which is usually used as calcium source. Theweakness of fish bone calcium is that it still has a fishy odor, which reducesthe hedonic value of products fortified with fish bone calcium. This researchaims to determine the optimization of concentration and stirring time in citricacid to produce bio-calcium from catfish (Pangasius sp) bones with the bestcalcium content and hedonic characteristics using Response SurfaceMethodology (RSM). The citric acid concentration tested was a minimum of0.25% and a maximum of 1% with stirring times of 30, 60 and 90 min. Dataprocessing was carried out with the help of Design Expert 11 software. Therecommended model is the quadratic model. The recommended optimizationresults for the bio-calcium production solution are a citric acid concentrationof 0.25% and a soaking time of 30 min. Verification was carried out accordingto the optimization solution and gave yield results of 88.9%, particle size of51.07 µm, calcium content 24.05; with a color hedonic value of 4.115, aroma4.059 and overall 4.090 out of a maximum value of 5. XRD pattern showed nodifference between fishbone powder and bio-calcium with degree crystallinity57 and 56.2%, respectively. FTIR spectra showed that both fishbone powder andbio-calcium powder contained hydroxyapatite, however citric acid slightly removedprotein due to absence of amide 1 peaks in bio-calcium powder. Citric acid at0.25% for 30 min helped to increase the yield and reduced some organiccompound to obtain bio-calcium powder. The proper concentration of citric acidand stirring time yielded catfish bone bio-calcium with higher calcium contentand hedonic value.  
Co-Authors - Sumardianto A Suhaeli Fahmi Abdul Syakur Abiza Winner Natanael Adilla Wahyu Nugraheni Aditya Cahya Putra Aditya Nugroho Afwan Widhiharto Agung Purnama Agus Hariyanto Agus Tri Setyo Wicaksono Ali Djamhuri Andi Ayu Irawati, Andi Ayu Andiani Ulfa Saputri Andini, Lucky Ardila Prasinta Devi Ardya Risma Firmansyah Arnyta Restu Pratiwi, Arnyta Restu Aryna Conny Tamaya Cahya, Ira Cindy Dwi Daveza, Hisyam Pranata Dayu Bestari Diah Nur Aisyah Tri Meiyani Diana Nur Afifah, Diana Nur Egidya Safitri Eko Nurcahya Dewi Eko Nurcahya Dewi Elfrido Christian Dewantara Faidha Santika, Faidha Faishal, Imam Farraz Fajar, Rahmadian Fara Sabilla Ulfa Farhan Alfarobi Karim Farisan Hilmana Ramadhan Fathin Alyani, Fathin Ferdianto, Richki Ferry Istanto Firman Multazam Fronthea Swastawati Harys Desvian Wibisono Hasthi, Saputra Helmy Mustafida Hilmi, Muhammad Zuhal Ibnu Bachtiar Ida Harjuno Ima Wijayanti Imam Restu Wibowo Jannah, Nabila Tsarwatul Kartika Anjar Sari Koko Seviyanto Laras Rianingsih Liberta Ibi Patria Lilin Budiati Lukita Purnamayati Ma'ruf, Widodo Farid Medi Prasetyo Meilinda Hardianti, Meilinda Mimin Sugiarti Namaskara, Fadhillah Sanitya Nurafifah, Diyah Ayu Nurina Almas Shabrina Pramitha Nurma Deviyanti, Pramitha Nurma Purnamayati, Lukita Putut Har Riyadi Rahmaningsih, Astuti Rani Tri Mustika Novitasari Ratna Ibrahim Ratna Ibrahim Ratna Ibrahim Retno Ayu Kurniasih Rian Adiaprana, Rian Riana Rachmawati Rianingsih, Laras '- Romadhon Romadhon Sindi Clarista Efendi Slamet Suharto, Slamet Subianto, Purwanti Fadiah Kusuma Sari Sumardianto - Tambunan, Van Rhein Titi Surti Tri Wahyuningsih Tri Winarni Agustini Tri Wisnu Susilo Umi Nur Safitri Wahyu Nur Widiyanto Widodo Farid Ma'ruf Widodo Farid Ma’ruf Wijayanti, Ima '- Wijayanti, Ph.D, Ima Y S Darmanto y S Darmanto Yhuda Ardiansyah, Yhuda YS Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yudhomenggolo Sastro Darmanto Yuliani Yuliani