Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Beragam Media Matriconditioning terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kedelai juwita, katarina; Palupi, Tantri; Anggorowati, Dini
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 2, No 1 (2026): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v2i1.102997

Abstract

Faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan tanaman kedelai adalah tersedianya benih bermutu. Penggunaan benih yang berkualitas rendah (telah mengalami penurunan mutu) menyebabkan rendahnya produktivitas kedelai dan dapat menurunkan vigor benih, sehingga diperlukan teknik invigorasi benih. Satu diantara metode invigorasi yang terbukti dapat meningkatkan perkecambahan benih adalah matriconditioning. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk matriconditioning seperti serbuk gergaji, vermikulit, dan batu bata merah yang sudah dihaluskan, arang sekam, abu gosok, serbuk jerami padi, pasir halus, abu sekam, pasir kuarsa, dan zeolite. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih kedelai dengan menggunakan beragam perlakuan matriconditioning seperti batu bata merah, serbuk gergaji, dan vermikulit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Penelitian dimulai dari tanggal 6 Mei sampai 31 Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Setiap ulangan memiliki 2 sampel dan masing- masing sampel terdiri dari 25 benih, jadi total keseluruhannya terdapat 200 benih. Satu sampel untuk mengukur indeks vigor, keserempakan tumbuh, dan daya berkecambah sedangkan satu sampel lainnya untuk mengukur kecepatan tumbuh, panjang plumula, panjang radikula, berat kering kecambah normal dan laju pertumbuhan kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media matriconditioning yang menggunakan vermikulit lebih baik dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih kedelai yang dapat dilihat dari nilai tertinggi terhadap variabel pengamatan indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, panjang radikula, dan berat kering kecambah normal.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN ABU KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH GAMBUT Marselini, Marselini; Anggorowati, Dini; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.100758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik dari penggunaan pupuk kandang kambing dan abu kayu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah gambut serta bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang kambing dan abu kayu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berada di Jln. Reformasi, Gg Struktur, Pontianak Tenggara, dimulai pada 8 April 2023 sampai 13 Mei 2023. Penelitian ini menggunakan metode Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor 3 taraf perlakuan, 4 sampel dan 3 ulangan. Faktor A adalah dosis abu kayu a1 = 30 ton/ha atau setara dengan 200 g/polybag a2 = 40 ton/ha atau setara dengan 300 g/polybag a3= 50 ton/ha atau setara dengan 400 g/polybag dan Faktor K adalah dosis pupuk kandang kambing k1= 10 ton/ha setara dengan 170 g/polybag k2= 15 ton/ha setara dengan 260 g/polybag k3 = 20 ton/ha setara dengan 340 g/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan pupuk kandang kambing dengan dosis 10 ton/ha dan dosis abu kayu 30 ton/ha merupakan dosis yang efisien untuk pertumbuhan lobak pada tanah gambut, karena dengan pemberian dosis pupuk kandang kambing 10 ton/ha memberikan pengaruh berbeda tidak nyata dengan pemberian dosis pupuk kandang kambing 20 ton/ha sedangkan pemberian abu kayu 30 ton/ha berbeda tidak nyata dengan pemberian abu kayu 50 ton/ha. Interaksi antara pupuk kandang kambing dan abu kayu terjadi pada masa pertumbuhan lobak yang dapat dinyatakan pada pengamatan variabel berat kering tanaman.