Pekon Pujodadi di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di kalangan generasi muda. Namun, keterbatasan akses terhadap pendidikan berbasis teknologi dan kemampuan berbahasa Inggris menjadi tantangan utama dalam menghadapi era globalisasi. Program Digital English Camp dirancang sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris dan literasi digital masyarakat desa melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan (pembuatan modul, pelatihan tutor lokal, dan perancangan media digital), pelaksanaan (penerapan metode edutainment berbasis aplikasi seperti Duolingo, Memrise, HelloTalk, Kahoot! dan Canva), serta evaluasi dan tindak lanjut. Melalui pelibatan remaja sebagai tutor lokal dan pemanfaatan balai desa sebagai pusat pembelajaran digital, program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa peserta, tetapi juga memberdayakan masyarakat desa agar mandiri dan berdaya saing. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan motivasi belajar, keberanian berkomunikasi, serta pemanfaatan teknologi untuk tujuan edukatif. Dengan demikian, Digital English Camp menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dalam mendukung penguatan SDM desa berbasis digitalisasi dan kolaborasi komunitas.